Anda di halaman 1dari 36

HUKUM

KEPAILITAN

ADI SULISTIYONO
adisulistiyono.staff.uns.ac.id
1
REFERENSI
1. UU NO. 37 TAHUN 2004
2. SUTAN REMY S (HUKUM KEPAILITAN)
3. JERRY HOFF (UU KEPAILITAN DI IND)
4. PARWOTO W (TUGAS DAN
WEWENANG HAKIM PENGAWAS &
KURATOR)

2
MATERI KULIAH
1. SUBSTANSI UU KEPAILITAN
2. YURISDIKSI PENGADILAN NIAGA DAN
HUKUM ACARA KEPAILITAN
3. PIHAK-PIHAK YANG TERKAIT DALAM
PERKARA KEPAILITAN. (PEMOHON
PAILIT; TERMOHON PAILIT; KURATOR;
HAKIM).
4. ANALISIS KASUS-KASUS KEPAILITAN.

3
SUBSTANSI UU
KEPAILITAN

4
1. 1. DASAR HUKUM
1. Faillissementsverordening (FV) S.1905 No.217 jo.S.
1906. jo S.1906, No.348. (Terdiri dari 279 pasal).
2. Perpu No.1 Tahun 1998 tentang Kepailitan. (bukan
UU baru, hanya merubah dan menambah FV).
Ditandatangani oleh Presiden Suharto, tgl.22 April
1998
3. UU No.4 Tahun 1998 Tentang Kepailitan.
Ditandatangani Presiden BJ.Habiebie, tgl 9
September 1998. (terdiri dari 289 Pasal)
4. UU NO.37 Tahun 2004 Tentang Kepailitan dan
Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang.
(terdiri 308 Pasal). Ditandatangani Presiden
Megawati, tgl 18 Oktober 2004. 5
1.2. LATAR AMANDEMEN UUKP
1. Gejolak monoter 1997, telah menyebabkan
dunia usaha di Indonesia mengalami kesulitan
memenuhi kewajiban pada Kreditur. Nilai rupiah
terpuruk samapi Rp.17.000 setiap US dollar.
Ada sekitar $ 67 milliar utang swasta jatuh
tempo.
2. Sarana hukum untuk menyelesaikan utang
piutang menggunakan
Faillissementsverordening (FV) dipandang
belum bisa cepat, adil, terbuka, dan efektif.
3. IMF (International Monetary Fund) mewajibkan
amandemen FV, yg dituangkan dlm letter of
intent, 29 July 1998 6
1.3. UNSUR2 AMANDEMEN
1. SYARAT2 & PROSEDUR PERMINTAAN PAILIT
2. TINDAKAN SEMENTARA KREDITUR ATAS
KEKAYAAN DEBITUR SEBELUM ADANYA PUTUSAN
PAILIT.
3. PEMBERDAYAAN KURATOR & BHP (BALAI HARTA
PENINGGALAN).
4. PENYEMPURNAAN JANGKA WAKTU UPAYA
HUKUM : LANGSUNG KASASI MA.
5. MEKANISME PENANGGUHAN HAK KREDITUR
PEMEGANG HAK TANGGUNGAN/GADAI/LAINNYA;
STATUS HUKUM PERIKATAN2 YG DIBUAT
DEBITUR SBLM PUTUSAN PAILIT.
6. PENYEMPURNAAN ATURAN PKPU.
7. PEMBENTUKAN PENGADILAN NIAGA 7
2.TUJUAN HUKUM KEPAILITAN
1. Menghindari perebutan harta debitor apabila dalam waktu
yang sama ada beberapa kreditor yang menagih piutangnya.
2. Untuk menghindari adanya kreditor pemegang hak jaminan
kebendaan yang menuntut haknya dg cara menjual barang
milik debitor tanpa memperhatikan kepentingan Debitor atau
para Kreditor lainnya.
3. Mencegah agar Debitor tidak melakukan perbuatan2 yang
dapat merugikan kepentingan para Kreditor, atau debitor
hanya menguntungkan kreditor tertentu.
4. Memberikan perlindungan kepada para kreditor konkuren
untuk memperoleh hak mereka sehubungan dengan
berlakunya asas jaminan.
5. Memberikan kesempatan kepada Debitor dan kreditor untuk
berunding membuat kesepakatan restrukturisasi hutang
8
3. ASAS KEPAILITAN
1. KESEIMBANGAN (UNTUK MENCEGAH DEBITUR,
ATAU KREDITUR YG TDK JUJUR)
2. KELANGSUNGAN USAHA (MEMUNGKINKAN
DEBITOR YG PROSPEKTIF TETAP
DILANGSUNGKAN)
3. KEADILAN (UNTUK PARA PIHAK YANG
BERKEPENTINGAN) – ASAS PARI PASSU:
MEMBAGI SECARA PROPOSIONAL HARTA
KEKAYAAN DEBITOR KPD K.KONKUREN (PS.1132
KUHPERDATA)
4. INTEGRASI (SISTEM HUKUM FORMIL DAN
MATERIILNYA MERUPAKAN SATU KESATUAN) 9
4. KEPAILITAN

