Anda di halaman 1dari 18

IMUNODEFISIENSI

Andreas 1210211131

Definisi

Defisiensi respons imun atau gangguan


yang ditandai dengan respons imun
yang berkurang, digolongkan sebagai
antibody (sel B), celuler (sel T), atau
combined immunodeficiency, atau
phagocytic dysfunction disorders

Dorland

Klasifikasi
Primer
Kelainan mengenai sel T, sel B atau
keduanya.
Sekunder
Gangguan yang tidak dosebabkan oleh
kelainan
instrinsik perkembangan atau fungsi sel T
dan B.

Gambaran penyakit klinis akibat defisiensi


imun

Sindroma imunodefisiensi baik kongenital,


didapat atau spontan maupun iatrogenik
ditandai oleh kerentanan terhadap infeksi dan
tidak jarang terhadap penyakit autoimun dan
keganasan limforetikuler.Jenis infeksi yang
timbul sering memberikan petunjuk mengenai
cacat imunologik yang terjadi

Harrison hal 1746

Defisiensi Imun non spesifik

Defisiensi
Defisiensi
Defisiensi
Defisiensi

komplemen
interferon dan lisozim
sel NK
sistem fagosit

Defisiensi komplemen

Komplemen diperlukan untuk


membunuh kuman,opsonisasi,
kemotaksis, pencegahan penyakit
autoimun dan eliminasi kompleks
antigen antibodi.
Defisiensi komplemen dapat
menimbulkan berbagai akibat seperti
infeksi bakteri yang rekuren dan
peningkatan sensitifitas terhadap
penyakit autoimun.Kebanyakan
defisiensi komplemen adalah herediter

Defisiensi interferon dan


lisozim
Defisiensi interferon kongenital
Dapat menimbulkan infeksi mononukleus
yang fatal.
Defisiensi interferon dan lisozim didapat
Ditemukan pada malnutrisi protein/ kalori.

Immunologi UI hal 485

Defisiensi sel NK
Defisiensi kongenital
Ditemukan pada penderita dengan
osteopetrosis
(defek osteoklas dan monosit).Kadar IgG,
IgA dan
kekerapan antibodi biasanya meningkat
Defisiensi didapat
Terjadi akibat imunosupresi atau radiasi.

Defisiensi Fagosit

Fagosit dapat menghancurkan


mikroorganisme dengan atau tanpa
bantuan komplemen.Defisiensi fagosit
sering disertai dengan infeksi berulang.

Defisiensi imun spesifik


Defisiensi kongenital atau primer
Defisiensi imun spesifik fisiologik
Defisiensi imun didapat atau sekunder
a.Malnutrisi
b.Infeksi
c.Obat,trauma

Defisiensi kongenital atau


primer
Defisiensi imun sel B
Defisiensi berupa gangguan
perkembangan sel B.
Pemeriksaan lab yang diperlukan adalah
analisa
jumlah dan fungsi sel B,
imunoelektroforesis, dan
evaluasi kuantitatif untuk menentukan
kadar berbagai
kelas dan subkelas Ig.

Defisiensi sel T
Pada defisiensi sel T sangat rentan terhadap infeksi
virus, jamur dan protozoa.Oleh karena sel T
berpengaruh terhadap aktofasi dan proliferasi sel B,
maka defisiensi sel T disertai pula gangguan
produksi
Ig
Defisiensi kombinasi sel T dan sel B yang berat
Salah satu contohnya adalah SCID

SCID (Severe Combined


Immunodeficiency)

Sindroma yang ditandai oleh gangguan


fungsional hebat atas imunitas humoral
dan yang diperantarai sel dan oleh
kerentanan terhadap infeksi jamur,
bakteri atau virus.
Penyakit ini biasanya kongenital dapat
diturunkan sebagai cacat resesif
autosom atau terkait x atau dapat terjadi
sporadis.

Harrison hal 1750

Sindrom ini pernah dikaitkan dengan


berbagai kecacatan pembentukan sel
imunokompeten yang beberapa diantaranya
mungkin berkaitan dengan kelainan
enzimatik spesifik.

Harrison hal 1750

Defisiensi imun spesifik


fisiologik
Kehamilan
Keadaan ini diperlukan untuk kelangsungan
hidup
fetus yang merupakan allograft dengan antigen
paternal
Usia tahun pertama
Sistem imun pada usia ini belum
matang.Walaupun
neonatus menunjukan jumlah sel T yang tinggi
semuanya berupa sel naif

Usia lanjut
Golongan usia lanjut lebih mudah
terinfeksi dibanding
usia muda.Hal ini terjadi akibat atrofi
timus dengan
fungsi yang menurun.
Akibat involusi timus, jumlah sel T naif dan
kualitas
respons sel T makin berkurang.Jumlah sel
T memori

Defisiensi imun didapat atau sekunder


Malnutrisi
Malnutrisi protein kalori dan kekurangan
elemen gizi
tertentu (besi/seng) membuat kerusakan
jaringan
seperti hipoplasi limfoid yang membuat
limfosit dalam
sirkulasi dan kemampuan fagositosis
menurun.
Tumor

Infeksi
Infeksi dapat menimbulkan defisiensi
imun.Beberapa
infeksi dapat menekan sistem imun
sehingga sel T
dalam sirkulasi dan respons limfosit
terhadap antigen
menurun.