Anda di halaman 1dari 31

UPAYA PENGELOLAAN

LINGKUNGAN ( UKL )

UPAYA
PEMANTAUAN
LINGKUNGAN (UPL
)

KEBIJAKAN
LINGKUNGAN
a. Perlindungan Kualitas
air permukaan, air
tanah, air laut, tanah
dan udara
b. Perlindungan Keanekaragaman hayati
c. Stabilitas dan
keamanaan timbunan
batuan penutup, dam
tailing, lahan bekas
tambang
d. Pemanfaatan lahan
bekas tambang
e. Penghormatan atas
nilai sosial dan nilai
budaya setempat

Pengelolaan Erosi
Tujuan dari kegiatan pengelolaan lingkungan terhadap dampak erosi tanah
adalah:
1. Mengurangi luasan daerah yang mengalami erosi

2. Menguragi tingkat erosi permukaan


3. Mengurangi volume tanah pucuk yang tererosi
4. Mempertahankan kualitas dan kuantitas lapisan tanah pucuk
5. Mempertahankan kualitas air permukaan

CURAH HUJAN DI INDONESIA

Curah

Provinsi

Curah Hujan
(mm/tahun)

No.

Nama

1.

Newmont Nusa
Tenggara

NTT

2.515

2.

Kaltim Prima
Coal

Kaltim

2.064

3.

Nusa
Halmahera
Mineral

Maluku Utara

1.944

4.

Adaro

Kalsel

2.070

5.

Freeport

Papua

5.160

hujan merupakan faktor yang


dominan mempengaruhi terjadinya erosi dan
sedimentasi karena pembukaan lahan
Curah hujan tinggi antara 2000 5000 mm

UKL untuk mencegah terjadinya


erosi tanah adalah :
1.

Meminimalkan luas daerah yang akan


terganggu baik untuk pit penambangan
maupunbangunan sarana prasarana
penambangan.

2.

Mempersingkat jangka waktu terbukanya


lahan dengan segera melakukan
pengupasan, penggalian, penimbunan,
reklamasi, dan revegetasi lahan

3. Membuat dan memelihara berbagai fasilitas


pengontrol erosi dan sedimentasi seperti:
diversin ditch (parit pemisah lokasi terganggu
dengan lokasi tidak terganggu), collection ditch
(parit pengumpul erosi dan sedimen), kolam
penampungan, dan lain-lain;
4. Melakukan penimbunan dan pemeliharaan tanah
pucuk dengan baik yang sesuai dengan kaidakaidah yang benar

5. Membuat barrier disekitar stockpile batubara


untuk menghindari terangkutnya butiranbutiran halus batubara ke badan air sungai
oleh air hujan
6. Tumpukan tanah penutup dibuat berjenjang
agar tidak mudah terbawa air hujan dan angin
7. Segera mungkin melaksanakan kegiatan
reklamasi dan revegetasi lahan setelah
penimbunan tanah penutup selesai dilakukan

Pemantauan Erosi
Tujuan pemantauan erosi adalah untuk
mengetahui tingkat erosi tanah yang terjadi
akibat
kegiatan
pertambangan
dengan
efektifitas
dan
keberhasilan
kegiatan
pengendalian erosi tanah yang dilakukan.
Sumber dampak yang akan dipantau sebagai penyebab
dampak erosi dan longsor adalah kegiatan :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Pembuatan jalan dan sarana prasarana penambangan


Pembukaan dan pembersihan lahan
Pengupasan tanah pucuk
Pembongkaran tanah pucuk dan tanah penutup
Penggalian batubara
Penimbunan batubara

UPL untuk mencegah terjadinya


erosi tanah adalah :
1. Mengukur kehilangan lapisan tanah dengan
menggunakan tongkat ukur pada setiap
satuan
2. Pengamatan langsung terhadap bentukbentuk erosi permukaan di wilayah kuasa
pertambangan

3. Menghitung tingkat kekeruhan dan sedimentasi


sungai-sungai yang ada di dalam dan sekitar
tambang.

Pengendalian Erosi dan Sedimentasi


480420
DropStructure

360Channel
LOM
WETWell
Bedding

420Channel

420360LOM
DropStructure
360320LOM
DropStructure

Pengendalian erosi dan sedimentasi melalui teknik vegetatif dan pekerjaan sipil

Pengelolaan Kesuburan Tanah


Tujuan dari kegiatan pengelolaan lingkungan
terhadap dampak kesuburan tanah untuk:
1. Mempertahankan atau mengembalikan tingkat
kesuburan tanah pucuk mendekati kondisi awal.
2. Mengembalikan atau mempertahankan fungsi daya
dukung tanah untuk kegiatan budidaya pertanian.
3. Mempertahankan atau meningkatkan kemampuan
tanah yang akan menunjang tingkat keberhasialan
revegetasi yang akan dilakuakan sesuai dengan
perencanaan yang telah dibuat.

UKL untuk dapat mempertahankan


kesuburan tanah adalah :
1. Penyimpanan tanah pucuk yang tidak terlalu
lama pada tempat penimbunan sementara

2. Jika penyimpanan akan berlangsung cukup


lama, perlu dilakukan pemeliaharaan
dengan menanam cover crop (tanaman
penutup) pada tanah pucuk.

3. Memisahkan lokasi penimbunan material


tanah pucuk dan material lapisan tanah
penutup

4. Apabila diperlukan, dapat dilakukan


penambahan beberapa pupuk alam atau buatan
untuk mempertahankan tingkat kesuburan
sehingga dapat menunjang tingkat
pertumbuhan tanaman dan keberhasilan
revegetasi.

