Anda di halaman 1dari 37

Penyelidikan Tanah

Site Investigation

oleh:
Edi Hartono

Materi :
1. Prosedur Penyelidikan
Tanah
2. Metode Eksplorasi
3. In-Situ Test
4. Laboratory Testing
5. Identifikasi Tanah
6. Klasifikasi Tanah
Referensi :
- Site Investigation Manual
A.J.Weltman & Head, PSA Civil
Engineering
Technical Guide 35, Ciria, 1983
- Mekanika Tanah
Hardiyatmo, Gramedia Pustaka Utama,
1994

Penyelidikan tanah diperlukan untuk evaluasi


kesesuaian proyek dengan lokasi proyek.
Informasi yang lengkap tentang tanah
dan bangunan diperlukan
untuk menentukan fondasi yang sesuai,
praktis,aman dan ekonomis.
Penilaian mengenai lokasi proyek akan
menentukan seberapa ekonomis suatu proyek
dikembangkan.
Terkadang penyelidikan tanah diperlukan
untuk menilai kembali kestabilan dan
intergritas bangunan yang telah ada dan
ketidak stabilan dari fondasi.

Pengalaman penyelidikan tanah


sangat berpengaruh
untuk menentukan
intensitas penyelidikan,
jumlah dan kedalaman penyelidikan,
jumlah sampel,
& pelaksanaan pengujian dilapangan.

Kurangnya penyelidikan tanah


akan meyebabkan
kesalahan penilaian
terhadap kondisi tanah
yang sebenarnya,
sebaliknya
berlebihan juga akan menyebabkan
biaya dan tenaga yang terbuang sia-sia.

Biaya penyelidikan tanah


bukan merupakan presentase
dari seluruh biaya proyek,
tapi diperlukan biaya yang cukup
untuk menentukan disain fondasi
yang ekonomis dan
mengurangi resiko
kemungkinan kondisi tanah
yang kurang menguntungkan.

Tujuan :

Kelayakan proyek dari sisi geologi &


geoteknik
Desain fondasi
Kemungkinan problem pelaksanaan
Survei SDA (Quarry)
Alternatif lokasi & metode
pelaksanaan
Menyelidiki kestabilan bangunan
yang telah ada
Menyelidiki ketidakstabilan lereng
Informasi perlunya bangunan
sementara

Terkadang
penyelidikan tanah
untuk,
Menyelidiki ketidakstabilan
lereng
Informasi perlunya
bangunan sementara

Langkah
Penyelidikan
Desk Study

Site Reconnaissance

Main Investigation
(Site/Laboratory)

Laporan
pendahulua
n

Laporan
akhir
Monitoring

Desk Study
Tujuan : Mencari informasi
yang relevan dengan lokasi
Sejarah lokasi
Tataguna lahan
Potensi tambang
Sumber material
Informasi geologi
Foto udara

10

Site reconnaissance
Tujuan : mengetahui kondisi
lokasi terkini dengan
kunjungan lapangan
Akses jalan ke lokasi
Kontur/topografi
Quarry
Instability soil :
Longsoran
Patahan
Gerakan Tanah
Water level

11

Main Investigation
Tujuan : Pengambilan sampel
atau tes langsung dilapangan

Sampling
Trial Pits
Shaft
Borehole
In-Situ Test
Sondir/CPT/Dutch Cone
SPT
Plate Bearing Test
Vane Shear Test
12

Monitoring
Tujuan : Mengetahui
kesesuaian hasil
penyelidikan tanah dengan
pelaksanaan konstruksi
(fondasi)
Monitoring prakonstruksi
Monitoring masa konstruksi
Monitoring pascakonstruksi

13

Kedalaman
Penyelidikan
Kedalaman Uji Penetrasi:
Sondir/CPT tergantung
kapasitas
alat: - 2,5 ton qc= 200
kg/cm2
- 6 ton
qc= 500
kg/cm2
- 10 ton
qc= 800
kg/cm2
- SPT (Standard Penetration
Test)
- Penyelidikan 1,5xlebar
fondasi
atau 8xDiameter
14
- Uji setiap pergantian

Kedalaman
Penyelidikan
PLT (Plate Load Test)
Secondary Test
Pada dasar fondasi
Uji Kipas Geser (Vane Shear
Test)
- Pada setiap pergantian
lapisan
atau setiap meter
kedalaman

15

Kedalaman
Eksplorasi

B
1,5B

Kedalaman penyelidikan
1,5xlebar fondasi
Fondasi dalam min 8 fondasi
dibawah dasar

16

Titik Penyelidikan

Petunjuk :
Dapat memberi gambaran kondisi tanah
arah vertikal & horisontal
Usahakan sedekat mungkin rencana
fondasi jika sudah ada denah
Buat grid segiempat jika tidak ada
denah
Min 3 titik
Sondir / SPT
Bor

