Anda di halaman 1dari 39

AKUNTANSI

ASET
TETAP
1/26/15

4. Muhammad Fakhrurrozi
1. Alharis Tagora
2. Emir Fahreza Zarnedi

5. Rizky Bagoes Alam


6. Wisanggeni Sholata Sya

3. Juni Anggraini Siregar


Kelas 7-A STAR

Agenda
1.
Definisi dan
Klasifikasi

2.
Pengakuan dan
Pengukuran

4.
Akuntansi
Penyusutan

3.
Pengeluaran
Setelah
Perolehan

5.
Akuntansi
Penghentian/
Penghapusan

Tujuan Pembelajaran
Mampu
menjelaskan
perlakuan
akuntansi penyusutan aset tetap dan
penghentiannya.

1. DEFINISI DAN
KLASIFIKASI

Definisi Aset Tetap


Berdasarkan PMK No.219/PMK.05/2013 tentang Kebijakan
Akuntansi Pemerintah Pusat
Aset Tetap adalah aset berwujud yang mempunyai masa
manfaat lebih dari 12 (dua belas) bulan, untuk digunakan
atau dimaksudkan untuk digunakan dalam kegiatan
pemerintah atau dimanfaatkan oleh masyarakat umum.

Klasifikasi Aset Tetap (1-3)


1. Tanah
6. KDP

5. Aset
Tetap
Lainnya

Title in
here

2.
Peralatan
& Mesin
3. Gedung
&
Bangunan

4. Jalan,
Irigasi & Jalan

Klasifikasi Aset Tetap (2-3)


1.Tanah

2.Peralatan dan Mesin

3.Gedung dan Bangunan

Tanah yang diperoleh dengan maksud untuk


dipakai dalam kegiatan operasional pemerintah
dan dalam kondisi siap pakai. Termasuk dalam
klasifikasi tanah ini adalah tanah yang
digunakan untuk gedung, bangunan, jalan,
irigasi, dan jaringan.
Mencakup mesin-mesin dan kendaraan
bermotor, alat elektronik, inventaris kantor, dan
peralatan lainnya yang nilainya signifikan
(memenuhi batasan nilai satuan minimal
kapitalisasi) dan masa manfaatnya lebih dari
12 bulan dan dalam kondisi siap pakai.
Gedung dan bangunan mencakup seluruh
gedung dan bangunan yang diperoleh dengan
maksud untuk dipakai dalam kegiatan
operasional pemerintah dan dalam kondisi siap
dipakai.

Klasifikasi Aset Tetap (3-3)


4. Jalan, Irigasi, dan Jaringan
Mencakup jalan, irigasi, dan jaringan yang dibangun oleh pemerintah serta dimiliki dan/atau
dikuasai oleh pemerintah dan dalam kondisi siap dipakai. Jalan, irigasi, dan jaringan tersebut
selain digunakan dalam kegiatan pemerintah juga dimanfaatan oleh masyarakat umum.
5. Aset Tetap Lainnya
Aset tetap lainnya mencakup aset tetap yang tidak dapat dikelompokkan ke dalam kelompok aset
tetap di atas, yang diperoleh dan dimanfaatkan untuk kegiatan operasional pemerintah dan dalam
kondisi siap dipakai.
6. Konstruksi Dalam Pengerjaan (KDP)
Mencakup aset tetap (tanah, peralatan dan mesin, gedung dan bangunan, jalan, irigasi dan
jaringan, serta aset tetap lainnya) yang sedang dalam proses pembangunan namun pada tanggal
laporan keuangan belum selesai seluruhnya.
Konstruksi dalam pengerjaan yang sudah selesai dibuat atau dibangun dan telah siap digunakan
harus segera direklasifikasikan ke salah satu akun yang sesuai dalam pos aset tetap. KDP
dipindahkan ke aset tetap yang bersangkutan setelah pekerjaan konstruksi tersebut dinyatakan
selesai dan siap digunakan sesuai dengan tujuan perolehannya.

2. PENGAKUAN DAN
PENGUKURAN

Pengakuan Aset Tetap

Berwujud;

Mempunyai
masa
manfaat
lebih dari 12
(dua belas)
bulan;

Biaya
perolehan
aset dapat
diukur
secara
handal;

Tidak
dimaksudkan
untuk dijual
dalam
operrasi
normal
entitas; dan

Diperoleh
atau
dibangun
dengan
maksud
untuk
digunakan.

