Anda di halaman 1dari 25

PSIKOLOGI PERILAKU

Oleh:
Sofia Nurvita, S.Psi

Definisi Perilaku
Dalam sebuah buku yang berjudul
Perilaku Manusia Drs. Leonard F.
Polhaupessy, Psi. menguraikan perilaku
adalah sebuah gerakan yang dapat
diamati dari luar, seperti orang berjalan,
naik sepeda, dan mengendarai motor
atau mobil.

Masih Definisi Perilaku


Tindakan atau aktifitas manusia dari manusia
itu sendiri yang mempunyai bentangan yang
sangat luas antara lain: berjalan, berbicara,
tertawa, bekerja, kuliah, menulis, membaca
dan sebagainya. Dari uraian diatas dapat
disimpulkan bahwa yang dimaksud perilaku
(manusia) adalah semua kegiatan atau
aktifitas manusia, baik yang dapat diamati
langsung maupun yang tidak dapat diamati
pihak luar (Notoatmodjo 2003 hal 114).

Definisi Perilaku Juga


Perilaku merupakan respon atau reaksi
seseorang terhadap stimulus
(rangsangan dari luar). Oleh karena
perilaku ini terjadi melalui proses
adanya stimulus terhadap organisme,
dan kemudian organisme tersebut
merespon

Bentuk Perilaku
Dilihat dari bentuk respon terhadap stimulus ini, maka
perilaku dapat dibedakan menjadi dua yaitu :
Perilaku

tertutup adalah respon seseorang terhadap


stimulus dalam bentuk terselubung atau tertutup
(covert). Respon atau reaksi terhadap stimulus ini masih
terbatas pada perhatian, persepsi, pengetahuan/
kesadaran, dan sikap yang terjadi belum bisa diamati
secara jelas oleh orang lain.
Perilaku terbuka adalah respon seseorang terhadap
stimulus dalam bentuk tindakan nyata atau terbuka.
Respon terhadap terhadap stimulus tersebut sudah jelas
dalam bentuk tindakan atau praktek (practice).

Domain Perilaku

Diatas telah dituliskan bahwa perilaku merupakan bentuk


respon dari stimulus (rangsangan dari luar). Hal ini berarti
meskipun bentuk stimulusnya sama namun bentuk respon akan
berbeda dari setiap orang. Faktor faktor yang membedakan
respon terhadap stimulus disebut determinan perilaku.
Determinan perilaku dapat dibedakan menjadi dua yaitu :

Faktor internal yaitu karakteristik orang yang bersangkutan


yang bersifat given atau bawaan misalnya : tingkat
kecerdasan, tingkat emosional, jenis kelamin, dan sebagainya.
Faktor eksternal yaitu lingkungan, baik lingkungan fisik, fisik,
ekonomi, politik, dan sebagainya. Faktor lingkungan ini sering
menjadi factor yang dominan yang mewarnai perilaku
seseorang. (Notoatmodjo, 2007 hal 139)

Proses Terjadinya Perilaku


Penelitian Rogers (1974) mengungkapkan bahwa sebelum orang
mengadopsi perilaku baru (berperilaku baru), didalam diri orang
tersebut terjadi proses yang berurutan, yakni:
1) Awareness (kesadaran), yakni orang tersebut menyadari
dalam arti mengetahui setimulus (objek) terlebih dahulu
2) Interest, yakni orang mulai tertarik kepada stimulus
3) Evaluation (menimbang nimbang baik dan tidaknya stimulus
bagi dirinya).Hal ini berarti sikap responden sudah lebih baik lagi
4) Trial, orang telah mulai mencoba perilaku baru
5) Adoption, subjek telah berperilaku baru sesuai dengan
pengetahuan, kesadaran, dan sikapnya terhadap stimulus

Teori-Teori tentang Perilaku:


Teori

Conditioning
- Clasical Conditioning (Pavlov)
- Operant Conditioning (Skinner)
Teori Gestalt
Teori Conectionism (Thorndike)
Teori Social Learning (Bandura)

Ivan Pavlov ( Classical Conditioning )


Prinsip dasar dari model conditioning
klasik adalah sebuah unconditioned
stimulus (US), unconditioned response
(UR), dan conditioned stimulus (CS)
Sebagai contoh yang diberikan Pavlov
yaitu anjing, anjing meneteskan air
liurnya (UR) melihat sebuah tulang (US)

Conditioning klasik timbul ketika stimulus


netral sebelumnya (CS) mampu menimbulkan
respons yang nyata atau terlihat dengan
sendirinya. Hal ini terjadi melalui
pemasangan yang berulang-ulang antara US
dan CS; dan CS disajikan pada waktu yang
bersamaan dengan US. Pasangan ini masingmasing akan menghasilkan UR, karena UR
merupakan respons alami terhadap US

Dari eksperimen yang dilakukan terhadap seekor anjing, Pavlov


menghasilkan hukum-hukum belajar, diantaranya :
Law

of Respondent Conditioning ( Pembiasaan )


Jika dua macam stimulus dihadirkan secara simultan yang
salah satunya berfungsi sebagai reinforcer maka refleks dan
stimulus yang lainnya akan meningkat.

Law

of Respondent Extinction ( Pemusnahan )


Jika refleks yang sudah diperkuat melalui respondent
conditioning itu didatangkan kembali tanpa menghadirkan
reinforcer, maka kekuatannya akan menurun.

