Anda di halaman 1dari 35

ENDANG SETYAWATI

121022

LAILIA ROCHMAH
121028

IV A ~ AKADEMI FARMASI SARASWATI DENPASAR

Tablet 100mg dan 300mg

Brand-nyaa . . . . . . 1.

Zyloric Tablet

2.

Alluric Tablet

3.

Alofar Tablet

INDIKASI
Hiperurisemia primer : gout Hiperurisemia sekunder : mencegah pengendapan asam
urat dan kalsium oksalat. Produksi berlebihan asam urat antara lain pada keganasan,
polisitemia vera, terapi sitostatik.
KONTRA INDIKASI
Penderita yang hipersensitif terhadap allopurinol Keadaan serangan akut gout
EFEK SAMPING
Gejala hipersensitifitas seperti ekspoliatif, demam, limfodenopati, arthralgia,
eosinofilia. Reaksi kulit : pruritis, makulopapular Gangguan gastrointestinal, mual,
diare Sakit kepala, vertigo, mengantuk, gangguan mata dan rasa
Gangguan darah : leukopenia, trombositopenia, anemia hemolitik, anemia aplastik.

DOSIS
Dewasa:
Dosis awal : 100 - 300 mg sehari.
Dosis pemeliharaan : 200 - 600 mg sehari.
Dosis tunggal maksimum 300 mg.
Bila diperlukan dapat diberikan dosis yang lebih tinggi, maksimal 900 mg sehari.
Dosis harus disesuaikan dengan cara pemantauan kadar asam urat dalam serum/air
seni dengan jarak waktu yang tepat hingga efek yang dikehendaki tercapai yaitu
selama 1 - 3 minggu, atau: Untuk kondisi ringan : 2 - 10 mg/kg BB sehari atau 100
- 200 mg sehari. Kondisi sedang : 300 - 600 mg sehari. Kondisi berat : 700 - 900 mg
sehari.
Anak-anak:
10 - 20 mg/kg BB sehari atau 100 - 400 mg sehari. Penggunaan pada anak-anak
khususnya pada keadaan malignan terutama leukemia serta kelainan enzim tertentu,
misalnya sindroma Lesch-Nyhan.

Brand-nya . . . . . Probenid tablet

INDIKASI
Untuk mencegah dan mengurangi kerusakan sendi dan pembentukan tofi pada
penyakit pirai (gout), serta untuk pengobatan hiperurisemia sekunder.

KONTRAINDIKASI
1)Hipersensitif terhadap probenecid
2)Jangan diberikan pada anak di bawah umur 2 tahun
3)Jangan diberikan pada penderita diskrasia darah atau penderita batu ginjal
4)Jangan diberikan pada penderita pirai (gout) kuat

EFEK SAMPING
1)Sakit kepala
2)Gangguan saluran pencernaan (misalnya: mual, muntah, kehilangan
nafsu makan)
3)Reaksi hipersensitifitas (seperti anafilaksis, dermatitis, pruritus dan
demam)
4)Gangguan keseimbangan dan anemia dapat terjadi

DOSIS
Dewasa
Sebagai urikosurik:
Oral: 250 mg, 2 kali sehari selama seminggu, kemudian dilanjutkan 500 mg,
2 kali sehari.
Sebagai supresan (sekresi tubular ginjal):
Pada pengobatan bersama penicillin atau cephalosporin 500 mg, 4 kali sehari per
oral.
Pada pengobatan bersama penicillin (gonore).
Oral, 1 gram diberikan dengan 4,8 juta unit procain penicillin G. Secara IM atau
1 gram serentak dengan ampicillin per oral.
Dosis dapat dikurangi pada penderita geriatri dengan kelainan fungsi ginjal.

Pediatri:
Sebagai supresan:
Pada pengobatan bersama penicillin atau cephalosporin:
Anak-anak di bawah 2 tahun, tidak dianjurkan.
Umur 2-14 tahun (berat sampai 50 kg), oral 25 mg/kg bobot
badan atau 700 mg/m2 luas tubuh, 4 kali sehari. Kemudian
dilanjutkan 10 mg/kg bobot badan atau 300 mg/m2 luas tubuh,
4 kali sehari.
Anak-anak dengan berat badan lebih dari 50 kg, sama dengan
dosis dewasa.

