Anda di halaman 1dari 26

KEJANG DEMAM KOMPLEKS

Pembimbing:
Dr. Sri Alemina Br Ginting,
Sp. A
Hesti Kusmayanti
10310436

PENDAHULUAN

Kejang demam adalah bangkitan kejang yang


terjadi pada kenaikan suhu tubuh (suhu rektal di
atas 38C) yang disebabkan oleh suatu proses
ekstrakranial, terjadi pada anak usia 6 bulan 5
tahun. Sebagian besar kejang terjadi pada hari
pertama anak demam. Kejang tidak selalu timbul
pada suhu yang tinggi. Kadang-kadang demam
yang tidak begitu tinggi dapat menyebabkan
kejang.
Kejang demam di klasifikasikan menjadi dua, yaitu:
Kejang Demam Sederhana dan Kejang Demam
Kompleks.

DEFINISI

Kejang demam kompleks adalah kejang


demam yang berlangsung lama lebih
dari 15 menit, kejang bersifat fokal
atau parsial satu sisi, atau kejang
umum didahului kejang parsial, kejang
terjadi berulang lebih dari 1 kali dalam
24 jam.

ETIOLOGI
Kejang demam dapat timbul oleh berbagai
sebab, terutama infeksi. Semua jenis infeksi
yang bersumber di luar susunan saraf pusat
yang menimbulkan demam dapat
menyebabkan kejang demam. Penyakit
yang paling sering menimbulkan kejang
demam adalah infeksi saluran pernafasan
atas (tonsilitis, faringitis), otitis media akut,
gastroenteritis, pneumonia, bronkhitis,
morbili, dan sebab lain yang tidak diketahui.

MANIFESTASI KLINIK
Manifestasi klinik yang sering dijumpai adalah:

Didahului oleh kenaikan suhu yang cepat, biasanya terjadi bila suhu diatas 39 0C

Kehilangan kesadaran

Kejang menyeluruh

Serangan berupa kejang klonik atau tonik- klonik bilateral

Anak dapat menahan napasnya tanpa sadar

Dapat mengeluarkan suara seperti teriakan melengking atau menangis

Selanjutnya diikuti gerakan ritmis berulang seluruh tubuh yang involunter yang tidak
dapat dihentikan

Setelah kejang pasien mengalami periode mengantuk singkat

Setelah beberapa detik atau menit anak akan bangun dan sadar kembali tanpa
adanya defisit neurologis

Kejang dapat diikuti hemiparesis sementara (hemiparesis Tood) yang berlangsung


beberapa jam atau beberapa hari

FAKTOR RESIKO
Faktor resiko yang dapat menyebabkan kejang demam yang
pertama:

Riwayat keluarga dengan kejang demam

Pemulangan neonatus >28 hari

Perkembangan yang terlambat

Kadar natrium rendah

Temperatur yang tinggi

Faktor resiko kejang demam yang berulang:

Usia muda pada saat terjadi kejang demam yang pertama


(<12 bulan)

Demam yang suhunya relatif rendah saat kejang demam


pertama (<38C)

Riwayat penyakit keluarga dengan kejang demam

Durasi yang pendek antara onset demam dan terjadinya


kejang

Riwayat keluarga epilepsi

PATOFISIOLOGI

DIAGNOSIS BANDING

Kejang demam sederhana


Epilepsi yang dibangkitkan demam
Meningitis
Ensefalitis

DIAGNOSIS KERJA
Kejang Demam Kompleks

PEMERIKSAAN PENUNJANG

Laboraturium
Pemeriksaan laboraturium dilakukan sesuai indikasi untuk
mencari penyebab kejang demam, pemeriksaan yang
dilakukan dapat meliputi pemeriksaan darah perifer
lengkap, gula darah, dan elektrolit.

Pungsi Lumbal
Pungsi lumbal sangat di anjurkan pada bayi berumur kurang
dari 12 bulan, dianjurkan pada pasien berumur 12-18 bulan,
dan dipertimbangkan pada anak berumur diatas 18 bulan.

Elektroensefalografi
EEG dipertimbangkan pada keadaan kejang demam
kompleks atau pada anak yang beresiko menjadi epilepsi.
Suatu studi menunjukkan pada pasien kejang demam
kompleks lebih sering mempunyai gambaran EEG abnormal,
namun gambaran EEG yang abnormal tidak dapat

PENATALAKSANAAN

Pengobatan Profilaksis Intermiten Pada Saat Demam


Anti piretik
Tujuan utama pengobatan kejang demam adalah
mencegah demam meningkat. Berikan paracetamol 10-15
mg/kgBB/hari setiap 4-6 jam atau ibuprofen 5-10
mg/kgBB/hari setiap 4-6 jam.
Anti kejang
Beri diazepam oral dosis 0.3 mg/kgBB/dosis tiap 8 jam
pada saat demam atau diazepam rectal dosis 0.5
mg/kgBB/hari setiap 12 jam pada saat demam.
Pengobatan jangka panjang
Pengobatan jangka panjang selama satu tahun dapat
dipertimbangkan pada kejang demam kompleks dengan
faktor resiko. Obat yang digunakan adalah fenobarbital 35 mg/kgBB/hari atau asam valproat 15-40mg/kgBB/hari.

