Anda di halaman 1dari 27

Skarn Deposit

Corbett dan Leach, 1997


Oleh :
Achmad Chaidar
Sahala Manullang
Rinaldi Ikram
Nurzamzami Ismail
Hafidhah Nurul Haq
Angga Suhikmat
Taufiq Widiaputra
M. Muawiyah Abdul Hadi
Riyan Nurul Hakim
Rijalul Fikri
Khaisar Mohammad F. N

Endapan skarn
Skarn

merupakan batuan yang


tersusun oleh silikat Ca-Fe-Mg-Mn
yang terbentuk oleh penggantian
batuan kaya karbonat selama
proses metamorfisme regional
ataupun kontak dan
metasomatisme (Einaudi et al.,
1981)
Berdasarkan jenis batuan asalnya
(protolit), endapan skarn dapat
dibagi menjadi dua, yaitu
eksoskarn dan endoskarn,

Mineralogi endapan skarn


Urat-urat

mineralogi skarn hadir baik pada


intrusi dan sedimen karbonat,

Skarn kalsik terbentuk oleh


penggantian batugamping dan
menghasilkan alterasi yang kaya akan
Ca, seperti garnet (grosularit-andradit),
klinopiroksen (diopsid-hedenbergit),
vesuvianit, dan wolastonit,
Skarn magnesian terbentuk oleh
penggantian dolomit dan
menghasilkan alterasi yang kaya akan

Proses pembentukan skarn


Evolusi

skarn terjadi melalui tiga tahap

proses:
I. Skarn isokimia (prograde isochemical)
ekuivalen dengan pembentukan alterasi
potasik-propilitik sebagai respon atas
perpindahan panas konduktif dalam sistem
porfiri tembaga.
II. Skarn metasomatik (prograde
metasomatic) dapat dise-bandingkan dengan
pembentukan urat kuarsa stokwork dan
alterasi argilik lanjut suhu tinggi selama
eksolusi larutan magmatik dari kristalisasi

Evolusi Endapan Skarn

Isokimia prograde

Skarn isokimia prograde terbentuk


ketika intrusi menerobos sedimen
karbonatan dengan adanya heat
transfer dari magma (panas).
Mineral skarn pada tipe ini terbentuk
pada suhu yang tinggi, dan terjadi
pada fase awal.
Beberapa jenis mineral pencirinya
adalah:
garnet,
klinopiroksen,
wollastonite, biotit, humit, dan
montiselit.
Pembentukan skarn dikontrol secara
dominan oleh suhu dan komposisi
batuan dinding serta tekstur.

Isokimia prograde

Zonasi mineralogi yang terbentuk sebagai respon


penurunan suhu, dan penambahan konsentrasi CO 2, dapat
digeneralisasi sebagai berikut:
pada dolomit
garnet piroksen tremolit talc/flogopit
pada batugamping
garnet vesuvianit + wolastonit marmer
Metamorfisme kontak membentuk zonasi termal alterasi
aureole: silikat Ca-Al/hornfels pada serpih karbonatan atau
napal, silikat Ca-Mg pada dolomit, marmer silikat-kalk dan
atau wolastonit pada batugamping.

Prograde Metasomatic
Keluarnya

fluida magmatik saat batuan


intrusi (pluton) mengkristal
Terjadi pertukaran silika,
H2O Al, Fe dari
batuan intrusi yang terkristalisasi dengan
CO2, Ca, dan Mg dari batuan karbonat
Seiring waktu, garnet-piroksen semakin kaya
Fe tetapi semakin miskin Mg
Peningkatan pengendapan oksida dan sulfide
terjadi pada tahap akhir pembentukan skarn
metasomatik.
Magnetit
lebih
dominan
dibandingkan sulfida, yang terbentuk
menggantikan garnet atau piroksen.

Retrograde Skarn
terbentuk

dalam keadaan suhu lebih


rendah dan didominasi oleh air
meteorik , terbentuk di daerah yg
lebih dangkal
Dicirikan dengan penggantian mineral
yang awalnya anhidrat (prograde)
menjadi mineral hidrat seperti epidot,
amfibol, klorit dan lempung.
Memiliki multifase alterasi yang
kompleks dibandingkan prograde

Jenis Endapan Skarn

Fe Skarn
merupakan
endapan
skarn
terbesar,
meskipun yang ditambang hanya kandungan
magnetit dengan sedikit kandungan Cu, Co, Ni,
dan Au,
skarn ini umumnya terbentuk pada cekungan
busur belakang (back-arc) sampai busur
kepulauan berasosiasi dengan intrusi diabas
atau diorit kaya Fe.

