Anda di halaman 1dari 49

Laporan Kasus

Kehamilan dengan Kista Ovarium


Pembimbing
dr. St. Finekri A. Abidin, SpOG, KFM
Disusun oleh
OGIE VERIANTO
UPN 1320221094
Kepaniteraan Klinik Departemen Obstetri Dan Ginekologi
Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto Ditkesad
PERIODE 11 AGUSTUS 18 OKTOBER 2014
JAKARTA

Identitas Pasien
Pasien
Nama
: Ny. R
Umur
: 30 tahun
Tanggal Lahir : 16 November 1984
Pendidikan : SMA
Pekerjaan
: Ibu Rumah Tangga
Suku
: Jawa
Agama
: Islam
Gol. Darah : B
Status
: Menikah
NRM
: 444070
Tanggal Masuk : 27 Oktober 2014
Alamat
: Jl. Wijaya Kusuma II/3 no. 155
Duren Sawit, Jakarta

Suami
Inisial
: Tn. A
Usia
: 43 tahun
Pendidikan : SMA
Pekerjaan
: Karyawan
Swasta
Agama
: Katolik
Suku
: Flores
Gol. Darah : O

Anamnesa

Keluhan
Utama

Mules-mules dan
nyeri perut sejak 6
jam SMRS

Riwayat Penyakit Sekarang

Pasien mengaku usiakandungan 1


bulanmerasaperutnyalebihbesardarisaatkehamilan 1 bulan yang
biasanya
pasienmemeriksakankehamilankebidan,
dandidiagnosismengalamikistaovariumdaripemeriksaan USG
olehbidantersebut
PadaAgustus 2014, di RSPAD pasiendiperiksa USG
kembaliolehdr.Judi, Sp.OGdandidapatkanhasilberupakistaukuran
diameter

Padabulan September akhirsaatkontrolkehamilan, pasien di USG


kembalidandidapatkanhasilpemeriksaanhamildengankista diameter
ukuran, sejaksaatitupasienmendapatkanterapi Dexamethasone
12mg disuntikkankeototselama 2 hari, sertaobatpenghilang rasa
sakit, dan tablet besi.

Pada umur kehamilan sekitar 31 minggu pasien menyatakan nyeri


perut kiri bawah dan mules-mules, pasien diperiksa USG dan CTG,
namun keesokan harinya pasien pulang dan disuruh datang
seminggu lagi. Pasien mendapat pengobatan anti nyeri saat pulang,
dan direncanakan untuk terminasi kehamilannya pada usia
kehamilan 34 minggu dikarenakan kista yang sudah semakin
membesar.

Mules-mules dan nyeri


perut bawah 6 jam SMRS,
dan dirasakan sejak
kehamilan menginjak 5
bulan, mengaku
kehamilannya lebih besar
sejak 1 bulan pertama

KISTA
OVARIU
M

Pemeriksaan
USG oleh
bidan
KISTA
OVARIUM
KIRI

Merupakan kantong yang berisi


cairan sebagai akibat dapat
terjadinya pembesaran ovarium
yang bersifat fungsional dan
disfungsional

Dapat berupa
kistik, padat,
campuran.
Bersifat
neoplastik
maupun nonneoplastik

KLASIFIKASI
Kista ovarium nonneoplastik
Kista folikel
Kista korpus luteum
Kista teka lutein

Kista ovarium
neoplastik jinak
Kistik
Kistoma ovarii
simpleks
Kistadenoma ovarii
serosum
Kistadenoma ovarii
musinosum
Kista dermoid

Solid
Fibroma ovarii
Tumor Brenner

Insiden:
Ditemukan sebesar
7% dari populasi
wanita di Indonesia
Hampir 85%
bersifat jinak

Faktor resiko (pada


pasien)
Kehamilan -->
pada trimester
kedua, saat kadar
hCG tertinggi

Riwayat Haid :
Menarche : 12
tahun.
Siklus : 28
hariteratur.
Lamanya : 7 hari.
Keluhan saat haid :
terdapat nyeri setiap
haid, namun hilang
bila minum obat anti
nyeri.

Riwayat
KB :
Pasien pernah
menggunaka
n KB suntik
selama 5
tahun, tidak
ada keluhan
lain pada saat
itu.