17

Denah Ada

Data bor u deskripsi tanah

18

Denah Ada

Pengujian lab diutamakan

19

Denah Ada

Komparasi data mudah dilakukan

20

20

Pemilihan metode
Eksplorasi
Pertimbangan :
Topografi
Jenis Tanah
Muka air tanah
Jenis bangunan
Informasi sebelumnya
Variasi Tanah dasar
Faktor Eksternal :
Biaya
Waktu
Akses ke lokasi

21

Metode eksplorasi
TRIAL PITS
Lubang min 1mx1mx1m
Kedalaman 2m 4m

Kelebihan :
Sampling lebih mudah
Bisa block sampel
perlapisan tanah menerus 4sisi
Bisa insitu test
Kekurangan :
Kendala muka air tanah
Ekskavasi lama
Tdk dekat fondasi
Lubang cukup besar & perlu ditutup kembali
SHAFT
Seperti Trial Pits bentuk saluran memanjang
Eksplorasi mengikuti kontur/sumbu bangunan

22

Pengeboran
Bor tangan
Kedalaman terbatas
Auger disesuaikan jenis tanah
Sulit mendapatkan undisturb
sampel
Hanya dapat digunakan untuk
tanag yang mempunyai kohesi
cukup,
Tidak dapat digunakan pada
tanah pasir terendam air
Bisa sampai kedalaman 10 m,
Biasa diaplikasikan untuk
penyelidikan tanah proyek
jalan raya, jalan rel, dan lap.
Terbang, dg lubang yang
dibutuhkan sekitar 4m

Bor Mesin
Kedalaman besar
23
Bisa menembus batuan

In-Situ Test
Sondir/CPT
Kelebihan :
Mengetahui stratigrafi secara kontinyu
Mengetahui tahanan tanah scr
kontinyu
Estimasi kuat geser tanah
Mengetahui karakteristik settlement
Formula empiris banyak
Pelaksanaan relatif cepat
Tidak terpengaruh air tanah
Mobilisasi mudah (kap 2,5 ton)

Kekurangan :
Kesulitan untuk tanah berbatu

24

In-Situ Test

Sondir/CPT/Dutch Cone
kapasitas alat : 2,5 ton & 6 ton
Alat terdiri :
a.Conus/Biconus luas 10cm2, sudut 60
b.Pluger rod
c.Sounding rod
d.Jack
e.Manometer
Cara Kerja
Menekan konus sehingga mendapatkan
perlawanan tanah yg terbaca pada
manometer
Parameter terukur
a. Qc : Perlawanan ujung konus
b. Qf : Perlawanan gesek selimut lokal
c. Ft : Perlawanan selimut komulatif

25

Contoh Analisa Hasil Sondir


Dept
h
(m)

qc
(kg/cm2
)

qc+qf
(kg/cm2
)

qf
(kg/cm2
)

fs
ft
(kg/cm (kg/cm
)
)

0,0
0,2
0,4
0,6
0,8
1,0
1,2
1,4
1,6
1,8
2,0

0
40
20
15
30
90
90
70
100
80
50

0
50
25
20
38
110
95
90
110
90
60

0,0
1,0
0,5
0,5
0,8
2,0
0,5
2,0
1,0
1,0
1,0

0
20
10
10
16
40
10
40
20
20
20

0.0
0.0

50.0

100.0

150.0

0
20
30
40
56
106
116
146
166
186
206
200.0

0.5
1.0
1.5
2.0
2.5
qc(kg/cm2)

ft(kg/m')
26

250.0

Insitu Test

SPT (Standart Penetration Test)


Alat terdiri:
Tripot
Tabung seberat 63,5 lbs
katrol dan tali
Kelebihan :
Sederhana
Bisa disertai sampling
Banyak rumus empiris
Kekurangan :
Alat mudah dibuat (standarisasi?)
dipengaruhi diameter lubang
Cara Kerja :
Tabung seberat 140 lbs dijatuhkan dengan tinggi jatuh 30
inch,
lakukan penetrasi awal sedalam 6 inch kemudian
dilakukan pukulan & di catat jumlah pukulan untuk penetrasi
sedalam 12
inch
Pengujian dihentikan jika :
Diperlulan 50 pukulan untuk penurunan 15cm
mencapai 100 pukulan
10 pukulan berturut tdk menujukkan kemajuan
Parameter : Nilai N

27

Korelasi N-SPT dg properties


Tanah Granuler & Kohesif

Parameter

Very
Loos
e

loose

Medium
Dense

Nilai N-SPT

<4

4 10

10 30

CPT (MN/m2)

<5

5 10

10 15

Relative
Density

<15

15
35

<14
Dry Unit
Weight
(kN/m3)