SITA UMUM ATAS SEMUA BARANG


DEBITOR PAILIT YG
PENGURUSAN DAN
PEMBERESANNYA DILAKUKAN
OLEH KURATOR DIBAWAH
PENGAWASAN HAKIM
PENGAWAS

10
4.1MAKSUDNYA
UNTUK MENCEGAH SITAAN DAN
EKSEKUSI OLEH SEORANG KREDITUR
ATAU LEBIH SECARA
PERSEORANGAN ATAU UNTUK
MENGHENTIKAN SITAAN ATAU
EKSEKUSI TERMAKSUD.

11
4.2.TUJUANNYA
SUPAYA DENGAN JALAN DEMIKIAN
HASIL PENJUALAN HARTA PAILIT
(BOEDEL PAILIT) DPT DIBAGI SECARA
ADIL MENURUT PERBANDINGAN BESAR
KECILNYA PIUTANG PARA KREDITOR
DG MENGINGAT AKAN PARA
PEMEGANG HAK ISTIMEWA (GADAI DAN
HAK TANGGUNGAN DAN FIDUSIA)

Prinsip Paritas Creditorum (semua kreditur mempunyai


hak yang sama dalam pembayaran) tidak berlaku.
12
5.1. SYARAT PERNYATAAN PAILIT

DEBITOR YG MEMPUNYAI DUA


ATAU LEBIH KREDITOR DAN TDK
MEMBAYAR LUNAS SEDIKITNYA
SATU UTANG YG TELAH JATUH
WAKTU DAN DAPAT DITAGIH,
DINYATAKAN PAILIT DENGAN
PUTUSAN PENGADILAN.

13
5.2. PENGERTIAN UTANG
UTANG ADALAH KEWAJIBAN YANG
DINYATAKAN ATAU DAPAT DINYATAKAN
DALAM JUMLAH UANG BAIK DALAM MATA
UANG INDONESIA MAUPUN MATA UANG
ASING, BAIK SECARA LANGSUNG MAUPUN
YANG AKAN TIMBUL DI KEMUDIAN HARI
ATAU KONTINJEN, YANG TIMBUL KARENA
PERJANJIAN ATAU UNDANG-UNDANG DAN
YANG WAJIB DIPENUHI OLEH DEBITOR DAN
BILA TIDAK DIPENUHI MEMBERI HAK KPD
KREDITOR UNTUK MENDAPAT
PEMENUHANNYA DARI HARTA KEKAYAAN
DEBITOR. 14
5.3. KREDITOR
KREDITOR ADALAH ORANG YG MEMPUNYAI
PIUTANG KRN PERJANJIAN ATAU UU YG DPT
DITAGIH DI MUKA PENGADILAN
KREDITOR BIASA (KONKUREN).
KREDITOR KHUSUS( SEPARATIS).
KREDITOR ISTIMEWA (PREFEREN).
KHUSUS SEPARATIS DAN PREFEREN MENGAJUKAN KEPAILITAN
TANPA KEHILANGAN HAK AGUNANNYA (TANGGUNGAN-UU
N0.4/1996, GADAI-1150-1160 KUHP, FIDUSIA-UU No.42/1999)
DAN HAKNYA UNTUK DIDAHULUKAN SERTA TETAP
MEMPUNYAI HAK RETENSI SAMPAI UTANGNYA DIBAYAR.
NAMUN, EKSEKUSI HAK TSB DITANGGUHKAN UNTUK JANGKA
WAKTU PALING LAMA 90 HARI.

