Anda di halaman 1dari 27

Kista Radikuler

Skenario
Seorang laki-laki usia 35 tahun datang ke klinik
gigi, untuk memeriksakan gigi depan rahang
atas. Pasien 3 tahun yang lalu pernah jatuh dan
gigi tersebut terkena benturan yang keras.
Selama ini gigi tersebut tidak pernah sakit hanya
lama-kelamaan terjadi perubahan warna menjadi
kehitaman dan posisinya bergeser. Pemeriksaan
rontgen foto tampak daerah radiolusen yang
berbentuk seperti buah pir (bulat) pada apeks
gigi yang dikelilingi oleh tepi yang radiopak yang
meluas dari lamina dura gigi yang terlibat.

Pemeriksaan

Pemeriksaan
Anamnesis yang baik harus mengacu pada
pertanyaan yang sistematis, yaitu dengan
berpedoman pada 4 pokok pikiran (The
Fundamental Four) dan 7 butir mutiara anamnesis
(The Sacred Seven).
Yang dimaksud dengan empat pokok pikiran,
adalah melakukan anamnesis dengan cara
mencari data (Redhono, dkk., 2012):
1.
2.
3.
4.

Riwayat
Riwayat
Riwayat
Riwayat

Penyakit Sekarang (RPS)


Penyakit Dahulu (RPD)
Kesehatan Keluarga
Sosial dan Ekonomi

Pemeriksaan
Setelah keluhan utama diketahui, dilanjutkan anamnesis
secara sistematis dengan menggunakan tujuh butir
mutiara anamnesis, yaitu (Redhono, dkk., 2012:
a. Lokasi Sakit
Seorang penderita perlu ditanyakan lebih lanjut secara tepat
bagian mana yang dimaksud, bila perlu penderita diminta
menunjukkan dengan tangannya.

b. Onset dan Kronologis


Perlu ditanyakan kapan mulai timbulnya sakit atau sudah
berlangsung berapa lama. Timbul mendadak atau perlahanlahan, hilang timbul atau menetap. Apakah ada waktu-waktu
tertentu keluhan timbul.

c. Kualitas (Sifat Sakit)


Bagaimana rasa sakit yang dialami penderita harus ditanyakan.

Pemeriksaan
d. Kuantitas (Derajat Sakit)
Ditanyakan seberapa berat rasa sakit yang dirasakan
penderita. Hal ini tergantung dari penyebab penyakitnya,
tetapi sangat subjektif, karena dipengaruhi antara lain
kepekaan seorang penderita terhadap rasa sakit, status
emosi dan kepedulian terhadap penyakitnya. Dapat
ditanyakan apakah sakitnya ringan, sedang atau berat.
Apakah sakitnya mengganggu kegiatan sehari-hari,
pekerjaan penderita atau aktifitas fisik lainnya.

e. Faktor yang Memperberat Keluhan


Ditanyakan adakah faktor-faktor yang memperberat sakit,
seperti aktifitas makan, fisik, keadaan atau posisi tertentu.
Adakah makanan/ minuman tertentu yang menambah
sakit.

Pemeriksaan
f. Faktor yang Meringankan Keluhan
Ditanyakan adakah usaha penderita
yang dapat memperingan sakit.

g. Keluhan yang Menyertai


Perlu ditanyakan keluhankeluhan lain
yang timbul menyertai dan faktor
pencetusnya.

Pemeriksaan
Pemeriksaan ekstra oral dan intra oral pada
dasarnya dilakukan denga cara yang relatif
sama yaitu dengan cara inspeksi, palpasi
ataupun perkusi. Pemeriksaan ekstra oral
adalah pemeriksaan yang dilakukan dengan
melihat dan memeriksa keadaan tubuh pasien
secara umum, meliputi mata, leher (kelenjar
tiroid), jari, kuku, telapak tangan. kulit wajah,
distribusi rambut, profil wajah, kesimetrisan
wajah, kontur kepala, sendi temporomandibular
dan kesehatan umum pasien (Siahaan, 2012).

Diagnosa Sementara dan


Diagnosa Banding

Diagnosa Sementara (Kista


Radikuler)
Kista radikuler adalah kista odontogenik yang terjadi
pada apeks gigi non vital, yang mengalami
peradangan. Terjadinya kista ini diakibatkan oleh
infeksi gigi, yang berkembang menjadi granuloma yang
berisikan sel epitel malassez. Kista radikuler disebut
juga kista inflamasi, kista periodontal, atau kista
periodontal apikal.
Kista radikuler merupakan kista yang paling sering
dijumpai di rongga mulut, (60 % - 75 % dari seluruh
kista odontogenik), frekuensi tersering di rahang atas
(terutama anterior 60 %), sedangkan rahang bawah
sering terjadi pada posterior, namun kista ini dapat
terjadi di regio mana saja di rahang.