Riwayat
Pernikahan :
Menikah satu
kali, saat
pasien usia 20
tahun dan
usia suami 33
tahun.

Riwayat Obsetri
G2P1A0
Hamil pertama pada tahun 2007 dan lahir
anak pertama tahun 2008, jenis persalinan
SC di RS Thamrin Cilengsi, atas indikasi
janin terlilit tali pusat, saat usia kehamilan
38 minggu, BBL: 3300gr, PBL: 49cm, JK: P
Riwayat Abortus : disangkal oleh pasien.
Hamil ini

Riwayat Penyakit Dahulu


:
Riwayat
Hipertensi :
Disangkal.
Riwayat Penyakit Jantung
: Disangkal.
Riwayat Diabetes Melitus
: Disangkal.
Riwayat
Asma
:
Disangkal.
Riwayat
Alergi
:
Disangkal.
Riwayat Operasi
:
SC 1x saat melahirkan
anak pertama

Riwayat
Penyakit
Ginekolog
i : (-)

Riwayat
Penyakit
Keluarga:
Riwayat Hipertensi :
Ibu.
Riwayat
Penyakit
Jantung : Disangkal.
Riwayat
Diabetes
Melitus
:disangkal
Riwayat Asma :
Disangkal.
Riwayat Alergi :
Disangkal.

Resume Anamnesa
Usia pasien 29th -> predisposisi penderita kista
ovarium dgn 50% penderita berusia 30-50th
Didapatkan keluhan berupa gejala klinis dari
kista ovarium :
Perut terasa lebih membesar sejak kehamilan
trimester pertama
Nyeri -> saat torsi kista/penekanan
Penekanan terhadap vesika atau rektum ->
gangguan dalam BAK & BAB

Riwayat ibu dengan hipertensi tidak


mempengaruhi kejadian kista ovarium

PEMERIKSAAN

Pemeriksaan Fisik

(27 Oktober 2014)

Status Generalis
Keadaaan Umum : Tampak sakit sedang
Kesadaran : Compos mentis
Tinggi Badan : 168 cm Berat Badan : 92
kg
IMT : 32,85 kg/m2
Tekanan Darah : 110/70 mmHg.
Nadi : 82 x/menit.
Suhu Tubuh : 36.3 0C.
Pernapasan : 20 x/menit.

Kepala : Normocephal.
Mata: Konjungtiva pucat -/-, sklera ikterik
-/-, mata cekung (-)
THT : Dalam batas normal, mukosa bibir
tidak
kering.
Leher : Tidak ada pembesaran KGB, tiroid
tidak teraba.
Dada : Mammae simetris saat statis dan
dinamis, retraksi (-)

Paru : Suara nafas dasar vesikuler +/+,


rhonki -/-, wheezing -/-.
Jantung: Bunyi jantung I-II murni regular,
murmur (-), gallop (-).
Abdomen : membesar simetris, supel, bising
usus (+) 4x/menit
Ekstremitas : akral hangat, turgor kulit baik,
capillary refill <2detik,
edem (-) reflex (+)

Status Obstetri
Periksa Luar
I : V/U : Tenang, perdarahan aktif (-)
Inspekulo vagina : Tidak dilakukan
Periksa dalam : Portio kenyal, letak
posterior, tebal 2 cm, dilatasi 2cm, hodge
II, ketuban positif.
Pelvimetri Klinik: Tidak dilakukan

Hasil dari pemeriksaan fisik


Pada pasien
:
Untuk menegakkan
diagnosis
kista
Dalam
ovariumbatas normal, dari
Pada palpasi
ditemukan
tumor rongga
periksa
dalam
juga tidak
abdomen bagian depan ukuran >5cm
teraba
tumor
di
parametrium,
Periksa dalam -> letak tumor
atau
kavum douglas.
parametrium
kiri atau kanan, atau dapat
mengisi
kavum douglasi.
Dari
Pemeriksaan
Obstetri
Konsistensi kistik, mobile, dan
juga
menyimpulkan
bahwa
permukaan umunya rata.
pasien belum inpartu

Ultrasonografi (20 Agustus 2014)


