Anda di halaman 1dari 22

Preparasi Saluran Akar

Oleh :
Drg. Siti Rusdiana Puspa
Dewi

Preparasi Step back

1.
2.

1.
2.
3.

Diperkenalkan oleh Clem, th 1969


Tujuan:
Mengeluarkan debris dari saluran akar
Membtk sa utk pengisian
Prinsip preparasi sa:
Pembersihan kavitas
Bentuk retensi daerah 1/3 apeks 2-5mm
hrs dipertahankan btknya
Bentuk resistensi konstriksi apikal hrs
dipertahankan utk menahan bhn pengisi
tdk terdorong ke periapeks

Persiapan
Tentukan pj kerja tandai dg stopper
Alat2 preparasi hrs dlm keadaan bersih,
steril, disusun secara berurut mulai dari
nomor yang kecil tanpa dipaksa
Alat yang tumpul, bengkok tajam, elongasi
hrs dibuang
S.a dlm keadaan lembab
Penggunaan alat jgn dipaksa bila menemui
hambatan
Gunakan alat dg gerakan yang tepat
Sebelum, selama, dan sesudah
penggantian alat, s.a wajib diirigasi

Teknik Preparasi

Tentukan pj kerja
Eksplorasi sa dg jrm Miller.
Keluarkan isi sa dg jarum ekstirpasi
Irigasi selalu dilakukan (bhn yg
dipakai NaOCl atau H2O2)
Tentukan file awal (Initial Apikal
File IAF) yakni file terbesar yang
pas dengan s.a s/d pj kerja

Putar file putaran searah jarum


jam, kemudian ditarik keluar
(gerakan reaming). Lakukan hal itu
berulang kali sampai file terasa
longgar
Irigasi s.a dg NaOCL 2,5%, kemudian
preparasi dilanjutkan dengan file
satu nomor lbh besar. Ulangi
tindakan tersebut sampai file ketiga,
diperoleh File Utama (Master Apikal
File), yaitu file yang sesuai dengan
kon utama/master kon
Mulai lakukan preparasi stepback,
caranya dg memakai file satu nomor
lebih besar dari MAF dan pj kerja
dikurangi 1 mm selalu rekapitulasi

Sterilisasi s.a
Dilakukan dg menggunakan
obat2 s.a ditujukan pd
kuman2 di s.a dan tubuli dentin
atau ramifikasi yang tidak dpt
ditanggulangi selama preparasi
s.a

Obturasi
Tujuan : Menutup sa dlm segala
dimensi sec hermetis
Tahap2 pengisian :
1. Pemilihan bahan utama
2. Penyiapan semen s.a
3. Pelapisan dinding s.a dg semen
s.a
4. Pengisian s.a

Syarat2 bhn pengisi yg


ideal:

Mudah dimasukkan ke dlm s.a


Menutup s.a baik lateral maupun apikal
Tidak mengerut setelah dimasukan
Kedap terhadap cairan
Bakterisidal
Radiopaque
Tidak menodai struktur gigi
Tidam mengiritasi jaringan periapikal atau
mempengaruhi struktur gg
Steril dan disterlkan dg cepat sebelum
dimasukkan
Dapat dikeluarkan dg mudah dari s.a

Gutapercha
Mrp material padat
Komposisi: oksida seng (75%), gutapercha matriks,
dan malam atau resin (penyebab plastis)
Memiliki sifat plastis, beradaptasi dengan baik dg
dinding sa yang telah dipreparasi, mudah
dimanipulasi, mudah dikeluarkan dr sa
Mrp bhn yg plg sedikit mengiritasi jar periapikal dr
semua bhn pengisi sa
Gtp sulit dimasukkan pd sa yang sempit, tdk
menutup dibagian lateral dan apikal, kecuali jika
dikombinasi dg sealer
Mempunyai ketahanan hidup terbatas, mjd rapuh dg
bertambahnya umur
Metode peletakkan kondensasi lateral dan vertikal

Kon Perak
Populer th 1950-1960
Dibuat dg perak murni
Mudah diletakkan dan dikontrol
panjangnya, kekakuan dan
fleksibilitasnya memungkinkan utk
obturasi s.a yg sempit dan bengkok
Adaptasi buruk, berkarat bila kontak
dg cairan mulut toxic, sulit
dikeluarkan, kerapatan apeks dan
mahkota kurang baik dibandingkan
gutapercha

Pasta (semipadat)
Jenis: ZOE (tdk ada bukti yg
menyebutkan formula ini meberi efek
yg menguntungkan
Plastik
Dpt dilakukan dg metode
penyuntikan dan peletakkan dg
menggunakan lentulo
Cepat dan relatif mudah dilakukan
Tidak padat prognosa buruk

Semen s.a

Toleransi jaringan
Tidak mengerut waktu mengeras
Waktu pengerasan lambat
Adhesivitas
Radioopasitas
Tidak mewarnai
Kelarutan pada pelarut
Tdk larut dlm jar dan cairan mulut
Bakteriostatik
Menciptakan kerapatan yg baik
Bhn yg sering dipakai ZOE, epoksi,
Ca(OH)2.

