Anda di halaman 1dari 86

STROKE ISKEMIK

GHEAVITA CHANDRA DEWI (100100045)


KEVIN DILIAN SUGANDA (100100075)
PURWANDARI (100100085)
DYAH WIJIANA HERYANI (100100229)
ANGGI ARUM SARI (100100378)

CASE REPORT NEUROLOGY 2014

Latar Belakang
Stroke merupakan salah satu sumber penyebab gangguan otak pada

Pendahuluan
Tujuan

Memahami stroke iskemik serta


mengaplikasikan pada kasus di
lapangan.
Memenuhi persyaratan kegiatan
program pendidikan profesi dokter
(P3D) di Departemen Neurologi RSUP
Haji Adam Malik.

Manfaat

Mengembangkan kemampuan
penulis maupun pembaca untuk
mengintegrasikan teori yang ada
dengan aplikasi kasus yang
dijumpai di lapangan.

Laporan Kasus
Anamnesis
Status Neurologis
Diagnosa
Penatalaksanaan
Follow Up

Anamnesis

Nama : D
Jenis Kelamin : Wanita
Usia : 52 tahun
Suku bangsa : Jawa
Agama : Islam
Alamat : Jl. Pelajar
Sukur No. 3 Medan
Status : Menikah
Pekerjaan: IRT
Tanggal Masuk: 30 Des 2014
Tanggal Keluar :

Riwayat Perjalanan Penyakit

Keluhan Utama : Lemah lengan dan tungkai


kiri
Telaah:

Hal ini dialami OS 3 hari sebelum masuk


rumah sakit secara tiba-tiba saat istirahat.
Riwayat nyeri kepala ditemukan, nyeri dirasakan
di seluruh lapangan kepala. Nyeri tidak hilang
dengan meminum obat pereda nyeri. Nyeri
bertambah berat jika batuk/bersin.
Riwayat muntah menyembur dan kejang tidak
dijumpai.

Riwayat Perjalanan Penyakit

Riwayat penyakit darah tinggi ditemukan


1 tahun yang lalu dengan pengobatan tidak
teratur.
Riwayat menderita penyakit gula
ditemukan sejak 8 tahun yang lalu
dengan pengobatan tidak teratur.
Riwayat kolesterol tinggi dan jantung
disangkal keluarga. Riwayat stroke
sebelumnya tidak dijumpai.

Riwayat penyakit terdahulu


Hipertensi, DM Tipe II

Anamnesis traktus

Traktus sirkulatorius : Darah tinggi (+),


jantung berdebar debar (-)
Traktus respiratorius: sesak nafas (-), batuk
(-)
Traktus digestivus : BAB (+)N
Traktus urogenitalis : BAK (+)N
Penyakit terdahulu dan kecelakaan
: Hipertensi, DM Tipe II
Intoksikasi dan obat-obatan : tidak jelas

Anamnesis keluarga

Anamnesis Sosial

Kelahiran dan pertumbuhan


: tidak jelas

Faktor herediter

:-

Faktor familier : -

Lain-lain : tidak jelas

Imunisasi
tidak jelas

Pekerjaan
rumah tangga

: Ibu

Pendidikan
tamat SMP

Perkawinan dan anak


sudah menikah

Pemeriksaan Umum

Tekanan darah
: 140/90 mmHg
Nadi
: 84x/i
Frekuensi nafas
: 24x/i
Temperature
: 36,1C
Kulit dan selaput lender : anemis (-),
ikterik (-)
Kelenjar dan getah bening : pembesaran
KGB (-)
Persendian
: dbn

Kepala dan leher

Bentuk dan posisi


: bulat, medial
Pergerakan
: bebas
Kelainan panca indera: (-)
Rongga mulut dan gigi
: dbn
Kelenjar parotis
: dbn
Desah
: (-)
Lain-lain
: (-)

Rongga dada dan


abdomen
Rongga dada
Inspeksi
Palpasi
Perkusi
Auskultasi

simetris
fusiformis
SF ka = ki,
kesan normal
sonor
SP: vesikuler
ST: ronkhi (-)

