Anda di halaman 1dari 40

Sakit Perut Berulang

Pada Anak
KEPANITERAAN KLINIK ILMU KESEHATAN ANAK
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
RS DR. ABDUL AZIZ
SINGKAWANG
2015

Sakit perut pada bayi dan anak merupakan


keluhan umum dan sering dijumpai dalam
praktik sehari-hari.
Sebagian kasus gangguan organ
memerlukan pembedahan.
Tindakan pertama menentukan apakah
penyakit tersebut membutuhkan tindakan
bedah segera atau tidak

TINJAUAN PUSTAKA

Definisi

sakit perut berulang berlangsung


sedikitnya sekali dalam sebulan selama 3
bulan berturut-turut dan cukup berat
sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari

Epidemiologi
Inggris 10-15%
Di Amerika Utara 20%
10-12% pada anak laki-laki usia 5-10 tahun
dan menurun setelah usia itu
Jarang terjadi pada anak usia <5 tahun dan
>15 tahun.

Etiologi

Kelainan organik (5%-10% kasus) dan disebabkan


kelainan fungsional (90%-95% kasus ) saluran
cerna.
fungsional sekurang-kurangnya 12 minggu
dalam 1 tahun, terdapat keluhan 2 dari 3 sifat
berikut:
(1) rasa sakit menghilang dengan defekasi
(2) onset sakit perut berhubungan dengan
perubahan dalam frekuensi defekasi,
(3) onset sakit perut berkaitan dengan perubahan
konsistensi tinja (diare atau konstipasi)

Diagnosis
Dispepsia

Gejala
12 minggu

fungsional
Irritable bowel

12 minggu

syndrome

Nyeri

Gejala Umum

Defekasi

Abdomen

Mudah kenyang, kembung,

Tidak ada

bagian atas

rasa panas diperut

hubungan

Nyeri hilang

Kembung, keram

Kelainan

dengan

frekuensi dan

defekasi

konsistensi

Abdominal

3 atau lebih

Paroksismal

Interval bebas gejala sakit

Tidak ada

migraine

episod

garis tengah

kepala sebelah, fotofobia,

hubungan

selama 2 jam abdomen

aura

atau lebih
Functional
abdominal pain

12 minggu

Hampir terus- Tidak memenuhi kriteria

Tidak ada

menerus

hubungna

saluran cerna fungsional


lainnya

Patofisiologi
Reseptor nyeri

Submukosa, lap.
Muskularis dan
serosa

Ganglia dorsalis

Medula spinalis
talamus

Korteks serebri

eferen

Pendekatan dalam
sakit perut berulang

Riwayat penyakit
Lokasi nyeri
Sifat nyeri
Faktor yang memperberat dan
memperingan
Riwayat makanan
Riwayat frekuensi BAB
Keluhan tambahan
Riwayat pengobatan
Riwayat keluarga

Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan fisik menyeluruh
Mencari tanda kegawatdaruratan, infeksi

Red flag

Gejala klinis sakit perut


berulang yang klasik

Paroksismal
Daerah perilumbilikus atau suprapubis
Nyeri berlangsung <1 jam
Nyeri tidak menjalar, kram atau tajam, tidak
membangunkan anak pada malam hari
Nyeri tidak berhubungan dengan makanan,
aktifitas, dan kebiasaan buang air besar
Mengganggu aktifvitas
Di antara 2 episode terdapat masa bebas gejala
Pemeriksaan fisik normal, kecuali kadangkadang sakit perut di bagian kiri bawah
Nilai hasil pemeriksaan laboratorium normal

Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan ini dibagi atas 3 tahap, yaitu:
Tahap 1seluruh anak dg sakit perut berulang
Tahap 2 ditemukan kelainan:

pemeriksaan tahap 1
beberapa tanda peringatan
Atau bila tidak memenuhi kriteria gejala klinis sakit
perut berulang klasik

Tahap 3. Dilakukan bila masih diperlukan.

Kriteria diagnosis

Kriteria diagnosis gangguan fungsional


gastrointestinal pada anak-anak menurut
kriteria Rome III
G. Functional disorders : neonates and
toddlers

G.1.
G.2.
G.3.
G.4.
G.5.
G.6.
G.7.