G2P1 Hamil 23minggu dengan kista ;
Janin: presentasi kepala, tunggal, hidup ; Plasenta:
normal, korpus depan, grade I ; Amnion: volume
cukup ; Biometri: sesuai dengan kehamilan
23minggu
Lain-lain: neoplasma kistik ovarium sinistra,
multilokuler dengan bagian padat 13x9x12cm
(130cc)
Penilaian :
Hamil 23 minggu, janin tunggal, hidup, aktifitas baik
Neoplasma ovarium kistik kiri, adanya malignansi belum
dapat disingkirkan

Ultrasonografi (29 September 2014)


G2P1 Hamil 28/29 minggu dengan kista ;
Janin: Presentasi kepala, tunggal, hidup ; Plasenta: di korpus depan,
grade II ; Amnion: Volume cukup ; Biometri: BPD 71mm, HC 279mm, AC
247mm, FL 54mm, HL 48mm, TJB 1355gr, sesuai kehamilan 28minggu ;
BJJ: 144 x/m, teratur, FCV normal ; Aktivitas janin: baik ;
Lain-lain: Neoplasma kistik ovarium sinistra, multilokuler dengan bagian
padat 206x196x198mm (vol.710cc) RI 0.35
Penilaian :
Hamil 28minggu, janin tunggal, hidup, aktifitas baik
Neoplasma ovarium kistik kiri, adanya malignansi belum dapat
disingkirkan
SARAN :
Pematangan paru : Injeksi Dexametasone 12mg (IM) dalam 2 hari
Konsultasi dengan Sp. OG (K)onk

Ultrasonografi 16
Oktober 2014
USG Evaluasi (poli onko) :
Tampak massa mulai dari daerah posterior serviks
meluas ke abdomen kiri bawah sampai ke daerah
pelvis
Massa kistik multilokuler, asites (-), janin tunggal,
hidup, presentasi kepala, gerak janin aktif.
Hasil diskusi dengan dr. Finekri, Sp.OG, dr. Toto
Sp.OG, dr. Indang Sp.OG --> Terminasi kehamilan
pada usia kehamilan 34minggu, Pemberian
pematangan paru, Rencana : Laparotomi VC

Ultrasonografi 18
Oktober 2014
Tampakmassakistikpadaovariumkirim

ultilokulerdenganbagianpadatberdia
meter

Ultrasonografi 27
Oktober 2014
Diagnosis klinis : G2P1 hamil 32-33 minggu dengan
kista ovarium kiri, suspek malignansi
Keadaan teknis : Baik
Janin : presentasi kepala tunggal hidup
Plasenta : impantasi pada korpus anterior, tidak ada
tanda perkrekta
Amnion : single pocket, cairan cukup (33mm)
Biometri : BPD : 83.1 mm / HC : 300 mm / AC : 299
mm / FL : 640 mm / TBS : 2311 grams, sesuai dengan
33 minggu.
Jantung : 4 chamber view tampak normal, katup
jantung normal, denyut jantung janin regular.

Doppler : gelombang arteri umbilikalis tampak


normal, RI : 0.594 / SDAU : 2.46
Anomali : tidak tampak kelainan kongenital mayor
Maturitas : gerak janin baik
Lain-lain : neoplasma kistik ovarium kiri,
multilokuler ukuran 224mm x 193mm x 188mm
Kesimpulan : janin presentasi kepala tunggal hidup
sesuai dengan biometri 33 minggu dengan
neoplasma multikistik ovarium kiri, suspek
malignansi belum dapat disangkal.
Rencana : observasi, rencana SC semi Cito dengan
Laparotomi VC tanggal 29-10-2014

USG untuk Kista Ovarium

Pada pasien :
Menentukan letak
danpemeriksaan
batas tumor
Ditemukan
pada
kistik atau solid, cairan bebas dalam
massa
kistik
ovarium
kiri
,
rongga abdomen ada atau tidak.
multilokuler,
dan
semakin
Kista simpleks ->
unilokular,
dinding
tipis, satu cavitas
tidak
terdapat internal
membesar
setiap
pemeriksaan
echo
->
biasanya
kista
tidak
ganas,
USG berkala.
merupakan kista fungsional, kista luteal.
Secara
klinis->
kista
bentuk
Kista kompleks
multilokular,
dinding
multilokuler
kista menebal,harus
terdapatdianggap
papul dalam
lumen ->neoplasma
biasanya maligna,
atau
sebagai
ovarium
mungkin benigna
ganas.

