Anda di halaman 1dari 22

THYROID HEART

DISEASE

SORAYA VERINA 030.10.259


Pembimbing : dr.Tjatur Bagus Sp,JP

PENDAHULUAN
Hipertiroid 75 % disebabkan graves disease
Prevalensi pria : wanita = 1:5
Penelitian Nakazawa 11.345 pasien dengan
hipertiroid:

288

kasus disertai atrial fibrilasi


6 kasus mengalami emboli sistemik
4 diantaranya mengalami gagal jantung
5 orang diantaranya berusia > 50 tahun

TINJAUAN PUSTAKA

ANATOMI DAN FISIOLOGI THYROID

Biosintesis hormon tiroid :

- Trapping
pompa iodida dari darah sel dan folikel kelenjar tiroid.
- Oksidasi

tiroperoksidase(TPO) +H2O2

iodida ---------------------> yodium + tirosin

MIT (
DIT

- Coupling
MIT + DIT ---> T3
DIT + DIT ----> T4
- Proteolitik
T4 dan T3 bebas ke sirkulasi
- Deiodinase
Tg-MIT dan Tg-DIT tidak dikeluarkan tetapi mengalami deiodinasi oleh iodotirosin deiodinase.
Iodium dalam MIT dan DIT ini akan dilepas kembali oleh enzim iodotirosin deiodinase untuk
membuat hormon tiroid tambahan.
- Pengeluran hormon tiroid
dipengaruh oleh TSH. Ditangkap oleh TBP di sirkulasi

EFEK METABOLIK HORMON TIROID


Termoregulasi dan kalorigenik
Metabolisme protein
Metabolisme karbohidrat
Metabolisme lipid
Vitamin A konversi provitamin A menjadi vitamin
A di hati memerlukan hormon tiroid.
Efek kalorigenik T4 dan T3 meningkatkan konsumsi
O2 hampir pada semua jaringan kecuali otak, testis,
limpa dan hipofisis anterior.

EFEK FISIOLOGIK HORMON TIROID


Pertumbuhan fetus
Konsumsi O2, panas dan pembentukan radikal bebas (dirangsang
oleh T3 lewat Na+K+ATPase )

Efek pada jantung

T3 menstimulasi transkripsi miosin kontraksi otot miokard meningkat.


reaksi antara hormon tiroid, katekolamin dan sistem saraf simpatis
fungsi jantung, perubahan hemodinamika dan peningkatan curah jantung
meningkatkan jumlah dan afinitas reseptor adrenegik- meningkatkan
efek inotropik dan kronotropik katekolamin.

Efek pada sistem saraf

peningkatan sistem pengaktifan retikular (reticular activating system)

Efek gastrointestinal
Efek pada otot rangka
Kerja hormon tiroid berhubungan sangat erat dengan katekolamin
norepinefrin dan epinefrin

meningkatkan taraf metabolisme, merangsang sistem saraf dan


menimbulkan efek kardiovaskuler.

ANATOMI DAN FISIOLOGI JANTUNG

HIPERTIROID
kelebihan kadar hormon tiroid bebas dalam sirkulasi
darah.
Manifestasi
klinis hipertiroidisme
SISTEM
GEJALA

Umum

Tidak tahan udara panas, hiperkinetik, cepat lelah, berat badan


menurun

Gastrointestinal lapar, makan banyak, haus, muntah


Muskular

Rasa lemah

Urogenital

Oligomenore, amenore,infertile

Kulit

Rambut rontok, berkeringat, silky hair dan onikolisis

Psikisdan saraf Labil, iritabel, tremor halus, anxietas


Jantung

Dispnea, hipertensi, aritmia, palpitasi, gagal jantung

Tulang

Osteoporosis, epifisis cepat menutup dan nyeri tulang

PENGARUH HORMON TIROID TERHADAP


SISTEM KARDIOVASKULER
Pengaruh langsung

Pengaruh tidak langsung

Regulasi gen-gen spesifik jantung

Akivitas adrenergic meningkat

Regulasi ekspresi reseptor hormon Meningkatkan kerja jantung


tiroid
Kontraktilitas

otot

jantung Hipertrofi jantung

meningkat
Penurunan
perifer

resistensi

pembuluh Curah jantung meningkat

THYROID HEART DISEASE

Penyakit jantung hipertiroid adalah suatu


penyakit jantung Dengan berbagai
manifestasinya yang timbul akibat keadaan
peningkatan kadar hormon tiroksin bebas dalam
sirkulasi darah. Penyebab yang paling sering
adalah Graves disease .

pengaruh kelebihan hormon tiroid


mengakibatkan:
Meningkatnya

kegiatan metabolisme rata-rata, yang


mengakibatkan meningkatnya kebutuhan oksigen
Meningkatnya kerja inotropik (inotropic effect).
Meningkatnya kerja kronotopik (chronotopic effect)
Meningkatnya shunt arteri-veena perifer (peripheral
arterio venous shunting).

Manifestasi Kerdiovaskular yang Khas pada Penyakit


Jantung Tiroid
Fibrilasi

atrium
Hipertrofi jantung
Hipertensi sistolik
Angina pektoris
Superimposed hyperthyroid cardiomyopaty
Gagal jantung

DIAGNOSIS THYROID HEART


DISEASE
Gambaran klinis hipertiroid, baik manifestasi kardiovaskuler
dan perifer
Pemeriksaan laboratorium didapati peninggian kadar serum
T4.
Pemeriksaan penunjang berupa :

Radiologi

thoraks = normal, kadang dijumpai pembesaran aorta


asenden atau desenden, penonjolan segmen pulmonal, dan pada kasus
yang berat dijumpai pembesaran jantung
Elektrokardiografi = takikardi dengan berbagai gangguan irama,
adanya tanda-tanda pembesaran ventrikel kiri, dan kadang-kadang
terdapat gelombang T prominen,peninggian voltase, perubahan
gelombang ST-T dan pemendekan interval QT.
uji diagnostik untuk hipertiroidisme yaitu pengujian secara langsung
besarnya konsentrasi tiroksin bebas dalam plasma dengan
menggunakan prosedur pengukuran radioimunologik yang sesuai.

