Anda di halaman 1dari 86

HUKUM WARIS

PERDATA (BW)

HUKUM WARIS

Volmar Hukum waris adalah ketentuanketentuan yang mengatur perpindahan dari suatu
harta kekayaan seutuhnya (keseluruhan hak dan
kewajiban) dari seorang pewaris kepada para ahli
warisnya.
A. Pitlo adalah suatu rangkaian ketentuan
dimana berhubungan dengan meninggalnya
seseorang akibatnya dalam bidang kebendaan
diatur, yaitu akibat dari beralihnya harta
peninggalan dari seseorang yang meninggal dunia
kepada ahli waris baik di dalam hubungannya
antara mereka sendiri maupun dengan pihak
ketiga

LANJUTAN..

Definisi A. Pitlo tersebut mengatur 3 hal :


Peralihan

hak dan kewajiban yg bersifat kebendaan


sehubungan dengan meninggalnya seseorang, supaya hak
dan kewajiban itu dapat dilanjutkan oeh sekalian ahi
warisnya.
Mengatur hubungan antara ahli waris .
Mengatur hubungan antara ahli waris dengan pihak
ketiga.

Mr. Kho Kwat Tiong (guru besar Undip)


Hukum yang menentukan cara bagaimana harta
benda seseorang yang telah meninggal dunia dibagibagikan dan menetapkan siapa yang berhak untuk
menerima bagian-bagian dari harta peninggalan itu.

UNSUR UNSUR PEWARISAN

Pewaris adalah orang yang telah meninggal yang


memiliki hak dan kewajiban yang akan dialihkan
pada orang yang masih hidup.
Harta warisan adalah harta yang akan beralih
pada ahli waris, yaitu hak dan kewajiban yang
bersumber pada hukum harta kekayaan.
Ahli waris adalah orang-orang yang masih hidup
yang akan menerima peralihan hak dan
kewajiban dari orang yang meninggal.
Pewarisan adalah proses peralihan hak dan
kewajiban dari orang yang meninggal kepada
orang-orang yang masih hidup.

DASARHUKUM PEWARISAN
MENURUT BW

Hubungan darah
Hubungan perkawinan
Adanya testament

MACAM HUKUM WARIS PERDATA

Hukum waris Ab Intestato merupakan hukum


waris tanpa testament (wasiat) diatur dalam
buku II KUH Perdata titel XII tentang
pewarisan karena kematian. Hukum waris Ab
Intestato disebut juga hukum waris menurut
UU disebut demikian karena jika tidak ada
wasiat maka warisan dibagi menurut UU.
Hukum waris Testamenter merupakan hukum
waris berdsar testamen (wasiat) diatur dalam
buku II KUH Perdata titel XIII tentang surat
wasiat.

PENGATURAN HUKUM WARIS

Antara hukum waris Ab Intestato dan Hukum


Waris Testamenter yang timbul lebih dahulu
adalah Hk Waris Ab Intestato (pengakuan
berbuat bebas).
Sehingga timbulnya hukum waris Testamenter
dikarenakan adanya prinsip bahwa setiap
orang dapat berbuat bebas terhadap harta
bendanya dan adanya kenyataan bahwa
kadang-kadang seseorang merasa lebih
dekat dengan orang lain dibanding orangorang yang sepertaliandarah dengannya.

SYARAT PEWARISAN (AHLI


WARIS)

Orang yang akan menjadi ahli waris harus


mempunyai hak atas harta peninggalan
pewaris.
Ada

hubungan darah dan semenda dengan


pewaris (ps 832 (1) )
Ada pemberian dengan surat wasiat. Pasal 874

Orang itu harus masih ada pada saat pewaris


meninggal. Pasal 836.
Orang tersebut bukan orang yang dinyatakan
tidak patut dan tidak cakap ataupun orang
yang menolak warisan.

SYARAT PEWARISAN (HAK DAN


KEWAJIBAN YANG AKAN BERALIH)

Hak dan kewajiban yang akan beralih adalah


hak dan kewajiban yang bersumber pada
hukum harta kekayaan (aktiva pasiva)
kecuali:
Hak

pakai hasil
Hak mendiami
Hak memakai suatu barang.
Hubungan hukum yang bersandar pada perjanjian
peruruan.