Kardiotopografi, tanggal 18 Oktober 2014

Diagnosis Ibu : G2P1 hamil 31 minggu, JPKTH,


BSC 1x, dengan Neoplasma Ovarium Kistik
Multilokuler Kiri Suspek Malignansi
Diagnosis Janin : Biometri sesuai 31 minggu,
tunggal, hidup, presentasi kepala, gerak aktif
Denyut Jantung Janin : Frekuensi dasar : 135
dpm / Variabilitas : Moderat (5-25 dpm) /
Akselerasi (+) / Deselerasi (-)
Diagnosa KTG : Kategori I

Kardiotopografi, tanggal 28 Oktober 2014


Diagnosis Ibu : G2P1 hamil 32-33 minggu, dengan
Neoplasma Kistik Multilokuler Ovarium Kiri suspek
Malignansi
Diagnosis janin : Janin tunggal hidup presentasi
kepala
Denyut Jantung Janin : Frekuensi dasar : 140dpm /
Variabilitas : Moderat (5-25 dpm) /Akselerasi (+) /
Deselerasi (-)
Kontraksi Uterus : tidak ada / konfigurasi : baik / tonus
dasar : 20 mmHg
Gerak Janin : 10x dalam 30 menit
Diagnosa KTG : Kategori I

Pemeriksaan Laboratorium
28 Oktober 2014 (09.00 WIB)

Diagnosa Kerja
Ibu

G2P1 Hamil usia 32-33 minggu,


dengan Neoplasma Kistik Multilokuler
Kiri, Suspek Malignansi, dengan
riwayat SC 1x, belum inpartu.
Janin
Janin presentasi kepala tunggal hidup

Kista Ovarium dalam


Kehamilan
Biasanya terdiagnosa pada
pemeriksaan USG rutin dalam
kehamilan.
Observasi kista dilakukan apakah
kista bertambah besar atau tidak
pada pemeriksaan selanjutnya

Komplikasi
Komplikasi yang dapat terjadi diantara
lain :
Bila tumor cukup besar -> mendesak uterus,
menghambat perkembangan janin ->
abortus, partus prematurus.
Menyebabkan kelainan letak janin ->
mempengaruhi proses persalinan
Nyeri tajam bila terjadi torsi, atau isi kista
pecah akan menyebabkan gejala mirip akut
abdomen

Diagnostik

Rencana

Observasi tanda vital, HIS, dan DJJ


USG serial
CTG
Cek DL, UL, GDS, OT/PT, Ur/Cr, LDH, Au, Alb
Observasi tanda nyeri
Konsultasi antar Departemen untuk persiapan SC
(Anestesi, kardiologi, Perinatologi)

Tindakan
Terminasi Kehamilan -> Rencana SC dilanjutkan dengan
Laparotomi VC

Terapi
As. Mefenamat 1x500mg (bila perlu)

Tatalaksana
Kehamilan dengan Kista Ovarium
Pendekatan Wait and See -> melakukan USG
serial untuk melihat perkembangan kista dan
janin.
Pembedahan -> pilihan utama untuk kista
ovarium, jika kista besar (> 5cm) yang menetap,
atau semakin membesar, dilakukan jika usia
kehamilan diatas 14 minggu.
Bila kista makin membesar sesuai usia
kehamilan -> gejala klinis memberat ->
pertimbangan resiko akibat kista pada kehamilan
-> Mempersiapkan kelahiran prematur ->
pertimbangan janin -> pemberian terapi
pematangan paru

