Anda di halaman 1dari 37

REFERAT IDENTIFIKASI

KERANGKA

Dokter Pembimbing : dr. Abraham Sp.F


Residen Pembimbing : dr. Suryo Wijoyo MH(Kes)

Latar Belakang
Sulitnya identifikasi pada kasus dengan korban masal
seperti bencana alam dan kecelakaan.
Jenazah yang hanya berupa kerangka, potongan tulang
perlu dikenali apakah kerangka manusia atau hewan
Dengan identifikasi kerangka dapat ditentukan jenis
kelamin, umur, dan tinggi badan

Rumusan Masalah
1. Bagaimana aspek medikolegal pada identifikasi
jenazah?
2. Bagaimana cara melakukan identifikasi kerangka pada
jenazah serta manfaatnya dalam menentukan jenis
kelamin, umur dan tinggi badan dari suatu kerangka
manusia
3. Bagaimana peran DNA dalam identifikasi kerangka
jenazah?

Tujuan Penulisan
Mengetahui pengertian identifikasi forensik
Mengetahui cara-cara identifikasi forensik untuk
menentukan jenis kelamin, umur dan tinggi badan

Tinjauan Pustaka

Aspek medikolegal
identifikasi jenazah
Penyidik dapat
meminta bantuan
ahli

KUHAP pasal 133:


Ayat 1: penyidik berwenang
mengajukan
permintaan
keterangan ahli kepada ahli
kedokteran kehakiman atau
dokter atau ahli lainnya.

Ayat
2:
Permintaan
keterangan ahli secara tertulis
Ayat 3: Mayat yang dikirim
kepada
ahli
kedokteran
kehakiman atau dokter pada
rumah sakit harus diperlakukan
baik

Dokter wajib
memberikan bantuan
kepada penyidik
pasal 179 KUHAP:
1. Setiap orang yang diminta
pendapatnya sebagai ahli
kedokteran kehakiman atau
dokter ahli lainnya wajib
memberikan keterangan ahli
demi keadilan.
2. Sanksi berlaku juga bagi
mereka yang memberikan
keterangan ahli, dengan
ketentuan bahwa mereka
mengucapkan sumpah atau
janji akan memberikan
keterangan yang sebaikbaiknya dan yang sebenarnya
menurut pengetahuan dalam
bidang keahliannya.

Identifikasi
Forensik

Langkahlangkah
identifikasi

Penentuan jenis
kelamin
Berdasarkan pemeriksaan tulang panggul, tulang
tengkorak, serta tulang femur
Krogman menyimpulkan, penentuan jenis kelamin
memiliki ketepatan:
1.90% bila tengkorak saja
2.95% bila panggul saja
3.98% bila tengkorak dan panggul
4.80% bila hanya tulang-tulang panjang

Tulang Tengkorak
Permukaan tulang oksipitalis:

Dilakukan perabaan pada tulang oksipital semakin


menonjol, skor semakin tinggi
Skor tinggi = semakin maskulin

Tulang Tengkorak
Ukuran prosesus mastoideus

Ketajaman margin supraorbital

Tulang Tengkorak
Penonjolan Glabella

Penonjolan mental

Tulang panggul
Area yang penting
pada tulang panggul:
Area subpubis
Greater sciatic
notch
Sulkus
preaurikularis

Area subpubis

Tulang Panggul
Greater Sciatic Notch

Sulkus preaurikularis

RAS

Ras Kaukasoid
- Tipe kranium dolichocephalic (panjang)
- Tulang z ygomaticus cenderung mundur terhadap tulang
fasial
- Apertura nasalis sangat sempit dan tajam tepi bawahnya
- Dasar tulang orbita cenderung miring ke bawah
- Palatum relatif sempit dan cenderung berbentuk segitiga
- Sutura zygomaticomaxillaris cenderung membelok
- Persentase sutura metopika cenderung lebih tinggi
dibanding 2 ras lainnya

