Anda di halaman 1dari 73

INFEKSI BAKTERI

MINDI WIDAYANI
1220221115

IMPETIGO

IMPETIGO
Definisi :
- Impetigo merupakan bentuk
pioderma superfisialis yang sering
dijumpai.
- Mudah menular, terdapat
dipermukaan kulit (epidermis)
stratum korneum dan stratum
granulosum

IMPETIGO
Klasifikasi :
Impetigo krustosa (impetigo kontagiosa,
impetigo vulgaris)
Impetigo vesikobulosa (cacar monyet)
Impetigo neonatorum

IMPETIGO KRUSTOSA

Sinonim
impetigo kontangiosa, impetigo
vulgaris, impetigo tillbury fox
Epidemiologi
Infeksi kulit mudah menular
Terutama pada anak-anak
Orang dewasa : tinggal bersamasama dalam 1 kelompok

Etiologi
streptococus grup A
Streptococcus B hemolitycus
Faktor presdisposisi
Trauma kecil (gigitan serangga), kontak erat dengan
yang menderita pioderma, daerah tropis (panas dan
lembab), kebersihan kurang dan higiene buruk

IMPETIGO
Gejala klinis :
KRUSTOSA
Tempat predileksi tersering di daerah wajah,
terutama sekitar lubang hidung dan mulut.
Kelainan kulit didahului oleh makula
eritematosa kecil sekitar 1-2 mm. Kemudian
secara cepat terbentuk vesikel atau pustul
yang mudah pecah dan meninggalkan erosi.
Cairan serosa dan purulen akan membentuk
krusta tebal berwarna kekuningan yang
memberi gambaran karakteristik seperti
madu (honey coloured).
Diagnosis banding : Ektima

IMPETIGO
KRUSTOSA

Status Dermatologis
Lokasi : daerah yang terpajan, terutama wajah, tangan,
leher dan ekstremitas
Gejala singkat penyakit
Gatal makula eritematosa vesikel / bula mudah
pecah sekret kuning kecoklatan krusta

Ukk
Makula eritematosa 1-2 mm-> vesikel/pustulamudah
pecah dan meninggalkan erosi-> krusta lengket
berwarna kuning, lunak dan tebal (seperti madu),
krusta kuning kecoklatan berlapis dan mudah diangkat

IMPETIGO
KRUSTOSA

Krusta tebal kekuningan seperti madu


disekitar mulut. Tampak vesikel dan pustul

IMPETIGO
KRUSTOSA

IMPETIGO
KRUSTOSA

Pemeriksaan laboratorium
Daerah tepi : leukositosis
Perwarnaan gram (usapan vesikula yang baru) :
kokus-kokus gram positif
Biakan dari daerah dibawah krusta : streptococcus
dan stafilokokkus
Diagnosis banding
Varisela : krusta berwarna coklat dan kasar
Dermatofitosis : penyembuhan di tengah les

IMPETIGO
KRUSTOSA

Penatalaksanaan
Topikal
o Bersihkan lesi dengan antiseptik
o Lesi basah -> kompres dgn lar. Pemanganas kalikus
1/10.000
o Lesi kering -> oles dgn salep -> mupirosin 2% (AB
S.aureus dan streptococus B hemolitik)
o AB lain : asam fusidat, gentamisin
Sistemik
Obat pilihan :Penisilin V per oral
Eritromisin, amoxicilin/ sefarosporin
Pencegahan
Memperbaiki keadaan higiene dan lingkungan
Menjauhkan anak-anak dari anak yang menderita
impetigo krustosa

IMPETIGO
KRUSTOSA

Talak dan prognosis

non-far: jaga higienitas


Farmako: krusta banyak lepas
krusta dan cuci dengan H202 dan
kasih salep kloramfenikol 2% dan
teramisn 3%
Lesi bayak dan ada gejala sistemik :
penisilin, sefalosporin
Prognosis baik, namun bisa timbul
komplikasi seperti glomerulonefritis

IMPETIGO VESIKOBULOSA
Sinonim
impetigo vesikobulosa, cacar monyet
Etiologi
Staphylococcus aureus grup faga II

Faktor presdisposisi
daerah tropis (panas, banyak debu dan lembab),
kebersihan kurang dan higiene buruk (anemia dan
malnutrisi)

IMPETIGO VESIKOBULOSA
Tempat predileksi
ketiak, dada, dan punggung, Pada neonatus sering
ditemukan
di daerah selangkangan dan bokong.