SYARAT PEWARISAN (PEWARIS)

Pasal 830 (KUH Per) pewarisan hanya terjadi karena


kematian.
Maksudnya pada saat pewarisan pewaris harus sudah
meninggal atau dengan kata lain ketika seseorang
masih hidup harta bendanya tidak dapat dianggap
sebagai warisan sehingga tidak dapat diadikan objek
perjanjian oleh ahli waris sekalipun ada persetujuan
dari pewarisnya pasal 1334 (2).
Tetapi tidaklah diperkenankan untuk melepaskansuatu
warisan yang belum terbuka ataupun untuk meminta
diperjanjikan suatu hal mengenai warisan itu,
sekalipun dengan sepakatnya orang yang nantinya akan
meninggalkan warisan yang menjadi pokok persetujuan
itu.

PERTANYAAN

Bagaimana jika hidup meninggalnya orang


tidak diketahui?
Bagaimana jika ada dua orang atau lebih
yang saling mewaris meninggal secara
bersamaan sehingga tidak diketahui siapa
yang meninggal lebih dahulu?

JAWABAN

Ada pada buku I bagian II titel 18 tentang


pernyataan barangkali meninggal
Ada pada pasal 831 apabila beberapa orang
antara mana yang satu untuk menjadi waris
yang lain karena suatu malapetaka yang sama
atau pada suatu hari telah meemui ajalnya
dengan tidak dapat diketahui siapakah yang
kiranya mati terlebih dahulu, maka
dianggaplah mereka mati pada detik saat
yang sama dan perpindahan warisan dari satu
kepada yang lain tidaklah berlangsung
karenanya.

SYARAT YANG HARUS DIPENUHI


OLEH AHLI WARIS

Bagian ahli waris yang didahulukan adalah


ahli waris testamenter (dengan surat wasiat)
Karena seseorang menjadi subyek hukum
sejak ia dilahirkan namun dalam pewarisan
anak yang dalam kandungan dinyatakan
sebagai subyek hukum dan ibunya sebagai
kurator ventris atas nya, untuk menjadi
kurator ventris di ibu harus menyatakan di
hadapan pengadilan.
Jika si anak meninggal pada saat dilahirkan
kurang dari dua menit dari ia dilahirkan maka
dianggap tidak pernah ada.

ORANG YANG TIDAK PATUT


MENERIMA WARISAN

Tidak patut (on waardig) untuk hk waris Ab


intestato sesuai pasal 838 : yang dianggap
tidak patut menjadi ahli waris dan karenanya
dikecualikan dari pewarisan adalah:
Mereka

yang telah dihukum karena dipersalahkan


telah membunuh atau mencoba membunuh si
meninggal.
Mereka yang dengan putusan hakim pernah
dipersalahkan karena secara fitnah mengajukan
pengaduan terhadap si yang meninggal ialah
suatu pengaduan telah melakukan kejahatan yang
diancam hukuman penjara 5 th lamanya atau
lebih berat.

LANJUTAN..
Mereka

yang dengan kekerasan atau paksaan telah


mencegah si yang meninggal untuk membuat atau
mencabut surat wasiatnya.
Mereka yang telah menggelapkan, merusak atau
memalsukan surat wasiat si yang meninggal.
Maka dengan demikian karena hal tersebut diatas
dianggap tidak patut untuk mewaris, ia tidak dianggap
sebagai ahli waris dengan kata lain karena ia on
waardig (tidak patut) maka bukan ahli waris.
Tidak patut meliputi perbuatan yang ditujukan pada
pewaris (membunuh, mencoba membunuh dan
memfitnah) dan perbuatan yang melanggar hak asasi
pewaris (mencegah, menggelapkan, merusak,
mencabut surat wasiat)

ORANG YANG TIDAK CAKAP (ON


BEKWAAM) MENERIMA WARISAN (912
KUH PER) U/ TESTAMENTER

Mereka yang dihukumkarena membunuh si


Pewaris.
Mereka yang telah menggelapkan,
membinasakan, memalsukan surat
wasiatnya.
Mereka yang dengan paksaan/ kekerasan
telah mencegah si pewaris akan
mencabut/mengubah surat wasiatnya.
Istri/suami dan anak-anak mereka tidak
boleh menarik suatu keuntungan dari surat
wasiat si pewaris.

