Anda di halaman 1dari 20

PRODUKSI PISTON

Junaidi

Pendahuluan
Piston dalam bahasa Indonesia juga dikenal dengan istilah
torak adalah komponen dari mesin pembakaran dalam yang
berfungsi sebagai penekan udara masuk dan penerima hentakan
pembakaran

pada

ruang

bakar

silinder. Piston mempunyai

pembebanan tugas yang berat, antara lain Menerima tekanan dan


temperatur gas pembuangan yang tinggi, Menerima gaya percepatan
yang tinggi dan Menerima gaya gesek dan gaya samping. Karena
tugasnya yang berat, piston wajib memenuhi persyaratan misalnya.
Kuat terhadap tekanan tinggi, Tahan terhadap temperatur tinggi
dan Mempunyai koefisien muai panas yang kecil.

Bentuk bagian-bagian piston

Bahan piston
bahan yang biasanya menjadi bahan campuran almunium dalam
pembuatan piston adalah :
Silikon, makin tinggi kadar silikon maka makin kecil pemuaian
akibat

panas

dan

gesekan

tetapi

makin

sulit

dalam

pembuatannya.
Tembaga,

lebih

tahan

terhadap

karat

dan

kemampuan

penyaluran panas lebih baik.


Nikel, memiliki kekenyalan yang tinggi, tahan terhadap
temperatur tinggi, tingkat pemuaian rendah dan tahan
terhadap karat.

Proses pembentukan piston


Ada dua cara pembentukan piston yaitu :
1.
a.

Proses pembentukan piston dengan cara Cast Piston


Design (Gambar)

Langkah pertama dalam proses pengecoran


logam adalah mendesign atau menggambar,
dimana

proses

menggambar

tersebut

menggunakan software Autocad atau Catia.


Untuk

menggambar

menggunakan

software

gambar Seperti berikut.

piston

kopling

Autocad

dengan

b. Bahan
Kebanyakan bahan piston terbuat dari aluminium yang diambil
langsung dari Jepang.agar kualitasnya tidak turun, biarpun
pembuatannya hanya dengan sistem Cor.

Bahan baku aluminium

c.

Pembuatan Cetakan Pasir


Jenis pengecoran logam yang digunakan untuk membuat handle kopling

dilakukan dengan menggunakan metode pengecoran cetakan pasir Co2 (Sand


Casting), Maka hal-hal yang perlu dipersiapkan antara lain ialah : Pasir
Silika, Water glass,air,Cup.&.Drag gas Co2.

Langkah pertama yaitu menentukan berapa banyak pasir silika yang kita
butuhkan sesuai dengan cup & drag yang ada.

Lalu kita campurkan waterglass ke dalam pasir kemudian diaduk hingga


rata. Waterglass yang dipakai sekitar 3-6% berat pasir.

Setelah pasir dan waterglass rata, kemudian dimasukan kedalam cup &
drag yang telah dimasukan terlebih dahulu pola coran dan pada saat
pasir dimasukan kedalam cup kita pasang cawan tuang yang langsung
dilengkapi dengan saluran turun dan memasang saluran penambah pada
samping kiri dan kanan dari pola coran.

Setelah terisi penuh kita tembakan gas Co2 hingga pasir


mengeras.

Kemudian pola bisa kita lepas dari cetakan dan selanjutnya pola
tersebut kita coating dengan bahan coating yaitu grafit yang
dicampur dengan spirtus dicampur menjadi satu didalam wadah,

selanjutnya disemprotkan pada pola yang terbentuk pada pasir


cetak yang bertujuan agar logam cair tidak menempel pada
cetakan

sehingga

mempermudah

dalam

pembongkaran

dan

pengambilan coran dari cetakan. Selain itu proses couting juga


dilakukan terhadap ladel dan tempat yang disiapkan sebagai
wadah jika ada logam cair yang tersisa.

d. Proses Peleburan

Logam yang dilebur adalah logam alumunium

yang dimasukan

kedalam tungku yang kemudian dipanaskan hingga mencair


menggunakan burner.

Proses peleburan

e. Proses Tapping
Yaitu proses penuangan logam cair dari tungku ke dalam ladel yang
dilakukan setelah logam alumunium mencair dan telah ditaburi flux
pada permukaan alumunium agar gas hydrogen tidak dapat masuk ke
dalam alumunium cair.

f. Proses Pouring
Proses pouring adalah proses penuangan logam cair dari ladel ke
dalam cetakan. Dalam proses penuangan logam cair ke dalam
cetakan ini tidak boleh terputus sampai cetakan pasir tersebut
benar-benar penuh oleh logam cair dan jika ada sisa, logam cair
tersebut dituang ke dalam wadah yang telah dipersiapkan dan
sudah dicouting. Setelah selesai penuangan, logam cair tersebut
tunggu sampai membeku dengan waktu 30 menit.

Proses pouring

g. Pembongkaran Cetakan
Setelah logam cair membeku dalam cetakan, baut penyambung
antara cup dan drag di buka, kemudian cup dan drag kita pisahkan,
cup diangkat bersama coran dan menyingkirkan pasir dari cup, drag
dan coran dengan cara memukul pasir tersebut menggunakan palu.
Setelah terpisah, coran kita angkat kemudian cawan turun dan
penambah dipisahkan dari coran dan akhirnya sirip-sirip dipangkas
serta permukaan coran dibersihkan.

h. Pemeriksaan (Quality Control)


Proses pemeriksaan produk coran terdiri dari beberapa proses
pemeriksaan yaitu :

Pemeriksaan rupa

Pemeriksaan Cacat dalam

Pemeriksaan material

i. Proses pemesinan
Setelah proses pemeriksaan selesai dan dipilih benda coran dengan
hasil yang baik, selanjutnya benda kerja tersebut dilakukan proses
pemesinan menggunakan mesin milling dan mesin turning setelah
proses pemesinan kemudian dilakukan proses pengamplasan sampai
halus.

j.

Pemeriksaan terakhir dan Packing

Setelah melakukan proses penghalusan maka dilakukan pemeriksaan


terakhir baik dari dimensinya dan juga kondisi fisiknya.apabila
sudah dilakukan pemeriksaan dan hasilnya standar maka siap untuk
di bungkus selanjutnya di distribusikan.

(b). Proses pembentukan piston dengan cara


diForging
a.

Bahan baku dari pipa padat (pejal). Pipa-pipa ini kemudian


dipotong-potong. Ukuran mendekati piston yang sudah jadi.
Supaya tidak banyak membuang bahan baku. Hasil potongan pipa
dipanaskan sampai benar-benar membara. Tapi tidak sampai
mencair.

b. Bahan piston membara didinginkan sebentar. Lalu dimasukkan ke


cetakan dan dipukul agar bentuknya sebesar lubang cetakan.
Pemukul juga dibentuk seperti pantat piston.Bentuk piston
sehabis dipukul baru pantatnya saja yang terbentuk. Namun
sudah kelihatan bagian lumayan tipis.

c.

Tetap harus dilakukan proses finishing. Supaya bentuk dan


ukurannya presisi. Proses finshing menggunakan alat permesinan
macam mesin bubut CNC

d.

Hasil dari proses pembuatan. Bentuk piston forging serba tipistipis namun bisa kuat. Karena prosesnya aluminium padat yang
dipukul atau tempa. Bidang kontak dengan liner sedikit.
Gesekannya ringan. Juga lebih Ringan, sehingga putaran mesin
lebih ringan.

MATUR NUWUN

Anda mungkin juga menyukai