Ras Mongoloid
- Tipe kranium cenderung memiliki tulang zygomaticus
yang menonjol
- Lebar apertura nasalis sedang dan tepi bawah nasal
agak runcing
- Tulang orbita cenderung sirkulair
- Tulang palatum lebarnya sedang
- Sutura zygomaticomaxillaris cenderung lurus

Ras Negroid

- Tipe kranium mesocephalic (s edang)

- Tulang zygomaticus tidak begitu menjorok ke depan relatif


terhadap tulang fasial

- Apertura nasalis sangat lebar dan tepi bawah tulang


nasalis tumpul

- Tulang orbita cenderung persegi em pat dan jarak


interor bital lebar

- Tulang palatum cenderung s angat lebar dan agak persegi 4


- Alveolus anterior pada maxilla dan mandibula cenderung
s angat prognathis
- Ser ing didapati depresi coronal pos terior pada sutur a
coronaria

- Sutura zygomaticom axillaris cenderung m embentuk huruf S

Penentuan umur
Bayi baru dilahirkan
Anak dan dewasa sampai umur 30 tahun
Dewasa > 30 tahun

Bayi yang baru dilahirkan


Penentuan umur kehamilan (maturitas) dan viabilitas :
Tinggi badan

Dewasa
diatas 30
tahun

Anak dan
dewasa
< 30
Persambungan speno
oksipital 17 25 tahun.
tahun
Tulang selangka tulang

Pemeriksaan tengkorak :
Pemeriksaan sutura,
penutupan tabula interna
mendahului eksterna

Unifikasi dimulai 18 25
tahun lengkap 25 30
tahun

Sutura sagitalis, koronarius


dan sutura lambdoideus
mulai menutup umur 20
30 tahun

Tulang belakang sebelum 30


tahun menunjukan alur
yang dalam dan radier pada
permukaan atas dan bawah

Sutura spheno parietal


umumnya tidak akan
menutup sampai 70 tahun

terakhir mengalami
unifikasi.

Periode intra uterine (I.U),malalui


benih gigi.
Periode sebelum gigi tumbuh (0-6
bulan)
Periode geligi sementara (6 bulan6tahun)
Periode mixed dentition
Periode gigi tetap

Pertumbuhan gigi susu


Antara 6 bulan-2
tahun,gigi susu yang
lengkap terdiri dari 20
buah gigi tetapi tidak ada
gigi premolar.

Pertumbuhan gigi

Umur

Gigi seri 1

6-7 bulan

Gigi seri 2

7-8 bulan

Geraham 1

12-15 bulan

Taring

15-20 bulan

Geraham 2

20-30 bulan

4 gigi seri, 2 gigi taring, 4 gigi premolar, 6 gigi molar


Pertumbuhan
Pertumbuhan
gigi permanengigi

Umur

Geraham
1 terdiri dari 32 buah pada setiap
6 tahun
Gigi permanen
yang lengkap
rahang
memiliki : Gigi seri 1
7 tahun
Gigi seri 2
Gigi geraham depan 1
Gigi geraham depan 2
Gigi taring
Geraham 1
Geraham 2

8tahun
9 tahun
10 tahun
11 tahun
12-13 tahun
17-25 tahun

Perbedaan gigi susu dan


permanen
perbedaan

Gigi susu

Gigi permanen

Ukuran

Mahkota

Lebih
kecil
dan
ringan
meruncing
kecuali molar
Gigi anterior tumbuh
vertical
Lebih putih

Lebih
besar,lebih
lebar
kecuali
premolar permanen
Gigi anterior tumbuh
agak ke depan
Putih kekuningan

Leher gigi

Lebih ramping

Kurang ramping

Akar
Kantung

Molar
kecil
dan
divergen
Tampak bakal gigi

Lebih
besar
dan
tidak begitu divergen
Tidak ada bakal gigi

Pinggiran

bergerigi

Tidak bergigi

Arah

Menentukan Tinggi
Badan
Ditentukan melalui tulang-tulang panjang
Perkiraan tinggi badan dengan pengukuran tulang
panjang:
Tulang
Tulang
Tulang
Tulang

lengan atas 35% dari tinggi badan


paha
27% dari tinggi badan
kering
22% dari tinggi badan
belakang
35% dari tinggi badan