15
6.PERMOHONAN KEPAILITAN

DEBITOR SENDIRI ATAU ATAS PERMOHONAN SATU


ATAU LEBIH KREDITORNYA
KEJAKSAAN UNTUK KEPENTINGAN UMUM.
BANK INDONESIA DALAM HAL DEBITORNYA ADALAH
BANK.
BADAN PENGAWAS PASAR MODAL (BAPEPAM).
DALAM HAL DEBITOR ADALAH PERUSAHAAN
EFEK,BURSA EFEK,LEMBAGA KLIRING DAN
PENJAMIN,LEMBAGA PENYIMPAN DAN
PENYELESAIAN.
MENTERI KEUANGAN. DALAM HAL DEBITOR ADALAH
PERSH ASURANSI,PERSH REASURANSI,DANA
PENSIUN ATAU BADAN USAHA MILIK NEGARA.
16
6.1. JAKSA & KP
KEJAKSAAN DENGAN ALASAN
KEPENTINGAN UMUM (BANGSA/NEGARA,
MASY.LUAS), BILA TDK ADA PIHAK YG
MENGAJUKAN PERMOHONAN PAILIT.
1. DEDITOR MELARIKAN DIRI.
2. DEBITOR MENGGELAPKAN BAGIAN DR HARTA KEKAYAAN.
3. DEBITOR PUNYA UTANG PD BUMN ATAU BADAN USAHA LAINNYA
YG MENGHIMPUN DANA MASYARAKAT.
4. DEBITOR MEMPUNYAI UTANG BERASAL DARI PENGHIMPUNAN
DANA DR MASY. LUAS.
5. DEBITOR TDK BERITIKAD BAIK ATAU TDK KOOPERATIF

17
6.2. MEKANISME PPP
1. WAJIB DIAJUKAN OLEH ADVOKAT YG DIBERI
KUASA PADA KETUA PN (KECUALI: BI;
BAPEPAM;KEJAKSAAN; MENTERI KEUANGAN)
2. PANITERA MENYAMPAIKAN PERMOHONAN
PERNYATAAN PAILIT (PPP) PALING LAMBAT
2HARI SETELAH TGL PERMOHONAN DIDAFTAR.
3. PALING LAMBAT 3 HR SETELAH TGL
PERMOHONAN. PENGADILAN MEMPELAJARI DAN
MENETAPKAN HARI SIDANG.
4. SIDANG PPP DISELENGGARAKAN PALING
LAMBAT 20 HR STL TGL PERMOHONAN
DIDAFTARKAN.
5. PUTUSAN PENGADILAN ATAS PPP HARUS
DIUCAPKAN PALING LAMBAT 60 HARI STLH TGL
PPP DIDAFTAR. 18
6. PUTUSAN TSB WAJIB MEMUAT: A) PASAL TERTENTU DR
PERUU-AN YG BERSANGKUTAN DAN/ATAU SUMBER HK TAK
TERTULIS YG DIJADIKAN DASAR MENGADILI; DAN B)
PERTIMBANGAN HUKUM & PENDAPAT YG BERBEDA DR HAKIM
ANGGOTA ATAU KETUA MAJELIS.
7. PUTUSAN DIUCAPKAN DLM SIDANG TERBUKA UNTUK UMUM
DAN DAPAT DILAKSANAKAN LEBIH DAHULU, MESKIPUN ADA
UPAYA HUKUM.
8. DAPAT DIAJUKAN UPAYA HUKUM KASASI KE MA. PALING
LAMBAT 8 HR STL TGL PUTUSAN DIUCAPKAN. MELALUI
PENGADILAN YG MEMUTUS PPP. (KREDITOR YG BUKAN PIHAK
DLM PERSIDANGAN TKT PERTAMA YG TDK PUAS DPT
MENGAJUKAN KASASI)
9. MA WAJIB MEMPELAJARI PERMOHONAN KASASI DAN
MENETAPKAN HARI SIDANG PALING LAMBAT 2 HARI SETELAH
TANGGAL PERMOHONAN KASASI DITERIMA OLEH MA.
10. SIDANG PEMERIKSAAN ATAS PERMOHONAN KASASI
DILAKUKAN PALING LAMBAT 20 HARI SETELAH PERMOHONAN
KASASI DITERIMA MA
19
11. PUTUSAN HARUS DIUCAPKAN PALING LAMBAT 60
HARI SETELAH TANGGAL PERMOHONAN KASASI
DITERIMA MA
12. PUTUSAN MEMUAT PERTIMBANGAN HUKUM YG
MENDASARI PUTUSAN DAN DIUCAPKAN DALAM
SIDANG TERBUKA UNTUK UMUM.
13. DLM HAL ADA PERBEDAAN PENDAPAT ANTARA
ANGGOTA DAN KETUA MAJELIS MK PERBEDAAN
PENDAPAT WAJIB DIMUAT DLM PUTUSAN KASASI
14. PANITERA WAJIB MENYAMPAIKAN SALINAN
PUTUSAN KPD PANITERA PN PALING LAMBAT 3
HARI SETELAH PUTUSAN DIUCAPKAN
15. THD PUTUSAN ATAS PERMOHONAN PERNYATAAN
PAILIT YG MEMPEROLEH KEKUATA HUKUM TETAP,
DAPAT DIAJUKAN PK
20
7. KURATOR DAN HAKIM
PENGAWAS
PASAL 15 UUK & PKPU:
DALAM PUTUSAN PERNYATAAN PAILIT
HARUS DIANGKAT KURATOR (BHP;
ATAU KURATOR) DAN HAKIM
PENGAWAS

