Anda di halaman 1dari 19

JENIS MANUSIA PURBA HOMO

Homo

Homo artinya manusia, merupakan jenis manusia purba yang paling maju
dibandingkan yang lain. Dalam hal penemuan fosil manusia purba,
Indonesia menempati posisi yang penting, sebab fosil-fosil manusia
purba
yang
ditemukan
Indonesia
berasal
dari semua kala Pleistosen sehingga tampak jelas perkembangan
fisik manusia purba tersebut.

Adapun temuan jenis Homo sebagai berikut.


a)
b)
c)
d)
e)
f)

Homo wajakensis (manusia dari Wajak


Homo soloensis (manusia dari Solo)
c. Homo sapiens
Homo Robustus
Homo Mojokertensis
Homo floresiensis

A. HOMO WAJAKENSIS (MANUSIA DARI WAJAK


Jenis ini ditemukan di Wajak, Tulungagung pada tahun
1889 ketika Von Rietschoten menemukan beberapa bagian
tengkorak. Temuan ini kemudian diselidiki oleh Dr. Eugene
Dubois yang kemudian disebut Homo wajakensis. Lapisan
asalnya adalah Pleistosen Atas, termasuk ras Australoid dan
bernenek moyang Homo soloensis serta menurunkan
penduduk asli Australia. Oleh Von Koenigswald, Homo
wajakensis dimasukkan dalam Homo sapiens (manusia cerdas)
sebab sudah mengenal upacara penguburan.

Jenis homo ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :


1. Ciri-ciri tubuhnya lebih maju daripada pithecanthropus.
2. Volume otaknya lebih besar daripada pithecanthropus yaitu antara
1000-2000 cc dengan rata-rata 1350-1450 cc.
3. Alat pengunyah, gigi dan otak tengkuk sudah mengecil
4.Berjalan lebih tegak.
5. Tulang tengkorak sudah membulat
6. Tinggi badang antara 130-210 cm, berat badan antara 30-150 kg.
7. Mukanya tidak terlalu menonjol ke depan.
8. Mampu membuat alat-alat dari batu dan tulang yang masih
sederhana.

HOMO WAJAKENSISI

B. HOMO SOLOENSIS (MANUSIA DARI SOLO)


Pada waktu ahli geologi Belanda, C. Ter Haar, menemukan
lapisan tanah di Ngandong (Ngawi Jawa Timur) bersama Ir.
Oppenoorth tahun 1931 1932. Mereka menemukan sebelas
tengkorak fosil Homo soloensis di lapisan Pleistosen Atas yang
kemudian diselidiki oleh Von Koenigswald dan Weidenreich.
Berdasarkan keadaannya, jenis ini bukan lagi kera, tetapi
sudah manusia.

Ciri ciri homo soloensis


Volume

otaknya antara 1000 1200 cc


Tinggi badan antara 130 210 cm
Otot tengkuk mengalami penyusutan
Muka tidak menonjol ke depan
Berdiri tegak dan berjalan lebih sempurna

HOMO SOLOENSIS

C. HOMO SAPIENS
Homo sapiens artinya manusia cerdas. Homo sapiens
berasal dari zaman Holosen,
bentuk tubuhnya sudah menyerupai manusia sekarang.
Mereka sudah menggunakan akal dan memiliki sifat seperti
yang dimiliki manusia sekarang. Kehidupan Homo sapiens
sederhana dan mereka masih mengembara.
Adapun ciri-cirinya adalah
1) volume otaknya antara 1.000 cc 1.200 cc;
2) tinggi badan antara 130 210 m;
3) otot tengkuk mengalami penyusutan;
4)alat kunyah dan gigi mengalami
penyusutan;
5) muka tidak menonjol ke depan;
6) berdiri dan berjalan tegak,
7) berdagu dan tulang rahangnya biasa, tidak sangat kuat.

Jenis Homo sapiens di dunia terdiri dari subspesies yang sampai


sekarang dianggap
menurunkan berbagai manusia, yaitu sebagai berikut.
1) Ras Mongoloid, berciri kulit kuning, mata sipit, rambut lurus. Ras
Mongoloid ini
menyebar ke Asia Timur, yakni Jepang, Cina, Korea, dan Asia
Tenggara.
2) Ras Kaukasoid, merupakan ras yang berkulit putih, tinggi, rambut
lurus, dan hidung mancung. Ras ini penyebarannya ke Eropa, ada yang
ke India Utara (ras Arya), ada yang ke Yahudi (ras Semit), dan ada yang
menyebar ke Arab, Turki, dan daerah Asia Barat lainnya.
3) Ras Negroid, memiliki ciri kulit hitam, rambut keriting, bibir tebal.
Penyebaran ras
ini ke Australia (ras Aborigin), ke Papua (ras Papua sebagai penduduk
asli), dan ke Afrika.

HOMO SAPIENS

D. HOMO ROBUSTUS

Arti dari Robustus itu sendiri adalah


manusia kera yang besar dan kuat tubuhnya
ditemukan tahun 1936 di Sangiran lembah
Sungai Bengawan Solo.Fosil kaum homo yang
ini ditemukan Von Koenigswald.

HOMO ROBOTUS

E.HOMO MOJOKERTOSIS
Kaum

Homo Mojokertensis (manusia kera


dari Mojokerto)
Fosilnya ditemukan di Perning (Mojokerto)
Jawa Timur tahun 1936 - 1941.Fosil kaum
homo yang ini ditemukan Von Koenigswald..

HO,O MOJOKEROTSIS

F. HOMO FLORESIENSIS
Homo floresiensis("ManusiaFlores", dijulukiHobbit) adalah
nama yang diberikan oleh kelompok peneliti untukspesiesdari
genusHomo, yang memiliki tubuh dan volumeotakkecil,
berdasarkan serial subfosil (sisa-sisa tubuh yang belum
sepenuhnya membatu) dari sembilan individu yang ditemukan
diLiang Bua,Pulau Flores, pada tahun 2001.[1][2][3] Kesembilan
sisa-sisa tulang itu (diberi kode LB1 sampai LB9) menunjukkan
postur paling tinggi sepinggang manusia moderen (sekitar 100
cm).
Para pakar antropologi dari tim gabunganAustraliadan
Indonesiaberargumen menggunakan berbagai ciri-ciri, baik
ukurantengkorak, ukurantulang, kondisi kerangka yang tidak
memfosil, serta temuan-temuan sisa tulang hewan dan alat-alat
di sekitarnya.Usia seri kerangka ini diperkirakan berasal dari
94.000 hingga 13.000 tahun yang lalu.

HOMO FLORESIENSIS