Anda di halaman 1dari 27

PENGARUH MOTIVASI DAN DISIPLIN

KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI


DINAS KEPENDUDUKAN DAN CATATAN
SIPIL KABUPATEN LAMPUNG TENGAH
OLEH
MIRSEPTOWI
12.811.2587

PROGRAM PASCASARJANA MM
UNIVERSITAS BANDAR LAMPUNG

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Kontribusi pegawai bagi organisasi sangat dominan, karena pegawai adalah penghasil
kerja bagi organisasi bersangkutan. Hal ini berarti adalah setiap pekerjaan dalam organisasi
selalu dilaksanakan oleh pegawai. Berhasil tidaknya suatu organisasi ditentukan oleh unsur
manusia yang melakukan pekerjaan sehingga perlu adanya balas jasa terhadap pegawai
sesuai dengan sifat dan keadaannya. Seorang pegawai perlu diperlakukan dengan baik agar
pegawai tetap bersemangat dalam bekerja. Pimpinan organisasi dituntut untuk
memperlakukan pegawai sebagai manusia yang mempunyai kebutuhan baik materi maupun
non materi.
Kinerja pegawai Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Lampung Tengah
merupakan salah satu aspek pendorong bagi tercapainya tujuan dan rencana kerja yang telah
ditetapkan. Tanpa adanya kinerja pegawai yang baik maka pelaksanaan tugas menjadi tidak
efektif, karena pegawai belum menunjukkan kualitas kerja, pengetahuan/keterampilan, tidak
taat aturan dan kurang bertanggungjawab dalam penyelesaian tugas. Salah satu faktor dalam
manajemen personalia yang dapat mendorong peningkatan kinerja pegawai adalah motivasi
kerja. Motivasi adalah sesuatu kekuatan, baik dari dalam maupun dari luar diri yang
mendorong seseorang untuk menjapai tujuan tertentu yang telah ditetapkan sebelumnya.
Selain faktor motivasi, aspek lain yang juga berperan dalam meningkatkan kinerja pegawai
adalah disiplin kerja pegawai. Faktor disiplin kerja yang mendorong tumbuhnya tekad yang
kuat yang ada pada pribadi pegawai untuk mengabdikan diri, daya kerja dan hasil kerja
terbaik bagi organisasi, sehingga disiplin kerja yang tinggi akan meningkatkan kinerja pegawai
dalam menjalankan tugas.

1.2. IDENTIFIKASI MASALAH


Identifikasi masalah dalam penelitian ini adalah:
1). Motivasi pegawai dalam bekerja belum sepenuhnya baik, masih
terdapat adanya pegawai yang kurang bersemangat dalam bekerja
sehingga pemanfaatan waktu kerja belum optimal dan tidak seluruh
program kerja mampu diselesaikan pegawai secara tepat waktu.
2). Disiplin kerja pegawai belum sepenuhnya baik, terjadinya absensi
kerja oleh pegawai. Selain itu terdapat adanya pegawai yang
mengabaikan tata tertib kerja dengan keluar masuk atau
meninggalkan ruangan kerja pada saat jam-jam kerja.
3). Kinerja pegawai belum sepenuhnya baik, dimana terdapat adanya
program kerja yang tidak terealisasi sesuai rencana. Kondisi
tersebut disebabkan oleh kurangnya tanggung jawab pegawai
dalam bekerja dan tidak semua pegawai mampu menunjukkan
kemampuan/kecakapan yang baik dalam menjalankan tugas.

1.4. Tujuan dan Kegunaan Penelitian


1.4.1. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui secara
mendalam mengenai:
1). Pengaruh antara motivasi kerja terhadap kinerja pegawai
Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten
Lampung Tengah.
3). Pengaruh antara disiplin kerja terhadap kinerja pegawai
Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten
Lampung Tengah.
4). Pengaruh antara motivasi kerja dan disiplin kerja secara
bersama-sama terhadap kinerja pegawai Dinas
Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Lampung
Tengah.

