Anda di halaman 1dari 27

ASSALAMUALAIKUM

TERMOKIMIA

APA ITU TERMOKIMIA ????

BUNYI HUKUM KEKEKALAN ENERGI


HUKUM KEKEKALAN ENERGI
Energi tidak dapat diciptakan
atau dimusnakan, energi hanya
dapat diubah dari satu bentuk
ke bentuk energi yang lain.

SISTEM
DAN
LINGKUNGAN
Sistem merupakan Segala sesuatu yang
menjadi pusat perhatian dalam mempelajari
perubahan energi
Lingkungan merupakan hal hal yang di luar
sistem yang membatasi sistem dan dapat
mempengaruhi sistem

BERDASARKAN INTERAKSI DENGAN LINGKUNGAN


SISTEM DIBEDAKAN MENJADI 3
Sistem Tebuka
Sistem dimana baik massa maupun energi yg biasanya dalam bentuk panas
dapat dipertukarkan dengan lingkungan. Misalnya kopi panas dlm gelas eken
melepaskan panas ke lingkungannya sehingga menjadi dingin.
Sistem Tertutup
Sistem dimana memungkinkan terjadinya transfer energi
(panas) ke lingkungannya, tetapi tidak dapat menstransfer
massa. Misalnya kopi panas dalam erlenmeyer tertutup dapat
melepas panas ke lingkungannya sehingga menjadi dingin, tapi
tidak ada
uap air yang hilang
Sistem
Terisolasi
Sistem dimana baik massa maupun
energi (panas) tidak dapat
dipertukarkan ke lingkungan. Misalnya
kopi panas dalam termos merupakan
contoh sistem terisolasi, dimana energi
ditransfer ke lingkungan dengan sangat

ENERGI DAN ENTALPI


Jika suatu sistem mengalami perubahan dan dalam perubahan
tersebut terjadi penyerapan kalor, sebagian energi kalor yang
diserap digunakan untuk melakukan KERJA (w)
Sebagian lain dari energi tersebut disimpan dalam sistem,
yang diguanakan untuk gerakan gerakan atom-atom atau
molekul serta mengatur interaksi antar molekul tersebut.
DAN ENERGI YANG DISIMPAN INI DISEBUT ENERGI DALAM (U)

Energi dalam (U) adalah total energi


kinetik ( Ek ) dan energi potensial ( Ep )
yang ada dalam sistem
U = Ek + Ep

BESAR ENEGI
KINETIK DAN
ENERGI
POTENSIAL Pada
sebuah sistem

TIDAK DAPAT DI UKUR

Energi dalam dari


suatu sistem tidak
dapat ditentukan

Yang dapat diukur hanya


PERUBAHAN ENERGI
DALAM suatu sistem
Perubahan energi dalam dapat diketahui dengan mengukur
U = q + w

Kalor (q) & Kerja (w)

Dengan ketentuan Jika


sbb sistem
:
menyerap kalor maka (q) bernilai positif
Jika sistem melepas kalor maka (q) bernilai negatif
Jika sistem melakukan kerja maka (w) bernilai negatif
Jika sistem dikenai kerja maka (w) bernilai positif

CONTOH
SOAL
Sepotong logam magnesium direaksikan dengan asam klorida encer pada sistem
terbuka dengan reaksi :
Mg (s) + 2 HCl (aq) MgCl2 (aq) + H2 (g)
Pada reaksi tersebut sistem melepas kalor sebesar 200 kJ dan menghasilkan gas
yang akan menyebabkan terjadinya perubahan volume. Sistem juga melakukan
kerja sebesar 50 kJ. Berapakah Perubahan energi dalam (U) dalam proses
tersebut ?

Perubahan Energi Dalam


Perubahan volume karena menghasilkan gas hidrogen
(U) di contoh reaksi
Mg (s) + 2 HCl (aq) MgCl2 (aq) + H2 (g)
diakibatkan
tadi
Keluar dari sistem

U = q + w
q = -200 kJ ( karena sistem melepas kalor maka q
bertanda negatif)
W = -50 (karena sistem melakukan kerja)
U = (-200 50) kJ
U = -250 kJ

Perubahan kalor pada tekanan tetap merupakan fungsi keadaan


kemudian didefinisikan sebagai fungsi baru yang disebut dengan
ENTALPI dan dilmbangkan dengan huruf H (dari kata Heat Pontent)

Entalpi secara sederhana dapat disebut sebagai Potensi


kalor suatu sistem atau juga kandungan kalor dari suatu
zat

PERUBAHAN ENTALPI (H)


Jika sistem mengalami perubahan pada tekanan tetap besarnya perubahan kalor
disebut dengan Perubahan Entalpi (H)
Jika suatu reaksi berlangsung pada tekanan tetap, perubahan entalpinya sama
dengan kalor yang harus dipindahkan dari sistem ke lingkungan atau sebaliknya agar
suhu sistem kembali ke keadaan semula.