Rumus TB
dengan satu
tulang panjang

Rumus Stevenson
Rumus Antropologi Ragawi UGM
Rumus Trotter dan Glesser
Rumus oleh Djaja Surya Atmadja
Metode Fully dan Pineau

Rumus Stevenson
TB = 61.7207 + 2.4378 x Femur + 2.1756
TB = 81.5115 + 2.8131 x Humerus + 2.8903
TB = 59.2256 + 3.0263 x Tibia + 1.8916
TB = 80.0276 + 3.7384 x Radius + 2.6791

Rumus Antropologi Ragawi


UGM untuk pria dewasa
(Jawa):
Tinggi Badan = 897 + 1.74 y (Femur kanan)
Tinggi Badan = 822 + 1.90 y (Femur kiri)
Tinggi Badan = 879 + 2.12 y (Tibia kanan)
Tinggi Badan = 847 + 2.22 y (Tibia kiri)
Tinggi Badan = 867 + 2.19 y (Fibula kanan)
Tinggi Badan = 883 + 2.14 y (Fibula kiri)
Tinggi Badan = 847 + 2.60 y (Humerus kanan)
Tinggi Badan = 805 + 2.74 y (Humerus kiri)
Tinggi Badan = 842 + 3.45 y (Radius kanan)
Tinggi Badan = 862 + 3.40 y (Radius kiri)
Tinggi Badan = 819 + 3.15 y (Ulna kanan)
Tinggi Badan = 847 + 3.06 y (Ulna kiri)

Rumus Trotter dan


Gleser untuk ras
Mongoloid

Tinggi Badan = 1.22 (femur + fibula) + 70.24 ( 3.18 cm)


Tinggi Badan = 1.22 (femur + tibia) + 70.37 ( 3.24 cm)
Tinggi Badan = 2.40 (fibula) + 80.56 ( 3.24 cm)
Tinggi Badan = 2.39 (tibia) + 81.45 ( 3.27 cm)
Tinggi Badan = 2.15 (femur) + 72.57 ( 3.80 cm)
Tinggi Badan = 1.68 (humerus + ulna) + 71.18 ( 4.14 cm)
Tinggi Badan = 1.67 (humerus + radius) + 74.83 ( 4.16
cm)
Tinggi Badan = 2.68 (humerus) + 83.19 ( 4.25 cm)
Tinggi Badan = 3.54 (radius) + 82.00 ( 4.60 cm)
Tinggi Badan =3.48 (ulna) + 77.45 ( 4.66 cm)

Rumus untuk populasi


dewasa muda oleh Djaja
Surya Atmadja
Pria:
TB = 72.9912 + 1.7227 (tibia) + 0.7545 (fibula) (4.2961 cm)
TB = 75.9800 + 2.3922 (tibia) (4.3572 cm)
TB = 80.8078 + 2.2788 (fibula) (4.6186 cm)

Wanita:

TB = 71.2817 + 1.3346 (tibia) + 1.0459 (fibula) (4.8684 cm)


TB = 77.4717 + 2.1889 (tibia) (4.9526 cm)
TB = 76.2772 + 2.2522 (fibula) (5.0226 cm)

Metode Fully dan


Pineau
TB = 12.67 + 2.09 x (Femur + total tebal vertebrae
lumbal)
TB = 48.63 + 2.32 x (Tibia + total tebal vertebrae lumbal)

Pengambilan sampel
DNA dari tulang dan gigi
geligi
BAIK stabil, spesifik kasus lama
5 tahap identifikasi DNA
1.Pengambilan sampel dari sisa tubuh manusia
2.Pengambilan sampel DNA pembanding
3.Membuat profil DNA dari sisa tubuh manusia dan
pembandingnya
4.Pembandingan profil DNA
5.Menentukan tingkat kecocokan DNA
SAMPEL TERBAIK??

Terima Kasih

Anda mungkin juga menyukai