Ukk
Makula eritematosa yang dengan cepat ->vesikel, bula
dan bula hipopion, Bula mudah pecah karena letaknya
subkorneal, meninggalkan skuama anular dengan
bagian tengah eritema dan cepat mengering. Lesi
dapat melebar membentuk gambaran polisiklik.
Gejala
Lepuh timbul mendadakmpada kulit sehat, ,miliarlentikular hgg 2hr.
Pecah krusta kuning kcoklatan datar dan tipis

IMPETIGO VESIKOBULOSA

Tampak bula, bula hipopion dan


ekskoriasi.
Pada tepinya terdapat kolaret

IMPETIGO VESIKOBULOSA

Diagnosis banding
Pemfigus : bula dinding tebal, dikelilingi erimatosa
dan KU buruk
Impetigenisasi : disertai gejala konstitusi (demam
dan malaise)
Pengobatan
non-medikamentosa
menjaga kebersihan dan higiene perorangan serta
mengatasi faktor predisposisi.

IMPETIGO VESIKOBULOSA

Medikamentosa
- Topikal
bergantung pada stadium penyakit dan morfologi
kelainan kulit,dapat diberikan:
Kompres terbuka:larutan permanganas kalikus
1/5000,larutan rivanol 1 % Diberikan pada keadaan
akut dan krusta tebal serta lekat.
Antibiotik topikal: salap/krim asam fusidat 2%, salap
mupirosin 2%, salap basitrasin dan neomisin, dioles
2x/hr
- Sistemik
Penisilin G prokain
semisintetiknya: amoksisilin, 30- 50 mg/kgBB/hr, 3x/hr
flukloksasilin, 50 mg/kgBB/hr, 4x/hr atau dikloksasilin, 25
mg/kg BB/hr, 4x/hr, selama 7 hari.
Dapat juga diberikan eritromisin, 30-50 mg/kgBB/hr,

Impetigo neonatorum
Varian impetigo vesikobulosa pada
neonatus
Lesi seperti impetigo vesikobulosa
tetapi generalisata
Demam
DD/ Sifilis kongenital

IMPETIGO ULCERATIF
(EKTIMA)

IMPETIGO ULSERATIF (EKTIMA)


Definisi
- Ulkus superfisial dengan krusta di atasnya menyerang epidermis dan
dermis.
- Pioderma yang menyerang epidermis dan dermis, membentuk ulkus
dangkal yang diutupi oleh krusta berlapis
Etiologi
Streptococcus hemolyticus
Epidemiologi
Frekuensi Anak > Dewasa
Daerah: Tropis
Musim/iklm : Panas dan lembab
Kebersihan/ higene. rumah: kurang bersih dan malnutrisi
Faktor presdisposisi
trauma, malnutrisi, hiegene yang jelek

IMPETIGO ULSERATIF (EKTIMA)

Diagnosis
pasien merasa sedikit sakit , pada perabaan terasa
nyeri
Anamnesa:
Keluhan: gatal
Lesi awal berupa vesikel atau vesikopustula di atas kulit yang
eritematosa, membesar dan pecah, terbentuk krusta tebal dan
kering yang sukar dilepas dari dasarnya. Jika krusta dilepas
terdapat ulkus dangkal. Jika keadaan umum baik akan sembuh
sendiri dari waktu 3 minggu, jika KU tidak baik pasien bisa
gangren

IMPETIGO ULSERATIF (EKTIMA)

Px. Fisik
Tempat predileksi
Ekstermitas bawah, wajah dan ketiak

Ukk
Lesi berupa krusta tebal berwarna kuning dan
melekat, jika krusta diangkat tampak ulkus dangkal.

Px. Penunjang
Histopatologi: peradangan dalam yang diinfeksi kokus,dengan
infiltrasi PMN, Pembentukan abses mulai dari folikel
pilosebasea. Pada dermis, ujung pembuluh darah melebar dan
terdapat serbukan PMN

IMPETIGO ULSERATIF (EKTIMA)

IMPETIGO ULSERATIF (EKTIMA)

Tampak erosi, ekskoriasi, krusta warna


merah-kehitaman, pada kedua tungkai

IMPETIGO ULSERATIF (EKTIMA)

Diagnosis banding
impetigo krustosa : krusta mudah diangkat dan warna
kuning
Folikulitis : berbatas tegas, berupa papul miliar sampai
lentikular
Pengobatan
Kompres terbuka seperti (larutan permanganas kalikus
1/5000, larutan rivanol 1 ; atau yodium povidon
7,5% dilarutkan 10x)
Krim/salap antibiotik (salap/krim asam fusidat 2%,
salap mupirosin 2%, salap basitrasin dan neomisin).
Antibiotik sistemik dapat diberikan antara lain
ampisilin,amoksisilin, eritromisin 30-50 mg/kg BB/hari,
dibagi dalam 3 dosis.