Pada
pasien: kehamilan
Pertimbangan
terminasi

Menghindari terjadinya komplikasi akibat


kista
dalam kehamilan
-> kista dengan
Maternal
Janin
diameter
19cm,
ibu mengeluhkan
selalu
Kardiovaskular:
TD diastolik
Pertumbuhan janin
tidak terkontrol > 110 mmHg
terhambat
melalui
nyeri,
akibat
torsi
dari
kista,
dan
Perdarahan retinal atau
ablatio retina
penekanan
ke uterus. USG dengan tanda
gawat janin
Ginjal: gangguan fungsi,
Uterus
terdesak oleh kista
yang
semakin
oligouria, peningkatan
Oligohidroamnion
kreatinin serum, proteinuria
membesar
-> menyebabkan
kontraksi
Profil biofisik
<6
>3g/24jam
kejang, koma,
amaurosis,
uterus
-> Kista
menutupi
jalan
lahir ->
Solutio
plasenta
gangguan pengelihatan
Doppler arteri
kegawatan
janin
Trombosit <100.000/mm3
umbilikalis
absent
Hepar: SGPT
SGOT
meningkat
Janin
telah
dianggap
viable
untuk
2x, nyeri ulu hati kanan atas
atau reversed
dilahirkan karena sebelumnya sudah
Paket pelatihan
pelayanan obsetriparu
neonatal(usia
emergensi dasar., 2008
diberikan
pematangan

Pematangan Paru
Dosis dan cara pemberian :
Dexamethasone 6mg IM 4x/12jam, atau
Betamethasone 12mg IM 2x/24jam

Indikasi
Penggunaan kortikosteroid saat antenatal usia
kehamilan 28-32minggu -> persalinan
preterm, perdarahan antepartum, premature
ruptur of the membran (PROM)

Kontraindikasi
Infeksi uterin

Waktu pemberian
Paling baik usia kehamilan 30-32minggu

Prognosis
Ibu
Quo ad vitam
: Dubia ad Bonam
Quo ad functionam : Dubia ad Bonam
Quo ad sanationam : Dubia ad Bonam

Janin : Dubia ad bonam

PERKEMBANGAN PASIEN

Ny.R
S
27-10-2014 Pasien
16.00
baru
masuk
ruang
rawat
obstetri
lt.1
(rencana
SC tgl.
29/10/14)
Gerak janin
aktif,
mules(-),
mual(-),
muntah(-),
nyeri perut
kiri bawah
(+) skala 1

O
KU Baik,
compos
mentis, T:
110/70mmHg,
N: 80x/m,
S:36,5 P:
20x/m
Status
generalis: dbn
Status lokalis:
Palpasi :
TFU:30cm,
Kontraksi
uterus(-), DJJ
(+) 140bpm,
nyeri tekan
perut kiri
bawah(+)
skala 1,
Inspeksi : V/U
tenang,
pervaginam
(-), blood(-),

A
G2P1 hamil
32-33
minggu, BSC
1x, JPKTH
NOK suspek
malignansi
(belum
dapat
disangkal

P
Observasi
tanda vital,
kontraksi
uterus, DJJ,
dan awasi
adanya
perdarahan,
nyeri perut
Obat anti
nyeri bila
perlu (as.
Mefenamat
1x500mg)

Ny.R
Ny.R
Ny.R

A
S SS
OO
P
O
A A
PP
menerima
Hasil Lab baik,
G2P1
28-10JPKTH,
Hemodinamik ibu

CTG
28-10-2014
Gerak
janin
KU
Baik,
G2P1
28-10hasil Lab frek.dasar:140dpm,
semua dalam batas hamil 32dan
janin baik.
Dilakukan
Kategori
I
06.00
aktif,
compos
mentis,
hamil
322014
darah
normal. moderat,
33
2014
variabilitas:
Observasi: tanda
09.00
pemeriksaan

mules(-),
T:
33

akselerasi(+),deselerasi( minggu, vital, kontraksi


18.00
CTGmual(-),

100/80mmHg,
minggu,
Rencanaawasi
SC
BSC 1x, uterus,DJJ,
-), gerak janin

muntah(-),
N:
84x/m,
BSC
1x,
dilanjutkan
nyeri
mules(-), 10x/30menit,
KU Baik, compos
JPKTH, perdarahan,

nyeri perut
S:36,3
20x/m JPKTH
Laparotomi VC
konfigurasi
mentis,P:T:
Pasca perut
14.00 (visite Dr. keluar air- kontraksi(-)