H = qp
Nilai perubahan entalpi ( H ) suatu sistem dinyatakan sebgai selisih besarnya
entalpi sistem setelah mengalami perubahan dengan besarnya entalpi sistem
sebelum perubahan dilakukan, pada tekanan tetap.

H = Hakhir - Hawal

REAKSI EKSOTERM DAN REAKSI


ENDOTERM

REAKSI EKSOTERM merupakan reaksi yang terjadi dengan disertai pelepasan kalor
dari sistem ke lingkungan atau reaksi yang melepaskan kalor
Pada Reaksi eksoterm H bernilai negatif { H = (-) }
Contoh : C (s) + O2 (g) CO2 (s)

H = + 393,5 kJ

REAKSI ENDOTERM merupakan reaksi yang disertai perpindahan kalor dari lingkungan
ke sistem atau secara singkat reaksi yang menyerap kalor
Pada Reaksi endoterm H bernilai Positif { H = (+) }
Contoh : CaCO3 (s) CaO (s) + CO2 (g)

H = - 178,5 kJ

PERSAMAAN TERMOKIMIA DAN DIAGRAM


ENERGI
Persamaan Termokimia merupakan persamaan reaksi yang disertai informasi tentang
jumlah mol zat pereaksi dan hasil reaksi (ditunjukkan oleh koefisien persamaan
reaksi), dan perubahan entalpi reaksi tersebut.
Contoh : H2 (g) + O2 (g) H2O (l) H = -285,5 kJ

Contoh lain :
Proses penguapan 1 mol air (yakni perubahan air dari wujud cair menjadi wujud gas)
diperlukan kalor sebesar 44 kJ. Maka persamaan termokimianya :
H2O (l) H2O (g)

H = +44 kJ

GAMBAR REAKSI EKSOTERM DAN REAKSI


ENDOTERM

DIAGRAM TINGKAT REAKSI

PERUBAHAN ENTALPI STANDAR (H0 )


1 Perubahan ENTALPI PEMBENTUKAN STANDAR (H 0 f )
Merupakan perubahan entalpi yang terjadi pada pembentukan 1 mol suatu senyawa dari unsur-unsurnya yang paling stabil pada keadaan standar.
2. Perubahan ENTALPI PENGURAIAN STANDAR (H 0 D )
Merupakan perubahan entalpi yang terjadi pada peruraian 1 mol suatu senyawa dari unsur-unsurnya yang paling stabil pada keadaan standar.
3. Perubahan ENTALPI PEMBAKARAN STANDAR (H 0 c)
Merupakan perubahan entalpi yang terjadi pada pembakaran 1 mol suatu senyawa dari unsur-unsurnya yang paling stabil pada keadaan standar.
4. Perubahan ENTALPI PEMBAKARAN STANDAR (H 0 f )

PENENTUAN PERUBAHAN ENTALPI


1. KALORIMETER
Perubahan entalpi dapat di ukur menggunakan
kalorimeter sederhana dan kalorimeter bom.
Kalorimeter sederhana dapat dibuat dari gelas
atau wadah yang bersifat isolator, misalnya gelas
styrofoam. Dengan demikian, selama reaksi
berlangsung dianggap tidak ada kalor yang
diserap maupun dilepaskan oleh sistem ke
lingkungan.

Alat yang lebih teliti untuk mengukur perubahan


kalor adalah kalorimeter bom, yaitu suatu
kalorimeter yang dirancang khusus sehingga sistem
bener-bener dalam keadaaan terisolasi.

Didalam kalorimeter bom terdapat ruang khusus tempat berlangsungnya


reaksi yang di sekitarnya diselubungi air sebagai penyerap kalor.

Kalor yang diserap atau dilepas kalorimeter disebut dengan


kapasitas kalor kalorimeter ( C kalorimeter )

HUKUM HESS
BERBUNYI :
PERUBAHAN ENTALPI SUATU REAKSI HANYA
TERGANTUNG PADA KEADAAN AWAL (ZAT-ZAT
PEREAKSI) DAN KEADAAN AKHIR ( ZAT-ZAT HASIL
REAKSI ) DARI SUATU REAKSI DAN TIDAK
TERGANTUNG BAGAIMANA JALANNYA REAKSI.