1.4.2. Kegunaan Penelitian


Kegunaan penelitian ini adalah:
1). Membuktikan secara ilmiah mengenai pengaruh motivasi
terhadap kinerja pegawai Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil
Kabupaten Lampung Tengah.
2). Membuktikan secara ilmiah mengenai pengaruh disiplin kerja
terhadap kinerja pegawai Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil
Kabupaten Lampung Tengah.
3). Membuktikan secara ilmiah mengenai pengaruh motivasi dan
disiplin kerja secara bersama-sama terhadap kinerja pegawai
Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Lampung
Tengah.
4). Sebagai referensi bagi peneliti selanjutnya sehingga dapat
dijadikan perbandingan dalam melakukan pengembangan
penelitian yang sama di masa yang akan datang mengenai
manajemen kinerja organisasi.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR
2.1. Tinjauan Pustaka
2.1.1. Motivasi Kerja
Motivasi merupakan suatu bentuk dorongan kerja terhadap pegawai agar
yang bersangkutan dapat lebih bersemangat dan bergaitah melakukan
tugas-tugasnya. Menurut Khomsahrial Romli (2011) menyatakan terdapat
2 faktor yang mempengaruhi motivasi kerja yaitu: Faktor intern, yang
terdiri dari: Keinginan untuk dapat hidup, Keinginan untuk dapat memiliki,
Keinginan untuk memperoleh penghargaan, Keinginan untuk memperoleh
pengakuan, Keinginan untuk berkuasa. Faktor ekstern, yang terdiri dari:
Kondisi lingkungan kerja, Kompensasi yang memadai, Supervisi yang
baik, Adanya jaminan pekerjaan, Status dan tanggung jawab dan
Peraturan yang fleksibel.
2.1.2. Disiplin Kerja
Disiplin kerja adalah suatu sikap ketaatan seseorang terhadap
aturan/ketentuan yang berlaku dalam organisasi. Disiplin kerja adalah sikap
mental yang tercermin dalam perbuatan atau tingkah laku seseorang, kelompok
masyarakat berupa ketaatan (obedience) terhadap peraturan, norma yang
berlaku dalam masyarakat (Siagian, 1996 : 145).

2.1.3. Kinerja Pegawai


Kinerja dapat diartikan sebagai hasil yang dicapai
oleh seorang pegawai selama periode waktu
tertentu pada bidang pekerjaan tertentu. Seorang
pegawai yang memiliki kinerja yang tinggi dan baik
dapat menunjang tercapainya tujuan dan sasaran
yang telah ditetapkan oleh organisasi. Malayu SP.
Hasibuan (2007), menyatakan kinerja sebagai suatu
hasil kerja yang dicapai seseorang dalam
melaksanakan
tugas-tugas
yang
dibebankan
kepada pegawai yang didasarkan atas kemampuan,
kedisiplinan, kesungguhan kerja dan hasil kerja
pegawai.

Dengan mencermati definisi dan konsep teoritis tentang variabel motivasi


(variabel X1), disiplin kerja ( variabel X2), dan kinerja pegawai (variabel Y), maka
dalam konteks ini paradigma penelitian dirumuskan sebagai berikut:
Motivasi kerja (X1)

X1Y

- Motif/dorongan kerja
- Kompensasi kerja.
- Semangat dalam menjalankan tugas.
- Tanggung jawab kerja.
- Kedisiplinan bekerja
Disiplin Kerja (X2)
- Taat aturan
- Bekerja sesuai prosedur
- Pemeliharaan sarana/
fasilitas kerja secara baik.

Kinerja Pegawai (Y)


- Prestasi kerja

X1X2Y

X2Y

- Kesetiaan
- Tanggung jawab
- Kerjasama
- Prakarsa

2.2. Hipotesis

Hipotesis dalam penelitian ini adalah:


1). Motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan
terhadap kinerja pegawai Dinas Kependudukan
dan Catatan Sipil Kabupaten Lampung Tengah.
2). Disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan
terhadap kinerja pegawai Dinas Kependudukan
dan Catatan Sipil Kabupaten Lampung Tengah.
3). Motivasi kerja dan disiplin kerja secara bersamasama berpengaruh positif dan signifikan
terhadap kinerja pegawai Dinas Kependudukan
dan Catatan Sipil Kabupaten Lampung Tengah.