kiri
Status
tonus dasar N: NOKPematan besok pukul
Indang )
air(-), gerakbaik,
130/80mmHg,
10.00
insisi
20mmHg
Gerak
janin
G2P1
Laporoperasi:
bawah(-),
generalis:
dbn
suspek
janin aktif
86x/m,
gan ParuPersiapan
mediana
Status lokalis:
katif, nyeri
hamil 32-konsul
dr.Finekri,Sp.O
malignansi
22.00
demam(-),
S:36,3 P: 20x/m
NOK
Informasikan
anestesiologi,
perut kiri
33
G : diberikan
Palpasi
:
(belum
nyeri perut KUStatus
generalis:
suspek kardiologi,perinatolo
pada Perinatologi
Baik,
compos
mentis,
bawah(+),
minggu,
Nifedipine
TFU:30cm,
dapat
untuk standby
saat malamT: 150/90mmHg,
dbn
malignangi, onkologi
N:
mules(-)
BSC 1x,
1x10mg PO,
Kontraksi
disangkal)
Persiapan
darah
Status
lokalis:
88x/m,
S:36,3
P: 20x/m
hari
si (belumginekologi
(lapor
ke
JPKTH
atasi
nyeri

uterus(-),
DJJ
(+)
untuk transfuse
Palpasi
: TFU:30cm,
Status
generalis:
dbn
dapat dr.Indang,Sp.OG)
as.mefenamat
144bpm,
nyeri
PRC
1000cc
Kontraksi
uterus(-),
DJJ NOK
Status
lokalis:
Diagnostik:
cek DL,
disangkal
8-10
jam
(+) 144bpm,
suspek BT,Puasa
1x500mg
PO
tekan
perutnyeri
kiri
Palpasi
: TFU:30cm,
CT, PT,
APTT,
)
sebelum
operasi
tekan perut
kiri DJJ
Kontraksi
uterus(-),
Persiapan
transfusi:
malignans
Hasil skin
test
bawah(-),

Inj.
bawah(-),
(+)Inspeksi
146bpm,: nyeri
1000cc gol.O
(-)
V/U tekan i (belum PRCProfilaksis:
Ceftriaxone
Inspeksi
: V/U tenang, dapat
perut
kiri bawah(+)
Rh(+)
tenang,
1x2gr (IV)
pervaginam
(-),
skala
1,
Persiapan
kolon:
disangkal)
pervaginam
(-),
30menit
sebelum
blood(-),
slime
(-), air
Inspeksi
: V/U
tenang,
pasien
makan
bubur
blood(-),
slime
operasi
(-)
pervaginam
(-), blood(-),
kecap
(-), (-),
airair
(-)(-)
Edukasi
pasien
slime
Skin
test (dilakukan)
dan keluarga

Observasi: tanda vital, kontraksi


Ny.R
S
O
A
P
Ny.R
S
O
A
P
uterus,DJJ/jam, awasi perdarahan, nyeri
29-10-2014
gerak janin KU
Baik,Operasi G2P1
hamil
Selesai
P2A0 post
Instruksi Post
perut
06.00
aktif, nyeri
compos mentis, 32-33
minggu, Laparotomi
14.00
SC+Laparoto
Rencana
bertambah terminasi
T:
BSC
1x,
kehamilan
dan
mi VC
a/iJPKTH,
NOK,
SOS:
bila
120/90mmHg,
Pasca
BSC 1x, pasca Observasi
pengangkatan
tumor:
SC hari ini tanda
pukul
bergerak,
N: 76x/m,
Pematangan
pematangan
vital,
mules(-)
S:36,3 P: 20x/m
Paru
paru
10.00
dilanjutkan
Laparotomi
VCFosmicin
dengan
Status
NOK suspek
1x2gr (IV), Coinsisi mediana,
generalis: dbn
malignansi
Amoxiclav
Status lokalis:
(belum dapat 3x1, Profenid
Persiapan operasi:
marking
Palpasi :
disangkal)
sup 3x1, Cek
operasi(dilakukan),
konfirmasi dengan
TFU:30cm,
DL besok pagi
Kontraksi
perinatologi,
persiapan darah PRC
uterus(-), DJJ (+)
140bpm, nyerinifedipin 1x10mg PO,
1000cc, pemberian
tekan perut kiri
Ceftriaxonebawah(-),
1x2gr (IV) 30menit sebelum
Inspeksi : V/U
operasi
tenang,
29-10-2014
(10.30)
pervaginam
(-),
KU: Baik,
CM,
HD
stabil
blood(-), slime

(-), air (-)


