Anda di halaman 1dari 41

DIAGNOSA TOPIK

NEUROLOGI

dr. Yusril
Bagian Neurologi
FK. UNSRI/RSUP. Dr. M. Hoesin
PALEMBANG

berat 1,5 kg
78% air,10% lemak, 8% protein
< 2,5 % berat tubuh
Menggunakan 20 % energi tubuh
100 miliar neuron
1 triliun sel glial
100 triliun titik sambungan
sinaptik

Anatomi & Fisiologi

Otak ada 2 belahan kiri dan kanan


Tiap belahan dibagi menjadi 5 bagian lebih kecil (lobus)
Antara belahan dan lobus-lobus tsb mempunyai koneksi
melalui sel saraf dan cabang2nya
Setiap persimpulan antar ujung saraf memiliki zat
pengantar (neurotransmiter)
Setiap inci kulit otak mempunyai fungsi yg berbeda
Koneksi tidak saja di dalam otak tapi turun menyebar ke
sumsung tulang belakang sampai ke ujung sara tepi di tan
gan dan tungkai

200 M SEL
Misteri otak
otak
Misteri

100 M
BIT

100 T
SAMBUNGAN

540 KM
/JAM

Definisi
Diagnosa Klinis
D/ yg ditegakkan berdasarkan kelainan klinis
neurologis yang didapatkan pd saat pemeriksa
an .
Diagnosa Topik :
D/ yang menentukan letak lesi dari kelainan
neurologis yang di dapat dari Diagnosa klinis
Diagnosa Etiologi
D/ yg menentukan penyebab dari kelainan
neurologis yg disebutkan pd DK & ditempat lesi yg
disebutkan pd DT

LESI JARAS MOTORIK


MOTORIK

UMN

PIRAMIDALIS

LMN

Ext.Piramid

Motor neuron

Neuro axis

Motor & plate

cortex

cortex

radix

Sub cortex

Ganglia basialis

n. spinalis

Capsula interna

cerebellum

plexus

mesencepalon

pons
Med.obl
Decucastio p.
Medulla spinalis

neuron

otot

HEMIPARESE

Hemiparese/ Hemiplegi
Berkurangnya /hilangnya gerakan atau

kekuatan otot separuh tubuh yang


ditandai dengan gangguan tonus, reflek
fisiologis, reflek patologis.

Spastis
Flaksid

Hemiparese/Hemiplegi
1.Typica
2.Alternans
3.Crusiata

H. TYPICA

H. ALTERNANS

H. CRUSIATA

PERJALANAN TRAKTUS
PIRAMIDALIS

GEJALA

CORTEX

Hemiparese Typica

Gangguan sensorik

Ggn iritatif

Gejala Fokal

Afasia Global

CAPSULA INTERNA SUB CORTEX

Afasia Motorik Murni

Parese N. VII & N. XII

Lesi Pada Batang Otak


Gejala
Hemiparese
Alternans

Mesencepalon

+( weber, benedict)

Pons

+( raymond

Med. Obl

+(wallenberg)

cestan,
Foville)

Hemiparese Crusiata
Parese N 3

Parese N. 4,5,6,7,8
Parese N.9,10,11,12

Dec
Pyramid.

+
+

+
+

Bamford Classification Systems


.
Lacunar
(LACI)
Signs Motor or
sensory
deficit only

Partial
anterior
circulation
(PACI)
2 of following:
motor or
sensory deficit;
higher cortical
dysfunction;
hemianopia

Total
anterior
circulation
(TACI)
All of: motor
or sensory;
cortical;
hemianopia

Posterior
circulatio
n
(POCI)
Isolated
hemianopi
a; brain
stem
signs;
cerebellar
ataxia

PARAPARESE
TETRAPARESE

MEDULA
SPINALIS

SPINAL CORD FUNCTION


Connecting Central
nervous system peri
pheral nervous syste
m
Motorik tract
Sensory tract
Otonom
Reflex

ANATOMI MEDULA SPINALIS


Segmen MS : C=8,T=12,L=5,S=5,Cog=1
Spt Tabung: Mulai dari For.occp.Mag s/p setinggi C.V L2
berupa conus Med, selanjutnya sbg benang filum terminale.
Pembungkus :
Piameter : berakhir di L1
Aracnoidmater : berakhir di S1-2
Duramater : melekat erat dgn dinding tulang