FOLIKULITIS
SUPERFISIALIS

FOLIKULITIS
Definisi
radang folikel rambut
Epidemiologi
mengenai anak2, remaja, dewasa terutama penderita jerawat / sebore
Etiologi
Staphylococcus aureus
Faktor presdisposisi
keingat banyak, daerah tropis, hiegene buruk, DM, kelelahan, kurang
gizi
Klasifikasi folikulitis
1. Superfisial = epidermis
2. Profunda = subkutan

FOLIKULITIS

sinonim

Folikulitis superfisialis

Folikulitis profunda

Impetigo bockhart

Tempat
Terbatas didalam epidermis
predileksi di daerah kulit kepala, dagu, ketiak
dan ekstremitas.

Sampai ke subkutan

Kelainan
kulit

Papul dan pustul yang eritatosa dan


ditengah terdapat rambut biasanya
multipel

Pustul pecah-> krusta.


Erupsi papulopustular
umumnya terlokalisir.
Sering
disertai dengan keluhan
pruritus.

predileksi sering di tungkai bawah,


papul, pustul yg eritematosa dan
ditengahnya terdapat rambut,
biasanya multiple
tungkai bawah; papul/pustul
eritematosa dgn rambut di tengah;
multipel

ada infiltrat subkutis,


mis. sikosis barbe

FOLIKULITIS

Diagnosis banding
- akne vulgaris
- tinea barbae

FOLIKULITIS

FOLIKULITIS

FOLIKULITIS

Papul-papul eritematosa, diskret, diatasnya


terdapat pustul

FOLIKULITIS
Medikamentosa
- Topikal
Antibiotik topikal: salap/krim asam fusidat 2%, salap
mupirosin 2%, salap basitrasin dan neomisin, dioles 2x/hr
- Sistemik
Penisilin G prokain
semisintetiknya: amoksisilin, 30- 50 mg/kgBB/hr, 3x/hr
flukloksasilin, 50 mg/kgBB/hr, 4x/hr atau dikloksasilin, 25
mg/kg BB/hr, 4x/hr, selama 7 hari.
Dapat juga diberikan eritromisin, 30-50 mg/kgBB/hr,
3x/hr, selama 7 hari.

FURUNKEL, KARBUNKEL

Furunkel/Karbunkel
Radang folikel rambut dan jaringan di
sekitarnya
Multipel = furunkulosis
Karbunkel = furunkel yang menjadi
satu
Biasanya disebabkan oleh S. aureus
Nodus eritematosa yg nyeri abses
pecah fistula
Aksila, bokong

FURUNKEL
Definisi
Peradangan folikel rambut dan jaringan subkutan sekitarnya
Epidemiologi
sering mengenai anak2 sebagai komplikasi penyakit parasit

Etiologi
Stapylococcus aureus

Faktor predisposisi
Gesekan, tekanan, iritasi dan garukan
DM, dermatitis sebore, malnutrisi, penderita imunodefisien

FURUNKEL
Manifestasi
gatal, nyeri saat ditekan/ diusap, saat proses supurasi
terasa sakit sekali
Tempat predileksi
muka (bibir atas, hidung, telinga)ketiak, pantat,
punggung, leher, wajah
UKK
Makula eritematosa lentikular- numular menjadi nodula
lentikular numular berbentuk kerucut
Diagnosis banding
Sporotrikosis
Blastomikosis

FURUNKEL
Penatalaksanaan
Non medikamentosa
kompres air hangat
Jika lesi matang dilakukan insisi dan drainase
Pakaian, handuk, alas tidur yang mengenai penderita dicuci
dan dalam air hangat

jika lesi matang


Medikamentosa
Bila lesi sedikit, cukup diberi antibiotik topikal, misalnya
salap/krim asam fusidat 2%, salap mupirosin 2%, salap
basitrasin dan neomisin. Bila lesi banyak atau terdapat
pembesaran kelenjar getah bening regional, dapat
diberi antibiotik sistemik seperti ampisilin, amoksisilin,
eritromisin 30-50 mg/kg BB/hari, dibagi 3 dosis.