Pasien diantar ke OK sentral

Laporan Pembedahan
Pembedahan dr.Finekri, Sp.OG

Diagnosa Prabedah : G2P1 hamil 32 minggu


dengan NOK sinistra Suspek Maligna

Tindakan Pembedahan : Sectio Saecarea


Transperitoneal dilanjutkan dengan
Laparotomi VC

Diagnosa Pasca Bedah : P2 Post Sectio


Saecarea Transperitoneal

Uraian:
Pasien terlentang diatas meja operasi
dengan spinal anastesi
Aseptic antiseptic daerah operasi dan
sekitarnya
Insisi mediana hingga setengah pusat
dan processus xiphoideus
Begitu peritoneum dibuka tampak
uterus gravidus, terdapat perlekatan
dinding depan uterus dengan dinding
abdomen dengan massa kistik mengisi
seluruh rongga abdomen
SBU disayat tajam, ditembus tumpul
dan dilebarkan secara tajam
Dengan melahirkan kepala, lahir bayi
perempuan 2050 gram, 43cm, apgar
score 9/10, 32 minggu.
Plasenta lahir spontan, lengkap.
SBU dijahit 2 lapis dengan vicryl
Tindakan Laparotomi VC dilanjutkan
oleh dr. Indang, Sp.OG

Komplikasi : hipotensi

Pembedahan dr. Indang, Sp.OG

Diagnosa Prabedah : G2P1 hamil 32


minggu dengan NOK sinistra Suspek
Maligna

Tindakan Pembedahan : Sectio


Saecarea Transperitoneal dilanjutkan
Salpingoovorektomi Sinistra

Diagnosa Pasca Bedah : Tumor


Ovarium Jinak

Uraian :
Setelah SBU dijahit, tindakan
dilanjutkan dengan eksplorasi
massa kistik diameter 30cm
berasal dari Ovarium kiri,
permukaan licin
Dilakukan SOS -> VC,hasil jinak.
Dilakukan adhesiolisis dinding
depan uterus dengan dinding
abdomen, pada eksplorasi tuba
dan ovarium kanan tidak tampak
kelainan. Dinding abdomen,
hepar, lien licin.
Perdarahan minimal, dinding
abdomen dijahit lapis demi lapis

Komplikasi : hipotensi

Asal Jaringan : NOK suspek


Laporan
Maligna Hasil VC
Makro : diterima 2 kantung
jaringan
Tanpa keterangan, berisi satu
jaringan kenyal, warna putih
kemerahan, pada
pembelahan terlihat struktur
multilokuler, tampak cairan
kental, jernih, tampak
jaringan tuba dengan
diameter 1cm, panjang
6.5cm, lumen sempit
Plasenta tidak di VC
Mikro : kistadenoma musinosum
ovarium, tidak tampak tanda

Ny.R
Ny.R
29-10-2014
29-10-2014
18.30
15.30

S
S
Pasien
Pasien
tiba
tiba di
di
bangsal
HCU dari
Obstetri
OK sentral
lt.1
Kedinginan,
Nyeri
sudahluka
bisa
operasi
(VAS
miring kiri3),
kanan,
perdarahan
mual(-),
aktif(-),
muntah(-)
mual(-),
muntah(-),
demam(-)

O
O

A
A

PP

KU
P2A0
KU Baik,
Baik,
P2A0 post
post
Target: HD
compos
mentis,
SC+Laparoto
compos mentis, SC+Laparoto stabil,
T:
T: 108/60mmHg, mi
mi VC
VC a/i
a/i NOK,
NOK, Observasi
108/60mmHg,
BSC
N: 76x/m,
BSC 1x,
1x, pasca
pasca TTV, awasi
N:
76x/m,
pematangan
S:36,3 P: 18x/m pematangan
perdarahan,
S:36,3
P:
18x/m
paru
Status
paru
kontraksi
Status
generalis: dbn
uterus baik,
generalis:
dbn
Status lokalis:
Cek DL cito
Status
lokalis:
Palpasi : TFU
(dikerjakan),
Palpasi
: TFU
3jari bawah
vulva hygiene,
3jari
bawah
pusat,
Kontraksi
mobilisasi
pusat,
Kontraksi
Target:
uterus baik,
bertahap,
uterus
baik,
skala nyeri 1,
atasi nyeri
HD stabil: obs.TTV,
kontraksi
uterus,
skala
nyeri
1,
Inspeksi
: V/U
profenid sup
tenang, : V/U
1x
perdarahan, nyeriInspeksi
tenang,
pervaginam (-),
pervaginam
(-),
Cegah infeksi: Fosmicin
1x2gr
(IV), Colochea rubra(+),
lochea
luka
oprubra(+),
tidak
Amoxiclav 3x1tabluka
PO
op
tidak
ada rembesan,
29-10-2014 (17.15) Hasil ada
rembesan,
pemeriksaan
Cegah nyeri
(VAS
<4)
: Profenid
sup 3x1
terpasang
DHematologi terpasang
Dcath, produksi
Rutin
:
Semua
Dalam
Batas
Asuhan post SC: FC
1x24jam,
Hygiene V/P,
cath,
produksi
urin(+),
Normal
urin(+),