Rongga
abdomen
simetris
soepel
timpani
normoperistaltik

PEMERIKSAAN
NEUROLOGIS

Sensorium : Compos Mentis


Kranium

Bentuk : bulat
Fontanella : tertutup
Palpasi : pulsasi a.temporalis (+) N,
a. carotis (+) N
Perkusi : tidak dilakukan pemeriksaan
Auskultasi : Bruit (-)
Transiluminasi : tidak dilakukan pemeriksaan

Perangsangan meningeal

Kaku kuduk

: (-)

Tanda Kerniq

: (-)

Tanda brudzinski I : (-)

Tanda brudzinski II : (-)

Peningkatan Tekanan
Intrakranial

Muntah

: (-)

Sakit kepala : (+)


Kejang

: (-)

Saraf Otak / Saraf


Kranialis
Nervus I
Meatus nasi
dextra

Meatus nasi
sinistra

Normosmia

(+)

(+)

Anosmia

(-)

(-)

Parosmia

(-)

(-)

Hiposmia

(-)

(-)

Saraf Otak / Saraf


Kranialis
Nervus
II oculi dextra

Visus : 6/6 6/6


Lapangan pandang

oculi sinistra

Normal : (+) (+)


Menyempit : (-) (-)
Hemianopsia : (-) (-)
Scotoma : (-) (-)

Reflex ancaman : (+) (+)

Saraf Otak / Saraf


Kranialis
Nervus
II
Fundus okuli

Warna
: tdp
Batas
: tdp
Ekskavasio : tdp
Arteri
: tdp
Vena : tdp

Saraf Otak / Saraf


Kranialis

Nervus III, IV,


Oculi dextra
VI

Gerakan bola mata : (+)


Nistagmus
: (-)
Pupil

Oculi sinistra
(+)

(-)

Lebar
: 3 mm
3mm
Bentuk
: bulat
bulat
Reflex cahaya langsung : +
+
Reflex cahaya tidak langsung : +
+
Rima palpebra
: 7 mm
7 mm
Deviasi conjugate
: (-)
(-)
Fenomena dolls eye
: tdp
tdp
Strabismus
: (-)
(-)

Saraf Otak / Saraf


Kranialis
Nervus
V

kiri

Motorik

kanan

Membuka dan menutup mulut


:
Palpasi otot masseter & temporalis :
Kekuatan gigitan
: +

Sensorik

Kulit
Selaput lendir

:
:

dbn
dbn

+
+
+

+
+

Saraf Otak / Saraf


Kranialis
Nervus
kanan
V
Reflex kornea

Langsung
:
Tidak Langsung

(+)
(+)
:
(+)
(+)

Reflex masseter : +
Reflex bersin
: +

kiri

Saraf Otak / Saraf


Kranialis
Nervus
VII
Motorik
Kanan
Kiri
Mimik
: sudut mulut tertarik ke
kanan
Kerut kening
: +
+
Menutup mata
: +
+
Meniup sekuatnya
: +
bocor
(+)
Memperlihatkan gigi:
+
tidak

Saraf Otak / Saraf


Kranialis
Nervus
VII
Sensorik

Kanan
Kiri
Pengecapan 2/3 depan lidah: dbn
Produksi kelenjar ludah
: dbn
Hiperakusis
: Rekfleks stapedial
: -

dbn
dbn

Saraf Otak / Saraf


Kranialis
Nervus
VIII

Kiri

Auditorius

Kanan

Pendengaran
Tes Rinne
Tes Weber
Tes Schwabach

:
:
:

dbn
tdp
tdp
: tdp

dbn
tdp
tdp
tdp

Vestibularis

Nistagmus
Reaksi kalori
Vertigo
Tinnitus

:
:
:

: sdn
tdp
-

sdn
tdp
-

Saraf Otak / Saraf


Kranialis

Nervus
IX, X molle
Pallatum

: normal
Uvula
: medial
Disfagia
: Disartria
: Disfonia
: Reflex muntah
: +
Pengecapan 1/3 belakang lidah