KARBUNKEL
Definisi
Gabungan beberapa furunkel dibatasi oleh trabekula fibrosa
yang berasal dari jaringan subkutan yang padat
Epidemiologi
Sering mengenai laki-laki usia pertengahan/ orangtua

Etiologi
Stapylococcus aureus

Faktor predisposisi
DM, malnutrisi, kegagalan jantung, dermatosis generalisata yang
berat dan terapi kortikosteroid dalam jangka panjang

KARBUNKEL

Manifestasi
nyeri saat ditekan/ diusap, gejala sistemik : demam tinggi,
malaise, prostrasi
Tempat predileksi
leher, punggung, bokong
UKK
Makula eritematosa -> menjadi nodula lentikularnumular, regional. Bentuk teratur dan tampa fistula
mengeluarkan sekret putih/ kental
Diagnosis banding
Sporotrikosis
Blastomikosis
Acne konglobata

KARBUNKEL
Penatalaksanaan
Non medikamentosa
kompres air hangat
Jika lesi matang dilakukan insisi dan drainase
Pakaian, handuk, alas tidur yang mengenai penderita dicuci dan
dalam air hangat

jika lesi matang


Medikamentosa
Bila lesi sedikit, cukup diberi antibiotik topikal, misalnya
salap/krim asam fusidat 2%, salap mupirosin 2%, salap
basitrasin dan neomisin. Bila lesi banyak atau terdapat
pembesaran kelenjar getah bening regional, dapat diberi
antibiotik sistemik seperti ampisilin, amoksisilin, eritromisin
30-50 mg/kg BB/hari, dibagi 3 dosis.

Furunkel

Karbunkel

ERITRASMA

ERITRASMA
Definisi
Infeksi bakteri kronik pd str.korneum yg disebabkan oleh
Corynebacterium minitussismum.
Epidemiologi
dewasa > anak2
Etiologi
Corynebacterium minutissimum
Faktor predisposisi
Lingkungan panas dan lembab

ERITRASM
A

Tempat predileksi
lipatan paha sampai scrotum, ketiak,
daerah intergluteal dan lipatan submamae
UKK
Makula berbatas tegas,skuama halus,
kadang erosif
Lesi berukuran miliar sampai plakat.
Lesi eritroskuamosa, berskuama halus
kadang terlihat merah kecoklatan.

Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan penunjang
kerokan kulit: pewarnaan gram
ditemukan batang gram positif
Sinar wood : fluroresensi merah bata

Histopatologi : hiperkeratosis,
parakeratosis, akantosis, pelebaran
ujung pembuluh darah dan sebukan
sel polinuklear.

Diagnosis banding

ERITRASM
A

Tinea kruris : biasanya gatal dengan papul2


eritematosa
Kandidiasis : eritema dengan lesi satelit,
erosif, gatal

Penatalaksanaan
Medikamentosa
Sistemik :
eritromisin 15 mb/kgBB, 4x1hr slama 5-10 hari
tetrasiklin 15 mb/kgBB, 4x1hr slama 5-10 hari

ERISIPELAS

ERISIPELAS
Definisi
penyakit infeksi akut yang
disebabkan oleh streptococcus
Etiologi
Streptococcus B hemolyticus

Epidemiologi
*Banyak pada anak-anak dan dewasa
*Pria=Wanita
*Seluruh bangsa
*Sering daerah tropis dan subtropis
*Orang yang higene kurang lebih sering terkena

Faktor Predisposisi
Diabetes Melitus, ISPA, Gizi kurang lebih mudah
diserang

Diagnosa
Anamnesa
Demam, malaise. Lesi mulai luka-luka kecil di kulit
selanjutnya menjadi merah cerah, berbatas tegas, edema, dan
nyeri tekan. Terasa panas pada perabaan, di bagian tengah
terkadang ditemukan vesikel atau bula, pada tempat masuk
kuman.
Px. Fisik
Lokasi: Kaki, tangan, wajah
Efloresensi: Makula eritematosa numular hinggga plakat,
berbatas tegas, edematosa, panas pada perabaan dan nyeri
tekan. Pada bagian tengah ditemukan vesikel miliar atau bula
lentikular

