Anda di halaman 1dari 12

Hand Out Pertemuan ke-14

CRUSTACEA

FORCEP RIO INDARYANTO, SPi

PROGRAM STUDI PERIKANAN


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
KELAS OSTRACODA
 Morfologi
 Bentuk tubuh bulat sampai lonjong

 Seluruh tubuh tertutup karapas yang berbentuk 2


keping cangkang dan mengandung zat kapur dan
keras
 Berukuran kecil, umumnya 1 mm

 Ruas-ruas tubuh tidak tampak jelas

 Terdapat 6-7 pasang apendik yang berua-ruas

 Di bagian anterior terdapat sebuah mata nauplius

 Antena kedua panjang berfungsi sebagai alat


renang
KELAS OSTRACODA
 Fisiologi
 Umumnya bernafas dengan permukaan tubuh
 Berbagai cara makan ada: jenis herbivor
memakan ganggang; jenis karnivor memakan
crustacea kecil, siput kecil, annelida; jenis
pemakan bangkai dan detritus organik; jenis filter
feeder menyaring makanannya
 Reproduksi dioecious, terjadi kopulasi,
pembuahan di dalam
 Telur dierami di bawah karapas atau dilekatkan
pada substrat
 Larva nauplius mempunyai 2 keping cangkang
seperti induknya
 Cypridae air tawar berkembang biak secara
partenogenesis
KELAS CIRRIPEDIA
 Morfologi
 Dikenal dengan nama barnacle atau tritip

 Bentuk tubuh tidak seperti crustacea lain, telah


termodifikasi sebagai organisme sessil atau
menempel pada batu, cangkang, dll atau hidup
komersal dengan ikan paus, penyu dan ikan
 Tritip dewasa tidak memiliki kepala, abdomen dan
ruas-ruas tubuh tidak jelas
 Bagian utama tubuhnya adalah kepala dan thorax

 Memiliki 6 pasang apendik thorax, setiap


eksopodit dan endopodit tiap apendik disebut cirri
yang berfungsi menangkap makanan
KELAS CIRRIPEDIA

Fisiologi
 Sebagian besar termasuk filter feeder dan
memakan microplankton
 Pada waktu makan pasangan terga dan

scuta terbuka dan gulungan cirri


mengembang dan keluar untuk menyaring
makanan. Ukuran plankton yang dimakan
bervariasi
 Beberapa jenis termasuk karnivora
KELAS CIRRIPEDIA
 Reproduksi
 Umumnya hermafrodit, terjadi pembuahan silang
 Telur dierami pada kantung telur dalam rongga
mantel
 Telur menetas menjadi larva nauplius, setiap tritip
dapat menghasilkan lebih dari 13.000 larva
nauplius
 Larva nauplius sebanyak 6 instar tidak makan,
kemudian menjadi larva cypris yang mirip
ostracoda
 Pada tempat yang cocok, akan menempel dengan
menggunakan kelenjar perekat pada antena
pertama dan kemudian mengalami metamorfosa
dengan memanjangkan cirri, melengkungkan
tubuh dan mulai tumbuh rangka luar
KELAS CIRRIPEDIA
 Nilai Ekonomis dan Peran dalam Perairan
 Populasi tritip yang padat pada lunas kapal dapat

mengurangi kecepatan kapal hingga 30% yang


berarti pemborosan bahan bakar dan waktu
 Melimpahnya larva nauplius dan cypris yang

berenang bebas sebagai meroplankton


merupakan sumber makanan bagi hewan
pemakan plankton
 Parasit jenis Rhizocephala dapat merugikan

usaha budidaya udang dan kepiting


KELAS MALACOSTRACA
 Morfologi
 Mempunyai ruas tubuh yang tampak jelas, terdiri
atas 5 ruas kepala, 8 ruas thorax, dan 6 ruas
abdomen
 Pada tiap ruas terdapat sepasang apendik, pada

ujung abdomen terdapat telson


 Gonopore betina pada ruas thorax ke-6 dan jantan

pada ruas ke-8


 Besarnya perbedaan antar jenis maka

Malacostraca terbagi dalam 6 superordo, yaitu:


KELAS MALACOSTRACA
 Superordo phyllocarida
 Mempunyai 8 ruas abdomen
 Hidup dalam lumpur di antara ganggang laut

 Superordo hoplocarida
 Biasanya disebut udang ronggeng
 Hidup dalam lubang di dasar laut atau dalam
celah batu dan koral
 Bentuk tubuh seperti belalang sembah
 Karapas lebar seperti perisai dan menyatu dengan
2 ruas thorax pertama
 Semua bersifat karnivora
 Reproduksi dioecious, telur dierami oleh betina
KELAS MALACOSTRACA
 Superordo syncarida
 Tidak mempunyai karapas, apendix thorax biramus
 Exopodit tiap apendix terdapat 2 helai insang
 Uropod dan telson lebar
 Bersifat omnivora dan memakan ganggang, detritus, berudu
katak dan cacing
 Superordo peracarida
 Karapas menutup thorax secara primitif, pada beberapa
ordo karapas mengecil
 Ruas thorax pertama selalu menyatu dengan kepala
 Dewasa tidak mempunyai mata nauplius
 Betina mengerami telur di kantung pengeraman yang
terbentuk dari pelebaran coxa apendix thorax tertentu
KELAS MALACOSTRACA
Superordo eucarida
 Mempunyai bentuk dasar tubuh carinoid,
artinya tubuh seperti udang pada
umumnya
 Karapas berkembang baik dan menutup
seluruh ruas thorax
 Mata bertangkai dan dapat digerakkan

 Tidak mempunyai kantung pengeraman

 Perkembangan embrio tidak langsung,


biasanya terdapat stadium larva zoea
 Nilai ekonomis dan peran dalam perairan
 Udang, kepiting dan udang karang mempunyai nilai
niaga yang tinggi
 Crustacea kecil seperti artemia dan daphnia dijual
dalam keadaan hidup maupun dalam bentuk telur
oleh pedagang ikan hias
 Sebagai inang perantara berbagai macam penyakit
 Isopoda mengebor kayu atau parasit pada ikan dan
udang
 Tritip menghambat laju kapal
 Kepiting air tawar seringkali merusak benih padi di
sawah