MENOLAK WARISAN (AB


INTESTATO DAN TESTAMENTER)

Alasan menolak warisan : karena yang


diwariskan tidak hanya aktiva saja tapi juga
pasiva, karena ahli waris mempunyai hak
SAISINE yaitu hak untuk memperolah hak dan
kewajiban secara otomatis.
LE MORT SAISINE LE VIF artinya orang mati
berpegang pada orang hidup maksudnya hak
dan kewajiban orang mati secara otomatis
berpindah pada yang masih hidup (ps 833 ).
Hak saisine yang ada pada ps 833 di perkuat
pasal 955 mengenai semua AW baik ab
intestato maupun testamenter.

AKIBATNYA

Ia tidak pernah dianggap sebagai ahli waris


dan itu berlaku surut sampai pada saat
terbukanya warisan.
Dengan demikian ia juga tidak harus
membayar hutang si pewaris .
Bagian yangsesungguhnya atau sediannya
diterimannya kembali pada boedel dan
diwaris oleh AW lain yang harusnya mewaris
bersama-sama dia.

HAK SEISINE

Hak dr ahli waris utk memperoleh peralihan


hak dan kewajiban pewaris demi hukum pd
saat pewaris meninggal dunia.
peralihan

hak dan kewajiban dari si mati kpd ahli


waris terjadi secara otomatis. Ahli waris tidak
perlu mlkkn perbuatan apapun utk terjadinya
peralihan hak dan kewajiban itu.
Semua ahli waris mmpnyai hak seisine ini, baik
itu ahli waris Ab-intestato maupun ahli waris
Testamanter.

Ini disebutkan dalm Ps 955 KUHPdt ( dasar


hukumnya ).

HAK UNTUK MENUNTUT PEMECAHAN /


PEMISAHAN HARTA PENINGGALAN.

Merupakan suatu hak yg dimaksudkan utk


mempertahankan sifat dr masyarakat barat
yg individulistis kapitalistis. Oleh karena itu
hal ini dpt berkenaan dgn ketertiban umum.
Hak utk menuntut Pemecahan harta
peninggalan (HP) dasar hukumnya Pasal 1066
KUHPdt.

HAK UNTUK MENUNTUT.....

kalau ada ahli waris yg memiliki bagian dalm suatu


HP, mk ia mpny hak utk Menuntut Pemisahan Harta
Peninggalan ini. Hak itu dpt diajukan sewaktuwaktu sewaktu warisan terbuka.
Jika ada larangan utk memisahkan HP, meskipun
larangan itu datngnya dr pewaris, maka larangan
itu dianggap tidak ada / gugur.
Pemisahan Harta dpt diminta sewaktu-waktu. Hal
ini berkenaan dgn masyarakat Barat yg kapitalisme,
dimana pd asasnya semua harta benda / barang
harus mrupakan barang dalam lalu lintas
perdagangan, artinya brg dpt diperjual belikan.

HAK UNTUK ....

AKAN TETAPI, jk barang-barang itu belum


dilakukan pemisahan2nya, mk harta benda itu
masih merupakan hak milik bersama yg terikat dr
para ahli waris, dan selanjutnya Hak Milik Bersama
yg terikat itu merupakan barang yg ada diluar
perdagangan--- artinya tidak boleh
diperdagangkan sampai keterikatan bersama itu
diakhiri. Dan pengakhiran itu dilakukan oleh
perbuatan Formal yaitu: PEMISAHAN HARTA
PENINGGALAN
MAKA makin lama barang itu tdk dipisahkan, mk
makin lama pula brg tsb tdk dpt diperjualbelikan
atau digunakan dalam lalu lintas perdgangan.

HAK UNTUK ....

Pasal 1066 KUHPdt tidak cocok untk


masyarakat timur.
Pasal 1066 KHUPdt mrpkn pengejawantahan
sifat masyarakat baratyg kapitalisme dan
individualisme.
Oleh pembentuk UU mk pasal ini berkenaan
dgn pasal mngnai ketertiban umum. Oleh
sebab itu kalau ada ketentuan yg melanggar
ketentuan ini mk perbuatan itu batal demi
hukum.

