Anda di halaman 1dari 32

Laporan Kasus Anak Perempuan

7 tahun dengan Anemia Aplastik


Oleh : dr. Ria Novitasari

LAPORAN KASUS

Identitas Pasien

Identitas Orang Tua


Ayah

Ibu

Tn. S

Ny. S

37 tahun

34 tahun

Wiraswasta

Ibu Rumah Tangga

Islam

Islam

Bandar Agung

Bandar Agung

Keluhan Utama

Riwayat Penyakit Sekarang


2

Riwayat Penyakit Dahulu

Riwayat Keluarga

Pemeriksaan Fisik

Laboratorium
Darah

Hasil

Normal

Hb

3,6

12-18 g%

Leukosit

4.800

5-10 ribu

Eritrosit

1,3 juta

4-5 juta

LED

165 mm/jam

Trombosit

28.000

200-500 ribu

Diff Count

Hasil

Normal

Basofil

0-1 %

Eosinofil

1-3 %

Batang

2-6 %

Segmen

20

40-70 %

Limfosit

70

20-40 %

Monosit

2-8 %

Laboratorium
Darah
Clotting Time
Bleeding Time
Golongan
Darah
Malaria

Hasil
530
4 00
O
negatif

Normal
2-5 menit
2-7 menit

Terapi & Follow Up

PEMBAHASAN

Klasifikasi Anemia
(morfologi)

Anemia Aplastik

Etiologi
Faktor kongenital
Sindrom Fanconi yang biasanya disertai kelainan bawaan lain
seperti mikrosefali, strabismus, anomali jari, kelainan ginjal
dan sebagainya.
Faktor didapat
Bahan kimia : benzene, insektisida, senyawa As, Au, Pb, Sulfur.
Obat : kloramfenikol, mesantoin (antikonvulsan), piribenzamin
(antihistamin), santonin-kalomel, obat sitostatika (myleran,
methotrexate, TEM, vincristine, rubidomycine dan sebagainya)
Radiasi : sinar rontgen, radioaktif
Faktor individu : alergi terhadap obat, bahan kimia dan lain-lain
Infeksi : tuberkulosis milier, hepatitis dan sebagainya
Idiopatik merupakan penyebab yang paling sering

Etiologi

Manifestasi Klinik

Manifestasi klinik pada


pasien

Kriteria Diagnosis
International Agranulocytosis and Aplastic Anemia Study Group
(IAASG)

1.Satu dari tiga sebagai berikut:


a. hb kurang dari 10 g/dl, atau hematokrit kurang dari 30% ,
b. trombosit kurang dari 50x109/L (50.000/uL )
c. leukosit kurang dari 3,5x109/L (3.500/uL) atau netrofil kurang
dari 1,5x109/L
2. Dengan retikulosit < 30x109/L (<1%)
3. Dengan gambaran sumsum tulang (harus ada spesimen
adekuat):
a. Penurunan selularitas dengan hilangnya atau menurunnya
semua sel hemopoetik atau selularitas normal oleh hiperplasia
eritroid fokal dengan deplesi seri granulosit dan megakariosit.
b. Tidak adanya fibrosis yang bermakna atau infiltrasi neoplastik

Gambaran Sumsum tulang


menunjukkan sumsum tulang
penderita tampak hipoplasia dengan
penggantian jaringan lemak (kiri)
dibandingkan denga sumsum tulang
normal (kanan)

Penegakkan Diagnosis pada


pasien

Penatalaksanaan
Terapi Utama : hindari pemaparan lebih
lanjut terhadap agen penyebab. Tetapi
sering sulit untuk mengetahui penyebab
karena etiologinya yang tidak jelas atau
idiopatik.
Terapi primer dapat berupa transplantasi
sumsum tulang terutama pada pasien yang
berusia muda.
Terapi suportif adalah pemberian transfusi
sesuai dengan kebutuhan penderita

Terapi Suportif sesuai gejala

Terapi Jangka Panjang

Penatalaksanaan pada
pasien

Prognosis
Prognosis bergantung pada gambaran sumsum tulang
(hiposeluler atau seluler) sehingga parameter yang paling
baik dalam menentukan prognosis adalah hasil
pemeriksaan bone marrow aspiration. Selain itu, jika kadar
Hb F lebih dari 200 mg%, jumlah granulosit lebih dari
2.000/mm3 dan infeksi sekunder dapat dikendalikan maka
prognosis akan lebih baik.
Penyebab kematian terbanyak pada anemia aplastik adalah
infeksi sekunder seperti bronkopneumonia atau sepsis atau
terjadi perdarahan otak dan abdomen. Penyebab kematian
pada anak ini diduga adalah terjadinya perdarahan spontan
pada otak dan abdomen. Penyebab terjadinya perdarahan
spontan pada anak adalah adanya trombositopenia.

Kesimpulan
Demikian telah dilaporkan suatu laporan kasus yang
mengarah pada diagnose anemia aplastik pada seorang
anak perempuan berumur 7 tahun yang dirawat di
bangsal anak RSUD dr.H.Bob Bazar, SKM. Diagnosa
ditegakkan berdasarkan adanya gejala anemia,
granulositopenia serta pansitopenia pada pemeriksaan
darah rutin. Diagnosa pasti ditegakkan dengan BMA.
Etiologi diduga adalah idiopatik. Selama dirawat diberikan
terapi suportif berupa transfuse darah dan pemberian
antibiotik untuk mencegah infeksi. Selama dirawat tiga
hari di RSUD dr.H.Bob Bazar,SKM dan mendapatkan terapi
suportif berupa transfusi tiga kantong whole blood
keadaan anak membaik dan dapat dipulangkan.

Terima Kasih