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1. Model Penelitian
Penelitian ini adalah penelitian lapangan yang bertujuan
mengungkapkan gejala-gejala yang telah ada saat
penelitian dilakukan. Penelitian ini bersifat analitik yakni
menjelaskan hubungan sebab akibat antara variabel dan
selanjutnya menganalisis serta mengujinya.
3.2. Lokasi dan Objek Penelitian
3.2.1. Lokasi Penelitian

Penelitian ini mengambil lokasi pada Dinas Kependudukan


dan Catatan Sipil Kabupaten Lampung Tengah.
3.2.2. Objek Penelitian
Objek penelitian ini adalah seluruh pegawai yang bekerja
pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten
Lampung Tengah

3.3. Definisi Operasional Variabel dan Pengukurannya.


a).Motivasi adalah keseluruhan proses pemberian motif kerja kepada pegawai
sedemikian rupa sehingga pegawai dapat digerakkan secara sadar untuk
memberikan prestasi yang optimal dalam rangka pencapaian tujuan
organisasi secara efektif dan ekonomis. Indikator Variabel Motivasi adalah:
1). Motif/dorongan kerja
2). Kompensasi kerja.
3). Semangat dalam menjalankan tugas.
4). Tanggung jawab kerja.
5). Kedisiplinan bekerja
b). Disiplin kerja adalah gambaran tentang keinginan seseorang untuk selalu
taat dan patuh terhadap segala ketentuan dan tata tertib aturan kerja
tertulis maupun tidak tertulis yang ditetapkan dalam rangka
penyelenggaraan kerja. Indikator VariabelDisiplin kerja adalah:
1). Ketaatan aturan
2). Bekerja sesuai prosedur
3). Pemeliharaan sarana/fasilitas kerja secara baik.

c).
Kinerja pegawai adalah kemampuan kerja seorang pegawai yang dapat
dibuktikan dari pelaksanaan kerja sehari-hari yang dapat memberikan nilai lebih
bagi kemajuan unit kerja atau organisasinya. Indikator Variabel Kinerja pegawai
adalah:
1). Prestasi kerja
2). Kesetiaan
3). Tanggung jawab
4). Kerjasama.
5). Prakarsa.
Pengukuran Variabel
Kuisoner ini menggunakan Skala Likert 5 tingkat/poin, dengan ketentuan
sebagai berikut:
Alternatif jawaban: Sangat Setuju (SS) dengan skor 5
Alternatif jawaban: Setuju (S) dengan skor 4
Alternatif jawaban: Netral (N) dengan skor 3
Alternatif jawaban: Kurang Setuju (KS) dengan skor 2
Alternatif jawaban: Sangat Tidak Setuju (STS) dengan skor 1

3.4. Metode Pengumpulan Data


3.4.1. Sumber Data
1). Data Primer, yaitu data yang diperoleh langsung dari
responden (objek penelitian) yaitu pegawai Dinas
Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Lampung
Tengah melalui wawancara, kuesioner, dan dokumentasi.
2). Data Sekunder, yaitu data yang diperoleh dari literatur
baik berupa buku-buku yang membahas tentang kinerja
pegawai Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil
Kabupaten Lampung Tengah. Data ini diperoleh antara
lain melalui studi kepustakaan, penelitian terdahulu,
bahan perkuliahan, laporan-laporan tentang tugas,
fungsi dan pekerjaan pegawai Dinas Kependudukan dan
Catatan Sipil Kabupaten Lampung Tengah.