: dbn

Saraf Otak / Saraf


Kranialis
Nervus
XI

kanan
kiri
Mengangkat bahu
: +
+
Fungsi otot sternocleidomastoideus : +
+

Saraf Otak / Saraf


Kranialis

Nervus
XII
Lidah

Tremor
Atrof
Fasikulasi

:::-

Ujung lidah sewaktu istirahat


: medial
Ujung lidah sewaktu dijulurkan: medial

Sistem Motorik

Trof
: eutrof
Tonus otot
: normotonus
Kekuatan otot :
ESD : 55555/55555 ESS :11111/11111
EID : 55555/55555 EIS : 11111/11111
Sikap (duduk-berdiri-berbaring) :
duduk -berbaring

Sistem Motorik

Gerakan spontan abnormal

Tremor : (-)
Khorea : (-)
Ballismus : (-)
Mioklonus : (-)
Atetosis : (-)
Distonia: (-)
Spasme : (-)
Tic : (-)
Dan lain-lain : (-)

Test Sensibilitas

Eksteroseptif
: dbn
Proprioseptif
: dbn
Fungsi kortikal untuk sensibilitas

Stereognosis
: dbn
Pengenalan dua titik
: dbn
Grafestesia
: dbn

Refleks

kanan
Reflex fsiologis

Biceps
:
++
Triceps
:
++
Radioperiost :
++
APR
:
++
KPR
:
++
Strumple
:
+

kiri
++
++
++
++
++
+

Refleks

kanan
Refleks Patologis
Babinski
: Oppenheim :
Chaddock :
Gordon
: Schaefer
: Hoffman-trommer:
Klonus lutut:
Klonus kaki :
Reflex primitive
:

kiri
-

Koordinasi

Lenggang : sdn
Bicara
: dbn
Menulis
: dbn
Percobaan
Apraksia
: sdn
Mimik
: sudut mulut
tertarik ke kanan

Tes telunjuk-telunjuk

: sdn

Tes telunjuk-hidung

: sdn

Diadokhinesia

: sdn

Tes tumit-lutut

: sdn

Tes Romberg

: sdn

Vegetatif

Vasomotorik
: (+)
Sudomotorik
: (+)
Pilo-erektor
: (+)
Miksi dan defekasi
: BAB dan BAK (+)
N
Potens dan libido : tdp

Vertebra

Bentuk

Normal
: (+)
Scoliosis
: (-)
Hiperlordosis
: (-)

Pergerakan

Leher
Pinggang

: bebas
: sdn

Tanda perangsangan
radikuler

Laseque
Cross Laseque
Tes Lhermitte
Tes Naffziger

: sdn
: sdn
: sdn
: (-)

Gejala-gejala serebellar

Ataksia
:Disartria
:Tremor
:Nistagmus
:Fenomena rebound : Vertigo
:Dan lain-lain
:-

Gejala-gejala ekstrapiramidal

Tremor
Rigiditas
Bradikinesia
Dan lain-lain

:::: sdn

Fungsi luhur

Kesadaran kualitatif:
compos mentis
Ingatan baru : dbn
Ingatan lama : dbn
Orientasi

Apraksia : dbn

Agnosia

Ekspresif : dbn
Represif: dbn

Diri : dbn
Tempat : dbn
Waktu : dbn
Situasi : dbn

Intelegensia: dbn
Daya pertimbangan
dbn
Reaksi emosi : dbn

Afasia

Agnosia visual :
dbn
Agnosia jari-jari :
dbn

Akalkulia : dbn

Disorientasi kanan-kiri: dbn

Kesimpulan Pemeriksaan

Keluhan Utama: Lemah lengan dan tungkai kiri


Telaah :
Hal ini dialami OS 3 hari sebelum masuk rumah sakit
secara tiba-tiba saat istirahat. Riwayat nyeri kepala
dijumpai. Nyeri dirasakan di seluruh lapangan kepala.
Nyeri tidak hilang dengan meminum obat pereda nyeri.
Nyeri bertambah berat jika batuk/bersin. Riwayat kejang
dan muntah menyembur tidak dijumpai. Riwayat penyakit
darah tinggi dijumpai 1 tahun yang lalu dengan
pengobatan tidak teratur. Riwayat penyakit gula dijumpai
8 tahun yang lalu dengan pengobatan tidak teratur.
RPT : hipertensi, diabetes melitus tipe II
RPO : tidak jelas

