Anda di halaman 1dari 31

KEMATIAN WAJAR

MENDADAK

KEMATIAN WAJAR MENDADAK


=

kematian yang datangnya secara tiba-tiba dan tidak


diduga sebelumnya yang disebabkan oleh penyakit ;
baik penyakit didapat atau kongenital.
Jadi : - trauma (-)
- racun (-)

kadang : - saksi mata


- faktor fisik

(+) ; mis : - bertengkar

- faktor emosi

- hubungan sex
- olah raga , dll

Faktor-faktor yang menentukan perlunya autopsi :


- umur : usia makin muda ? ? curiga kekerasan
- klaim asuransi / perkara perdata :
?

ganti rugi luka-luka kecelakaan

kecelakaan kerja

- epidemi

Pembahasan berdasarkan sistim :


1. penyakit-penyakit sistim kardiovaskuler
( jantung dan aorta)
2. penyakit-penyakit sistim pernafasan
3. penyakit-penyakit sistim SSP ( otak dan selaput
otak )
4. penyakit-penyakit traktus digestivus dan
urogenitalis
5. lain-lain

1. penyakit-penyakit sistim kardiovaskuler :


* penyakit oklusi a. coronaria :

- Progressive Coronary Arteriosklerosis


dengan penyempitan dan penutupan
lumen dengan atau tanpa kerusakan
miocardium seperti fibrosis atau infark
baik lama maupun baru.

- Coronary arteriosclerosis komplikasi


thrombosis a.coronaria dengan atau
tanpa berhubungan dengan

infark

miocardium lama / baru, fibrosis


miokard, aneurisma ventrikel, ruptura
infark baru atau aneurisma yang
menimbulkan

perdarahan

tamponade jantung.

dan

- Coronary artery embolism (jarang)


dari

trombus

mural

atau

atheromatosus plague, atau katup


aorta.
- Stenosis

ostium

berhubungan

a.coronaria;

dengan

syphilitic aortitis.

chronic

- Coronary atherosklerosis dengan perdarahan ke


dalam atheromatosus plague; ruptura perlunakan
atheromatosus plague.
- Spontaneous rupture and dissecting aneurysm
dengan kompresi lumen a. coronaria ( sangat
jarang )
-

Anomali kongenital a. coronaria ( sangat jarang )

*Lesi-lesi

dari

miokardium,

katup

jantung,

endocardium dan perikardium :


- toksik miokarditis akut atau sub-akut pada diptheria, infeksi dan
trichinosis
- TBC atau syphilis miocardium ( jarang )
- infark miokard dengan atau tanpa fibrosis atau aneurisma,
sekunder pada penyakit oklusi a. coronaria, ruptur infark m.
papillaris.
- ruptura spontan infark miokard atau aneurisma dengan
hemoperikardium
- ruptura spontan fatty heart

- hipertrofi ventrikel kiri berhubungan dengan

penyakit katup aorta kronis, terutama aorta


stenosis.
- hipertrofi ventrikel kiri pada hipertensi arterial baik
esensial maupun sekunder pada penyakit ginjal.
- Cor pulmonale : hipertrofi ventrikel kanan pada
penyakit paru kronis seperti pneumoconiosis,
emphysema atau kyphoskoliosis.
- Cardiac hypertrophy pada hipertiroidism
- bakterial endokarditis akut atau subakut
- mitral stenosis, post rheumatik

- stenosis aorta, post rheumatic atau sclerotic (monckebergs

sclerosis atau sclerosis superimposed pada congenital bicuspid


aortic valve)
- insufisisensi aorta, post rheumatic atau sekunder pada syphilis
aortitis
- trombosis mural dalam atrium atau ventrikel dengan emboli, bola
thrombus dapat menutup lubang katup mitral yang stenosis atau
thrombus pada ventrikel kiri pada infark miokard / fibrosis
menimbulkan emboli arteri cerebral.
- pericarditis : septic, rheumatic atau TBC.

penyakit jantung kongenital

* lesi-lesi pada aorta :


- ruptura spontan aorta ascendens ( non syphilitis )
dengan perdarahan intraperikardial dengan
tamponade jantung ; ruptur komplit atau inkomplit
pada pembentukan dissecting aneurysma yang
akhirnya ruptur ke dalam pericardium tetapi kadangkadang ke dalam cavum pleura; ruptur spontan aorta
kadang-kadang berhubungan dengan coarctatio
aorta, paling sering dengan hipertensi.

- Syphilitic aortitis komplikasi stenosis ostium a.

coronaria; aorta insufisiensi dengan hipertrofi


ventrikel kiri; aneurisma aorta, single atau
multiple, dengan ruptur spontan dan
perdarahan ke dalam cavum pericardial, cavum
pleura, bronchus, esofagus, keluar melalui
dinding dada, subkutan masuk masuk leher
menimbulkan asphyxia karena penekanan pada
trakea (aneurysma of innominate artery)

-aneurisma

aorta

abdominalis

pada

atherosklerosis; ruptur dan perdarahan ke dalam


jaringan retroperitoneal.
-Occlusive thrombosis pada aorta abdominal,
sekunder pada atherosklerosis.
-mural thrombosis pada atheromatosus plague
dengan emboli dan infark mesentrium.