21
7.1. KURATOR
1. KURATOR HRS INDEPENDEN, TDK MEMPUNYAI
BENTURAN KEPENTINGAN DG KREDITOR ATAU
DEBITOR, DAN TDK SDG MENANGANI PERKARA
KEPAILITAN DAN PKPU LEBIH DARI TIGA
PERKARA. APABILA PIHAK YG BERKEPENTINGAN
TDK MENGAJUKAN KURATOR, MAKA BHP
DIANGKAT SELAKU KURATOR.
2. KURATOR BERTANGGUNGJAWAB TERHADAP
KESALAHAN ATAU KELALAIAN DALAM
MELAKSANAKAN TUGAS.
3. BESARNYA IMBALAN KURATOR DITETAPKAN
BERDASARKAN PEDOMAN MENTERI HUKUM DAN
PERUU.

22
7.2. SYARAT KURATOR

1. ORANG PERSEORANGAN BERDOMISILI DI


IND. YG MEMILIKI KEAHLIAN KHUSUS
UNTUK MENGURUS DAN/ATAU
MEMBERESKAN HARTA PAILIT (LULUS
PENDIDIKAN KURATOR & PENGURUS).
2. TERDAFTAR DALAM KEMENTERIAN
HUKUM & HAM.
3. ANGGOTA AKTIF PROFESI KURATOR DAN
PENGURUS.

23
7.3. TUGAS KURATOR
1. PENGURUSAN DAN PEMBERESAN HARTA PAILIT.
2. MENGUMUMKAN PUTUSAN HAKIM TTG
PERNYATAAN PAILIT DALAM BERITA NEGARA DAN
SURAT KABAR YG DITETAPKAN HAKIM PENGAWAS.
3. MENYELAMATKAN HARTA PAILIT
4. MENYUSUN INVENTARIS HARTA PAILIT
5. MENYUSUN DAFTAR HUTANG DAN PIUTANG HARTA
PAILIT.
6. MELANJUTKAN USAHA DEBITOR (IJIN KREDITOR)
7. BERWENANG MEMBUKA SURAT YG DITUJUKAN
PADA SIPAILIT (YG BERKAITAN DG HARTA PAILIT).
8. MENERIMA PENGADUAN MENGENAI SI PAILIT.
9. BERWENANG MEMBERI UANG NAFKAH BAGI SI
PAILIT ATAS IJIN HKM PENGAWAS. 24
10. MEMINDAHTANGANKAN HARTA PAILIT .
11. MENYIMPAN HARTA PAILIT.
12. MEMBUNGAKAN UANG TUNAI.
13. BERWENANG UNTUK MEMBUAT
PERDAMAIAN.
14. DAPAT MELAKUKAN PINJAMAN DARI PIHAK
KETIGA.
15. KURATOR HARUS MENYAMPAIKAN
LAPORAN (BERSIFAT TERBUKA UNTUK
UMUM) KEPADA HAKIM PENGAWAS
MENGENAI KEADAAN HARTA PAILIT DAN
PELAKSANAAN TUGASNAY SETIAP 3 BULAN.
25
7.4.IMBALAN JASA KURATOR
BERAKHIR DG PERDAMAIAN:
1. SAMPAI DG RP. 50 M =6%
2. KELEBIHAN DIATAS RP.50 M – 250 M = 4,5 %
3. KLBDIATAS RP.250 M – 500 M =3%
4. KLB DIATAS RP. 500 M = 1,5 %