Infant regurgitation
Infant rumination syndrome
Cyclic vomiting syndrome
Infant colic
Functional diarrhea
Infant dyschezia
Functional constipation

H. Functional disorders : children and adolescents


H.1. Vomiting and aerophagia
H1a. Adolescent rumination syndrome
H1b. Cyclic vomiting syndrome
H1c. Aerophagia

H.2. Abdominal pain-related FGIDs

H.2.a Functional dyspepsia


H.2.b Irritable bowel syndrome
H.2.c Abdominal migraine
H.2.d Chidhood functional abdominal pain
H.2.d.1. Childhood functional abdominal pain syndrome

H.3. Constipation and incontinence


H.3.a. Functional constipation
H.3.b. Non retentive fecal incontinence

Infant regurgitation
Harus memenuhi semua kriteria pada usia 3
minggu-12 bulan:
Regurgitasi 2 kali/hari selama 3 hari
sampai beberapa minggu
Tidak ada retching (urutan spasmodik
dengan penutupan glotis yang terjadi
bersamaan dengan kontraksi ekspiratori
otot perut), hematemesis, aspirasi, apneu,
gagal tumbuh, kesulitan makan dan
menelan, atau postur tubuh yang abnormal.

Infant rumination syndrome


memenuhi semua kriteria selama paling sedikit 3 bulan:
Kontraksi berulang otot-otot abdominal, diafragma, dan
lidah
Memuntahkan makanan dari lambung ke mulut,
dikunyah-kunyah dan ditelan kembali.
Tiga atau lebih dari 4 kriteria berikut :

Onset antara 3 8 bulan


Tidak respon dengan pegobatan pada gastroesophageal reflux
disease atau obat antikolinergik, hand restrain, gavage,
gastrostomy
Tidak disertai dengan tanda nausea atau distress
Tidak muncul selama tidur dan ketika anak berinteraksi dengan
seseorang di sekitarnya.

Cyclic vomiting syndrome


Kriteria diagnosis:
Dimana mual dan mutah-muntah yang
hebat terjadi di antara kondisi yang sehat
yang muncul 2 kali atau lebih atau retching
yang berlangsung selama berjam-jam
bahkan sampai berhari-hari.
Kembali sehat selama beberapa minggu
sampai beberapa bulan.

Infant colic
Kriteria diagnosis untuk infant colic harus
memenuhi semua kriteria dibawah ini dari
sejak lahir sampai umur 4 bulan :
Anak tiba-tiba menjadi iritable, rewel, dan
menangis yang muncul dan berhenti tanpa
sebab yang jelas.
Berlangsung selama 3 jam atau lebih per
hari dan muncul minimal 3 hari dalam satu
minggu
Tidak ada gagal tumbuh

Functional diarrhea
Memenuhi semua kriteria dibawah ini :
Buang air besar 3 kali atau lebih dengan
konsistensi cair tanpa adanya rasa sakit.
Berlangsung selama lebih 4 minggu
Onset mulai antara umur 6 36 bulan
Diare muncul selama waktu terjaga
Tidak teradapat gagal tumbuh bila kalori
yang masuk mencukupi.

Infant Dyschezia
harus mencakupi kedua kriteria dibawah ini
untuk anak < 6 bulan :
Anak biasanya menangis dan tegang
selama kurang lebih 10 menit sebelum
berhasil buang air besar yang tidak keras.
Tidak ada masalah kesehatan yang lain

Functional Constipation
sekurang-kurangnya 2 dari 6 kriteria berikut selama
1 bulan untuk anak lebih dari 4 tahun :
Buang air besar 2 kali atau kurang setiap minggu
Sekurang-kurangnya 1 kali setiap minggu
mengalami inkontinensia
Riwayat menahan buang air besar yang berlebihan
Riwayat nyeri saat buang air besar dan feses yang
keras
Teraba massa feses yang banyak di dalam rektum
Riwayat feses dalam diameter yang besar sehingga
dapat menyumbat lubang toilet.

Functional Disorders : Children


and Adolescents

Vomiting dan Aerophagia

sekurang-kurangnya 1 kali dalam seminggu selama


setidaknya 2 bulan sebelum diagnosis ditegakkan :
Regurgitasi dan muntah yang berulang tanpa rasa
sakit yang terjadi :
Segera setelah makan
Tidak muncul selama tidur
Tidak respons terhadap pengobatan standar untuk
refluks gastroesofageal
Tidak ada retching
Tidak ada bukti adanya inflamasi, kelainan
anatomi, kelainan metabolik, atau neoplasma.

Cyclic vomiting syndrome


Mengalami mual yang hebat dan muntah
yang tidak berhenti-henti selama 2 kali atau
lebih atau retching selama berjam-jam
sampai berhari-hari.
Kembali ke keadaan sehat yang
berlangsung selama beberapa minggu
sampai beberapa bulan.

Mengalami mual yang hebat dan muntah


yang tidak berhenti-henti selama 2 kali atau
lebih atau retching selama berjam-jam
sampai berhari-hari.
Kembali ke keadaan sehat yang
berlangsung selama beberapa minggu
sampai beberapa bulan.

