Anda di halaman 1dari 55

ANEMIA PADA

ANAK
Presentan:
Mochammad Imam Santoso 12100113067
Preseptor:
dr. Nina S. Sp.A.,M.Kes.

Definisi

Secara fungsional :
Penurunan jumlah massa eritrosit (red cell mass) sehingga tidak
dapat memenuhi fungsinya untuk membawa oksigen dalam
jumlah yang cukup ke jaringan perifer (penurunan oxygen
carrying capacity)
Anemia bukan diagnosa, atau penyakit, namun tanda
penyakit.
Diagnosanya yang tepat menjelaskan penyebabnya.
Kategori Anemia berdasarkan etiologi:
I. Kekurangan gizi
II. Kegagalan sumsum
III. Infiltrasi susum
IV. Kerusakan sel darah merah (SDM)/ Hemolisis
V. Perdarahan

Anemia berdasarkan MORFOLOGI

ANEMIA NORMOKROM NORMOSITER


o Post Hemoragik
o Penyakit Kronis, Keganasan
o Anemia Aplastik

ANEMIA NORMOKROM MIKROSITER


o Defisiensi Besi ringan
o Gangguan Endrokrin
o Penyakit infeksi kronis

ANEMIA HIPOKROM MIKROSITER


o Defisiensi Besi berat / lanjut
o Keracunan Logam

ANEMIA NORMOKROM MAKROSITER


o Defisiensi B 12 / Folic Acid

I. Kekurangan Gizi

Anemi Defisiensi Besi


Batasan
Anemia yang disebabkan kekurangan besi untuk sintesis Hb
Etiologi
1. Kebutuhan meningkat
Pertumbuhan (bayi,preadolesen), menstruasi, infeksi kronik,
infeksi akut berulang
2. Masukan besi menurun
Jenis makanan miskin besi, terapi antasida, malabsorpsi
(PEM, enteritis, sprue, reseksi lambung, celiac disease, diare
kronik)
3. Kehilangan darah
Perdarahan saluran cerna (infeksi cacing, ulkus peptikum,
divertikulum mekel, pemberian salisilat, dll)

Diagnosis
1. Anamnesis
Riwayat faktor predisposisi dan etiologi, pucat, lemah, lesu, gejala lain
seperti pica, rewel
2. Pemeriksaan fisik
pucat, spoon nail, tidak didapatkan hepatosplenomegali
3. Laboratorium
Anemia hipokrom mikrositer, MCV menurun, MCH menurun, MCHC
menurun, jumlah retikulosit normal atau sedikit meningkat, Fe serum
menurun, TIBC meningkat, saturasi transferin menurun (<16%), kadar
ferritin serum menurun (<10-12%), nilai free eritrosit protoporfirin (FEP)
meningkat (>100 mikrogram/dl)
4. Pemberian preparat besi -> Hb meningkat
5. Pemeriksaan penunjang
Hb, indeks eritrosit: MCV,MCH,MCHC, apus darah tepi, retikulosit, FEP,
ferritin serum, Fe serum dan TIBC

Hipokromik & Mikrositik (Normositik)

Anisotosis

Poikilositosis


1.
2.
3.
4.

1.
2.
3.

Diagnosis Banding
Thalasemia minor
Hemoglobinopathy (Hbe)
Anemia yang disebabkan penyakit kronik
Keracunan timbal
Penyulit
Kardiomegali
Gagal jantung kongestif
Gangguan pertumbuhan dan perkembangan

Konsultasi
Bagian terkait (bergantung pada kasus)
Terapi
1. Umum
Makanan gizi seimbang, atasi faktor penyebab (infeksi dan perawatan
2. Khusus
1) Preparat besi: dipakai senyawa ferro sulfat, ferro fumarat atau ferro
glukonat dengan dosis 6mg Fe elemental/kgBB/hari p.o. Dibagi dalam 3
dosis diberikan diantara waktu makan. Pemberian dilanjutkan minimal 8
minggu setelah Hb normal. Bila tidak memungkinkan per oral berikan irondextran kompleks inferon dosis: dosis besi (mg)= BB (kg) x kadar Hb yang
diinginkan (gram/desiliter) x 2, 5
2) Asam askorbat 100 mg tiap 15 mg Fe elemental (untuk meningkatkan
absorpsi besi)
3) Transfusi darah diberikan bila terdapat kemungkinan gangguan
kardiovaskuer atau anemia berat dengan kadar Hb <4 gr/dl, diberi PRC
dengan dosis 2-3 ml/kgBB/kali pemberian disertai pemberian diuretik
seperti furosemide. Diberikan untuk meningkatkan Hb sampai >= 7 g/dl


1.

2.
3.
4.
5.

