Anda di halaman 1dari 28

SATISTIKA DASAR

Forcep Rio Indaryanto, S.Pi

Jurusan Perikanan - Fakultas Pertanian


Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
PENYAJIAN DATA
• Data yang telah dikumpulkan, baik berasal
dari populasi maupun dari sampel, untuk
keperluan laporan dan atau analisis
selanjutnya, perlu diatur, disusun, disajikan
dalam bentuk yang jelas dan baik
• Garis besarnya ada dua cara penyajian data
yang sering dipakai : tabel atau daftar dan
grafik atau diagram
TABEL atau DAFTAR
• Skema garis besar untuk sebuah tabel dengan nama bagiannya,
yaitu:

Judul Daftar

Judul
Kolom

Judul baris sel


sel Badan
Daftar
sel

Catatan/keterangan
Penjelasan bagian tabel:
• Judul daftar: ditulis ditengah-tengah bagian teratas, huruf
besar, singkat dan tiap baris hendaknya melukiskan sebuah
pernyataan lengkap
• Judul Kolom dan judul baris: ditulis singkat dan jelas
• Sel daftar: tempat nilai-nilai data dituliskan
• Catatan: catatan yang perlu atau biasa diberikan ditulis di kiri
bawah daftar. Pada bagian ini juga terdapat kalimat Sumber:
yang menjelaskan dari mana data itu dikutip, jika tidak
dituliskan maka dianggap pelapor sendiri yang telah
mengumpulkan data tersebut
• Hal lain yang harus diperhatikan: nama sebaiknya disusun
menurut abjad, waktu disusun secara berurut atau kronologis,
kategori dicatat menurut kebiasaan misal: laki-laki dulu baru
perempuan, besar dulu baru kecil, untung dulu baru rugi, dll
Mengapa Data disajikan dalam daftar?

• Data yang disajikan dalam bentuk


naskah akan sangat sulit untuk dilihat
dan dipelajari dengan cepat, jika data
disajikan dalam bentuk daftar maka
akan lain halnya
• Contoh:

Luas daerah-daerah di Indonesia, dalam km persegi adalah


sebagai berikut (data dari Statistical Pocketbook of
Indonesia 1960) :
Jawa dan madura dibagi menjadi 5 daerah, yaitu Jakarta
560, Jawa Barat 46.317, Jawa Tengah 34.206,
Yogyakarta 3.169, dan Jawa Timur termasuk Madura
seluas 47.922
Sumatera meliputi………
Kalimantan dibagi menjadi …………….
DAFTAR LUAS DAERAH INDONESIA
DALAM KM PERSEGI
TAHUN 1962
Daerah Luas
Jakarta 560
Jawa Barat 46.317
Jawa Tengah 34.206
Yogyakarta 3.169
Jawa Timur *) 47.922
Jawa dan Madura 132.174
Aceh 55.392
Sumatera Utara 70.787
……………… ………
Sumatera 473.606

Sumber: Statistical Pocketbook of Indonesia 1960


Catatan: *) termasuk daerah Madura
Macam-macam Daftar atau Tabel

• Daftar baris kolom

• Daftar kontingensi

• Daftar distribusi frekuensi


Daftar Baris Kolom

• Dalam pembuatan tabel, diperlukan pembuatan


sketsa-sketsa awal dan apabila sudah nampak benar
baru dibuat yang sesungguhnya sekaligus nilai-nilai
data diisikan ke dalam sel masing-masing.

• Semakin banyak kategori atau klasifikasi data makin


sulit tabel dibuat
• Contoh 1.
DAFTAR PEMBELIAN BARANG
DALAM RIBUAN UNIT DAN JUTAAN RUPIAH
2008-2010

Barang 2008 2009 2010


Banyak Harga Banyak Harga Banyak Harga
A 8,3 234,4 12,7 307,8 11,0 290,4
B 10,8 81,4 9,4 80,5 13,0 92,0
Jumlah 19,1 315,8 22,1 388,3 24,0 382,4
Catatan : Data karangan
• Contoh 2.
DAFTAR PEMBELIAN BARANG
MENURUT BANYAK DAN HARGANYA
2008-2010
Barang BANYAK BARANG HARGA
(RIBUAN UNIT) (JUTAAN RUPIAH)
2008 2009 2010 Jumlah 2008 2009 2010 Jumlah
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)
A 8,3 12,7 11,0 32,0 234,4 307,8 290,4 832,6
B 10,8 9,4 13,0 33,2 81,4 80,5 92,0 253,9
Jumlah 19,1 22,1 24,0 65,2 315,8 388,3 382,4 1.086,5

Catatan : Data karangan


Daftar Kontingensi
• Untuk data yang terdiri atas dua faktor atau dua variabel yang
satu terdiri atas b kategori dan yang lainnya terdiri atas k
kategori, dapat dibuat daftar Kontingensi berukuran b x k
dengan b menyatakan baris dan k manyatakan kolom

Contoh 1.