Abdominal pain-related Functional


Gastrointestinal Disorders (FGIDs)
Functional dyspepsia
sekurang-kurangnya 1 kali seminggu selama
minimal 2 bulan sebelum diagnosis ditegakkan :
Nyeri yang persisten atau berulang atau
perasaan tidak nyaman yang berasal dari perut
bagian atas (di atas umbilikus).
Nyeri tidak berkurang dengan defekasi atau tidak
berhubungan dengan suatu perubahan frekeuensi
buang air besar atau konsistensi feses.
Tidak ada bukti adanya proses inflamasi, kelainan
anatomis, kelainan metabolik, atau neoplasma

Irritable bowel syndrome

sekurang-kurangnya 1 kali seminggu


selama minimal 2 bulan sebelum diagnosis
ditegakkan Perasaan tidak nyaman di
bagian perut (tidak dideskripsikan sebagai
rasa sakit) atau nyeri yang berhubungan
dengan 2 atau lebih kriteria berikut :
Nyeri berkurang dengan defekasi
Onset berhubungan dengan perubahan frekuensi
buang air besar
Onset berhubungan dengan perubahan bentuk
dari feses

Abdominal migraine
semua kriteria di bawah ini yang dialami sebelumnya 2 kali atau lebih
selama 12 bulan :
Serangan nyeri hebat yang akut di sekitar umbilikus yang berlangsung
selama 1 jam atau lebih.
Terdapat periode sehat yang berlangsung selama beberapa minggu
sampai beberapa bulan.
Nyeri berkurang dengan aktivitas normal.
Nyeri berhubungan dengan 2 atau lebih dari kriteria berikut :
Anoreksia
Nausea
Muntah
Sakit kepala
Photophobia
Pucat
5. Tidak ada bukti proses inflamasi, kelainan anatomis, kelainan
metabolik, atau neoplasma.

Childhood functional abdominal


pain
harus memenuhi semua kriteria di bawah
ini yang dialami sekali seminggu selama 2
bulan sebelum diagnosis ditegakkan :
Nyeri abdomen yang hilang timbul atau
terus menerus
Tidak mencukupi kriteria FGIDs yang lain
Tidak ada bukti adanya proses inflamasi,
kelainan anatomis, kelainan metabolik, atau
neoplasma.

Functional constipation

minimal 1 kali seminggu selama setidaknya 2


bulan sebelum diagnosis ditegakkan :
Buang air besar 2 kali seminggu atau kurang
Mengalami setidaknya 1 kali inkontinensia feses
per minggu
Riwayat retensi feses
Riwayat nyeri saat buang air besar atau feses
yang keras
Terdapat massa feses yang besar di rektum
Riwayat diameter feses yang besar sehingga
dapat menyumbat toilet.

Nonretentive fecal
incontinence
memenuhi semua kriteria di bawah ini yang
dialami minimal 2 bulan sebelum diagnosis
ditegakkan pada anak kurang dari 4 tahun :
Defekasi di tempat yang tidak sesuai
dengan konteks sosial minimal 1 kali
sebulan
Tidak ada bukti adanya proses inflamasi,
kelainan anatomis, kelainan metabolik, atau
neoplasma
Tidak ada retensi feses.

Diagnosis kerja

Refluks Gastroesofagus
rasa terbakar pada dada,
nyeri intermiten
keluhan lain berupa muntah terutama setelah
makan.
Pemantauan pH esofagus <4

Konstipasi
Nyeri pada saat buang air besar
Nyeri intermiten
Keluhan lain: Enkopresis

Infeksi Saluran Kemih


nyeri tumpul dan panas,
Keluhan lain: disuria, sering kencing
Urinalisis ditemukan bukti infeksi

Kolik pada ginjal


nyeri kolik,
Kelhan lain: hematuria, demam,
USG> ditemukan batu

Apendiksitis
nyeri tajam dan menetap,
Keluhan lain nausea, muntah, nyeri tekan lokal, panas

Simpulan
Sakit perut berulang pada anak adalah suatu
keadaan serangan sakit perut tiga kali atau
lebih yang dapat mengakibatkan gangguan
aktivitas dalam periode waktu lebih dari 3
bulanan.
Nyeri perut berulang diklasifikasikan menjadi
2, fungsional dan organik.
Penyebab organik seing membutuhkan
tatalksana pembedahan. Sedangkan nyeri
perut akibat kelainan fungsional, dapat
diterapi sesuai penyebabknya.

TERIMA KASIH