Status presens

Sensorium : CM
TD : 140/90 mmHg
RR : 24x/i
HR : 84x/i
Temp : 36,1 C
Peningkatan TIK : (-)
Rangsangan Meningeal : (-)

Nervus Kranialis

N I : normosmia
N II, III : RC +/+, pupil bulat isokor diameter
3mm
N III,IV,VI : Gerak bola mata (+)
N V : Buka menutup mulut (+)
N VII : sudut mulut tertarik ke kanan
N VIII : pedengaran (+) N
N IX, X : uvula medial
N XI : angkat bahu (+)
N XII : lidah istirahat medial

Refleks Fisiologis

B/T
APR/KPR

Ka

++/++ ++/++
++/++ ++/++

Refleks Patologis

H/T
Babinski

Ki

Ka
-/-

Ki

-/-

Kekuatan motorik :
ESD : 55555/55555 ESS :11111/11111
EID : 55555/55555 EIS :11111/11111

SSS = (2,5 x 0) + 2 (0) + 2 (0) + 0,1 (90) 3 (1) 12


= 0 + 0 + 0 + 9 3 12 = - 6 Stroke Iskemik

Diagnosa

DIAGNOSA FUNGSIONAL
: Hemiparese sinistra + PN VII UMN sinistra ec Stroke
iskemik dd Stroke hemoragik

DIAGNOSIS ETIOLOGIK : Trombus


DIAGNOSA ANATOMIK : Subkorteks
DIAGNOSA BANDING : dd 1. Stroke Iskemik
2. Stroke Hemoragik

DIAGNOSA KERJA
: Hemiparise sinistra + PN VII UMN sinistra ec Stroke
iskemik

Penatalaksanaan

Bed Rest + Head Elevation 30o


Kateter terpasang
IVFD RSol 20 gtt/i
Inj Citicholin 250 mg/ 12 jam
B comp 3 x 1

Rencana Prosedur
Diagnostik

Darah lengkap
EKG
Foto thorax PA erect
Head CT scan, non contrast

Follow up

30/12/2014

S : Lemah lengan dan tungkai kiri


O:

Sensorium : CM
TD : 140/90 mmHg
RR : 24x/i
HR : 84x/i
Temp : 36,1 C

Peningkatan TIK : (-)


Rangsangan Meningeal : (-)

30/12/2014

Nervus Kranialis

N
N
N
N
N
N
N
N
N

I : normosmia
II, III : RC +/+, pupil bulat isokor diameter 3mm
III,IV,VI : Gerak bola mata (+)
V : Buka menutup mulut (+)
VII : sudut mulut tertarik ke kanan
VIII : pedengaran (+) N
IX, X : uvula medial
XI : angkat bahu (+)
XII : lidah istirahat medial

30/12/2014

Refleks Fisiologis

H/T
Babinski

Ki

++/++ ++/++
++/++ ++/++

Refleks Patologis

B/T
APR/KPR

Ka

Ka
-/-

Ki
-/-

Kekuatan motorik :
ESD : 55555/55555 ESS :11111/11111
EID : 55555/55555 EIS :11111/11111

30/12/2014

A : Hemiparise sinistra + PN VII UMN


sinistra ec Stroke iskemik
P:

Bed Rest + Head Elevation 30o


Kateter terpasang
IVFD RSol 20 gtt/i
Inj Citicholin 250 mg/ 12 jam
B comp 3 x 1

30/12/2014

R:

Darah lengkap
EKG
Foto thorax PA erect
Head CT scan, non contrast

Hasil Laboratorium
(31/12/2014)
JENIS PEMERIKSAAN

SATUAN

HASIL

RUJUKAN

HEMATOLOGI
Darah Lengkap (CBC)
Hemoglobin (HBG)

gr%

11,60

11,7 15,5

Eritrosit (RBC)

105/mm3

3,77

4.20 4.87

Leukosit (WBC)