DAFTAR JUMLAH MURID SEKOLAH DI DAERAH A


MENURUT TINGKAT SEKOLAH DAN JENIS KELAMIN
Jenis Kelamin SD SLTP SLTA JUMLAH
Laki-laki 4.758 2.795 1.459 9.012
Perempuan 4.032 2.115 1.256 7.404
Jumlah 8.790 4.911 2.715 16.416
Catatan: Data karangan
Contoh 2.

DAFTAR HASIL UJIAN MATEMATIKA DAN STATISTIKA


MAHASISWA UNTIRTA

Nilai 50 – 59 60 – 69 70 – 79 80 – 89 Jumlah
Nilai Matematik
Statistik
60 – 69 12 7 10 2 31
70 – 79 8 10 5 7 30
80 – 89 10 8 3 3 24
90 – 99 5 3 12 2 22
Jumlah 35 28 30 14 107
Catatan: Data karangan

DAFTAR KONTINGENSI 4 X 4
Daftar Distribusi Frekuensi
• Jika data kuantitatif dibuat
DAFTAR UMUR MAHASISWA
menjadi beberapa
UNIVERSITAS X
kelompok, maka akan
Umur Banyak
diperoleh Daftar Difstribusi Mahasiswa
Frekuensi
17 – 20 1.172
21 – 24 2.758
• Kolom ke-2 (banyaknya
25 – 28 2.976
mahasiswa) sering
29 – 32 997
dinyatakan dengan f yang 33 – 36 205
berarti frekuensi dan
Jumlah 8.108
menyatakan berapa
mahasiswa yang umurnya Catatan: Data karangan
tertulis pada kolom pertama
Langkah Pembuatan Daftar
Distribusi Frekuensi
DATA RINCIAN SALDO PIUTANG PT PRIMA KHASANDY
(DALAM SATUAN Rp. 1.000,00)

59 77 89 52 73 77 63 73 57 56
56 67 69 70 73 62 65 65 65 71
41 49 75 75 96 79 53 55 61 61
83 91 91 45 73 94 58 67 67 69
69 71 69 77 77 81 87 65 67 91
71 63 51 73 83 89 93 57 60 59

Data diatas merupakan data mentah. Masih sangat sulit untuk membacanya.
Untuk penyajian dalam bentuk Daftar Distribusi Frekuensi, langkah pertama
adalah dengan menyusun dari angka terkecil hingga terbesar
41 45 49 51 52 53 55 56 56 57
57 58 59 59 60 61 61 62 63 63
65 65 65 67 67 67 67 69 69 69
69 70 71 71 71 73 73 73 73 73
75 75 77 77 77 79 79 81 81 81
83 83 87 89 89 92 92 93 94 96

• Setelah data disusun dari yang terkecil hingga


terbesar, informasi sederhana sudah bisa diperoleh,
diantaranya:
• Data terkecil 41 dan terbesar 96

• Jangkauan antara angka terkecil dan terbesar yaitu


55 (=96-41), dll
• Langkah kedua untuk Distribusi Frekuensi adalah
menentukan jumlah kelas atau kelompok data. Untuk
memudahkannya dapat digunakan perumusan Sturges,
yaitu:
Jumlah Kelas = 1 + 3,322 log n

n = jumlah data observasi

• Hasil perhitungan perumusan diatas tidak harus digunakan


secara kaku
• Jumlah kelas yang dibutuhkan biasanya berkisar dari 5
hingga 15 kelas
• Dari data diatas 1 + 3,22 log 60 = 6,89. Pembulatan dapat
dilakukan keatas sehingga menjadi 7 kelas atau ke bawah
menjadi 6 kelas.
• Dalam data ini, ditetapkan 6 kelas atau kelompok data
• Langkah ketiga adalah menentukan interval kelas
• Interval kelas adalah jangkauan atau jarak antara
kelas yang satu dengan kelas yang lain secara
berurutan
• Interval kelas juga sering disebut lebar kelas
• Dalam menentukan interval kelas digunakan rumus:
Interval kelas = Jangkauan : Jumlah Kelas

• Jadi Interval kelasnya = (96-41) : 6 = 9,17.