Cu Skarn
umumnya

didominasi oleh andradit (Fe-rich) garnet,


dan garnet masif yang terbentuk pada daerah
proksimal intrusi, yang semakin menjauh terjadi
peningkatan piroksen (Fe-poor) hingga vesuvianit dan
atau wollastonit dekat dengan kontak marmer.
umumnya didominasi oleh andradit (Fe-rich) garnet,
dan garnet masif yang terbentuk pada daerah
proksimal intrusi, yang semakin menjauh terjadi
peningkatan piroksen (Fe-poor) hingga vesuvianit dan
atau wollastonit dekat dengan kontak marmer.
kalkopirit dominan pada daerah proksimal, sedangkan
bornit terjadi pada zona alterasi wolastonit.
epidot-aktinolit/tremolit
menggantikan
garnet.
kehadiran
mineral
hematit
(specular
hematite)
mencirikan lingkungan oksidasi dangkal.

Tungsten (W) skarn


Tungsten
skarn
umumnya
berasosiasi
dengan
plutonik
calc-alkaline.
Karakteristik
plutonik
pembentuk endapan tungsten
skarn ini berupa zona kontak
berbentuk
cincin
akibat
metamorfisme tinggi.
Tungsten skarn dicirikan dengan
berkurangnya calc-silicate.
Tungsten skarn umumnya terjadi
pada batulempung karbonatan

Molybdenum-bearing
Skarn
terbentuk pada lingkungan continental rift
Sebagian

besar skarn di dunia berjenis


iniberasosiasi dengan granit leucocratic
(mafic 2-5%) dan high-silica
Molybdenum-bearing
skarn
biasanya
terbentuk bersama logam lain seperti W,
Cu, Bi, Pb, Sn, dan U (polymetallic skarn)
dengan ciri ciri hedenbergitic pyroxene,
grandite
garnet
dengan
pyralspite
component, dan wollastonite
Di beberapa jenis skarn terdapat sfalerit
pada bagian distal

Pb-Zn Skarn

Zona Mineralisasi
Lead-zinc skrans deposits terjadi pada zona
distal, dan umumnya semakin jauh dari
tubuh intrusi semakin memperlihatkan
penurunan
intensitas
perkembangan
mineral. Di beberapa tempat, mineralogi
skarn dapat hampir tidah ditemukan.
Hampir semua mineral dalam lead-zinc
skarn kaya kandungan mangan (Mn). Rasio
piroksen dan garnet dan kandungan mangan
dalam piroksen bertambah semakin jauh
dari intrusi. Oleh karena itu, skarn dekat
kaitannya
dengan
porphyry-related
carbonate-base metal-style gold systems.

Skarns Zinc-lead dapat dibedakan dengan


logam tambang lain adalah oleh tingginya
kandungan mangan dan mineralogi fitur khas
lainnya kaya zat besi umum untuk tipe ini.
Jenis skarn meliputi:
(1) terjadi di sepanjang zona struktural atau
kontak litologi ,
(2) tidak adanya metamorf signifikan yang
berpusat pada skarn ,
(3) piroksen dominan calc - silikat mineral ,
(4) asosiasi jumlah signifikan sulfida ralization
tambang dengan piroksen bukan dengan
garnet atau mineral silikat lainnya, dan
(5) mineralogi retrograde dari mangan-ilvaite,
pyroxenoids, amphibole subcalcic, dan klorit.

Mineral

Produk
Zn-Pb skarns: Zn, Pb, Mn, Cu, Co, Au, Ag, As, W, Sn,
F,
kemungkinan Be; exoskarn, tinggi kandungan besi,
sulfur, and mangan
dan rendah aluminum.

Zn-Pb skarns:
ProgradePyroxen (hedenbergite-johannsenite),
garnet, bustamite, rhodonite
Retrograde Actinolite (Mn-rich), ilvaite, chlorite,
epidote
Ore Sphalerite, gelena, pyhrrotite, pirit,
magnetite, chalcopyrite, arsenopyrite; manganeserich silicate dan mineral karbonat merupakan ciri
khusus of Zn-Pb skarn deposite.