103/mm3

15,02

4.5 11.0

33.4

38 44

103/mm

415

150 450

MCV

Fl

88.6

85 95

MCH

Pg

30.80

28 32

MCHC

g%

34.70

33 35

RDW

12.40

11.6 14.8

MPV

fL

10.20

7.0 10.2

PCT

0.42

PDW

fL

12.0

Hematokrit
Trombosit (PLT)

Hasil Laboratorium
(31/12/2014)
Hitung jenis

Neutrofil

80.70

37 80

Limfosit

12.60

20 40

Monosit

6.40

28

Eosinofil

0,10

16

Basofil

0,200

01

Neutrofil Absolut

103/l

12.11

2.7 6.5

Limfosit Absolut

103/l

1.90

1.5 3.7

Monosit Absolut

103/l

0.96

0.2-0.4

Eosinofil Absolut

103/l

0.02

0 0,10

Basofil Absolut

103/l

0.03

0 0,1

Hasil Laboratorium
(31/12/2014)
KIMIA KLINIK
Analisa Gas Darah
pH

7.390

7.35 7.45

mmHg

26.0

38 42

pO2

mmHg

194.0

85 100

Bikarbonat (HCO3)

mmol/L

15.7

22 26

Total CO2

mmol/L

16.5

19 25

Kelebihan Basa (BE)

mmol/L

-8.1

(-2) (+2)

Saturasi O2

100.0

95 100

284.00

<200

pCO2

METABOLISME KARBOHIDRAT
Glukosa Darah (Sewaktu) mg/ dL

Hasil Laboratorium
(31/12/2014)
GINJAL
Ureum

mg/ dL

28.3

<50

Kreatinin

mg/ dL

0,58

0.50 0,90

Natrium (Na)

mEq/L

127

135 155

Kalium (K)

mEq/L

4.0

3.6 5.5

Klorida (Cl)

mEq/L

100

96 106

Elektrolit

Interpretasi:
Kedua sinus costophrenicus lancip, kedua diafragma licin.
Tidak tampak infltrat pada kedua lapangan paru.
Jantung ukuran membesar CTR = 57.8%
Trakea di tengah.
Kesimpulan: Kardiomegali

Head
CT-Scan

Interpretasi:
Infratentorial
cerebellum dan
ventrikel IV normal.
Supratentorial tampak
lesi hypodense pada
frontal kanan.
Tidak tampak mass
effect ataupun midline
shift.
Ventricular system dan
cortical sulci normal.
Tulang tulang intact.
Kesimpulan: Infarct
pada frontal kanan.

31/12/2014
Status Presens

Diagnosa

O:

Sens : CM
TD : 160/80 mmHg
RR : 26x/menit
HR : 84 x/menit
Temp :36.8 C
Status Neurologi :
Peningkatan

TIK : (-)
Rangsangan meningeal : (-)

A:

Hemiparese sinistra + PN VII


UMN sinistra ec Stroke iskemik

31/12/2014

P:

Bed Rest + Head Elevation 30o


Kateter terpasang
IVFD NaCl 0.9% 20 gtt/i
Inj Citicholin 250 mg / 12 jam
Inj Ceftriaxone 1 gr / 12 jam
Aptor 1 x 300 mg
B complex 3 x 1 tab

R/

Pemeriksaan darah puasa

1/01/2015
Status Presens

Diagnosa

O:

TD : 140/70 mmHg

RR : 20 x/menit
HR : 70 x/menit

Temp :35.6 C
Status Neurologi :
Peningkatan

TIK : (-)
Rangsangan meningeal : (-)

A:

Hemiparese sinistra + PN VII


UMN sinistra ec Stroke iskemik

1/01/2015

P:

Bed Rest + Head Elevation 30o


O2 2 4 L/i
Kateter terpasang
IVFD R-Sol 20 gtt/i
Inj Citicholin 250 mg / 12 jam
Inj Ceftriaxone 1 gr / 12 jam (H1)
Aptor 1 x 300 mg
B complex 3 x 1 tab

R/

Pemeriksaan darah puasa

2/01/2015 7/01/2015
Status Presens

Diagnosa

O:

TD : 140/80 mmHg

RR : 16 x/menit
HR : 80 x/menit

Temp :35.5 C
Status Neurologi :
Peningkatan

TIK : (-)
Rangsangan meningeal : (-)