UPL untuk dapat mempertahankan


kesuburan tanah adalah :
1. Pengambilan sampel tanah untuk analisis
status unsur hara dan status kesuburan tanah
pada setiap satuan lahan
2. Mengamati dan mengukur pertumbuhan vegetasi
pada tempat-tempat penumpukan tanah pucuk
dan pada setiap area lahan reklamasi

Revegetasi

Pengelolaan Air Tanah dan

Air Permukaan

Tujuan dari kegiatan pengelolaan lingkungan


terhadap dampak dampak penurunan air tanah dan
air permukaan:
1. Untuk menjaga kuantitas potensi air tanah di
sekitar wilayah areal konsesi penambangan
2. Untuk menjaga dan meningkatkan fungsi
penggunaan air tanah bagi kehidupan masyarakat
di sekitar lokasi pertambangan

3. Menjaga kualitas air permukaan agar tetap sesuai


dengan keputusan Gubernur Kepala Daerah
Tingkat I Propinsi Kalimantan Timur Nomor 339
Tahun 1988
4. Menjaga kelangsungan hidup bagi berbagai
kehidupan biota air disemua badan air yang
berada di dalam lokasi tambang atau yang
melewati daerah lokasi tambang
5. Menjaga kualitas air permukaan yang dapat
digunakan untuk keperluan masyarakat di sekitar
lokasi tambang.

Surat Keputusan Gubernur KDH TK.I Kalimantan Timur No.339 Tahun 1988
No

Parameter

Satuan

mutu *)

A. Fisika
1.

TSS

mg/L

1500

2.

TDS

mg/L

1000

1.

pH

5-9

2.

Kebutuhan Oksigen Biologi ( BOD 5 )

ppt
mg/L

3.

Kebutuhan Oksigen Kimia ( COD )

mg/L

10

4.

Amonia ( NH3-N )

mg/L

0,5

5.

Nitrit ( N-NO2 )

mg/L

6.

Nitrate (N-NO3 )

mg/L

10

7.

Sulfide ( H2S )

mg/L

400

8.

Sulfat ( SO4 )

mg/L

400

9.

Minyak dan Lemak

mg/L

10.

Phosphate ( PO4-P )

mg/L

B. Kimia
6

No

Parameter

Satuan

mutu *)

C. Logam Berat
1.

Besi ( Fe )

2.

Mangan ( Mn )

3.

Timbal ( Pb )

4.

Seng ( Zn )

5.

Kadmium ( Cd )

6.

Tembaga (Cu)

7.

Arsen (As)

8.

Air Raksa (Hg)

mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L

5
0,5
0,1
1,5
0,01
1
0,05
0,001

UKL untuk mencegah dan mengendalikan


penurunan air tanah dan air permukaan
adalah :
1. Menjaga daerah infiltrasi (incharge) sehingga
terjamin adanya suplai air permukaan
terhadap tubuh air tanah
2. Menjaga tubuh air tanah dari kontak langsung
dengan material yang berpotensi sebagai
sumber pencemar

3. Membuat dan memelihara berbagai fasilitas


pengontrol erosi dan sedimentasi di lokasi
tambang, seperti: parit pemisah lokasi
terganggu dengan lokasi yang belum terganggu
(diversion ditch), parit pengumpul erosi dan
sedimentasi di dalam lokasi tambang
(collection ditch), dan kolam penampungan
(pond) yang berada di dalam lokasi tambang
atau diantara lokasi tambang

4. Membangun parit yang memadai sepanjang


jalan angkut tambang untuk menangkap air
run off serta melakukan pemeliharaan
terhadapnya

5. Melakukan penanganan secara khusus terhadap


penimbunan material yang berpotensi
menimbulkan dampak air asam tambang
dengan cara melakukan pengisolasian
(capsulate) batuan atau material yang
berpotensi menimbulkan air asam tambang
agar tidak terjadi kontak langsung dengan air
tanah atau air permukaan

6. Melakukan pengerukan endapan limbah secara


berkala terhadap settling pond agar
kapasitasnya tetap maksimal dan
membuangnya keareal disposal

7. Melakukan pengolahan air limbah ataupun air


yang berasal dari daerah terganggu sebelum
dilakukan pembuangan kelingkungan. Proses
pengolahan ini dapat dilakukan dengan
menggunakan bahan kimia dengan
mempertimbangkan aspek ekonomis

8. Mengoperasikan oil trap dengan baik agar


dapat mencegah jatuhnya ceceran minyak ke
badan air. Pemberian atap untuk fasilitas oil
trap diperlukan untuk mencegah terbawanya
minyak kebadan air oleh air hujan

Contoh setling pond

UPL untuk Air Tanah dan


Permukaan adalah :

Air

1. Analisis penurunan muka air tanah dilakukan


dengan membandingkan ketinggian muka air
tanah dari sumur gali penduduk sekitar area
tambang antar sebelum dan sesudah
pembongkaran tanah penutup dan batubara

2. Mencatat munculnya keresahan dan keluhan


masyarakat terhadap penurunan muka air tanah
pada kondisi normal

3. Mengetahui efek langsung maupun tidak


langsung penambangan batubara terhadap
kualitas air khususnya parameter Total
Suspended Solid (TSS), Kekeruhan, Fe, Mn
dan pH.

4. Mengetahui efektifitas upaya pengelolaan


dampak kualitas air seperti pembuatan
drainase, pencampuran tawas, reklamasi dan
revegetasi lahan.

Melakukan pemantauan kualitas air.


Hasilnya di test di labolatorium.

Pengelolaan Limbah B3

Pengelolaan limbah B3 harus memenuhi peraturan perundangan yang berlaku