Pemberian obat rumatan


Pengobatan rumatan dipertimbangkan bila:
Kejang berulang dua kali atau lebih dalam 24
jam
Kejang demam terjadi pada bayi kurang dari 12
bulan
Kejang demam 4 kali per tahun
Lama pengobatan diberikan selama 1 tahun
bebas kejang, kemudian dihentikan secara
bertahap selama 1-2 bulan.

PROGNOSIS
Dengan penanggulangan yang tepat dan cepat,
prognosisnya baik dan tidak perlu menyebabkan
kematian. Dari penelitian yang ada, frekuensi
terulangnya kejang berkisar antara 25%-50%
yang umumnya terjadi pada 6 bulan pertama.

Identitas Pasien
Nama : Justin Ginting
Umur : 4 tahun
Jenis kelamin : Laki laki
Alamat : Kabanjahe
No. MR : 112633
Tanggal masuk : 05-12-2014
Waktu masuk
: 08.00

Identitas Orang Tua

Nama Ayah : Roni Ginting


Umur : 37 tahun
Pendidikan : SLTA
Pekerjaan : Wirasuasta
Alamat : Kabanjahe

Nama Ibu : Elvida


Umur : 32 tahun
Pendidikan : SI
Pekerjaan : Wirasuasta
Alamat : Kabanjahe

Anamnesa
Alloanamnesa di lakukan terhadap ayah dan ibu
pasien pada tanggal 5 Desember 2014

Keluhan Utama
Kejang

Riwayat penyakit sekarang


Pasien mengalami demam 1 hari, kemudian
mengalami kejang sebanyak 2 kali pada jam 15.20
dan jam 05.30. Pasien juga mengalami muntah
sebanyak 1 kali. Ibu pasien mengatakan pasien baru
pertama kali mengalami hal seperti ini.

Riwayat Penyakit Terdahulu: Pasien


belum pernah mengalami keluhan yang
sama sebelumnya
Riwayat Penyakit Keluarga: Pada
keluarga tidak di temui keluhan yang
sama
Riwayat Alergi : Pasien tidak memiliki
riwayat alergi obat atau makanan

Riwayat Kelahiran
Tanggal : 8 September 2010
Lahir di : Klinik Bersalin
Persalinan ditolong oleh : Bidan
Masa kehamilan : Cukup bulan
Jenis partus : normal
Riwayat bersaudara: Os anak pertama
Riwayat Imunisasi : BCG (+), DPT (+),
POLIO (+), CAMPAK (+), HEPATITISB (+)

Pemeriksaan Fisik
Kesadaran : Compos mentis
Status present
Keadaan Umum : Tampak sakit sedang
Tekanan darah : - mmHg
Denyut Nadi : 96x/menit
Pernafasan: 24x/menit
Suhu : 37,7oC
Berat Badan : 15 kg
Tinggi Badan : 103 cm
BB/TB2
= 17/(104)2
= 15,74

Pemeriksaan Khusus

Kepala : dalam batas normal


Mata : dalam batas normal
Telinga : dalam batas normal
Hidung : Sekret (+), Hiperemis (+)
Mulut : dalam batas normal
Leher : dalam batas normal
Thorax : dalam batas normal
Punggung : dalam batas normal
Abdomen : dalam batas normal
Ekstremitas : dalam batas normal
Genitalia : Laki - laki

Hasil Pemeriksaan Penunjang


Tidak dilakukan pemeriksaan.

Diagnosis Banding
Kejang Demam Sederhana
Epilepsi yang dibangkitkan demam
Meningitis
Ensefalitis

Diagnosis Kerja
Kejang Demam Kompleks

Tatalaksana
Medikamentosa
IUVD Ringer laktat 10gtt/menit (mikro)
Inj. Taxegram 500mg/12 jam
Amoxon 3x1 1/2
Sanmol syr 3x10 ml
Stesolid syr 3x1
Zemimdo 3x1
Non medikamentosa
Istirahat total (tirah baring)

Follow Up Pasien

Tanggal 05 - 12 2014
S : Kejang (+), Demam (+), Muntah (+)
O : T= 38,3 oC, HR= 110x/menit, RR= 25x/menit
A : Kejang Demam Kompleks
P : IUVD Ringer laktat 10gtt/menit (mikro)
Inj. Taxegram 500mg/12 jam
Tanggal 06 12 2014
S : Kejang (-), Demam (-), Muntah (-)
O : T= 36,5 oC, HR= 98x/menit, RR= 25x/menit
A : Kejang Demam Konpleks
P : IUVD Ringer laktat 10gtt/menit (mikro)
Inj. Taxegram 500mg/12 jam
(PBJ)

Terimakasih