A:

Hemiparese sinistra + PN VII


UMN sinistra ec Stroke iskemik

2/01/2015 7/01/2015

P:

Bed Rest + Head Elevation 30o


O2 2 4 L/i
Kateter terpasang
IVFD R-Sol 20 gtt/i
Inj Citicholin 250 mg / 12 jam
Inj Ceftriaxone 1 gr / 12 jam (H2)
Aptor 1 x 300 mg
B complex 3 x 1 tab

2/01/2015
JENIS
PEMERIKSAAN

SATUAN

HASIL

RUJUKAN

KIMIA KLINIK
Hati
AST/SGOT

U/L

16

<32

ALT/SGPT

U/L

10

<31

mg/dL

301

70 - 120

mg/dL

Bahan belum

10.4

Metabolisme Karbohidrat
Glukosa Darah
Puasa
Glukosa Darah 2
jam PP
Hb-A1c

4.8 5.9

2/01/2015
Lemak
Kolesterol Total

mg/dL

224

<200

Trigliserida

mg/dL

135

40 - 200

Kolesterol HDL

mg/dL

49

> 65

Kolesterol LDL

mg/dL

164

< 150

2.8

< 5.7

Ginjal
Asam Urat

mg/dL

2/01/2015 5/01/2015

Konsul Endokrin

S : lemas, riwayat DM (+)


O : KGD ad random 284 mg/dl
A : Diagnosa kerja:/ DM Tipe II
Stroke Iskemik
P:
Diet

DM 1700 kal
Lantus 0 0 8 U Lantus 0 0 14 U

R : Cek KGD N dan 2 jam PP

6/01/2015 8/01/2015

Konsul Endokrin

S : lemas, riwayat DM (+)


O : KGD ad random 284 mg/dl
A : Diagnosa kerja:/ DM Tipe II
Stroke Iskemik
P:
Diet

DM 1700 kal
Lantus 0 0 20 IU
Novorapid 10 10 10 IU

R : Cek KGD N dan 2 jam PP

Tinjauan Pustaka

Defnisi

Stroke adalah suatu tanda klinis yang


berkembang cepat akibat gangguan otak
fokal (atau global) dengan gejala-gejala
yang berlangsung selama 24 jam atau
lebih dan dapatmenyebabkan kematian
tanpa adanya penyebab lain yang jelas
selain vaskuler

Faktor Resiko
Behaviour

Merokok
Unhealthy diet : lemak, garam
berlebihan, asam urat, kolestrol, low
fruit diet

Alkoholik

Obat-obatan: narkoba (kokain),


antikoagulansia, antiplatelet,
amfetamin, pil kontrasepsi

Physiological risk factor

Penyakit hipertensi

Penyakit jantung

Diabetes Mellitus

Infeksi, arteritis, traumatik,


AIDS, Lupus

Gangguan ginjal

Kegemukan (obesitas)

Polisitemia, viskositas darah


meninggi & penyakit pendarahan

Kelainan anomali pembuluh


darah

Non-Modifiable adalah faktor resiko yang


tidak dapat dimodifkasi. Yang termasuk
faktor resiko non-modifable adalah usia,
jenis kelamin, dan keturunan/genetik

Klasifkasi Stroke Iskemik Berdasarkan Kriteria Kelompok Peneliti TOAST

1. Aterosklerosis arteri besar (Embolus/


Trombosis)
2. Kardioembolisme (Risiko Tinggi/ Risiko
Sedang)
3. Oklusi pembuluh darah kecil (Lakunar)
4. Stroke akibat dari penyebab lain yang
menetukan
5. Stroke akibat dari penyebab lain yang
tak dapat ditentukan

Patogenesis

Penegakkan Diagnosa
1. Anamnesis
Diagnosis stroke dapat ditegakkan dengan
gejala dan tanda klinis yang dibuktikan dengan
adanya gambaran lesi di CNS. Pada stroke
iskemik tidak hanya terdapat lesi fokal tetapi
juga melibatkan arteri termasuk oklusi arteri
2. Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan ketangkasan gerakan