Pengukuran Aset Tetap


Ada dua metode sLm penilaian awal aset tetap pemerintah:

Biaya Perolehan
Nilai wajar pada saat perolehan

Perolehan Aset Tetap Selain Perolehan Normal (12)


Konstruksi Dalam Pengerjaan (KDP)
Pembangunan asset lebih dari satu periode anggaran dilaporkan
sebagai KDP sampai asset siap digunakan.
Perolehan Secara Gabungan
Biaya masing-masing aset tetap secara gabungan ditentukan dengan
mengalokasikan harga bangunan berdasarkan perbandingan nilai
wajar masing-masing aset tetap.
Pertukaran Aset
Aset Donasi

Perolehan Aset Tetap Selain Perolehan Normal (2-2)


Pertukaran Aset

Aset tetap memiliki manfaat dan nilai yang tidak sama > nilai
wajar
Aset tetap memiliki manfaat hingga nilai wajar yang sama > nilai
tercatat setelah melihat indikasi impairment
Aset Donasi

Transfer tanpa syarat ke suatu entitas. Dicatat sebesar nilai


wajar saat perolehan. Perolehan diakui sebagai pendapatan
operasional.

3. PENGELUARAN
SETELAH PEROLEHAN

Setelah aset diperoleh, Pemerintah


masih melakukan pengeluaranpengeluaran yang berhubungan
dengan aset tersebut.
Pengeluaran-pengeluaran tersebut
dapat berupa biaya pemeliharaan,
rehabilitasi, ataupun renovasi.

Dalam IPSAS 17 menyebutkan 3 jenis pengeluaran


setelah perolehan:

cost of dayto-day
servicing

cost of
replacing
parts

cost of
major
inspections

Syarat pengeluaran setelah perolehan atas suatu


aset tetap dapat dikapitalisasi
Dalam Standar Akuntansi Pemerintahan Berbasis Akrual Pernyataan No. 07
Akuntansi Aset Tetap

1. Pengeluaran tersebut mengakibatkan bertambahnya masa


manfaat, kapasitas, kualitas, dan volume aset yang telah
dimiliki
2. Pengeluaran tersebut memenuhi batasan minimum nilai
kapitalisasi aset tetap/aset lainnya.

Berdasarkan Lampiran VII Peraturan Menteri Keuangan nomor


120/PMK.06/2007 tentang Penatausahaan BMN bahwa Nilai
Satuan Minimum Kapitalisasi Aset Tetap adalah pengeluaran
pengadaan baru dan penambahan nilai aset tetap dari hasil
pengembangan, reklasifikasi, renovasi, dan restorasi, meliputi :
1.

pengeluaran untuk per satuan peralatan dan mesin, dan alat


olah raga yang sama dengan atau lebih dari Rp300.000 (tiga
ratus ribu rupiah)

2.

pengeluaran untuk gedung dan bangunan yang sama


dengan atau lebih dari Rp10.000.000 (sepuluh juta rupiah)

Renovasi
Renovasi dapat dilakukan
1. Terhadap semua barang milik dalam
kelompok aset tetap, namun demikian
renovasi terhadap akun tanah dan akun aset
tetap lainnya jarang ditemukan.
2. Apabila aset tetap yang dimiliki dan/atau
dikuasai suatu K/L atau SKPD direnovasi
dan memenuhi kriteria kapitalisasi aset
tetap, maka renovasi tersebut umumnya
dicatat dengan menambah nilai perolehan
aset tetap yang bersangkutan

Berdasarkan obyeknya, renovasi aset tetap di lingkungan satuan


kerja K/L atau SKPD dapat dibedakan menjadi 3 (tiga) jenis, yaitu:

1. Renovasi aset tetap milik sendiri


2. Renovasi aset tetap bukan milik-dalam lingkup

entitas pelaporan
3. Renovasi aset tetap bukan milik-diluar lingkup
entitas pelaporan

4. PENYUSUTAN ASET
TETAP

PENYUSUTAN ASET TETAP


>> IPSAS 17
Each part of an item of property, plant and equipment with a cost that is significant in
relation to the total cost of the item shall be depreciated separately.