B. F. Skinner ( Operant conditioning )


Tingkah laku bukanlah sekedar respon
terhadap stimulus tetapi merupakan suatu
tindakan yang disengaja atau Operant yang
dipengaruhi oleh apa yang terjadi
sesudahnya.
Skinner mengemukakan dua prinsip yaitu :
Respon yang diikuti oleh reward
(penghargaan) akan cenderung diulangi. (Law
Of Operant Extinction)
Reward akan meningkatkan kecepatan
terjadinya respon. (Law of Operant
Conditioning)

Skinner menyatakan bahwa unsur terpenting


dalam belajar adalah penguatan
(reinforcement). Maksudnya adalah
pengetahuan yang terbentuk melalui ikatan
stimulus-respon akan semakin kuat bila
diberi penguatan. Skinner membagi
penguatan menjadi dua yaitu penguatan
positif yang berupa hadiah, perilaku atau
penghargaan dan penguatan negative yang
berupa menunda / tidak memberi
penghargaan, memberikan tugas tambahan
atau menunjukkan perilaku tidak senang

Teori Psikologi Gestalt


Teori belajar menurut psikologi Gestlat
sering kali disebut insigt full learning atau
field teori. Ada pula istilah lain yang
sebetulnya identik dengan teori ini, yaitu
organismic, pattern, holistic, interegation,
configuration, dan closure.
Aliran ini menekankan pentingnya
keseluruhan yaitu sesuatu yang melebihi
jumlah unsure-unsurnya dan timbul lebih
dulu dari pada bagian-bagiannya

Dalam pandangan psikologi Gestlat, bukan sekedar


proses asosiasi antara stimulus-respon yang kian
lama kian kuat disebabkan adanya berbagai latihan
dan ulangan-ulangan. Menurut aliran ini belajar itu
terjadi bila ada pengertian (insigt). Pengertian ini
muncul jika seseorang, setelah beberapa saat,
mencoba memahami suatu problem, tiba-tiba muncul
adanya kejelasan, terlihat olehnya hubungan antara
unsure-unsur yang satu dengan yang lain, kemudian
dipahami sangkut-pautnya, untuk kemudian
dimengerti maknanya.

Prinsip-prinsip belajar teori psikologi Gestlat

Belajar dimulai dari suatu keseluruhan, kemudian baru


menuju bagian-bagian
Keseluruhan memberi makna pada bagian-bagian.
Bagian-bagian terjadi dalam suatu keseluruhan. Bagianbagian itu hanya bermakna dalam rangka keseluruhan
itu.
Belajar adalah penyesuaian diri dengan lingkungan.
Belajar akan berhasil bila tercapai kematangan untuk
memperoleh pengertian.
Belajar akan berhasil jika ada tujuan yang berarti bagi
individu.
Dalam proses belajar itu, individu selalu merupakan
organisme yang aktif, bukan bejana yang harus diisi
oleh orang lain.

Edward Lee Thorndike ( S R Bond /


Connectionism )

Belajar merupakan peristiwa terbentuknya


asosiasi-asosiasi antara stimulus dan respon.
Eksperimennya berupa kucing yang dimasukkan
ke dalam sangkar tertutup yang apabila
pintunya dapat dibuka, secara otomatis knop
di dalam sangkar menutup untuk menguji teori
trial and error. Ciri ciri belajar Trial and
Error adalah adanya aktivitas, ada berbagai
respon terhadap situasi, ada eliminasi
terhadap respon yang salah, ada kemajuan
reaksi reaksi mencapai tujuan.

Hukum-Hukum Thorndike:
Hukum Kesiapan ( Law of Readiness )
Jika suatu organisme didukung oleh kesiapan yang kuat
untuk memperoleh stimulus maka pelaksanaan tingkah laku
akan menimbulkan kepuasan individu sehingga asosiasi
cenderung diperkuat.
Hukum Latihan ( Law of Exercise )
Semakin sering suatu tingkah laku dilatih atau digunakan
maka asosiasi tersebut akan semakain kuat.
Hukum Efek ( Law of Effect )
Hukum akibat hubungan stimulus dan respon cenderung
diperkuat bila akibat menyenangkan dan akan cenderung
diperlemah jika akibatnya tidak memuaskan. Hal ini telah
dibuktikan Ivan Petrovich Pavlov dan Watson Pavlov dalam
eksperimennya terhadap anjing.

Albert Bandura ( Social Learning )


Teori Bandura memandang perilaku individu
tidak semata semata refleks otomatis atas
stimulus ( S R Bond ), melainkan juga
akibat reaksi yang timbul sebagai hasil
interaksi antara lingkungan dengan skema
kognitif individu itu sendiri. Prinsip teori
belajar sosial ( teori observational learning )
bahwa yang dipelajari individu terutama
dalam belajar sosial dan moral melalui proses
mengamati dan meniru perilaku, sikap dan
emosi orang lain.

QS Ar Rad ayat 11 :
Bagi manusia ada malaikat malaikat yang
selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan
dibelakangnya, mereka menjaganya atas
perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak
mengubah keadaan suatu kaum sehingga
mereka mengubah keadaan yang ada pada diri
mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki
keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada
yang dapat menolaknya; dan sekali kali tak
ada pelindung mereka selain Dia .

Diskusikan & Role Play


Kelompok

1: Implementasi Teori Pavlov


terhadap kehidupan sehari-hari
Kelompok 2: Implementasi Teori
Skinner terhadap pola asuh anak
Kelompok 3: Implementasi Teori
Bandura dalam kehidupan sosial
Kelompok 4: Implementasi Teori
Gestalt dalam olah raga

Seandainya kalian adalah seorang


pendidik, teori mana yang akan kalian
terapkan dalam mendidik siswa-siswa
kalian? Kenapa? Dan ayok
praktekkan..

Lets make a mind mapping..

Okey dech, selesai kuliah kita hari ini


Tengkyu beuh