Very
Dense

30
50

>50

35 65

<30

>20
15
20

85 100

16 18

65
85

>20

32 - 35

18
20

>38

14
16

Friction Angle
()

Parameter

Dens
e

30 32

Very
soft

Sof
t

Mediu
m

Nilai N

<2

2
4

48

Kuat Tekan
Bebas (qu
kg/cm2)

<0,2
5

0,50
0,25 1,0

0,5

35 Firm 38Very

firm

8
15
1,0
2,0

15
30
2,0
4,0
28

Sti
f
>30
>4,
0

In-Situ Test
Plate Load Test
Alat terdiri :
Hidraulic Jack
Plat baja 1ft x 1ft x 1in
Manometer
Cara Kerja :
Plat baja kaku ditekan dan diukur
besar tekanan tanahnya
Parameter terukur :
Tegangan aktual ()

29

In Situ Test
Vane Shear Test
-cocok utk tanah lempung lunak
sampai sedang
-hasil : tegangan geser
-dioperasikan bersamaan dengan
pengeboran
-Alat terdiri :
- kipas dg pelat 4 sisi
- batang penekan
- Tuas pemutar
- Pengukur Torsi

30

Deskripsi Tanah

Deskripsi tanah meliputi :


Warna
Bentuk butiran & komposisi
Jenis tanah, gradasi & plastisitas

Deskripsi tanah berdasarkan :


Besar butir tanah :
-Boulder
(>200mm)
-Cobbles (60-200mm)
-Kerikil kasar
(20-60mm)
sedang
(6-20mm)
halus (2-6mm)
-Pasir kasar (0,6-2mm)
sedang (0,2-0,6mm)
halus (0,06-0,2mm)
-Lanau kasar (0,02-0,06mm)
sedang (0,006-0,02mm)
halus
(0,002-0,006mm)
-Lempung (<0,002mm)
-Lanau/lempung organic
-Gambut (variasi)
31

Deskripsi Tanah
Berdasarkan Identifikasi Visual
Boulder
: Jelas
Cobbles : Jelas
Kerikil : -Keragaman butiran dapat
dilihat
Pasir : -Keragaman butiran dapat
dilihat
dengan pengamatan seksama
Lanau : -Tidak bersifat plastis
-Terpisah di air
-Butiran kasar masih dapat
dilihat
mata
Lempung : -kohesivitas tinggi
-kering pecah-pecah dan keras
-lunak mudah diremas jari
-Sedang mudah ditekan jari
-Kaku dapat ditekan ibu jari
-Sangat kaku dapat ditekan
kuku
Lanau/lempung organik
32
-Serat tumbuhan terlihat
jelas
Gambut : - Spongy (kompresibel &

Deskripsi Tanah
Berdasarkan bentuk dan kekasaran butir
Boulder/Cobbles/Kerikil/Pasir
Angular
Subangular
Rounded
Subrounded
Flat
Elongate
Rough
Smooth
Polished
Berdasarkan plastisitas
Lanau : Tdk plastis
Plastisitas rendah
Lempung : Plastisitas sedang
Plastisitas Tinggi

33

Deskripsi Tanah
Berdasarkan Komposisi
Jenis

%lana
u/
lempu
ng

Kerikil

< 5%
5
15%
15-35% <5%
5-20%
>20%

Slightly Clayey
Gravel
Clayey Gravel
Very clayey Gravel
Slightly Sandy
Gravel
Sandy Gravel
Very Sandy Gravel

Pasir

< 5%
5
15%
15-35% <5%
5-20%
>20%

Sligthly Clayey
Sand
Clayey Sand
Very clayey Sand
Slightly gravelly
Sand
Gravelly Sand
Very gravelly Sand

Lanau

%
Nama
pasir
/
keriki
l

35-

34

Sandy Silt

Deskripsi Tanah
Berdasarkan Kepadatan/kekerasan
Tanah Kerikil & Pasir
Loose : Mudah digali dg
tangan/papan
Dense : Sulit digali dengan
tangan/papan
Tanah Lanau
Very soft
Soft/loose
Firm/dense
Tanah Lempung
Soft
Firm
Stif
Very Stif
Tanah Lanau/lempung Organik
Firm
Tanah Organik/Gambut
Spongy
Plastic
35

Deskripsi Tanah
Berdasarkan Struktur
Tanah Boulder/Cobbles/Kerikil/Pasir
Homogeneous
Interstratified
Heterogenous
Weathered
Tanah Lanau/Lempung
Fissured
Intact
Homogenous
Interstratified
Weathered
Tanah Organik
Fibrous
Amorphous

36

Deskripsi Tanah
Berdasarkan Warna

Red
Pink
Yellow
Brown
Green
Blue
White
Grey
Black
Etc

Light
Dark
Mottled

Pinkish
Reddish
Yellowish
Brownish
Etc

37