>> PP 71 tahun 2010 dan PMK nomor 219/PMK.05/2013


penyusutan adalah alokasi yang sistematis atas nilai suatu aset tetap yang dapat disusutkan
(depreciable aSsets) selama masa manfaat aset yang bersangkutan.

>> Peraturan Menteri Keuangan No 1/PMK.06/2013


penyusutan aset tetap adalah penyesuaian nilai sehubungan dengan penurunan kapasitas
dan manfaat dari suatu aset. Aset tetap yang disusutkan adalah aset tetap yang berada dalam
penguasaan Pengelola Barang dan Pengguna Barang, termasuk yang sedang dimanfaatkan
dalam rangka pengelolaan BMN.

TUJUAN PENYUSUTAN ASET TETAP


menyajikan nilai Aset Tetap secara wajar sesuai
dengan manfaat ekonomi aset dalam laporan
keuangan pemerintah pusat

mengetahui potensi BMN dengan memperkirakan


sisa Masa Manfaat suatu BMN yang masih dapat
diharapkan dapat diperoleh dalam beberapa tahun
ke depan

memberikan bentuk pendekatan yang lebih


sistematis dan logis dalam menganggarkan belanja
pemeliharaan atau belanja modal untuk mengganti
atau menambah Aset Tetap yang sudah dimiliki

OBJEK PENYUSUTAN ASET TETAP


>> PMK no 1/PMK.06/2013
gedung dan bangunan
peralatan dan mesin
Jalan, Irigasi dan Jaringan
Aset tetap lainnya berupa aset tetap renovasi dan alat
musik modern.

ASET TETAP YANG TIDAK


DISUSUTKAN
Aset tetap yang memilIki masa manfaat Tak terbatas

(contoh: tanah)
Aset tetap yang dinyatakan hilang berdasarkan
dokumen sumber yang sah dan telah diusulkan kepada
pengelola barang untuk dilakukan penghapusannya
Aset tetap dalam kondisi rusak berat dan/atau usang
yang telah diusulkan kepada pengelola barang untuk
dilakukan penghapusannya

Metode penyusutan
Sesuai PMK 219/PMK.05/2013 dan PMK 1/PMK.06/2013, penyusutan
aset tetap pemerintah dilakukan dengan menggunakan metode
garis lurus
mengalokasikan nilai yang dapat disusutkan dari Aset Tetap secara
merata setiap semester selama Masa Manfaat
Penentuan nilai yang dapat disusutkan dilakukan untuk setiap unit
Aset Tetap tanpa ada nilai residu

Perbaikan aset tetap


Renovasi >> kegiatan penambahan, perbaikan dan/atau penggantian bagian

aset tetap dengan maksud meningkatkan masa manfaat, kualitas dan/atau


kapasitas
Restorasi >> kegiatan perbaikan aset tetap yang rusak dengan tetap

mempertahankan arsitekturnya
Overhaul >> kegiatan penambahan, perbaikan, dan/atau penggantian bagian

peralatan mesin dengan maksud meningkatkan masa manfaat, kualitas, dan /


atau kapasitas
Perbaikan aset tetap dapat menambah masa manfaat, kualitas atau kapasitas
aset tetap yang bersangkutan.
>> Keputusan Menteri Keuangan No: 59/KMK.6/2013 tentang Tabel Masa
Manfaat dalam rangka penyusutan BMN berupa Aset Tetap pada Entitas
Pemerintah Pusat

Akuntansi penyusutan berbasis kas


menuju akrual
entitas pelaporan tidak menyusun laporan operasional
besarnya penyusutan untuk setiap tahun akan diperlakukan
dengan mendebit akun Diinvestasikan dalam aset tetap dan
mengkredit akun Akumulasi Penyusutan
Akun Diinvestasikan dalam aset tetap adalah akun ekuitas
sehingga jika akun ini didebit berarti mengurangi jumlah ekuitas
akun akumulasi penyusutan adalah akun pengurang dari akun aset
tetap sehingga jika akun ini dikredit, maka nilai aset tetap secara
neto telah berkurang
besarnya penyusutan diperlakukan sebagai pengurangan terhadap
aset dan ekuitas.