Erisipelas

Px. Penunjang
1. Px Darah: Leukositosis
2. Biakan darah: usapan tenggorok dan hidung
dapat diisolasi streptokok beta hemolitik
Histopatologis
Epidermis tampak edematosa, sel-sel
membengkak dan sebukan streptokok serta
polimorfonuklear. Pada dermis pelebaran
pembuluh darah dan sebukan sel-sel radang

Diagnosis Banding
1. Urtikaria: warna merah akan
menghilang pada penekanan
2. Furunkulosis: Biasanya nyeri,
berbentuk kerucut, batas tegas
3. Selulitis : terdapat infiltrat di
subkutan

Penatalaksanaan
Sistemik
1. Antipiretik dan analgesik
2. Penisilin 0,6-1,5 mega unit selama 5-10 hari
3. Sefalosporin 4x400 mg selama 5 hari memberi hasil yang baik
Topikal
Kompres dengan larutan asam borat

Prognosis
Dubia et bonam

HIDRAENITIS
SUPURATIF

Hidradenitis
supurativa
Hidradenitis Suppurativa

Sinonim: apocrinitis, hidradenitis


axillaris

Definisi:
Kronik, supuratif, sikatriks pada
penyakit kelenjar apokrin yang
berhubungan dengan axilla,
anogenital region dan jarang
pada kepala dengan
pembentukan scar.

Hidradenitis
supurativa

Epidemiologi
- Ras: sering pada orang kulit hitam
- Umur: dari pubertas dewasa
muda, climacteric
- Sex: laki-laki pada anogenital,
wanita pada axilla
- Herediter: riwayat keluarga dg
jerawat nodulocytik dan
hidradenitis suppurativa

Hidradenitis
supurativa

Etiologi
- Tidak diketahui, dari tempat lesi
mikroorganisme patogen: S.aureus
- S.aureus & S.pyogenes
- E.coli, Proteus mirabilis, P.aeruginosa

Faktor Predisposisi
- Obesitas, hiperhidrosis, kebersihan
buruk
- Deodoran & menghilangkan/mencukur
rambut (depilator)
- Recurrent folliculitis

Hidradenitis
supurativa

Gejala Klinik
- Demam intermiten dan nyeri/ sakit
nyata abses
- Inflamasi nodules dan kemerahan
abses sembuh + fistel/ sinus
drainage purulen/ seropurulen
- Fibrosis, bridge scars, hypertropic
& pembentukan scar keloidal
- Black double open comedones !!!

Hidradenitis
supurativa

Diagnosis Banding
- Furunkel/ karbunkel
- Lymphadenitis
- Scrofuloderma
- Lymphogranuloma venereum
- Actinomycosis

Hidradenitis
supurativa

Tata Laksana
- Sama seperti multiple abses
pada kelenjar keringat
- Sistemik:
Prednison/ Prednisolon oral
(biasanya dicover dengan
antibiotik)
Triamcinolon intra lesi
- Operasi: kasus kronik dan
residif

Penatalaksanaan

Hidradenitis
supurativa

Non-farmakologi : hilangkan faktor


predisposisi
Farmakologi:
- sistemik : terapi antibiotik (eritromisin 12g/hr slm 2-7hr, sefalosporin 1-1,5g/hr
selama 7-10 hari. Dapat diberikan steroid
untuk kasus yang resisten : amox
4x500mg/hr
- topikal: kompres kmno4, insisi dan
drainase kalau ada abses

PARONIKIA

Definisi
Paronikia adalah reaksi inflamasi yang
mengenai lipatan kulit disekitar kuku.

Etiologi
Trauma pada kuku pemisahan lempeng
kuku dari eponikium maserasi pada
tangan yang sering terkena air celah
lembab tersebut terkontaminasi oleh
kokus piogenik (Staphylococcus,
Pseudomonas aeruginosa) atau jamur
(Candida albicans).

Epidemiologi
Sering pada wanita, pekerja bar,
pencuci, pasien DM dan malnutrisi.
Pada anak menghisap jari.

Gejala Klinis
Pembengkakan jaringan yang nyeri dan
dapat mengeluarkan pus.
Infeksi kronik terdapat celah
horisontal pada dasar kuku. Biasanya
mengenai 1-3 jari terutama jari telunjuk
dan jari tengah.

Penatalaksanaan
Cegah adanya trauma dan jaga agar kulit
yang terkena tetap kering.
Jika akan mencuci sebaiknya
menggunakan sarung tangan karet.
Pada paronikia akut dengan supurasi
insisi.