Dibulatkan menjadi 10
• Hampir setiap Distribusi Frekuensi memiliki interval
yang sama, namun dimungkinkan adanya interval
yang tidak sama
• Langkah keempat adalah menyusun batas-batas atas
dan bawah kelas
• Angka terkecil dari data adalah 41, batas bawahnya
bisa dimulai dari 41 atau dari angka lain, disesuaikan
juga dengan angka tertinggi agar dapat masuk dalam
daftar
• Batas kelas bawah dan batas kelas atas yang tersusun
adalah:
Batas Kelas Bawah Batas Kelas Atas

40 49
50 59
60 69
70 79
80 89
90 99
• Langkah kelima adalah memasukan angka-angka data ke dalam
kelas-kelas yang bersesuaian tanpa keragu-raguan

Saldo Piutang Tally Frekuensi


40 – 49 III 3
50 – 59 IIIII IIIII I 11
60 – 69 IIIII IIIII IIIII II 17
70 – 79 IIIII IIIII IIIII I 16
80 – 89 IIIII III 8
90 – 99 IIIII 5
Jumlah 60
DISTRIBUSI FREKUENSI SALDO PIUTANG
PELANGGAN PT PRIMA KHASANDY
Saldo Piutang Frekuensi 18
40 – 49 3 16

50 – 59 11 14
12
60 – 69 17
10
70 – 79 16 8
80 – 89 8 6

90 – 99 5 4
2
Jumlah 60 0 40 50 60 70 80 90 100

GRAFIK POLIGON-HISTOGRAM
DISTRIBUSI FREKUENSI
GRAFIK atau DIAGRAM
• Diagram batang
• Diagram garis
• Diagram lambang atau diagram simbol
• Diagram pastel dan diagram lingkaran
• Diagram peta atau kartogram
• Diagram pencar atau diagram titik
Diagram Batang • Data variabelnya berbentuk
kategori atau atribut
• Untuk menggambarkannya
diperlukan sumbu datar
Jumlah Mahasiswa
dan sumbu tegak yang
Perikanan
berpotongan tegak lurus
100 • Kalau diagram dibuat
80 tegak, maka sumbu
60 datar/absis/sumbu X
40 berupa peubah kategori
dipakai untuk menyatakan
20
kategori/atribut dan sumbu
0
2001 2002 2003 2004 tegak/ sumbu Y berupa
peubah kontinu dipakai
Laki-laki Perempuan untuk menyatakan
kuantum atau nilai data
Diagram Garis
• Untuk menggambarkan
keadaan yang seba terus
Jumlah Mahasiswa atau berkesinambungan
Perikanan
• Diperlukan sistem sumbu
100 datar dan sumbu tegak
80 yang saling tegak lurus
60 seperti pada diagram
40 batang
20 • Dengan diagram garis
0 akan terlihat bagaimana
2001 2002 2003 2004 fluktuasi atau naik-turun
nilai dari suatu variabel
Laki-laki Perempuan
Diagram Lingkaran atau Pastel
• Sebuah lingkaran dibagi-
bagi menjadi beberapa
Jumlah Mahasiswa sektor, tiap sektor
Universitas A melukiskan kategori data
yang terlebih dahulu diubah
kedalam derajat
31% • Contoh: Faperta jml mhs 50;
44% F Hukum 40; F MIPA 70
maka :
Faperta=50/160 x 3600 =111,60
25%
F Hukum=40/160 x 3600 =900
Faperta F Hukum F MIPA F MIPA=70/160 x 3600 =158,40
Diagram Lambang atau Simbol
• Untuk gambaran kasar
sesuatu hal dan sebagai alat
Jumlah Penduduk Kecamatan B visual bagi orang awam

Desa Penduduk • Setiap satuan jumlah tertentu


A L 35
dibuat sebuah simbol sesuai
dengan macam datanya
P 25
B L 25 • Misal: untuk data penduduk
atau data pegawai dibuat
P 20 gambar orang (1 gambar
Total L 60 mewakili 5000jiwa), untuk
P 45 data gedung sekolah
digambar gedung (1 gambar
Ket: 1 gambar mewakili 10ribu Jiwa menyatakan 25 buah
gedung), dll
Diagram Peta atau Kartogram

Peta Tingkat Keberhasilan


• Dalam pembuatannya
desa-desa di Kab. Temanggung digunakan peta geografis
tempat data terjadi
• Dengan demikian diagram
ini melukiskan keadaan
dihubungkan dengan
tempat kejadiannya
Diagram Pencar atau Titik

Variabel 2 • Untuk kumpulan data yang


terdiri atas dua variabel,
dengan nilai kuantitatif ,
diagramnya dibuat dalam
sistem sumbu koordinat
dan gambarnya akan
berupa titik-titik yang
terpencar

Variabel 1