HAK HEREDITAS PETITIO

Dari kata heridititer ( keturunan ),


petisi ( permohonan ).
Pasal 834 BW tiap-tiap ahli waris berhak
mengajukan gugatan / pengembalian boedel
selaku keturunan dari pewaris.
Dapat diajukan pada:
Pihak

ke III atas dasar atau tanpa dasar hukum


menguasai seluruh atau sebagian harta warisan.
Kepada semua AW yang menguasai seluruh atau
sebagian HW.
Pada pihak ke 3 yang secara licik memutuskan
hubungan antara AW dengan HW.

ADA 2 MACAM PEWARISAN:

PEWARISAN KARENA HAKNYA SENDIRI


Ini

terjadi jika hubungan antara pewaris dan ahli waris


adalah hubungan langsung yaitu hubungan yang tidak
diantarai oleh orang lain.
Biasanya pada derajat satu.
Dalam pewarisan ini para ahli waris berbagi kepala demi
kepala artinya berbagi rata .

PEWARISAN KARENA PERGANTIAN TEMPAT.


Ini

terjadi jika hubungan antara pewaris dan ahli waris


adalah hubungan yang tidak langsung yaitu hubungan yg
diantarai oleh orang lain yaitu ahli waris yg sedianya /
seharusnya mewaris tetapi ternyata meninggal dunia lebih
dahulu dari sipewaris.
Dalam pewarisan karena pergantian tempat ini para ahli
waris mendapat bagian pancang demi pancang

ADA.......

Pewarisan krn pergantian tempat adlh suatu


perkecualian dr pewarisan krn haknya
sendiri. Sebetulnya pd prinsipnya keluarga
sedarah terdekat yg berhak mewaris, ttp krn
ahli waris yg terdekat yg seharusnya mewaris
itu meninggal dunia, mk kedudukannya
digantikan oleh keturunannya yg sah dr ahli
waris yg seharusnya mewaris.

ADA 4 GOLONGAN AHLI WARIS

Golongan I adalah suami/istri yang hidup terlama,


anak2 beserta keturunannya kebawah tanpa batas.
Ps 852
Golongan ke II adalah ayah ibu dan saudara kandung
serta anak2 dari saudara kandung . Ps 854-855
Golongan ke III adalah garis lurus ke atas tanpa
batas . Ps 853
Golongan ke IV adalah keluarga dalam garis lurus ke
samping yang lebih jauh baik dari garis ayah
maupun ibu trus kebawah sampai yang di
perkenankan ps 1861 pada derajat ke 7. ps 858 (2)
& (3).

KLOPING

Dilakukan bila pewarisan terjadi pada


golongan ke III dan ke IV
Kloping adalah pembelahan dimana harta
warisan dibelah dua sama besarnya u/ garis
ibu dan garis ayah
Prinsip DE NAASTE IN HET BLOED ERFY HET
GOED dimana yang terdekat dari hubungan
darahnya mewarisi barang-barang miiknya .

NEGARA SEBAGAI AW

Negara tidak memiliki hak seisine maka tidak


terjadi pemindahan secara otomatis.
Negara harus meminta putusan pengadilan
bahwa negara Aw si pewaris
Negara harus menyegel HW tersebut
Negara harus membuat daftar barang
peninggalan dan tafsiran harganya
Negara memangil pihak-pihak yang
merupakan kreditur dari HW dan melunasi
kewajiban pada debitur.
Sisa harta yang ada menjadi hak negara

LEGITIME PORTIE

Merupakan bagian mutlak yang menurut UU


harus dibagikan pada ahli waris dan tidak
dapat dihilangkan walau oleh pewaris
sekalipun
Legitime portie hanya berlaku pada garis
keturunan lurus kebawah dan lurus ke atas
Legitime portie tidak berlaku bagi anak
angkat, suami dan istri

BAGIAN MASING-MASING AW

Golongan ke I dalam pasal 852


Tidak

ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan.


Tidak ada bedanya antara yang lahir lebih dahulu
dengan yang selanjutnya.
Tidak ada bedanya antara anak dari perkawinan
pertama degan yang ke 2 dst
Untuk suami atau istri kedua dst apabila ada anak
dari perkawinan sebelumnya akan mendapat warisan
yang tidak lebih besar dari bagian warisan terkecil
yang diterima anak, dan tidak boleh melebihi HP
yang ada (Ps 852 a)

Apabila terjadi pewarisan karena pergantian tempat


oleh anak luar kawin maka tidak dapat menjadi
pengganti (harus anak sah)

SOAL

A menikah dengan P pada tahun 1990 dan


pada tahun 1992 punya anak B, pada tahun
1997 punya anak C dan pada tahun 2001
punya anak D pada tahun 2010 A meninggal
dengan meninggalkan harta sebesar Rp
120.000.000,Berapa harta peninggalan P ?
Hitung berapa bagian masing masing AW?