2. Penyakit sistim pernafasan


* lesi-lesi menimbulkan asphyxia :
- septic atau diptheric laryngitis;
- acute laryngeal edema sekunder terhadap
infeksi atau neoplasma pharynx atau larynx

- bronchial asthma
- emboli paru-paru pada static thrombosis
atau thrombophlebitis vena-vena dalam
ekstremitas bawah atau pelvis
- paradoxical embolism

* perdarahan kedalam saluran pernafasan :


- TBC paru dengan cavitas
- neoplasma bronchus
- bronchiektasis
- abses paru
* pneumothorax :
- ruptur spontan caverne TBC
- ruptur emphysematous bleb

infeksi paru :
- pneumonia lobaris
- pneumonia influensa
- TBC
- bronchiektasis
- abses paru
- kista parasitik
- schistosomiosis

toxemia

3. Penyakit-penyakit otak dan selaput otak :


- Perdarahan

cerebral

berubungan

dengan

spontan

biasanya

arteriosklerosis

dan

hipertensi : umumnya pada ganglia basal


(capsula interna) sedangkan pada pons dan
cerebellum lebih jarang.
- Perdarahan subarachnoid spontan
Ruptur aneurysma a. cerebral biasanya pada
circulus willisi atau ruptur a. cerebral
hypoplastic.

- Localized perdarahan subarachnoid pada


fissura

sylvius,

atau

perdarahan

intracerebral di tempat lain bukan di basal


ganglia atau pons, berasal dari ruptur
perlekatan aneurysma a.cerebral.
- Perdarahan subdural spontan
Ruptur aneurysma a. cerebral
- Cerebral compression : bilateral chronic
pachymeningitis
Interna hemorrhagica

- Cysta colloid dalam ventrikel ketiga


- Cysta parasit dalam ventrikel keempat
- Abses otak komplikasi berasal dari otitis media
atau abses paru
- Acute suppurative leptomeningitis

- Fulminating meningococcic infection tanpa


gross meningitis (Waterhouse Friedrichsen
Syndrome)
- Acute polioencephalitis
- Leptomeningitis dan arteritis syphilis
- General paresis
- Tumor otak
-

Epilepsy

4. Penyakit traktus digestivus dan urogenitalis :


- Perdarahan kedalam traktus gastrointestinal
*ulserasi Ca lidah
*Erosi Ca esophagus kedalam aorta thoracalis
*Chronic peptic ulcer pada lambung atau
duodenum
*Ulcus TBC lambung (jarang)
*Ruptur varices esophagus komplikasi cirrhosis
hepatic

- Perdarahan intra-abdominal
*Ruptur spontan Ca / cavernoma hepar
*Ruptur kehamilan ektopik
*Ruptur spontan splenomegali pada malaria atau
typhus abdominalis

- Shock :
*obstruksi usus : adhesi, volvulus, intususepsi
atau hernia inguinalis incarcerata
*Batu empedu dalam ductus utama
*Terputarnya tangkai kista ovarii atau fibroma
uteri
*Infeksi peritonium

- Infeksi peritonium :
*Hernia incarcerata dengan ruptur usus
*Perforasi ulcus pepticum lambung atau
duodenum
*Perforasi Ca usus atau ulcus usus pada
typhus atau amuba
*Ruptur spontan vesica urinaria pada
hipertrofi prostat atau strictur urethra

- Lesi-lesi urogenital :
*nefritis kronik
*nephrolithiasis
*obstruksi hydronephrosis dan pyonephrosis
*TBC ginjal
*neoplasma ginjal dan vesica urinaria
*ruptur kehamilan ektopik

*Eclampsia toxemia pada kehamilan


*Kehamilan intra-uterina atau fibromyoma
uteri yang besar menimbulkan static
thrombosis pada vena pelvis dan emboli
paru
*anemia berat pada perdarahan uterus yang
berat

berkepanjangan

disebabkan

submucous fibromyoma
*Ca vulva : erosi pada pembuluh-pembuluh
femoral menimbulkan perdarahan fatal.

5. Lain-lain :
*Addisons disease
*pheochromocytoma

kelenjar

supra renal menimbulkan hyper


adrenalin
*Senilis marasmus
*Diabetes mellitus

*Hemochromatosis
*Status lymphaticus
*Hyperthyroid
*Malaria
*Deformitas spinal yang berat
*Perdarahan dari ulcus varices tungkai
*Undertermined caused of death

6. Anak :
*anomali congenital
*penyakit-penyakit infeksi
*kejang-kejang dengan asphyxia
*penyakit defisiensi seperti Ricket atau Scurvy
*kematian wajar mendadak pada bayi di tempat
tidur dan kereta/dorongan bayi yang tidak dapat
ditentukan setelah autopsi yang teliti.