CONTOH: BILA HARTA PAILIT RP. 600M


1. 6 % DR RP 50 M =3M
2. 4,5 % DARI RP. 200 M = 9M
3. 3 % DARI RP. 300 M = 7,5 M
4. 1,5 % DARI RP. 100 M = 1,5 M
JUMLAH PENERIMAAN RP. 21 MILYAR
26
BERAKHIR DG PEMBERESAN:
1. SAMPAI DG RP. 50 M = 10 %
2. KELEBIHAN DIATAS RP.50 M – 250 M = 7,5 %
3. KLBDIATAS RP.250 M – 500 M =5%
4. KLB DIATAS RP. 500 M = 2,5 %

CONTOH: BILA HARTA PAILIT RP. 600M


1. 10 % DR RP 50 M =5M
2. 7,5 % DARI RP. 200 M = 15 M
3. 5 % DARI RP. 300 M =12,,5 M
4. 2,5 % DARI RP. 100 M = 2,5 M
JUMLAH PENERIMAAN KURATOR RP. 35,5 M

27
7.4. HAKIM PENGAWAS
1. HAKIM YG DITUNJUK PENGADILAN UNTUK
BERTUGAS MENGAWASI PENGURUSAN DAN
PEMBERESAN PAILIT.
2. BERWENANG UNTUK MENDENGAR KETERANGAN
SAKSI ATAU MEMERINTAHKAN PENYELIDIKAN OLEH
PARA AHLI UNTUK MEMPEROLEH KEJELASAN
MENGENAI KEPAILITAN.
3. MEMBERIKAN PENETAPAN APABILA ADA
PERBEDAAN PENDAPAT ANTARA PANITIA KREDITOR
DAN KURATOR. ATAU TIDAK MENYETUJUI
PERBUATAN KURATOR.
4. BERTINDAK SEBAGAI KETUA DALAM RAPAT
KREDITOR.
5. BERWENANG MENDAPATKAN LAPORAN DARI
KURATOR SETIAP 3 BULAN. Dan Lain-lain....... 28
8. AKIBAT KEPAILITAN
1. KEPAILITAN MELIPUTI SELURUH HARTA
KEKAYAAN DEBITOR PADA SAAT
PERNYATAAN PAILIT DIUCAPKAN SERTA
SEGALA SESUATU YG DIPEROLEH SELAMA
KEPAILITAN
Kecuali: tempat tidur; pakaian; alat2 pertukangan;
buku2 yg diperlukan dlm pekerjaannya;
makanan& minuman untuk satu bulan;
alimentasi; uang yg diterima dari pendapatan
anak2nya.
29
2. DEBITOR DEMI HUKUM KEHILANGAN HAKNYA
UNTUK MENGUASAI DAN MENGURUS
KEKAYAANNYA YG TERMASUK DLM HARTA PAILIT.
SEJAK TGL PUTUSAN PERNYATAAN PAILIT
DIUCAPKAN ( SEJAK PUKUL 00.00 WAKTU
SETEMPAT).
3. KEPAILITAN HANYA MENGENAI HARTA PAILIT DAN
TIDAK MENGENAI DIRI PRIBADI DEBITOR PAILIT.
4. HARTA PAILIT DIURUS DAN DIKUASAI KURATOR
UNTUK KEPENTINGAN SEMUA PARA KREDITOR
DAN DEBITOR. HAKIM PENGAWAS MEMIMPIN DAN
MENGAWASI PELAKSANAAN JALANNYA
KEPAILITAN.
5. TUNTUTAN DAN GUGATAN MENGENAI HAK DAN
KEWAJIBAN HARTA PAILIT HARUS DIAJUKAN OLEH
ATAU THD KURATOR.
30
7. SEGALA PERBUATAN DEBITOR YANG DILAKUKAN SEBELUM
DINYATAKAN PAILIT, APABILA DAPAT DIBUKTIKAN BHW
PERBUATAN TSB SECARA SADAR DILAKUKAN DEBITOR
UNTUK MERUGIKAN KREDITOR, MAKA DAPAT DIBATALKAN
OLEH KURATOR ATAU KREDITOR. (ACTIO PAULIANA-LIHAT
PASAL1341 KUHPERDATA & 41 UUK)
8. HIBAH DAPAT DIBATALKAN SEPANJANG MERUGIKAN HARTA
KEPAILITAN (BOEDEL PAILIT). MISAL PENGHIBAHAN 40 HARI
MENJELANG KEPAILITAN DIANGGAP DIBUAT UNTUK
MERUGIKAN PARA KREDITUR.
9. PERIKATAN SELAMA KEPAILITAN YG DILAKUKAN DEBITOR,
APABILA PERIKATAN TSB MENGUNTUNGKAN BISA
DITERUSKAN. NAMUN APABILA PERIKATAN TSB
MERUGIKAN,MAKA KERUGIAN SEPENUHNYA DITANGGUNG
OLEH DEBITOR SECARA PRIBADI,ATAU PERIKATAN TSB
DAPAT DIMINTAKAN PEMBATALAN.
10. KEPAILITAN SUAMI ATAU ISTRI YG KAWIN DLM SUATU
PERSATUAN HARTA, DIPERLAKUKAN SEBAGAI KEPAILITAN
PERSATUAN HARTA TSB
31
9. PERDAMAIAN(ACCOORD)
1. PERDAMAIAN SEBELUM PAILIT = PKPU
2. PERDAMAIAN SETELAH DEBITOR PAILIT
PDM: PERJANJIAN ANTARA DEBITOR PAILIT/PKPU DG
KREDITOR KONKUREN YG MEMUAT KESEPAKATAN
PEMBAYARAN PIUTANG
MENAWARKAN RENCANA PERDAMAIAN
ADA PERSETUJUAN SETENGAH DARI JUMLAH KREDITOR
KONKUREN,YG MEWAKILI DUA PERTIGA BAGIAN SELURUH
TAGIHAN DEBITUR KONKUREN.
PERSETUJUAN SETENGAH JUMLAH KREDITUR YG PIUTANGNYA
DIJAMIN DG GADAI,JAMINAN FIDUSIA,HAK TANGGUNGAN,HIPOTEK
YANG MEWAKILI DUA PERTIGA DARI SELURUH JUMLAH TAGIHAN.
PENGESAHAN PERDAMAIAN OLEH PENGADILAN
NIAGA
(dwang akkord/perdamaian yg memaksa) 32
10. PENUNDAAN KEWAJIBAN PEMBAYARAN
UTANG (SURSEANCE VAN BETALINGEN)