GEJALA LESI DI MEDULA SPINALIS


TERGANTUNG DARI :
1. TINGGI LESI (Setinggi mana: C,T,L) derm atom e
2. LU AS LESI, BISA TO TAL/PARTIAL/H EM ILESI
- TO TAL : 3 FU N G SIN EU RO LO G IS TERG AN G G U
- PARTIAL : 1 O R 2 FU N G SITERG AN G G U
- H EM ILESI: BILA M .S TERG AN N G U
G EJALA :
3. PARALISE
4. G G N SEN SISIBILITAS SEG M EN TAL (EKTERO /
PRO PRIO SEPTIK )
5. G G N O TO N O M /VEG ETATIF SEG M EN TAL

Gejala

Tetraparese
Spastik
Ext. Sup Spastik
Ext. Inf Spastik

Tetraparese
Spastik
Ext. Sup Flaksid
Ext. Inf Spastik

Paraparese
Hanya gangguan
miksi & defekasi

Cervical atas
(C1,C2,C3)

Cervical
Tengah
(C4)

Cervical
Bawah
(C5-T1)

Torakal

Lumba
l

Sacral

SPINAL CORD CROSS SECTION

Traktus piramidalis, berjalan melewati korona radiata adalah serat seratnya berkumpul kearah
ekstremitas posterior kapsula interna dlam urutan somatotropik

Sindrom klinis terputus jaras motorik

Anamnesis CVD
Penderita dirawat di bagian saraf RSMH karena sukar/tidak bisa berjalan
yang disebabkan kelemahan pada lengan kanan/kiri dan tungkai kanan/
kiri (tidak bisa digerakkan) yang terjadi secara tiba-tiba/ perlahan-lahan.
jam/hariSMR S, saat penderita bangun tidur/ istirahat/ aktifitas/
tiba-tiba penderita mengalami kelemahan pada lengan kanan/kiri dan tun
gkai kanan/kiri (tidak bisa digerakkan) disertai/tanpa disertai kehilangan k
esadaran selama .......menit/sampai sekarang. Saat serangan penderita
merasa sakit kepala yang di sertai mual muntah, disertai/tanpa disertai k
ejang, tanpa disertai gangguan rasa pada sisi yang lemah/lumpuh, disert
ai gangguan rasa baal, nyeri, kesemutan, dll pada sisi yang lemah/tidak
bisa digerakkan. Kelemahan pada lengan kanan/ kiri dan tungkai kanan/
kiri (tidak bisa digerakkan) dirasakan tidak sama/sama berat. Sehari-hari
penderita bekerja menggunakan tangan kanan/kiri. Penderita masih tidak
dapat/tidak dapat mengungkapkan isi pikirannya secara lisan, tulisan, da
n isyarat. Penderita masih dapat/tidak dapat mengerti isi pikiran orang lai
n yang diungkapkan secara lisan, tulisan, dan isyarat. Saat bicara mulut
penderita tidak mengot/mengot ke kanan/ kiri dan bicaranya tidak pelo.

Saat serangan penderita mengalami/ tidak mengalami jantung yang berdebar-debar


disertai sesak napas (bila mengalami sejak kapan......berobat ke dokter atau tidak,
control teratur atau tidak). Penderita sering mengeluh/ tidak sering mengeluh sakit
kepala bagian belakang yang timbul pada pagi hari dan berkurang pada malam hari.
penderita tidak pernah/ pernah mengalami koreng di kemaluan yang tidak gatal, tidak
nyeri, dan sembuh sendiri. Penderita tidak pernah/pernah mengalami bercak merah di
kulit yang tidak gatal, tidak nyeri, dan sembuh sendiri. Penderita tidak pernah/pernah
mengalami nyeri pada tulang panjang. Penderita/ istri penderita tidak pernah/ pernah
mengalami keguguran pada usia kehamilan lebih dari 16 minggu.
Penyakit ini/ seperti ini, diderita untuk pertama/ kalinya. (Bila lebih dari satu kali
:pertama kali terjadi kelemahan pada lengan kanan/kiri dan tungkai kanan/ kiri kurang
lebih bulan/ tahun yang lalu dan yang kedua sekarang.
1. Lues Stadium
2. Koreng di kemaluan tidak gatal, tidak nyeri sembuh sendiri
3. Bercak merah di kulit tidak gatal, tidak nyeri, sembuh sendiri
4. Nyeri tulang panjang
5. Keguguran usia kehamilan > 16 min