Brand-nya . . . . . 1)

Movicox tablet

2) Melicam tablet
3) Mecox tablet

INDIKASI
1)Terapi simptomatik jangka pendek pada eksaserbasi osteoartritis akut.
2)Terapi simptomatik jangka pendek artritis rematiod (poliartritis kronik).
KONTRAINDIKASI
1.Penderita yang hipersensitif terhadap meloxicam, acetosal atau obat-obat anti
inflamasi non steroid lainnya.
2.Masa kehamilan atau menyusui.
3.Anak-anak dan remaja yang umurnya kurang dari 15 tahun.
4.Ulkus lambung yang aktif.
5.Insufisiensi hepar berat.
6.Insufisiensi ginjal berat yang tidak didialisa.
7.Perdarahan saluran pencernaan, perdarahan pembuluh darah otak atau perdarahan
penyakit lainnya.

EFEK SAMPING
1.Efek samping jarang terjadi, seperti :
2.Gangguan pencernaan : Sakit perut, konstipasi, diare, dispepsia,
rasa kembung, mual dan muntah.
3.Seluruh tubuh : Edema dan rasa sakit, reaksi alergi dan anafilaksis,
demam, penurunan dan penambahan berat badan.
4.Sistem saraf pusat : Pusing, sakit kepala, perasaan kantuk, vertigo,
tinnitus.
5.Hematologi : Anemia, gangguan jumlah sel darah putih, leukopenia
dan trombositopenia.
6.Sistem pernapasan : Batuk, infeksi saluran pernapasan, asma,
bronkospasme.
7.Kulit : Pruritus, ruam kulit, urtikaria, stomatitis dan fotosensitisasi.
8.Fungsi hati : Meningkatkan transaminase dan bilirubin.
9.Genitourinari : kelainan parameter fungsi ginjal (penambahan
serum kreatinin dan/atau serum urea).
10.Kardiovaskuler : angina pectoris, gagal jantung, hipertensi,
hipotensi, infark miokard.

DOSIS
Eksaserbasi akut pada osteoartritis: 7,5 mg/hari. Jika diperlukan dosis
dapat ditingkatkan menjadi 15 mg/hari
Artritis rematoid: 15 mg/hari, dosis dapat dikurangi menjadi 7,5
mg/haritergantung respon terapeutik. Pada penderita usia lanjut dosis
yang dianjurkan untuk pengobatan jangka panjang: 7,5 mg/hari. Penderita
dengan risiko tinggi terkena efek samping, pengobatan harus diawali
dengan 7,5 mg/ hari
Spondilitis ankilosa: 15 mg/hari
Pada penderita dalam dialisa dengan gagal ginjal berat: dosis tidak
boleh melebihi 7,5 mg/hari. Dosis tidak lebih 15 mg/hari Tablet harus
diminum dengan air atau cairan lain bersama dengan makanan

Brand-nya . . . . . 1. Feldene tablet


2. Grazeo tablet
3. Infeld tablet

INDIKASI
Untuk terapi simtomatik pada rematoid artritis, osteoartritis, ankilosing spondilitis,
gangguan muskuloskeletal akut dan gout akut.
KONTRA INDIKASI
1.Penderita yang mempunyai riwayat tukak lambung atau pendarahan lambung.
2.Hipersensitif terhadap piroxicam
3.Penderita yang mengalami bronkospasma, polip hidung dan angioedema atau urtikaria apabila
diberikan asetosal atau obat-obatan antiinflamasi non steroid yang lain.

EFEK SAMPING
Umumnya gangguan gastrointestinal seperti stomatitis, anoreksia, epigastric distress,
mual, konstipasi, rasa tidak nyaman pada abdomen, kembung, diare, nyeri abdomen.
Efek samping lain : edema, pusing, sakit kepala, ruam kulit, pruritus, somnolen,
penurunan hemoglobin dan hematokrit.

DOSIS
Rematoid artritis, osteoartritis dan ankylosing spodilitis
Dosis awal 20 mg sebagai dosis tunggal. Dosis pemeliharaan
pada umumnya 20 mg sehari atau jika diperlukan dapat
diberikan 10 mg 30 mg dalam dosis tunggal atau terbagi.
Dosis lebih dari 20 mg sehari meningkatkan efek samping
gastrointestinal.
Gout akut
Dosis awal 40 mg sehari sebagai dosis tunggal, diikuti 4 6 hari
berikutnya 40 mg sehari dosis tunggal atau terbagi.
Gangguan muskuloskeletal akut
Dosis awal 40 mg sehari sebagai dosis tunggal atau terbagi
selama 2 hari, selanjutnya 20 mg sehari selama 7 14 hari.