3.4.2. Metode Pengumpulan Data


Pengumpulan data dilakukan dengan cara :
1). Observasi, pengumpulan data yang dilakukan dengan mengadakan
pengamatan secara langsung pada objek penelitian dengan cara mengamati,
mencatat, dan pengkodean terhadap rangkaian keterangan dan informasi yang
diperoleh dari objek.
2). Kuesioner yaitu teknik pengumpulan data/informasi dengan cara memberikan
daftar pertanyaan untuk diisi oleh responden yang selanjutnya akan dilakukan
pengolahan data.
3). Wawancara (Interview), yaitu melakukan wawancara dengan pihak-pihak yang
diperlukan seperti pegawai Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten
Lampung Tengah untuk memperkuat informasi yang diperoleh dari kuesioner.
4). Studi Kepustakan (Library Research). Dalam hal ini dapat dikumpulkan data
melalui studi literatur, tulisan-tulisan ilmiah yang ada hubungannya dengan
permasalahan yang diteliti.
5). Dokumentasi yaitu teknik pengumpulan data sekunder yang diperoleh dari
laporan-laporan administrasi dan kegiatan kerja pegawai Dinas Kependudukan
dan Catatan Sipil Kabupaten Lampung Tengah.

3.5. Populasi dan Sampel


a.

Populasi
Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian (Arikunto, 2002:102).
Berdasarkan pengertian diatas, maka dalam penelitian ini yang
menjadi populasi adalah pegawai Dinas Kependudukan dan Catatan
Sipil Kabupaten Lampung Tengah yang berjumlah 61 orang

b. Sampel
Menurut Arikunto (2002), sampel merupakan bagian dari
populasi yang akan diteliti atau sebagian jumlah dari
karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Dalam penelitian
survei ini teknik pengambilan sampel sangat penting,
sehingga sedapat mungkin sampel mewakili populasi yang
diteliti. Jumlah sampel dalam penelitian ini menggunakan
rumus slovin, dengan jumlah sampel sebanyak 53 orang.

3.6. Teknik Pengolahan Data


Data dikumpulkan dari sumber data dengan menggunakan koesioner dari objek penelitian.
Data yang telah dikumpulkan akan diolah dengan mempergunakan bantuan program
Statical Packages fot The Social Science (SPSS) For Windows.
3.6.1. Analisis Kualitatif
Analisis kualitatif adalah analisis yang menggambarkan secara rinci, dengan interpretasi
terhadap data yang diperoleh melalui pendekatan teoritis, yang dilakukan dengan
mendeskripsikan semua data dari semua variabel dalam bentuk yang lebih sederhana
untuk kemudian dijelaskan melalui pendekatan teori.
3.6.2. Analisis Kuantitatif

Analisis kuantitatif untuk menguji hipotesis asosiatif (hubungan antar


variabel) menggunakan Analisis Regresi Linear yang dalam perhitungannya
menggunakan bantuan program aplikasi komputer SPSS for Windows.
Rumus yang digunakan: regresi linier berganda sebagai berikut :
Y = a + b1X1 + b2X2 + et
Kriteria pengujian signifikansi :
Jika t
hitung ttabel, maka signifikan, dengan kata lain tolak Ho terima Ha.
Jika t
hitung < ttabel, maka tidak signifikan, artinya terima Ho, tolak Ha.
Taraf signifikansi yang digunakan alfa = 0,05 atau 5%.

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN INTERPRETASI
4.1. Deskripsi Responden
Responden penelitian terdiri dari 53 orang pegawai
pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil
Kabupaten Lampung, dengan kreteria: laki-laki
sebanyak 29 orang (54,7%), sedangkan perempuan
sebanyak 24 orang (45,3%). Sebagian besar
responden penelitian pada Dinas Kependudukan dan
Catatan Sipil Kabupaten Lampung Tengah untuk usia
25 -35 untuk usia yang produktif adalah sebesar
13,2%, sedangkan usia produktif 36 40 tahun adalah
41%. Untuk usia 41 50 tahun adalah sebesar 30,2%,
sedangkan responden yang usia kurang produktif di
atas 51 tahun adalah sebanyak 15,1%.

