Anda di halaman 1dari 19

Laporan Penelitian

Angka Kejadian serta Faktor-Faktor yang


Mempengaruhi Gangguan tidur
(Insomnia) Pada Lansia di Panti Sosial
Tresna Werda Wana Seraya Denpasar Bali
Tahun 2013

Oleh :
Putu Arysta Dewi
PENYELIA : dr. I Gusti Ayu Indah Ardani, Spkj
Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

OUT LINE

LATAR BELAKANG

PERUMUSAN MASALAH
1.

2.

Berapa Angka Kejadian Gangguan tidur


(Insomnia) pada lansia di Panti Sosial Tresna
Werda Wana Seraya Denpasar ?
Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi
gangguan tidur (Insomnia) pada lansia di Panti
Sosial Tresna Werda Wana Seraya ?

TUJUAN PENELITIAN
1.

2.

Untuk mengetahui angka kejadian gangguan


tidur (insomnia) pada lansia di Panti Sosial
Tresna Werda Wana Seraya Denpasar.
Untuk mengetahui faktor-faktor yang
mempengaruhi gangguan tidur (Insomnia)
pada lansia di Panti Sosial Tresna Werda Wana
Seraya Denpasar, seperti karena faktor stress
psikologis, faktor diet/nutrisi, faktor status
kesehatan serta karena lebih dari satu faktor.

Luaran yang Diharapkan


Peneliti berharap penelitian ini nantinya dapat
dipublikasikan dalam bentuk jurnal dan dapat
bermanfaat untuk penelitian lainnya

Manfaat Penelitian
1. diharapkan dapat memberikan informasi terkait
dengan insomnia pada lansia sehingga nantinya
dapat dijadikan refrensi untuk penanganan dan
pencegahan pada pasien geriatrik.
2. diharapkan dapat memberikan pengetahuhan atau
wawasan
kepada
lansia
tentang
yang
mempengaruhi gangguan pola tidur lansia.
3. diharapkan dapat digunakan sebagai dasar
penelitian lebih lanjut.

DEFINISI
Insomnia merupakan kesulitan memulai atau
mempertahankan tidur atau merupakan tidur
yang tidak adekuat.
Keluhan yang paling sering disampaikan oleh
pasien insomnia yaitu : sulit memulai tidur, sulit
terbangun dari tidur, sulit untuk tidur kembali
setelah bangun di tengah malam serta cepatnya
bangun di pagi hari.

PENYEBAB INSOMNIA

KLASIFIKASI INSOMNIA

FAKTOR-FAKTOR
MEMPENGARUHI :

YANG

KONSEP LANSIA
Menurut Undang-Undang Republik Indonesia
Nomor 13 Tahun 1998 Bab 1 pasal 1 ayat 2,
dikatakan Lansia adalah seseorang yang telah
mencapai usia 60 (enam puluh) tahun keatas.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pengertian
lansia digolongkan menjadi 4, yaitu: Usia
pertengahan (middle age) 45 -59 tahun, Lanjut
usia (elderly) 60 -74 tahun, Lanjut usia tua (old)
75 90 tahun, dan Lansia sangat tua (very old)
diatas 90 tahun.

Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Panti Sosial Tresna Werda Wana


Seraya Denpasar, selama kurun waktu 1 bulan, selama bulan
November 2013.

Rancangan Penelitian
Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriftif crosssectional non-eksperimental, dengan pengambilan data melalui
wawancara secara langsung dengan menggunakan sarana kuesioner.

Jenis dan Sumber Data


Data yang digunakan disini berupa data primer. Dimana data primer
adalah data yang didapat dari wawancara dengan lansia yang berada
di lingkungan Panti Sosial Tresna Werda Wana Seraya Denpasar Bali
pada tahun 2013.

Populasi
1.Populasi umum adalah lansia yang mengalami gangguan tidur.
2.Populasi terjangkau adalah lansia yang mengalami gangguan tidur
yang berada di lingkungan Panti Sosial Tresna Werda Wana Seraya
Denpasar Bali yang berusia 60-80 tahun dan memiliki kemampuan
kognitif yang baik.

Sampel Penelitian
1.Kriteria insklusi pada penelitian ini yaitu lansia laki-laki dan
perempuan yang berusia antara 60-80 tahun, yang mampu
berkomunikasi secara verbal dan bersedia menjadi responden.
2.Kriteria eksklusi pada penelitian ini yaitu lansia yang berusia <60
dan >80 tahun dan tidak bersedia menjasi responden.

Kerangka Penelitian

ALUR PENELITIAN

Hasil Dan Pembahasan


Tabel 1. Jumlah kasus di Panti Sosial Tresna Werdha Wana Seraya Denpasar tahun 2013 .

VARIABEL
Insomnia
TOTAL

JUMLAH KASUS
40 %
40%

Tabel 2. Berdasarkan usia.


USIA

INSOMNIA

60 70 tahun
66,6%

71 80 tahun

22.2%

Tabel 3. Berdasarkan kebiasaan atau Pola tidur.


Kebiasaan atau Pola
Baik

tidur

INSOMNIA
0

Buruk

16,6%

Tabel 4. Berdasarkan Penyakit yang diderita .


Berdasarkan penyakit yang
diderita
Dengan Penyakit
Tanpa Penyakit

INSOMNIA
66,6%
33,3%

Tabel 5. Berdasarkan adanya penyakit gangguan jiwa.


Berdasarkan adanya penyakit
gangguan jiwa
Dengan Penyakit
Tanpa Penyakit

INSOMNIA
50%
50%

PENUTUP
Simpulan
Insomnia pada lansia di Panti Tresna Werda Wana Seraya pada tahun
2013 terdapat 6 orang (40%) yang mengalami insomnia dan 9 orang
(60%) yang tidak mengalami insomnia.
faktor yang mempengaruhi angka kejadian insomnia diantaranya :
berdasarkan usia, lansia dengan usia 60-70 tahun terdapat 4 orang
(66,6%) ,dengan usia 71-80 tahun, terdapat 2 orang lansia (22,2%) yang
mengalami insomnia.
Berdasarkan kebiasaan tidur yang buruk, hanya terdapat 1 orang
lansia (16.6%) dari 6 orang lansia yang mengalami insomnia yang
memiliki kebiasaan atau pola tidur yang buruk.
Berdasarkan penyakit diderita terdapat 4 orang lansia (66,6%) yang
mengalami insomnia karena faktor penyakit, yang sebagian besar yang
diderita yaitu nyeri reumatik. Dan 2 orang lansia (33,3%) yang
mengalami insomnia tanpa didasari penyakit.
Berdasarkan adanya penyakit gangguan jiwa seperti depresi mayor
atau pun kecemasan hanya terdapat 3 orang atau hanya sekitar 50%
yang mengalami depresi maupun kecemasan.

TERIMA KASIH