Anda di halaman 1dari 18

Mrpk problematik FT yg penting, sebab:

Infection
Major atelectasis
Impaired gas exchange
Airflow limitation

Pada paru normal setiap harinya diproduksi + 100 ml


mukus. Mucociliary transport, adalah mrpk
mekanisme yg bertanggungjawab thd pembersihan
jalan napas. Jika produk mukus meningkat -> batuk
akan membantu proses pembersihan jalan napas ini

NEBULIZER

Digunakan untuk memasukkan obat-2an dlm bentuk


cairan yg diubah menjadi kabut ke dalam sal napas
bila tehnik yg lebih simpel tidak dapat menghasilkan
efek yg maksimal.

Jet Nebulizer

Jet kompresor tek. > 101 min 1


Prinsip kerja: hukum Bernoulli
Ukuran partikel yang berbanding terbalik dengan
besarnya tekanan
Sterk (1984) partikel jet nebulizer < ultrasonic
nebulizer, tetapi jumlah obat yang dikeluarkan lebih
sedikit

Ultrasonic
Nebulizer

Energi gelombang ultrasonic frekwensi tinggi ( 1 3


MHz)
Ukuran partikel :berbanding terbalik dengn besarnya
frekwensi Ultrasound
Ukuran partikel yang dihasilkan bervariasi antar 1
20 um
Johnson (1986) : dgn partikel < 5 um,
deposit obat yang mencapai paru- paru sebesar 10 %,
tertinggi di daerah oropharing

Dapat menghasilkan partikel paling kecil


Output obat yang dihasilkan banyak
Perlu waktu lebih pendek untuk terapi
Harvey dkk (1997) US Neb dapat menghasilkan deposisi di
paru dua kali lebih besar dibandingkan dg Jet Neb

Nebulizer Performance
Dpt diukur dg Respirable output jumlah partikel-2 (< 5
m) yg dapat diproduksi oleh alat.
Dpt pula diukur dengan The Mass Median Aerodynamic
Diameter (MMAD) of the particles.
Kompresor udara dan nebulizer system adalah merupakan
SATU UNIT KERJA keduanya harus maching
optimum output

Beberapa Hal Yg Harus


diperhatikan
PENDORONG GAS:
Jet Nebul beroperasi scr efisien dg flow rate 6-8 l/min.
Pendorong gas dapat berupa Oksigen atau udara
NEBULIZER CHAMBER DESIGN:

Pada konvensional Neb output flow = input flow


Pd Venturi Neb output flow > input flow membantu
inspirasi & obat yg terbuang lebih sedikit

Pada pemilihan jenis Neb harus memperhatikan umur


px. inspiratory flow pada bayi lebih rendah dr org
dewasa (Collins etal, 1990)
Perlu pula diperhatikan partikel obat yg akan dimasukkan
mis: antibiotics perlu dideliveri sampai sal. napas perifer
membutuhkan percentasi yg tinggi dari partikel < 2 m,
sedang bronchodilator efeknya pada sal napas yg prox
RESIDUAL VOLUME
Jumlah obat yg masih tersisa dalam neb setelah akhir
therapy.
Menurut The Nebulizer Project Group of BTS (1997)
merekomendasikan pengisian 2 -2,5 ml dianggap
adequat bila residunya < 1 ml.

POLA PERNAPASAN PASIEN


Belum ada penelitian ttg pola napas yg optimal tetapi
direkomendasikan pasien bernapas pd tidal breathing
diselingi dengan satu atau dua slow deep breath. Hati-2
perlu diperhatikan breathing control untuk mencegah
HYPERVENTILATION.

HAL-HAL LAIN YG HARUS DIPERHATIKAN

Tidak semua obat yg dimasukkan ke alat dapat diterima


pasien 10 -20% 50% masuk ke paru (lewis &
Flemming, 1985)

Pada bayi dan anak lebih baik menggunakan masker,


tetapi bila sudah bisa diajak kerjasama, maka penggunaan
mouthpeice lebih dianjurkan untuk mengurangi deposisi
obat di wajah (Wolfsdorf, 1969)

Air compressor
Nebulizer cup
Mask or mouthpiece
Compressor tubing

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Cuci tangan dengan sabun dan air sebelum pemakaian


Letakkan alat di tempat datar
Ukur normal salin + obat sesuai dosis, masukkan dalam nebulizer cup
Koneksikan nebulizer cup dan moutpiece dengan alat
Ambil sikap dduk yang nyaman
Ambil nafas biasa, selingi dengan napas dalam dan pelan, bisa
dikombinasi dengan tahan inspirasi 2-3 detik
7. Terapi dilakukan sampai obat habis (rata-rata 10 menit)
8. Jika timbul gejala pusing. Istirahat, kemudian ulangi lagi. Ubah posisi
tubuh lebih nyaman
9. Setelah terapi bersihkan nebulizer cup, mask dan mouthpiece dengan
air hangat dan sabun yang lembut, bagian kompresor cukup
dibersihkan dengan kain lembut
10. Setiap 3 hari sekali bersihkan komponen-komponen nebulizer dengan
des infektan untuk mencegah infeksi
11. Simpan di tempat kering.