Anda di halaman 1dari 15

TEORI

AKUNTANSI
--ASET -Muhammad Basyuni
Rizqi Q

Zoraya
Marizza

Definisi Aset
IASB (AASB) Framework for the Preparation and
Presentation of Financial Statements mendefinisikan aset:
an asset is a resource controlled by the entity as a result of past events
and from which future economic benefits are expected to flow to the
entity
Aset merupakan sumberdaya yang dikendalikan oleh suatu badan sebagai
hasil dari transaksi yang lalu dan diharapkan memberikan manfaat
ekonomis dimasa yang akan datang yang mengalir pada badan usaha

Karakteristik Utama Aset


Manfaat ekonomi di masa yang akan datang
Dimiliki atau dikendalikan oleh perusahaan
(entitas)
Hasil dari transaksi atau kejadian masa lalu
Dapat dipertukarkan*
* Karakteristik
tambahan

Manfaat ekonomi di masa yang akan datang


Aktiva dapat dioperasikan dan diprediksi secara rasionil dan masuk
akal dapat menghasilkan laba bagi perusahaan.

Aset berhubungan dengan sumberdaya ekonomis sehingga harus


mempunyai kegunaan dan mempunyai keterbatsan (scarcity).

Kemampuan aktiva (aset) untuk menghasilkan manfaat ekonomi di


masa yang akan datang, sehingga dapat dikatakan bahwa aktiva
adalah merupakan kumpulan jasa di masa yang akan datang (storage
of future service).

Dimiliki atau dikendalikan oleh perusahaan (entitas)


Untuk dapat disebut sebagai aset, suatu objek atau pos tidak harus
dimiliki oleh entitas tetapi cukup dikuasai oleh entitas. Oleh, karena
itu, konsep penguasaan atau kendali lebih penting daripada konsep
kepemilikan.

Kepemilikan biasanya sesuai dengan pengendalian, tetapi ini bukan


merupakan karakteristik aset yang penting. Sebagai contoh adanya
agen yang mempunyai kewajiban menjual barang milik prinsipal.
Barang tersebut bukan aset dari agen tetapi aset prinsipal.

Hasil dari transaksi atau kejadian masa lalu


Dikendalikan sebagai hasil kejadian masa lalu
Aset tidak termasuk aset yang masih direncanakan.
Sudah ada kemampuan untuk memanfaatkan

Berkemampuan untuk ditukar


Para akuntan berpendapat bahwa definisi aset perlu
ditambah, yaitu harus mempunyai kemampuan untuk
dipertukarkan. MacNeal (1939: 90) berkata:
A good that lacks exchangeability must lack economic value
its purchase or sale must forever remain impossible, and
thus no market for it can ever exist.
Elemen tersebut terpisah dari badan usaha sehingga dapat
diperjual belikan.

Pengakuan Aset
Tingkat dan waktu pengakuan aset penting karena dapat
memiliki konsekuensi ekonomi bagi penyusun dan pengguna
laporan keuangan
Mengakui aset pada neraca melibatkan aturan pengakuan
konvensi dan pernyataan otoritatif
Kriteria Pengakuan
manfaat ekonomi di masa yang akan datang harus
memungkinkan
aset harus mampu diukur dengan andal

Kriteria pengakuan masa lalu


ketergantungan pada hukum
Dapat ditentukan substansi ekonomisnya
penggunaan prinsip konservatisme: mengantisipasi kerugian,
tetapi tidak mendapatkan

Pengukuran Aset
Pengukuran Aset Berwujud
US GAAP Historical Cost, merefleksikan conservatism,
objective dan bukti yang dapat diverifikasi.
Standar IASB , memungkinkan dilakukan penilaian kembali
aset berwujud. Standar ini memungkinkan tetapi tidak
mengharuskan menggunakan pengukuran current value.

Pengukuran Aset
Pengukuran Aset Tak Berwujud
IAS 38 para 24: Cost pada saat terjadi kepemilikan
IAS 38 para 75: memunkinkan adanya penilaian kembali aset
tak berwujud
IAS 16: fair value ditentukan oleh pasar yang aktive

Pengukuran Aset
Pengukuran Instrumen Keuangan
Derivative harus diukur berdasarkan fair value
Fair value adalah nilai pertukaran aset yang diperoleh dari
kedua pihak yang melakukan transaksi tanpa adanya batasan
apapun (arms length transaction)

Pengukuran Fair Value


Market Approach
Menggunakan harga dan informasi dari transaksi yang
sesungguhnya untuk aset dan liabilitas yang sejenis dan
diperbandingkan

Income Approach
Konversi dari diskonto uang yang diterima dimasa yang akan datang

Cost Approach
Sejumlah uang yang digunakan untuk memperoleh kapasitas yang sama
(current replacement cost)

Permasalahan bagi Auditor


Auditor perlu memahami berbagai model penilaian dan
proses manajemen untuk menentukan input yang
digunakan untuk pengukuran yang digunakan.
Untuk mengembangkan pendekatan audit yang efektif,
auditor perlu memahami proses dan pengendalian
penentuan fair value, dan melakukan judgment apakah
metode pengukuran yang digunakan klien sudah memadai
untuk menghasilakan pengukuran fair value yang
reasonable.

THANK YOU
FOR
YOUR ATTENTION
QUESTIONS AND COMMENTS
ARE
WELCOME