Au Skarn
Skarn

Au (e.g., Red Dome, Australia; Gunung


Bijih [Ertsberg] District, Irian Jaya; Wabu, Irian
Jaya)

berasosiasi

dengan pluton diorit-granodiorit dan


umumnya
mengandung
mineralisasi
subekonomis Cu, Pb, Zn. K-feldspar, skapolit,
vesuvianit, apatit, dan Cl-rich amfibol umum
dijumpai.

kehadiran

mineral arsenopirit dan pirhotit


sebagai sulfida utama mengindikasikan bahwa
mineral ini terbentuk pada lingkungan reduksi.

sebagian

besar Au terjadi sebagai elektrum.

Terima Kasih

Endapan bijih skarn


Skarn

Fe

merupakan endapan skarn terbesar,


meskipun yang ditambang hanya kandungan
magnetit dengan sedikit kandungan Cu, Co,
Ni, dan Au,
skarn ini umumnya terbentuk pada cekungan
busur belakang (back-arc) sampai busur
kepulauan berasosiasi dengan intrusi diabas
atau diorit kaya Fe.
Skarn

Mo dan Sn terbentuk pada lingkungan


continental rift dan berasosiasi dengan
granit leucocratic dan high-silica,

Skarn retrograde
Skarn

retrograde terbentuk pada fase


penurunan suhu dan komposisi cairan
menjadi lebih dominan air meteorik,
khususnya pada skarn yang terbentuk pada
daerah dangkal.

Alterasi

retrograde dicirikan oleh


penggantian mineral-mineral anhydrous
yang terbentuk pada fase prograde oleh
mineral-mineral hydrous seperti epidot,
amfibol, klorit, dan lempung (pelepasan Ca
yang diganti oleh volatil).

Tidak

seperti skarn metasomatik, skarn

Skarn retrograde
Mineralogi

alterasi yang biasa dijumpai pada


skarn retrograde:
garnet grosularit low Fe-epidote + klorit +
kalsit
garnet andradit kuarsa + oksida besi +
kalsit
garnet almandin biotit + hornblende +
plagioklas
diopsid tremolit/aktinolit talc
forsterit serpentin

Skarn tembaga-emas ( contohnya di Ertsberg ,


Indonesia , Papua Nugini ) dan skarn emas
( reddome , easten Australia ) merupakan deposito
skam paling ekonomis yang signifikan di tepi Pasifik
barat daya , dan berkaitan dengan tingkat dangkal
alkali dan calk - alkalin intrusi porhyry.
skarns tembaga biasanya didominasi oleh Andradite
(kaya Fe) garnet, dan masif proksimal pembentukan
garnet dengan intrusi, yang nilai luar melalui zona
yang mengandung banyak peningkatan piroksen
(miskin Fe), untuk vesuvianite distal dan / atau
wollastonite dekat kontak marmer. Gamet nilai
warna dari merah - coklat, sampai coklat muda,
hijau, dan kuning dengan meningkatnya jarak dari
gangguan itu. Kalkopirit mendominasi mineralisasi
dekat dengan intrusi, sedangkan bornit terjadi di
zona wollastonite dekat kontak marmer. Perubahan
retrograde intens umum dan epitode-actinolite /
tremolite biasanya menggantikan prograde gamet.
Kehadiran specular hematit mungkin mencerminkan
lingkungan pengoksidasi dangkal formasi.

Skams Emas berhubungan dengan diorit granodiorit pluton dan umumnya mengandung
CU sub - ekonomi , Pb , Zn dan mineralisasi .
Kalium - felsfar , scapolite , vesuvianite , apatit
dan kaya CL amphiboles yang umum .
Kehadiran arsenopirit dan pirhotit sebagai
mineral sulfida utama adalah indikasi dari
formasi di lingkungan mengurangi . Sebagian
besar emas terjadi sebagai electrum dalam
hubungan erat dengan bismuth telluride dan
mineral . Skarn emas dapat terbentuk dalam
porsi deposit skarn besar terjauh dari gangguan
itu . Bagian-bagian skarn emas dapat dari dalam
porsi deposit skarn besar , dan menampilkan
kemiripan dengan sulfidasi rendah kuarsa sulfida emas = deposito tembaga .

Endapan bijih skarn


Skarn

Pb-Zn

terjadi pada bagian distal dari sumber


intrusi, dan umumnya terjadi
penurunan pembentukan mineralogi
skarn,
pada tempat tertentu, mineralogi
skarn barangkali tidak ada,
sebagian besar mineral pada skarn PbZn adalah kaya akan mangan
(manganese-rich),