Teknik Obturasi
KONDENSASI LATERAL
Indikasi = hampir semua keadaan kecuali
pd sa yg sangat bengkok, btk abnormal,
ketidakteraturan (spt resorbsi interna)
Keuntungan = terkontrolnya pj kerja,
adaptasi dg dinding sa baik, mudah
dirawat ulang, dimensi stabil, dipreparasi
utk pasak
Kerugian = nyaris tak ada, kecuali
kesulitan mengisi sa yg bengkok, apeks
terbuka, dan resorbsi interna

Teknik
Kon utama dipaskan pd sa kemudian
dimasukkan ke dlm sa pd pj kerja yg telah
ditetapkan, kerucut utama didorong ke
arah lateral pd dinding sa utk mendapatkan
ruangan bg kon aksesoris. Kmd dg
penguak yg tlh ditandai diantara kon utama
dg dinding sa dg tek spt pd kondensasi
amalgam sampai 1-2 mm dr pj kerja
Ulangi tahap-tahap tsb smp penguak tidak
dapat masuk ke orifisi
Potong kelebihan gtp dg alat panas
Mampatkan bg servikal gtp yg msh panas
sec vertikal

Kondensasi vertikal
Lebih sulit dilakukan dan
memerlukan alat yg lbh byk
dibandingkan kondensasi lateral
Indikasi s/d kondensasi lateral
Keuntungan= adaptasi yg baik
antara gtp yg dipanaskan dan
dilunakkan dg dinding s.a yg tak
teratur, spt resorbsi interna
Kerugian= sulit mengontrol panjang
kerja

Teknik
KON gtp utama sesuai dg instrumen
terakhir yg digunakan dipaskan pd sa dg
cara biasa
Dinding sa dilapisi tipis dg lapisan tipis sa
Kon disemenkan
Ujung korona gtp dipotomg dg inst panas
Plugger dipanaskan sampai merah,
didorong ke dalam 1/3 korona gtp

Suatu kondensor vertikal dg ukuran yg sesuai


dimasukkan, dan tek vertikal dikenakan pd gtp yang
telah dipanasi utk mendorong gtp yng mjd plastis
kearah vertikal
Aplikasi panas berganti-ganti oleh pembawa panas
dan kondensor diulangi smp gtp menutup s.a
aksesori besar dan mengisi lumen s.a dlm 3 dimensi
s/d foramen apikal dg potongan tambahan gtp

Metode Seksional
Keuntungan :mengisi sa ke apikal n lateral
Kerugian : makan waktu, sukar utk
menarik kembali gtp bila tjd obverobturasi
Teknik :
Dinding sa dilapisi semen
Plugger sa dimasukkan dlm sa slm 3-4 mm
dari apeks dipanaskan dlm sterilisator 10
dtk
Suatu kon dipotong mjd beberapa bag dg
panjang 3-4mm ditempelkan pada
plugger yang tlh diukur, ditekan kearah
vertikal

Metode Kompaksi
Dperkenalkan o McSpadden
Tujuan: mengurangi viskositas gtp dan
menaikkan plastisitasnya
Panas diciptakan pd kontraangle
Keuntungan : kemudahan seleksi dan
insersi gtp, menghemat wkt, mengisi dg
cepat sa bag lateral n apikal
Kerugian: tdk dpt digunakan pd sa yng
sempit, bilah kompaktor sering patah,
overobturasi, pengerutan bhn pengisi bila
tlh mengeras

Teknik Injeksi
Greenberg menganjurkan
penggunaan alat semprit tekanan
utk memasukkan semen ke sa
Hydron
Diperkenalkan oleh Goldman dkk
Bhn plastik hydrofilik yg cepat
mngeras
Mrp polimer hydroxy-ethylmetacrylate, biokompatibel

Metode termoplastik
guthaperca
Peralatan penekanan tdd barel alat semprit
yang dipanaskan dg listrik yg disekat, dan
seleksi jarum berkisar dlm ukuran 18-25
gauge
Preparasi sa hrs dibatasi ke arah apikal dg
teknik stepback
Schilder dkk metode obturasi
thermoplastik yg menggunakan gtp diatas
45 drjt memberi kecenderungan bhn
pengisi mengalami pengerutan bila gtp mjd
dingin, kec bila dimampatkan kearah apeks

Reaksi bhn pengisi


Tdk ada medium sa dan bhn pengisi
yg sama sekali tdk berbahaya
Tiap benda asing, spt semen, yg
terdorong masuk ke periapikal dpt
sangat mengiritasi dan mengurangi
kemungkinan sembuh sebanyak 25%
Zoe mengiritasi krn eugenolnya,
semen resin epoksi mengiritasi krn
aceleratornya, resin polivinil
mengiritasi krn ketonnya
Efek bhn pengisi hrs seringan
mungkin

Penyebab Potensial
Kegagalan
Iritasi dlm s.a
Perkolasi bergeraknya cairan
kedlm ruang sempit, umumnya
krn daya kapilernya
Overobturasi
Underobturasi
Saluran akar lateral
Fraktur akar vertikal