Pencegahan
Pemberian ASI ekslusif: bila menggunakan susu
fomula, diberi susu formula yang diperkaya besi
(iron-fortified infant formula mengandung besi 812 mg/L)
Pemberian iron fortified infant cereal
Pemberian makanan kaya akan vit 3
Tidak boleh diberi susu sapi penuh sampai usia 1
tahun
Suplementasi besi

Prognosis
Baik dengan pemberian preparat besi

Anemia Megaloblastik
(Kekurangan Asam Folat atau
Kekurangan Vitamin B-12)
Batasan
Anemia yang disebabkan kurangnya vitamin B12 dan atau asam
folat yang diperlukan untuk pematangan sel darah merah
Etiologi
1. Defisiensi vit B12: asupan vitamin B 12 tidak adekuat
(vegetarian), kurangnya faktor intrinsik, gangguan absorpsi,
gangguan transpor vit B12, gangguan metabolisme vit B12
(kongenital, penyakit hati, malnutrisi protein)
2. Defisiensi Asam folat: Asupan asam folat tidak adekuat,
gangguan absorpsi, kelainan metabolisme asam folat
kongenital ( congenital dihydrofolate reductase deficiency)
3. Lain-lain: kelainan kongenital sintesis DNA, Defek sintesis
DNA didapat, Obat-obatan: Metrotrexate

Kriteria diagnosis
1. Anamnesis
Riwayat faktor predisposisi (ada kerabat atau
keluarga yang menderita anemia megaloblastik, ibu
menderita defisiensi vit B12, poa diet yang salah)
2. Pemeriksaan fisik
Pucat, lemas, lesu, anoreksia, lidah terasa sakit dan
kemerahan, glositis, diare yang bersifat episodik
atau berkelanjutan
Tanda neurologis: parastesia, defisit sensoris,
hipotoni, kejang, keterlambatan perkembangan

3. Laboratorium
SDM: Makrositik, MCV (Mean Corpustular Volume) > 95 fl,
SDP: >5% sel neutrofil bernukleus hipersegmentasi (5),
Perhitungan retikulosit menurun,
mungkin ada pansitopeni pada kasus berat,
hasil aspirasi Sumsum: eritropoiesis kurang berjalan dengan
selularitas meningkat,
Kadar Folat serum menurun, lebih akurat lagi kadar Folat di
SDM (<3 ng/ml N: 74-640 ng/ml),Kadar Vit B12 serum
menurun (80 pg/ml N: 200-800 pg/ml), Schilling Test
(absorbsi B12)
Laktat dehidrogenase, bilirubin, besi serum dan saturasi
transferin meningkat

Makrosit dan Sel Nutrofil Hypersegmentasi

Terapi
1. Umum
Makanan dengan gizi seimbang
Hindari makanan yang mengandung gluten
Atasi faktor predisposisi
2. Khusus
Defisiensi asam folat:
Asam folat 5 mg (100 mikrogr/kgBB/hari) selama 4 bulan
Defisiensi Vit B 12:
Dosis awal optimal 25-100 mikrogr/hari selama 2-3 minggu diiuti
dengan suplemen kalium tinggi, dosis pemeliharaan 200-1000
mikrogr i.m setiap bulan
Transfusi PRC 10-15 ml/kgBB bila ada infeksi atau tanda gagal
jantung yang mengancam

Prognosis
Pada umumnya baik, biasanya dalam 6-8 minggu
pengobatan Hb kembali normal

II. Kegagalan
Sumsum

Anemia Aplastik
Etiologi:
a. Ideopatik 30 50% tidak ada penyebab yang jelas
b. Penyebab 50% pada anak dari obat, kimia & bahan toksik.
i. Obat: Kloramfenikol, Antibiotika Sulfa, Antikonvulsant,
Kimoterapi untuk kanker, penyakit immune
ii. Kimia: Benzene (benzol), Aureum (emas), Insektasida
(DDT), Lindane (obat pedikulosis)
c. Lain-lain
i. Virus: Hepatitis A, Hepatitis B, Hepatitis C, Epstein-Barr
ii. Kehamilan
iii.Radiasi

Gambaran Klinis:
a. Tanda thrombositopeni: petekia, ekimoses, epistaksis,
perdarahan saluran cerna

b. Tanda anemia: pucat, takikardi


c. Hepatosplenomegali & limfoadenopati biasanya tidak
tampak

Laboratorium
a. Pansitopeni pada LD: hemoglobin menurun,
hematokrit menurun, neutropeni, thrombositopeni
b. Perhitungan retikulosit (corrected) < 2%
c. Aspirasi atau biopsi sumsum harus dibuat untuk
Dx: SDM, SDP, thrombosit serta precursor2nya
menurun, selsel lemak meningkat