Brand-nya . . . . . 1. Altofen inj


2. Nasaflam inj
3. Kaltrofen tab

INDIKASI
Untuk mengobati gejala-gejala artritis rematoid, ankilosing spondilitis,
gout akut dan osteoartritis serta kontrol nyeri dan inflamasi akibat
operasi ortopedik.
KONTRA INDIKASI
1.Hipersensitif terhadap ketoprofen, aspirin dan AINS lain
2.Gangguan fungsi ginjal dan hati yang berat
EFEK SAMPING
Mual, muntah, diare, dyspepsia, konstipasi, pusing, sakit kepala, ulkus
peptikum hemoragi perforasi, kemerahan kulit, gangguan fungsi ginjal
dan hati, nyeri abdomen, konfusi ringan, vertigo, oedema, insomnia.
Reaksi hematologi : trombositopenia.
Bronkospasma dan anafilaksis jarang terjadi.

DOSIS
Sediaan oral :
Dosis awal yang dianjurkan : 75 mg 3 kali sehari atau 50 mg
4 kali sehari.
Dosis maksimum 300 mg sehari. Sebaiknya digunakan
bersama dengan makanan atau susu.
Injeksi IM :
50100 mg tiap 4 jam. Dosis maksimum 200 mg/hari, tidak
lebih dari 3 hari.

Brand-nya . . . . . 1. Dolac inj


2. Toradol inj
3. Torasic inj

INDIKASI
Ketorolac diindikasikan untuk penatalaksanaan jangka pendek terhadap nyeri
akut sedang sampai berat setelah prosedur bedah. Durasi total Ketorolac tidak
boleh lebih dari lima hari. Ketorolac secara parenteral dianjurkan diberikan
segera setelah operasi. Harus diganti ke analgesik alternatif sesegera mungkin,
asalkan terapi Ketorolac tidak melebihi 5 hari. Ketorolac tidak dianjurkan
untuk digunakan sebagai obat prabedah obstetri atau untuk analgesia obstetri
karena belum diadakan penelitian yang adekuat mengenai hal ini dan karena
diketahui mempunyai efek menghambat biosintesis prostaglandin atau
kontraksi rahim dan sirkulasi fetus.

KONTRA INDIKASI
1.Pasien yang sebelumnya pernah mengalami alergi dengan obat ini, karena ada kemungkinan
sensitivitas silang.
2.Pasien yang menunjukkan manifestasi alergi serius akibat pemberian Asetosal atau obat antiinflamasi nonsteroid lain.
3.Pasien yang menderita ulkus peptikum aktif.
4.Penyakit serebrovaskular yang dicurigai maupun yang sudah pasti.
5.Diatesis hemoragik termasuk gangguan koagulasi.
6.Sindrom polip nasal lengkap atau parsial, angioedema atau bronkospasme.
7.Terapi bersamaan dengan ASA dan NSAID lain.
8.Hipovolemia akibat dehidrasi atau sebab lain.
9.Gangguan ginjal derajat sedang sampai berat (kreatinin serum >160 mmol/L).
10.Riwayat asma.
11.Pasien pasca operasi dengan risiko tinggi terjadi perdarahan atau hemostasis inkomplit, pasien
dengan antikoagulan termasuk Heparin dosis rendah (2.5005.000 unit setiap 12 jam).
12.Terapi bersamaan dengan Ospentyfilline, Probenecid atau garam lithium.
13.Selama kehamilan, persalinan, melahirkan atau laktasi.
14.Anak < 16 tahun.
15.Pasien yang mempunyai riwayat sindrom Steven-Johnson atau ruam vesikulobulosa.
16.Pemberian neuraksial (epidural atau intratekal).
17.Pemberian profilaksis sebelum bedah mayor atau intra-operatif jika hemostasis benar-benar
dibutuhkan karena tingginya risiko perdarahan.

EFEK SAMPING
Efek samping di bawah ini terjadi pada uji klinis dengan Ketorolac IM
20 dosis dalam 5 hari. Insiden antara 1 hingga 9% :
Saluran cerna : diare, dispepsia, nyeri gastrointestinal, nausea.
Susunan Saraf Pusat : sakit kepala, pusing, mengantuk, berkeringat.
DOSIS
Injeksi bolus intravena diberikan dalam waktu minimal 15 detik. Pemberian
intramuskular dilakukan dalam dan perlahan. Untuk pengobatan intramuskular jangka
pendek, diberikan dosis 30-60 mg, dan kemudian dengan dosis 15-30 mg/6 jam, jika
diperlukan. Dosis maksimum yang diberikan dalam sehari adalah 120 mg. Untuk
meringankan rasa sakit derajat sedang pasca-operasi diberikan dosis 30 mg dan dosis
90 mg dapat diberikan untuk pasien dengan nyeri berat. Durasi maksimum pengobatan
dengan ketorolac adalah selama 5 hari.