TATA LAKSANA THYROID HEART


DISEASE

Tujuan :

Meningkatkan

kemampuan fungsional

Non medikamentosa
Medikamentosa : beta blocker, diuretik, digitalis,
antikoagulan

Mengatasi

hipertiroidisme

PTU
Propanolol (beta blocker)

KESIMPULAN
Tiroid memiliki efek terhadap kardiovaskuler baik secara
langsung maupun tidak langsung. Kondisi hipertiorid dapat
memberikan efek terhadap jantung yaitu AF, kardiomegali,
hipertensi sistolik, angina pektoris, Superimposed hyperthyroid
cardiomyopaty, dan gagal jantung. Diagnosis penyakit jantung
hipertirod berdasarkan gambaran klinis hipertiroid, baik
manifestasi kardiovaskuler dan perifer, pemeriksaan
laboratorium didapati peninggian kadar serum T4, dan
beberapa Pemeriksaan penunjang seperti foto thorax dan EKG.
Pengobatan hipertiroid bertujuan untuk meningkatkan
kemampuan fungsional dan mengatasi keadaan hipertiroidnya.
Prognosis dari penyakit jantung tiroid tergantung berdasarkan
cepatnya pemberian terapi, semakin cepat ditangani semakin
baik prognosisnya.

DAFTAR PUSTAKA
Sudoyo

A. Setiyohadi B, Alwi I, ed. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Edisi ke-5. Jakarta: Pusat Penerbitan
Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI. 2009; hal. 2254.
Guyton AC, Hall JE. Textbook of Medical Physiology. Dalam : Rachman LY, editor. Buku Ajar Fisiologi
Kedokteran. Edisi 11. Jakarta :EGC ; 2007
kowalak JP, Welsh W, Mayer B. Profesional Guide of Pathophysiology. Dalam : Hartono A, editor. Buku
Ajar Patofisiologi. Jakarta : EGC ; 2011
Davies TF. Thyrotoxicosis. Dalam : Kronenberg HM, editor. William Textbook of Endocrinology. Edisi 11.
Philadelphia : Saunders Elsevier ;2008 Raven, P. Anatomi Manusia. Atlas Anatomi, Jakarta : Djambatan,
2005.
Ganong William F,MD.2008.Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi 22.Jakarta: EGC
Stoppler, M.C.2010. Graves Disease. Available from : http://www.emedicinehealth/ [Accesed on 11 nov 2014]
Lal G, Clark OH. Endocrine Surgery. Dalam : Gardner DG, Shoback D, editor. Greenspan s Basic &
Clinical Endocrinology. Edisi 8. USA : The McGraw-Hill Companies, Inc ; 2007
Isselbacher, Braunwald, Wilson, Martin, Faucu, Kasper : Harrissons Principles of Internal Medicine,
Olume 2, 13th Edition, McGraw-Hill, 1994. P 1458-75
Digeorge, A. Hipotiroidisme. Nelson Ilmu Kesehatan Anak. Edisi 15. Vol. 3. Jakarta : EGC. 2000; Hlm
1937-1944.
Anwar, R. Fungsi dan Kelainan Kelenjar Tiroid. Makalah Endokrinologi. Bandung : FK UNPAD. 2007.
Stein, Jay H. 2001. Panduan Klinik Ilmu Penyakit Dalam. Edisi 3. Jakarta: EGC
Meisenberg, Gerhard. 2006. Principles of Medical Biochemeistry. China. Mosby Elsevier
Chanrasoma, parakrama. 2005. Ringkasan Patologi Anatomi. Edisi 2.Jakarta: EGC

DAFTAR PUSTAKA
Price, Sylvia Anderson. 2005. Patofisiologi: Konsep Klinis Proses-proses Penyakit.
Edisi 6. Jakarta: EGC
Rubenstein David, Wayne David, Bradley John. 2007. Lecture Notes: Kedokteran
Klinis. Edisi 6. Jakarta: Erlangga
Lal G, Clark OH. Endocrine Surgery. Dalam : Gardner DG, Shoback D, editor.
Greenspans Basic & Clinical Endocrinology. Edisi 8. USA : The McGraw-Hill
Companies, Inc ; 2007
Cooper DS, Greenspan FS, Ladenson PW. The Thyroid Gland. Dalam : Gardner DG,
Shoback D, editor. Greenspans Basic & Clinical Endocrinology. Edisi 8. USA : The
McGraw-Hill Companies, Inc ; 2007
Clemmons DR. Cardiovascular Manifestations of Endocrine Disease. Dalam : Runge
MS, Ohman EM, editor. Netters Cardiology. Edisi 1. New Jersey : Medi Media ; 2004
Fadel, Baahaa : Hypertiroid Heart Disease. Clin Cardiol 2. 2000. 402-408
Antono D, Kisyanto Y. Penyakit Jantung Tiroid. Dalam : Sudoyo AW, Setiyohadi B,
Alwi
I, editor. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid II. edisi 5. Jakarta : Departemen Ilmu
Penyakit Dalam FKUI ; 2009
Sani,A: Buku Ajar Kardilogi, Balai Penerbit FK UI, Jakarta, 1996: hal.301-302.