4.2. Uji Validitas dan Reliabilitas


4.2.1. Uji Validitas
1). Uji Validitas Motivasi Kerja (X1)
Berdasarkan hasil pengolahan data melalui SPSS untuk variabel
motivasi didapatkan hasil uji validitas menyatakan Corrected Item-Total
Correlatian > 0,361 yang berarti perhitungan dinyataikan valid.
2). Uji Validitas Disiplin Kerja (X2)
Berdasarkan hasil pengolahan data melalui SPSS untuk variabel disiplin
kerja didapatkan hasil uji validitas menyatakan Corrected Item-Total
Correlatian > 0,361 yang berarti perhitungan dinyatakan valid.
3). Uji Validitas Kinerja Pegawai (Y)
Berdasarkan hasil pengolahan data melalui SPSS untuk variabel kinerja
pegawai didapatkan hasil uji validitas menyatakan Corrected Item-Total
Correlatian > 0,361 yang berarti perhitungan dinyatakan valid

4.2.2. Uji Reliabiltas


1). Hasil Uji Reliabilitas Motivasi Kerja (X 1)
Hasil uji statistik motivasi kerja didapatkan r hit = 0,714
> r Alfa Cronbach = 0,60, sehingga seluruh item
pernyataan dinyatakan reliabel.
2). Hasil Uji Reliabilitas Disiplin Kerja (X2)
Hasil uji statistik tentang disiplin kerja didapatkan r hit =
0,847 > r Alfa Cronbach = 0,60, sehingga seluruh item
pernyataan dinyatakan reliabel.
3). Hasil Uji Reliabilitas Kinerja Pegawai (Y)
Hasil uji tentang kinerja pegawai statistik didapatkan
rhit = 0,892 > r Alfa Cronbach = 0,60, sehingga seluruh
item pernyataan dinyatakan reliabel.

4.3. Analisis Kualitatif


1. Deskripsi Tanggapan Responden Terhadap Motivasi Kerja (X 1).
Hasil data tanggapan responden tentang motivasi kerja menunjukkan bahwa nilai
rata-rata dari jawaban responden terhadap variabel motivasi kerja adalah 2,99
dengan besarnya tingkat persentase jawaban adalah 59,78 yang berarti
responden memberikan pernyataan bahwa motivasi kerja dalam katagori cukup
baik

2. Deskripsi Tanggapan Responden Terhadap Disiplin Kerja (X 2).


Hasil data tanggapan responden tentang disiplin kerja menunjukkan bahwa
nilai rata-rata dari jawaban responden terhadap variabel disiplin kerja adalah
2,96 dengan besarnya tingkat persentase jawaban adalah 59,23 yang berarti
responden memberikan pernyataan bahwa disiplin kerja dalam katagori cukup
baik.
3. Deskripsi Tanggapan Responden Terhadap Kinerja Pegawai (Y)
Berdasarkan hasil data tanggapan responden tentang kinerja pegawai diperoleh
nilai rata-rata sebesar 2,88 dengan persentase sebesar 57,55 yang berarti
responden secara dominan telah menyatakan kinerja pegawai dalam katagori
baik

4.4. Analisis Kuantitatif


4.4.1. Analisis Korelasi Antar variabel.
1. Nilai koefisien korelasi antara motivasi kerja (X1) dengan kinerja pegawai (Y)
pegawai Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Lampung Tengah
sebesar 0,708 berarti pengaruh tinggi dan hubungan tersebut positif. Hasil
tersebut menunjukkan bahwa apabila motivasi kerja lebih ditingkatkan secara baik
maka diharapkan akan dapat meningkatkan kinerja pegawai Dinas Kependudukan
dan Catatan Sipil Kabupaten Lampung Tengah.
2. Nilai koefisien korelasi antara disiplin kerja (X2) dengan kinerja pegawai (Y) pada
Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Lampung Tengah sebesar 0,804,
yang berarti tingkat korelasi adalah tinggi dan positif. Dengan demikian apabila
terjadi peningkatan pada disiplin kerja akan diikuti kecenderungan terjadinya
peningkatan pada kinerja pegawai Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil
Kabupaten Lampung Tengah.
3. secara bersama-sama variabel motivasi kerja dan disiplin kerja memiliki tingkat
korelasi yang tinggi dan positif terhadap kinerja pegawai di Dinas Kependudukan
dan Catatan Sipil Kabupaten Lampung Tengah yang ditunjukkan oleh nilai r X 1X2Y
= 0,967. Hasil ini menujukkan secara simultan terdapat adanya tingkat korelasi
yang tinggi antara variabel motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja
pegawai pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Lampung Tengah