Penilaian tonus otot
Penilaian refleks tendon
Refleks patologik

3. Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan CT dan MRI
Ultrasonograf
Angiograf otak
Pungsi lumbal
EKG
Foto toraks

Penatalaksanaan
ASPIRIN

Pencegahan Stroke
Pencegahan Primordial

Komplikasi
Serius
New infarct/extension
Brain edema
Intraparenchymal
hemorrhage
Carotid stenosis
Brain herniation
Diminished
level
consciousness
Seizure
Dizziness

Non Serius
Nausea/vomiting
Fever
Constipation
Hypokalemia
Hyperglycemia
of Bradycardia
Dysphagia

Diskusi Kasus

Diskusi Kasus
Teori

Stroke adalah gangguan fungsi


serebral yang terjadi baik fokal
maupun global yang terjadi
mendadak dan cepat, berlangsung
lebih dari 24 jam atau meninggal
disebabka oleh gangguan pembuluh
darah.

Kasus

Pada kasus ini os mengalami


lemah lengan dan tungkai kiri
sejak 3 hari sebelum masuk
rumah sakit secara tiba-tiba saat
sedang istirahat. Os memiliki
faktor risiko berupa riwayat
penyakit hipertensi sejak 1
tahun yang lalu dan riwayat sakit
gula sejak 8 tahun yang lalu.

Diskusi Kasus
Secara umum gejala yang
timbul dari stroke iskemik
Teori
adalah kelemahan pada
anggota gerak
(hemiparesis, monoparesis,
atau kadang-kadang
quadriparesis), gangguan
sensoris atau hemisensoris,
hilang penglihatan sebelah
atau kedua mata, gangguan
lapangan pandang,
pandangan berganda
(diplopia), disartria, wajah
yang tidak simetris, ataxia,
vertigo, afasia, dan
penurunan kesadaran.

Kasus

Lemah lengan dan tungkai kiri ini


telah dialami os selama 3 hari
sebelum masuk rumah sakit
secara tiba tiba pada saat
istirahat.

Riwayat nyeri kepala (+) nyeri


dirasakan diseluruh lapangan
kepala, tidak berkurang dengan
obat pereda nyeri dan diperberat
oleh batuk maupun bersin.

Diskusi Kasus
Teori

Pemeriksaan Penunjang:

Untuk menentukan diagnosis stroke


hemoragik dilakukan pemeriksaan
penunjang berupa CT-Scan dan MRI
untuk megetahui letak lesi dan letak
sumber perdarahan pada jaringan
otak.

Kasus

Dari hasil CT-Scan os didapatkan


infark di frontal kanan.

Kesimpulan

Pada kasus ini seorang perempuan berumur 52 tahun


didiagnosa stroke iskemik berdasarkan anamnesa,
pemeriksaan
fsik,
pemeriksaan
neurologis
dan
pemeriksaan penunjang. Dimana dari anamnesa didapati
bahwa os datang ke RSUP HAM dengan keluhan lemah
pada lengan dan tungkai kiri. Hal ini dialami os kurang
lebih tiga hari sebelum masuk rumah sakit secara tibatiba saat istirahat. Riwayat sakit kepala dijumpai, riwayat
mual dan muntah serta kejang disangkal. Os memiliki
riwayat hipertensi sejak 1 tahun yang lalu dengan
pengobatan yang tidak teratur serta riwayat sakit gula
sejak 8 tahun yang lu dengan pengobatan tidak teratur.
Riwayat penggunaan obat tidak jelas.

Pemeriksaan penunjang yang dilakukan pada os


adalah CT Scan kepala dan foto thoraks. Hasil CT Scan
didapati kelainan pada jaringan otak berupa infark
pada frontal kanan. Os telah menerima pengobatan
dan makanan biasa, bed rest + head up 30, IVFD RSol
20 gtt/i ,Oksigen 2-4 l/i, injeksi ranitidine 1 amp/12
jam, B complex 3x1 tab, aptor 1 x 300 mg, Dulcolax
supp, serta piracetam 1200 mg 2x1. Pada tanggal 9
Januari 2015 os telah direncanakan pulang (pada hari
senin) dengan syarat tetap kontrol pada waktu yang
telah ditentukan.

TERIMA KASIH