Anda di halaman 1dari 15

EKONOMI

ISLAM

OLEH :
KELOMPOK 12
1. Restu Fadilah
Habibah Fahmi
(061411131125)
2. Lailatul Maghfiroh
(061411131134)
3. Rika Erfiana Dewi
(061411131139)

Pengertian Ekonomi Islam

Ekonomi Islam merupakan ilmu yang mempelajari


perilaku ekonomi manusia yang perilakunya
diatur berdasarkan aturan agama Islam dan
didasari dengan tauhid sebagaimana dirangkum
dalam rukun iman dan rukun Islam

Ekonomi Islam menurut Para


Ahli
S.M. Hasanuzzaman, ilmu ekonomi
Islam adalah pengetahuan dan aplikasi
ajaran-ajaran dan aturan-aturan syariah
yang mencegah ketidakadilan dalam
pencarian dan pengeluaran sumbersumber
daya,
guna
memberikan
kepuasan
bagi
manusia
dan
memungkinkan mereka melaksanakan
kewajiban-kewajiban mereka terhadap
Allah dan masyarakat.

M.A. Mannan, ilmu ekonomi Islam


adalah suatu ilmu pengetahuan social
yang
mempelajari
permasalahan
ekonomi dari orang-orang memiliki nilai-

M.N.

Siddiqi,

ilmu ekonomi Islam


adalah respon para pemikir muslim
terhadap tantangan-tantangan ekonomi
zaman mereka. Dalam upaya ini mereka
dibantu oleh Al Quran dan As Sunnah
maupun akal dan pengalaman.

M. Akram Khan, ilmu ekonomi Islam


bertujuan mempelajari kesejahteraan
manusia (falah) yang dicapai dengan
mengorganisir
sumber-sumber
daya
bumi
atas
dasar
kerjasama
dan
partisipasi.

Louis Cantori, ilmu ekonomi Islam

Tujuan Ekonomi Islam

Ekonomi
Islam
mempunyai
tujuan
untuk
memberikan keselarasan bagi kehidupan di
dunia. Nilai Islam bukan semata-semata hanya
untuk kehidupan muslim saja, tetapi seluruh
mahluk hidup di muka bumi

Ciri Ekonomi Islam

Tidak banyak yang dikemukakan dalam Al Qur'an,


dan hanya prinsip-prinsip yang mendasar saja.
Karena alasan-alasan yang sangat tepat, Al Qur'an
dan Sunnah banyak sekali membahas tentang
bagaimana
seharusnya
kaum
Muslim

berperilaku sebagai produsen, konsumen


dan pemilik modal, tetapi hanya sedikit tentang
sistem ekonomi

Ekonomi Islam menekankan empat


sifat, antara lain:

Kesatuan (unity)
Keseimbangan (equilibrium)
Kebebasan (free will)
Tanggungjawab (responsibility)

Prinsip Ekonomi Islam


Berbagai sumber daya dipandang
sebagai pemberian atau titipan dari
Allah swt kepada manusia.
Islam mengakui kepemilikan pribadi
dalam batas-batas tertentu.
Kekuatan penggerak utama ekonomi
Islam adalah kerja sama.
Ekonomi Islam menolak terjadinya
akumulasi kekayaan yang dikuasai oleh
segelintir orang saja.
Zakat harus dibayarkan atas kekayaan
yang telah memenuhi batas (nisab)
Islam melarang riba dalam segala

Perbedaan Sistem Ekonomi


Islam dengan Kapitalis Sosialis
Sistem Ekonomi Kapitalis
Ciri-ciri sistem ekonomi kapitalis :
Pengakuan yang luas atas hakhak pribadi.
Perekonomian diatur oleh
mekanisme pasar.
Manusia dipandang sebagai
makhluk homo-economicus yang
selalu mengejar kepentingan atau
keuntungan sendiri.
Paham Individualisme didasarkan
materialism dari warisan zaman
Yunani Kuno (Hedoisme)

Sistem Ekonomi Sosialis


Prinsip-prinsip Ekonomi Sosialis:
Pemilikan harta oleh negara
Kesamaan ekonomi
Disiplin Politik
Ciri-ciri Ekonomi Sosialis:
Lebih mengutamakan kebersamaan
(kolektivisme).
Peran pemerintah sangat kuat.
Sifat manusia ditentukan oleh pola
produksi.

Perbedaan antara sistem


ekonomi islam, kapitalis dan
sosialis
Konsep

Islam

Kapitalis

Kepemilikan

Individu, sosial Mutlak Individu Mutlak negara


dan negara

Sumber
kekayaan

Sumber
Sangat langka
kekayaan alam (scarcity
semesta dari
resources)
Allah SWT

Sangat langka
(scarcity
resources)

Tujuan

Untuk
mencapai
kemakmuran
dan sukses di
dunia dan
akhirat

Kesetaran
penghasilan

Kepuasan
pribadi

Sosialis

Sistem ekonomi islam sangat berbeda


dengan ekonomi kapitalis, sosialis maupun
komunis. Ekonomi islam bukan pula berada
di tengah-tengah ketiga sistem ekonomi
itu. Sangat bertolak belakang dengan
kapitalis yang lebih bersifat individual,
sosialis yang memberikan hampir semua
tanggungjawab kepada warganya serta
komunis yang ekstrem, ekonomi islam
menetapkan bentuk perdagangan serta
perkhidmatan yang boleh dan tidak boleh
di transaksikan. Ekonomi dalam islam
harus mampu memberikan kesejahteraan
bagi seluruh masyarakat, memberikan rasa

Ekonomi
Islam