Akuntansi penyusutan berbasis


akrual
besarnya penyusutan untuk suatu tahun akan dicatat

dengan mendebit akun beban penyusutan


mengkredit akun akumulasi penyusutan

dan

saldo akun beban penyusutan pada akhir tahun akan

dilaporkan sebagai beban operasional dalam Laporan


Operasional (LO)
saldo akun akumulasi penyusutan dilaporkan di neraca

sebagai pengurang dari nilai perolehan aset tetap yang


bersangkutan

5. PENGHENTIAN DAN
PENGHAPUSAN ASET TETAP

PSAP 07 Paragraf 76:


Suatu aset tetap dieliminasi dari neraca ketika dilepaskan atau
bila aset secara permanen dihentikan penggunaannya dan
tidak ada manfaat ekonomi masa yang akan datang.
PSAP 07 Paragraf 77:
Aset tetap yang secara permanen dihentikan atau dilepas
harus dieliminasi dari Neraca dan diungkapkan dalam
Catatan atas Laporan Keuangan.
PSAP 07 Paragraf 78:
Aset tetap yang dihentikan dari penggunaan aktif pemerintah,
tidak memenuhi definisi aset tetap dan harus dipindahkan ke
pos aset lainnya sesuai dengan nilai tercatatnya.

Penghapusan
tindakan menghapus Barang Milik Negara
dari daftar barang dengan menerbitkan
keputusan dari pejabat yang berwenang
untuk membebaskan Pengguna Barang
dan/atau
Kuasa
Pengguna
Barang
dan/atau Pengelola Barang dari tanggung
jawab administrasi dan fisik barang yang
berada dalam penguasaannya

Syarat Penghapusan BMN berupa Tanah dan


Bangunan
1. barang dalam kondisi rusak berat karena bencana alam atau karena
sebab lain di luar kemampuan manusia (force majeure),
2. lokasi barang menjadi tidak sesuai dengan Rencana Umum Tata
Ruang (RUTR) karena adanya perubahan tata ruang kota,
3. sudah tidak memenuhi kebutuhan organisasi karena perkembangan
tugas
4. penyatuan lokasi barang dengan barang lain milik negara dalam
rangka efisiensi
5. pertimbangan dalam rangka pelaksanaan rencana strategis
pertahanan

Syarat Penghapusan BMN SELAIN


Tanah dan Bangunan (1-2), ada 3
1. Memenuhi persyaratan teknis:
1.

secara fisik barang tidak dapat digunakan karena rusak, dan tidak
ekonomis apabila diperbaiki

2. secara teknis barang tidak dapat digunakan lagi akibat

modernisasi
3. barang telah melampaui batas waktu
kegunaannya/kadaluarsa
4. barang mengalami perubahan dalam spesifikasi karena
penggunaan, seperti terkikis, aus, dan lain-lain sejenisnya
5. berkurangnya barang dalam timbangan/ukuran disebabkan
penggunaan/ susut dalam penyimpanan/pengangkutan

Syarat Penghapusan BMN SELAIN


Tanah dan Bangunan (2-2)
2. Memenuhi persyaratan ekonomis, yaitu lebih menguntungkan
bagi negara apabila barang dihapus, karena biaya operasional
dan pemeliharaan barang lebih besar daripada manfaat yang
diperoleh.
3. Barang hilang, atau dalam kondisi kekurangan
perbendaharaan atau kerugian karena kematian hewan atau
tanaman

Cara Penghapusan BMN


(termasuk aset tetap di dalamnya)
PMK 50/PMK.08/ 2014 tentang Penghapusan BMN
1. Pemindahtanganan yakni pengalihan kepemilikan BMN:
Dijual
Dipertukarkan
Dihibahkan
Dijadikan penyertaan modal negara/daerah

2. Penghapusan
3. Pemusnahan
tidak

dapat digunakan, tidak dapat dimanfaatkan, dan tidak dapat


dipindahtangankan
alasan lain sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan
dilakukan dengan cara dibakar, dihancurkan, ditimbun, ditenggelamkan dalam
laut, dan ketentuan yg diatur peraturan perundang-undangan

Terima kasih ...

Tanya Jawab ?
1.

Tanya Jawab ?
1.