AGAR DEBITOR TERHINDAR DARI


PELAKSANAAN LIKUIDASI THD HARTA
KEKAYAAN (KEPAILITAN).

PKPU DIAJUKAN SEBELUM DIAJUKAN


PERMOHONAN KEPAILITAN, ATAU PADA SAAT
PROSES KEPAILITAN BERJALAN

33
10.1. PENGAJUAN PKPU
PENUNDAAN PEMBAYAR UTANG DIAJUKAN OLEH
DEBITOR YG MEMPUNYAI LEBIH DARI SATU
KREDITOR,YAITU APABILA DEBITOR TDK DPT ATAU
MEMPERKIRAKAN TDK DPT MEMBAYAR UTANG
UTANGNYA YG SUDAH JATUH TEMPO.
PENUNDAAN PEMBAYAR UTANG DIAJUKAN OLEH
KREDITOR, AGAR MEMUNGKINKAN DEBITOR
MENGAJUKAN RENCANA PERDAMAIAN YG
MELIPUTI TAWARAN PEMBAYARAN KPD
KREDITORNYA.
SELAMA PKPU BERLANGSUNG TDK DIAJUKAN
PERMOHONAN PAILIT .
KALAU PERMOHONAN DIKABULKAN DITUNJUK
HAKIM PENGAWAS DAN PENGURUS. 34
10.2. AKIBAT HUKUM DARI PKPU

1. DEBITUR KEHILANGAN KEBEBASAN ATAS


HARTA KEKAYAANNYA.
2. DEBITUR TDK DPT DIPAKSA MEMBAYAR
UTANG & PELAKSANAAN EKSEKUSI DPT
DITANGGUHKAN.
3. SITAAN BERAKHIR DAN DIANGKAT.
4. PERKARA YG SEDANG BERJALAN
DITANGGUHKAN.
5. PKPU TIDAK BERLAKU BAGI KREDITOR YANG
DIDAHULUKAN.
35
11.BERAKHIRNYA KEPAILITAN
1. PEMBATALAN OLEH MA SETELAH
ADANYA UPAYA HUKUM
2. PENCABUTAN KEPAILITAN ATAS
USUL KURATOR KARENA KEKAYAAN
DEBITOR SANGAT TDK MENCUKUPI
UNTUK MEMBAYAR UTANG.
3. PEMBERESAN
4. PERDAMAIAN.

36