Brand-nya . . . . .

1. Zerion tablet
2. Berlizon tablet
3. Bitrasone tablet

INDIKASI
Untuk ankylosing spondylitis aktif, arthritis gout akut, rheumatoid arthritis aktif,
osteoarthritis akut. Digunakan pada penderita dimana pengobatan lain termasuk
AINS lain tidak memberikan hasil.
KONTRAINDIKASI
1.Udem, dekompensasi jantung, ulkus lambung, riwayat diskrasia darah, anak
berusia kurang dari 14 tahun, kerusakan ginjal dan hati, hipersensitif terhadap
Fenilbutazon.
2.Penderita dengan hipertensi, penyakit jantung, penyakit ginjal, dan gangguan
fungsi hati sehubungan dengan sifatnya yang menyebabkan retensi air dan
natrium.

DOSIS
Dosis disesuaikan dengan :
Untuk arthritis rheumatoid aktif, osteoarthritis akut dan ankylosing spondylitis
aktif : 300 - 600 mg sehari dalam 3 - 4 kali dosis bagi, selanjutnya diturunkan sesuai
kebutuhan dengan dosis 200 - 300 mg sehari dalam dosis bagi.
Jika tidak ada respon pemberian obat harus dihentikan.
Arthritis gout akut : dosis awal 500- 800 mg sehari dalam 2 - 3 dosis bagi untuk 1 3 hari, selanjutnya diberikan 200 - 400 mg sehari, sampai 7 hari.
EFEK SAMPING
Mual, muntah, rasa tidak nyaman pada ulu hati, diare, vertigo, insomnia (susah tidur),
euforia (keadaan emosi yang gembira berlebihan), hematuria (kencing yang
bercampur darah), dan pandangan buram.

Brand-nya . . . . .

1. Confortid tablet
2. Dialon tablet
3. Reumatin tablet

INDIKASI
Osteoartrosis, spondilitis, artritis reumatoid, gout, rematik polimialgia, bursitis.
Obat antipiretik pada keganasan limfogranulomatosis.
KONTRA INDIKASI
Ulkus peptikum, riwayat kelainan pencernaan berulang, hipersensitif terhadap Aspirin
atau obat-obat anti radang non steroid lainnya.
DOSIS
2-3 kali sehari 1 kapsul.
Dosis dapat dinaikan 1 kapsul setiap 3 hari sampai batas maksimum : 4-6 kapsul sehari.
EFEK SAMPING
Gangguan saluran pencernaan, ulkus, perdarahan,
sakit kepala, pusing, hipertensi, reaksi hematologi.

Brand-nya . . . . .

1. Adant Dispo inj


2. Suplasyn inj

INDIKASI
1.Untuk penggantian cairan sinovial setelah artrosentesis.
2.Untuk mengatasi rasa nyeri dan memperbaiki fungsi sendi pada OA
3.Osteoartritis lutut.
EFEK SAMPING
KONTRA INDIKASI

Timbul rasa nyeri untuk sementara

Penderita dengan riwayat hipersensitif.

waktu.
Nyeri rasa panas, kemerahan dan
bengkak pada sendi.

DOSIS
Umumnya inj intraartikular : Dilakukan sekali seminggu 2 ml/inj
selama 5 minggu berturut-turut; penggunaan harus dilakukan pada
ruang intra artikular sendi lutut; kondisi kronik : dosis s/d
seminggu 6 kali.

Brand-nyaa . . . . . Recolfar

tablet

INDIKASI
Artritis gout akut, profilaksis jangka pendek selama awal terapi
dengan alopurinol dan obat urikosurik.
KONTRA INDIKASI
Pasien dengan gastrointestinal serius, penyakit ginjal atau jantung;
diskrasia darah; hamil

EFEK SAMPING
Neuritis perifer, kelelahan otot, mual, muntah, nyeri abdomen,
diare, ertikaria, anemia aplastik, agranulositosis, dermatitis,
purpura, alopesia, pada dosis toksik menyebabkan diare berat,
kerusakan umum pembuluh, dan kerusakan ginjal disertai
hematoria dan oliguria.

DOSIS
Artritis gout akut awal : 0.5 - 1.2 mg diikuti dengan
0.5 mg tiap 2 jam sampai nyeri mereda atau timbul
mual, muntah atau diare. Dosis rata-rata : 4 - 8 mg.
Profilaksis jangka pendek selama awal terapi
dengan alopurinol dan obat urikosurik : 0.5 mg 1
kali seminggu atau samapai dengan 1 kali sehari.