Terapi
1. Mengobati masalah yang berbahaya dulu: perdarahan, infeksi, gagal
jantung konjesti
2. Transplantasi sumsum dengan donor HLA-identik (sibling) kalau kasus
anemia aplastik berat sekali.
3. Rx imunosupresif:
o. anti-thymocyte globulin (ATG) 20 mg/kgBB/hari (1x/hari) dengan
continous infusion dalam 12 jam selam 10 hari
o. Cyclosporine 10-12 mg/kgBB p.o dibagi menjadi 2 dosis sampai dengan
1 th dengan mempertimbangkan penurunan dosis apabila didapatkan
peningkatan kadar kreatinin serum
o. Kortikosteroid; metil prednisolon 2 mg/kgBB/hr i,v tiap 6 jam diberikan
dari hari 1-8
o. Growth factors 5 mikrogr/kgBB sekali sehari
4.
Siaga untuk kemungkinan kecil pasien aplastik kemudian menderita
lukemia.


o
o
o
o
o
o

Terapi suportif
Transfusi darah
PRC 10-15 ml/kgBB dgn indikasi Hb < 7 mg/dl
Fresh whole blood (FWB) 10-15 ml/kgBB bila anemia
disebabka pendarahan hebat
Suspensi trombosit 1 IU/5 kgBB pd pendarahan
akibat trombositopeni
Susensi trombosit profilaksis
Tranfusi granulosit pada sepsis dan granulositopenia
Antibiotik Spektrum luas (ampisilin 100 mg/kgBB/hr
dan gentamisin 5 mg/kgBB/hr)


o
o
o

Prognosis
Bila tidak diobati angka kematian 50% dalam 6
bulan seudah diagnosis
Infeksi dan perdarahan sering menyebabkan
kematian 6-12 bl sesudah diagnosis ditegakkan
Bila transplantasi sumsum tulang berhasil:
survival rate 90%

Penyakit Sistemik & / atau


Kronis

Nefritis kronis: karena penurunan eritropoitin


(perangsang sumsum) Perhatikanlah peningkatan TD,
pruritis umum, peningkatan BUN, peningkatan
Creatinine
Tuberkulosis: dari penyakit sistemik dan kronis:
Perhatikanlah TBC miliar. Terkadang ada anemia karena
infiltrasi sumsum
Infeksi virus & bakteri tertentu dapat menyebabkan
kegagalan/kelemahan sumsum (biasanya) sementara
DemamReumatik akut: lebih sering bila ada
perikarditis. Perhatikanlah: radang sendi-sendi, carditis,
bising jantung
Penyakit immune-mediated: Lupus Eritematosis dll

III. Infiltrasi
sumsum

Anemia karena
infiltrasi sumsum

Leukemia Akut Limfoblastik


Leukemia Akut Non-Limfoblastik
Leukemia Mielositik Kronis

Leukemia Akut
Limfoblastik

o
o
o
o

Etiologi:
LAL adalah penyakit kanker yang paling sering
terjadi pada kaum anak.
Umur puncak kejadian 4 tahun
Resiko meningkat pada kasus Sindroma Down
(Trisomy 21) & ataxia-telangiectasia
Penyebab belum diketahui: faktor genetik,
lingkungan, infeksi & imun

IV. Hemolisis

Anemia hemolisis
Anemia Hemolisis
Penyebab anemia hemolisis
Hemoglobinopati
Faktor plasma (antibodi, infeksi, toksin)
Faktor Selular (Sferositosis)
Parasit (malaria)
Kerusakan mekanis
Esimopati (penurunan Glucose-6-Phosphate
Dehydrogenase)


o
o

Evaluasi secara umum:


Anamnesa keluarga: untuk petunjuk pucat,
jaundis, batu empedu, splenomegali, wajah khas
Laborat: DL: Hgl menurun, Morfologi SDM tidak
normal, sel target positif, Haptoglobin menurun,
Bilirubin meningkat, LDH meningkat,
Retikulosit meningkat, Fe meningkat

Karena darah transfusi dapat meragukan diagnosa


dini, beberapa tabung darah perlu diambil sebelum
transfusi pertama.

Sel Target
Anisositosis
Poikilositosis
Fragmen dari
Hemolisis


o
o
o
o

Terapi
Asam Folat: 1 - 5 mg/hari PO, untuk mencegah
krisis megaloblastik
Transfusi SDM (packed, leukodepleted): kalau
hemolisis akut atau turun < batasan tertentu.
Splenektomi dapat memanjang tahannya SDM
& kurangi kebutuhan transfusi
Hampir semua pasien anemia hemolisis tidak
kekurangan zat Fe ( Biasanya ), maka Rx Fe
berbahaya.

V.
Hemoglobinopati

Paling banyak pada keturunan dari daerah Laut


Mediteranean, India Asia Tenggara & Cina
Dibuktikan dengan Elektroforesis Hemoglobin

Thallesemia Mayor: Penebalan Kranium karena


kegiatan hematopoeisis

Alhamdulillah

Thank you for your attention