4.4.2. Analisis Diterminasi (Pengaruh) Antar Variabel.


1. Diterminasi (pengaruh) motivasi kerja terhadap kinerja pegawai.
Besarnya nilai R Square antara motivasi kerja terhadap kinerja pegawai adalah: 0,501,
dengan demikian variabel bebas motivasi kerja memberikan pengaruh terhadap kinerja
pegawai Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Lampung Tengah sebesar 50,1%,
sedangkan sisanya 49,9% adalah didistribusikan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam
penelitian ini.
2.

Diterminasi (pengaruh) disiplin kerja terhadap kinerja pegawai.


Besarnya nilai R Square antara disiplin kerja terhadap kinerja pegawai adalah: 0,855,
dengan demikian variabel bebas disiplin kerja memberikan pengaruh terhadap kinerja
pegawai Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Lampung Tengah sebesar 85,5%,
sedangkan sisanya 14,5% adalah didistribusikan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam
penelitian ini.

3.

Diterminasi (pengaruh) motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja


pegawai.
Besarnya nilai R Square antara motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai
adalah: 0,935, dimana secara bersama-sama variabel bebas motivasi kerja dan disiplin kerja
memberikan pengaruh terhadap kinerja pegawai Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil
Kabupaten Lampung Tengah sebesar 93,5%, sedangkan sisanya 6,5% adalah didistribusikan
oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

4.4.3. Uji Hipotesis Penelitian


1. Uji Hipotesis antara Motivasi Kerja terhadap kinerja pegawai.
Berdasarkan hasil perhitungan uji hipotesis secara parsial antara motivasi kerja
terhadap kinerja pegawai diperoleh bahwa P (Sig) 0,001 < = 0,05, yang berarti Ho di
tolak dan Ha diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa motivasi kerja
berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai Dinas Kependudukan
dan Catatan Sipil Kabupaten Lampung Tengah
2.
Uji Hipotesis antara disiplin kerja terhadap kinerja pegawai.
Berdasarkan hasil perhitungan uji hipotesis secara parsial antara disiplin kerja
terhadap kinerja pegawai diperoleh bahwa P (Sig) 0,001 < =0,05, yang berarti Ho di
tolak dan Ha diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa disiplin kerja
berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai Dinas Kependudukan
dan Catatan Sipil Kabupaten Lampung Tengah
3. Uji hipotesis antara motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai.
Berdasarkan hasil perhitungan uji hipotesis secara simultan dengan menggunakan Uji
F untuk mengetahui pengaruh motivasi kerja dan disiplin kerja secara bersama-sama
berpengaruh terhadap kinerja pegawai diperoleh besarnya nilai uji F = 122,463.
Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh signifikasi adalah (sig) = 0,000 < 0,05 yang
berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian disimpulan bahwa Motivasi kerja
dan disiplin kerja secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap
kinerja pegawai Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Lampung Tengah.