Diagnosa Banding
Granuloma
Secara radiografi sulit dibedakan antara
kista dan granuloma. Tetapi kadang
gambaran radiologi kista terdapat garis
radiopak putih di sekitar lesi kista. Suatu
kista biasanya lebih besar ukuran
lesinya daripada granuloma.

Etiologi

Etiologi
Kista ini biasanya diawali dari karies
gigi, gigi nekrotik, trauma, gigi
dengan tumpatan yang tidak benar,
kegagalan perawatan endodontik,
dan traumatik oklusi.

Patogenesis Kista
Radikuler

Patogenesis
Patogenesis kista, berasal dari proses peradangan
pulpa non vital ke area periapikal gigi, sehingga
terbentuk granuloma.
Sisa-sisa epitel malassez yang terjerat dalam
granuloma dirangsang untuk berproliferasi secara
ekstensif. Epitel dinding terbentuk dari sisa epitel
malassez.
Produk infeksi pulpa dan nekrosis pulpa keluar ke
jaringan periapikal, menginduksi terjadi respon
inflamasi.
Sel-sel ini secara langsung atau pun tidak langsung
menstimulasi proliferasi dari sisa epitel mallasez.

Patogenesis
Massa sel-sel epitel tersebut berkembang,
sehingga bagian tengah semakin jauh dari
suplai nutrisi, akibatnya bagian tersebut
mati sehingga terjadilah akumulasi cairan.
Kista terus membesar karena adanya
proliferasi dinding kista, sehingga
peningkatan tekanan hidrostatik pada
lumen dan akumulasi cairan menyebar
dan menekan sel epitel yang membatasi
kapsul fibrosa.

Patogenesis
Kista akan ekspansi ke segala arah
karena tekanan perifer yang terus
menerus ke jaringan sehingga
merangsang osteoklas dan akibatnya
tulang mengalami resorb. Siklus ini
dapat berhenti dan berubah pada
situasi di mana sumber inflamasi
dihilangkan.

Macam Kista

Macam Kista

Gambaran Kista Radikuler

Klinis
Kista dapat terjadi di antara tulang atau jaringan
lunak. Dapat asymptomatic atau dapat
dihubungkan dengan nyeri dan pembengkakan.
Pada umumnya kista berjalan lambat dengan lesi
yang meluas. Mayoritas kista berukuran kecil dan
tidak menyebabkan pembengkakan di permukaan
jaringan. Apabila tidak ada infeksi, maka secara
klinis pembesarannya minimal dan berbatas jelas.
Pembesaran kista dapat menyebabkan asimetri
wajah, pergeseran gigi yang terlibat, hilangnya
gigi yang berhubungan atau gigi tetangga.

Radiologi
Gambaran radiologi kista radikuler :
1. Bentuk melingkar atau bulat radiolusen dengan tepi
yang radiopak
2. Gambaran radiolusen pada apeks dentin
3. Gigi dan struktur lain yang berdekatan mengalami
perubahan tempat

Gambaran radiologi kista radikuler yang terinfeksi


1. Rongga kista tampak dengan batas yang tidak jelas
2. Struktur di belakangnya menjadi tidak terlihat dan
defek tampak seperti terowongan
3. Ruang ligament periontal yang mengelilingi gigi
menjadi lebar.

Mikroskopis
Secara mikroskopis, kista radikuler dibentuk oleh
dinding jaringan ikat kolagen matang. Jaringan ikat ini
menjadi kerangka dasar atau stroma dari kebanyakan
kista yang lokasinya ada di rongga mulut. Di bagian
dalam dinding kista dapat ditemukan banyak fibroblast
yang merupakan sel dasar dari jaringan ikat.
Kista mengandung sel radang dalam jumlah yang
bervariasi. Sel di dalam infiltrat yang paling banyak
dijumpai adalah limfosit, dengan ciri khas inti yang
berwarna gelap. Sel plasma juga banyak terdapat di
dalam dinding kista, dan kebanyakan dijumpai pada
kista yang kronik. Selain itu, ditemukan juga eritrosit,
giant cell, dan kristal kolesterol.

Perawatan

Perawatan
Ada beberapa pilihan perawatan untuk kista radikuler
seperti perawatan ortodontik (root canal treatment)
dan terapi bedah (enukleasi dan marsupialisasi).
Marsupilisasi
Metode ini biasanya dilakukan untuk mengeluarkan kista
yang besar dan mengeluarkan kista yang besar
memerlukan pembukaan surgical window pada tempat
yang sesuai di atas lesi.

Enukleasi
Pembedahan dengan metode ini meliputi pengeluaran
kantong kista secara keseluruhan dan penyembuhan luka (
Alexandridis, 2007).

Kista radikuler sendiri dapat


menghilang apabila agen
penyebabnya telah dihilangkan.
Sebagian besar kista radikuler dapat
disembuhkan dengan root canal
treatment, khususnya kista radikuler
dengan ukuran kurang dari 5 mm
dan tidak membutuhkan intervensi
bedah (Mhathre, 2002; Chung,
2006).

Komplikasi Perawatan