Ny.R
30-10-2014
06.00

S
Nyeri luka
operasi,
demam(-),
mual(-),
mules(-)

O
KU Baik,
compos mentis,
T:
110/70mmHg,
N: 82x/m,
S:36,3 P: 18x/m
Status
generalis: dbn
Status lokalis:
Palpasi : TFU
Jam 17. 00
2jari bawah
Hasil Lab Hematologi
Rutin:
pusat,
Kontraksi
baik,
Hb:9.9g/dl, Ht:30%,uterus
nyeri(+) skala
RBC:3.6jt/L
nyeri 4,
Inspeksi : V/U
Pemberian Anti-Anemia:
SF 1
tenang,
pervaginam (-),
tab (PO)
lochea rubra(+),
luka op tidak
ada rembesan,
terpasang Dcath, produksi
urin(+),

Jam 20.15
Kateter Epidural Aff

A
NH-1 pada
P2A0 post
SC+Laparoto
mi VC a/i NOK,
BSC 1x

P
Target HD
stabil:
observasi
tanda vital,
awasi
perdarahan,
awasi nyeri
Atasi infeksi:
Fosmicin 1x2g
(IV), Coamoxiclav 3x1
PO
Atasi nyeri:
Profenid supp
3x1
Rencana
Diagnostik:
cek DPL
Asuhan post
SC: mobilisasi
bertahap, aff
kateter,
hygene
vulva/perineu

Ny.R
31-10-2014
06.00

S
Nyeri luka
bekas
operasi,
demam(-),
mual(-),
mules(-)

KU Baik,
NH-2 pada
compos mentis, P2A0 post
T:
SC+Laparoto
110/70mmHg,
mi VC a/i NOK,
N: 82x/m,
BSC 1x
S:36,3 P: 18x/m
Status
generalis: dbn
Status lokalis:
Palpasi : TFU
2jari bawah
pusat, Kontraksi
Jam 07.45
uterus baik,
Diskusi dengan dr.Indang,
Sp.OG dan
nyeri(+) skala
dr.Finekri, Sp.OG nyeri 4,
Inspeksi : V/U
Setuju diganti obat tenang,
oral: Cefadroxil
pervaginam (-),
2x500mg, Nat.Diklofenak
3x50mg
lochea rubra(+),
luka op tidak
HD stabil boleh pulang
ada rembesan,

P
Target HD
stabil:
observasi
tanda vital,
awasi
perdarahan,
awasi nyeri
Atasi infeksi:
Fosmicin 1x2g
(IV), Coamoxiclav 3x1
PO
Atasi nyeri:
Profenid supp
3x1
Cegah anemi:
SF 2x1 tab
(PO)

Resume Pulang 31-10-2014


S: Nyeri luka operasi (+)
O: KU baik compos mentis, T: 120/70mmHg, N: 80x/m, S:36 oC P: 20x/m
Status generalis: dbn
Status obsetrik: TFU 2 jari dibawah pusat, kontraksi baik I v/u
tenang,perdarahan aktif (-)

A: Nifas Hari II, P2 post SC atas indikasi BSC 1x dengan NOK suspek
maligna
P : Pasien dipulangkan dengan keadaan baik, dinyatakan bisa rawat
jalan, direncanakan kontrol untuk tanggal 03-11-2014.
Terapi pulang :
Cefadroxil tab 2x500mg/hari
Natrium diklofenat tab 3x50mg/hari
Sulfas Ferosus tab 2x/hari

Terimakasih