4.4.4. Analisis Regresi Linier Ganda


Perhitungan atau analisis regresi linier ganda bertujuan untuk mengetahui hubungan secara
linier antara dua atau lebih variabel independen (X 1 dan X2) terhadap variabel dependen (Y).
Analisis regresi liner akan memberikan gambaran variabel independen berpengaruh secara
positif atau sebaliknya negatif terhadap variabel dependen. Perhitungan regresi liner ganda
antara variabel bebas yaitu: motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap variabel kinerja pegawai.
Hasil Perhitungan regresi linier ganda di[eroleh persamaan sebagai berikut: Y = 11.396 +
0,761X1 + 1.127X2. Hasil ini menunjukkan secara bersama-sama variabel bebas mempengaruhi
kinerja pegawai dengan nilai B Konstanta = 11.396, motivasi kerja = 0,761, dan disiplin kerja =
1.127. Apabila tidak ada penambahan pada variabel motivasi kerja dan disiplin kerja, maka
kinerja pegawai akan konstan pada 11.396. Apabila terjadi penambahan satu satuan pada
motivasi kerja dan disiplin kerja maka kinerja pegawai akan meningkat sebesar 1.890 poin.
Berdasarkan hasil di atas dapat dijelaskan bahwa variabel bebas motivasi kerja dan disiplin
kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai Dinas Kependudukan dan
Catatan Sipil Kabupaten Lampung Tengah. Hasil ini menunjukkan bahwa peningkatan terhadap
variabel motivasi kerja dan disiplin kerja akan berperan dalam meningkatkan kinerja pegawai.
Dari persamaan regresi yang diperoleh disimpulkan bahwa variabel disiplin kerja (1.127)
memiliki nilai yang lebih dominan apabila dibandingkan motivasi kerja (0,761) dalam
mempengaruhi peningkatan kinerja pegawai Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten
Lampung Tengah.

BAB V
KESIMPULAN DAN IMPLIKASI
5.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisa dan pembahasan dapat disimpulkan sebagai berikut:
1). Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan disimpulkan bahwa bahwa motivasi
berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja pegawai Dinas Kependudukan
dan Catatan Sipil Kabupaten Lampung Tengah.
2). Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan disimpulkan bahwa disiplin kerja
berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja pegawai Dinas Kependudukan
dan Catatan Sipil Kabupaten Lampung Tengah.

3). Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan disimpulkan bahwa


motivasi dan disiplin kerja pegawai secara bersama-sama
berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai Dinas
Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Lampung Tengah.
Selanjutnya dari perhitungan persamaan regresi linier ganda dapat
dinyatakan bahwa Variabel disiplin kerja lebih dominan atau lebih
tinggi dari pada motivasi dalam mempengaruhi kinerja pegawai
Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Lampung Tengah.

5.2. Implikasi
Berdasarkan hasil analisa data di atas perlu direkomendasikan beberapa hal
dalam rangka meningkatkan kinerja pegawai Dinas Kependudukan dan Catatan
Sipil Kabupaten Lampung Tengah, yaitu:
1). Untuk meningkatkan motivasi kerja, disarankan agar pimpinan selalu
memberikan perhatian, pengarahan dan bimbingan terhadap pegawai dalam
tugas. Dengan demikian segenap pegawai dapat terdorong untuk memiliki rasa
tanggung jawab dan motivasi yang tinggi dalam bekerja.
2). Untuk meningkatkan disiplin kerja, disarankan pimpinan menghimbau
segenap pegawai agar senantiasa memelihara dan menggunakan sarana kerja
secara baik. Dalam pelaksanaan tugas sebaiknya pegawai dapat memelihara
peralatan kerja yang ada sehingga tingkat kerusakan sarana kerja sebagai
penunjang kelancaran/keberhasilan pelaksanaan tugas dapat diperkecil.
3). Untuk meningkatkan kinerja pegawai, disarankan agar segenap pegawai lebih
meningkatkan inovasi dan kreativitas dalam bekerja. Baik dalam hal peningkatan
kemampuan penyelesaian masalah yang timbul maupun dalam mengambil
keputusan yang dianggap perlu dalam memperlancar pelaksanaan kerja. Dengan
demikian kinerja pegawai dalam merealisasi program kerja yang direncanakan
lembaga akan lebih meningkat.

TERIMA KASIH