ENERGI IKATAN
ENERGI IKATAN ADALAH ENERGI YANG
DIPERLUKAN UNTUK MEMUTUSKAN IKATAN
KIMIA DALAM 1 MOL SENYAWA BERWUJUD
GAS MENJADI ATOM-ATOM GAS PADA
KEADAAN STANDAR.
ENERGI IKATAN DIBERI SIMBOL D DAN
DINYATAKAN DALAM SATUAN KJ/MOL.
21

Energi Ikatan berbagai Ikatan :

Reaksi kimia pada dasarnya merupakan proses penyusunan


ulang atom-atom dalam molekul, membentuk susunan
molekul yang baru. Penyusunan ulang ini mencakup
pemutusan dan pembentukan ikatan.
Pada saat bereaksi, molekul pereaksi dapat dianggap
memutuskan seluruh ikatannya sehingga menjadi atom-atom
bebas. Proses pemutusan ikatan memerlukan energi,
sehingga perubahan entalpinya diberi tanda positif (+).
Selanjutnya, atom-atom bebas (hasil penguraian pereaksi)
membentuk zat-zat hasil reaksi melalui pembentukan ikatan
baru. Peristiwa pembentukan ikatan melepaskan energi
sehingga perubahan entalpinya diberi tanda negatif (-).
Contoh :
CH4(g) + 2O2(g) CO2(g) + 2H2O(l) Hr =
Reaksi pemutusan ikatan pada CH4(g) dan 2O2(g) adalah:
H
HCH

C + 4H

; H1 = 4 x E c H

H
2O = O 4O
; H 2 = 2 x EO=O
Reaksi pembentukan ikatan pada senyawa CO 2(g) dan 2H2O(l)
adalah:
C + 2O O = C = O
; H3 = - (2EC=O)
4H + 2O (2H O H) ; H 4 = - (4EO-H)

Jika keempat reaksi tersebut dijumlahkan, akan diperoleh :


CH4(g)

C + 4H

H1 = +4EC-H

2O2(g)

4O

H2 = +2EO=O

C + 2O

CO2(l)

4H + 2O 2H2O(l)

H3 = -2EC=O
H4 = -4EO-H

------------------------------------------------------------------------------------------------

CH4(g) + 2O2(g) CO2(g) + 2H2O(l), Hr = H1 + H2 + H3 + H4


H reaksi =

(4EC-H + 2EO=O) + (-2EC=O - 4EO-H )

= (4EC-H + 2EO=O) - (2EC=O + 4EO-H )

Secara umum, perhitungan H reaksi menggunakan data energi


ikatan dapat dirumuskan sebagai berikut :

H reaksi= (energi total


pembentukan ikatan)

pemutusan

ikatan)

(energi

total

Energi Ikatan Rata-Rata


Energi ikatan rata-rata adalah energi rata-rata yang
diperoleh dari hasil pemutusan ikatan satu mol senyawa
dalam wujud gas.
Contoh:
CH4(g) CH3(g) + H(g)
H = +425 KJmol-1
CH3(g) CH2(g) + H(g)
H = +480 KJmol-1
CH2(g) CH(g) + H(g)
H = +425 KJmol-1
CH(g) C(g) + H(g)
H = +335 KJmol-1

Jika keempat reaksi tersebut dijumlahkan maka akan


diperlukan energi 1664 KJmol -1, sehingga dapat dirata-rata
untuk setiap ikatan sebesar +416 KJmol -1. Jadi, energi ikatan
rata-rata dari ikatan C-H adalah 416 KJmol -1.

Harga energi ikatan dapat digunakan untuk memperkirakan


harga perubahan entalpi suatu reaksi. Perubahan entalpi
merupakan selisih dari energi yang digunakan untuk
memutuskan ikatan dengan energi yang terjadi dari
penggabungan ikatan.
H = Energi ikatan pereaksi - Energi ikatan hasil reaksi

Contoh :
CH4(g) + Cl2(g) CH3Cl(g) + HCl(g)
Reaksi tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:
H
H C H + Cl Cl

H C Cl + H Cl
H

Perubahan entalpinya dapat dihitung sbb:


Ikatan yang terputus = 4 ikatan C H : 4 x 413 KJ = 1652 KJ
1 ikatan Cl Cl : 1 x 242 KJ = 242 KJ
Ikatan yang terbentuk = 3 ikatan C H : 3 x 413 KJ = 1239 KJ
1 ikatan C Cl : 1 x 328 KJ = 328 KJ
1 ikatan H Cl : 1 x 431 KJ = 431 KJ

H = ( E pemutusan ikatan) ( E penggabungan ikatan)


= (1652 + 242) (1239 + 328 + 431) KJ
= 1894 1998 KJ
= -104 KJ

N
O
I
T
N
E
T
T
A
R
U
O
Y
R
O
F
S

K
N
A
TH