Anamnesis CVD
Penderita dirawat di bagian saraf RSMH karena sukar/tidak bisa berjalan
yang disebabkan kelemahan pada lengan kanan/kiri dan tungkai kanan/
kiri (tidak bisa digerakkan) yang terjadi secara tiba-tiba/ perlahan-lahan.
jam/hariSMR S, saat penderita bangun tidur/ istirahat/ aktifitas/
tiba-tiba penderita mengalami kelemahan pada lengan kanan/kiri dan tun
gkai kanan/kiri (tidak bisa digerakkan) disertai/tanpa disertai kehilangan k
esadaran selama .......menit/sampai sekarang. Saat serangan penderita
merasa sakit kepala yang di sertai mual muntah, disertai/tanpa disertai k
ejang, tanpa disertai gangguan rasa pada sisi yang lemah/lumpuh, disert
ai gangguan rasa baal, nyeri, kesemutan, dll pada sisi yang lemah/tidak
bisa digerakkan. Kelemahan pada lengan kanan/ kiri dan tungkai kanan/
kiri (tidak bisa digerakkan) dirasakan tidak sama/sama berat. Sehari-hari
penderita bekerja menggunakan tangan kanan/kiri. Penderita masih tidak
dapat/tidak dapat mengungkapkan isi pikirannya secara lisan, tulisan, da
n isyarat. Penderita masih dapat/tidak dapat mengerti isi pikiran orang lai
n yang diungkapkan secara lisan, tulisan, dan isyarat. Saat bicara mulut
penderita tidak mengot/mengot ke kanan/ kiri dan bicaranya tidak pelo.

Anamnesis CVD

Penderita dirawat di bagian saraf RSMH


karena sukar/tidak bisa berjalan yang
disebabkan kelemahan pada lengan kanan/kiri
dan tungkai kanan/kiri (tidak bisa digerakkan) ,
yang terjadi secara tiba-tiba/ perlahan-lahan.

Anamnesis CVD
DK

DT

DE

jam/hari SMRS, saat penderita bangun tidur/ istirahat/ aktifitas/ ,tiba-tiba

penderita mengalami kelemahan pada lengan kanan/kiri dan tungkai kanan/kiri


(tidak bisa digerakkan) disertai/tanpa disertai kehilangan kesadaran selama
.......menit/sampai sekarang. Saat serangan penderita merasa sakit kepala yang di
sertai mual muntah, disertai/tanpa disertai kejang, tanpa disertai gangguan rasa
pada sisi yang lemah/lumpuh, disertai gangguan rasa baal, nyeri, kesemutan, dll
pada sisi yang lemah/tidak bisa digerakkan. Kelemahan pada lengan kanan/ kiri
dan tungkai kanan/kiri (tidak bisa digerakkan) dirasakan tidak sama/sama berat.
Sehari-hari penderita bekerja menggunakan tangan kanan/kiri. Penderita masih
tidak dapat/tidak dapat mengungkapkan isi pikirannya secara lisan, tulisan, dan
isyarat. Penderita masih dapat/tidak dapat mengerti isi pikiran orang lain yang
diungkapkan secara lisan, tulisan, dan isyarat. Saat bicara mulut penderita tidak
mengot/mengot ke kanan/ kiri dan bicaranya tidak pelo

Saat serangan penderita mengalami/ tidak mengalami jantung yang berdebardebar disertai sesak napas (bila mengalami sejak kapan......berobat ke dokter
atau tidak, control teratur atau tidak). Penderita sering mengeluh/ tidak sering
mengeluh sakit kepala bagian belakang yang timbul pada pagi hari dan
berkurang pada malam hari. penderita tidak pernah/ pernah mengalami
koreng di kemaluan yang tidak gatal, tidak nyeri, dan sembuh sendiri.
Penderita tidak pernah/pernah mengalami bercak merah di kulit yang tidak
gatal, tidak nyeri, dan sembuh sendiri. Penderita tidak pernah/pernah
mengalami nyeri pada tulang panjang. Penderita/ istri penderita tidak pernah/
pernah mengalami keguguran pada usia kehamilan lebih dari 16 minggu.

THANKS

N. kranialis. Organ2 yg di sarafinya di hubungkan dgn garis merah,organ


tempat impuls berasal dengan garis hitam

Traktus ekstrapiramidalis

Anda mungkin juga menyukai