SOAL

A menikah dengan P pada tahun 1990 dan


pada tahun 1992 punya anak B, pada tahun
1997 punya anak C dan pada tahun 2001
punya anak D pada tahun 2010 A meninggal
dengan meninggalkan harta sebesar Rp
120.000.000,- meninggalkan hutang pada
bank ADR sebesar Rp 15.000.000,- dan pada
saat meninggal membutuhkan biaya
pemakaman sebesar Rp 2.500.000,Hitung berapa harta peninggalan A ?
Hitung berapa bagian masing masing AW?

BEBAN UNTUK HARTA BERSAMA

Biaya pencatatan boedel


Biaya rumah sakit
Hutang

Akan tetapi apabila beban tersebut muncul


setelah pewaris meninggal maka beban
menjadi tanggungan harta peninggalan (harta
pribadi)

LEX HAC EDICTALI

Pasal 852 a, 181 (1) yang menyatakan


istri/suami ke 2 tidak boleh menerima
warisan lebih besar dari bagian terkecil yang
diterima anak atau bagaimanapun juga tidak
boleh menerima lebih dari harta
peninggalan.
Lex hac editali bertujuan untuk pelaksanaan
perlindungan kepada anak dari perkawinan
terdahulu terhadap ayah/ibu dari
perkawinan yang baru

HADIAH-HADIAH

Pasal 182 dimana suami/isrti yang


mempunyai anak dari perkawinan
sebelumnya dan yang kawin untuk ke 2 kali
atau selanjutnya tidak boleh menjanjikan
keuntungan yang lebih dari apa yang
tersebut pada pasal terdahulu.

HIBAH

Pasal 183 pun dengan jalan tak langsung,


suami dan istri yang satu kepada yang lain
sebaiknya tidak boleh menghibahkan lebih
dari apa yang di izinkan kepada mereka

Meliputi segala macam hibah dengan sebutan


rekan atau orang perantara adalah batal

TESTAMENT
Pasal 902 jika seorang laki2atau perempuan
yang memiliki anak dari perkawinan yang
dulu, menyeburkan diri dalam perkawinan
yang ke 2 kali atau berikutnya, maka pada
istri/suami kemudian tidaklah ia dengan
surat wasiat diperbolehkan menghibahkan
hak milikatas sejumlah barang yang lebih
dari pada apa yang telah diberlakukan
kepada yang terakhir
Mendapat keuntungan komulatif sebagai istri,
testament, hadiah dan perjanjian kawin dll

PERLINDUNGAN ANAK

Pasal 852a ayat 3 apa yang diperoleh si


istri/suami yang kemudian menurut pasal ini
harus dikurangkan dalam menghitung akan
apa yang diperbolehkan menjadi bagiannya
atau akan diperjanjikannya
Pasal 902 (4) apa yang diperoleh suami/istri
kemudian menurut pasal ini harus
dikurangkan dalam menghitung akan apa
yang boleh menjadi bagiannya atau akad
perjanjiannya

RUMUSAN

Harta asal kembali keasal


Keuntungan dibagi 2
Suami/istri ke 2 dst mendapat bagiannya (ab
intestato) bisa atau kurang dari
tergantung kasus posisinya

SOAL
Seorang laki2 P menikah pertama kali dengan
A dari perkawinannya lahirlah K, perkawinan
putus karena A meninggal, harta A telah
dibagi pada ahli waris, pada 2 tahun
berikutnya P menikah dengan B dengan
perkawinan campur boedel punya anak Y
p membawa harta 24.000.000,B membawa harta 0/ tdk membawa harta
P meninggal dunia dengan harta yang ada
sejumlah 24.000.000,- berapa bagian masingmasing AW ?

SOAL II
Seorang laki2 P menikah pertama kali dengan A
dari perkawinannya lahirlah K, perkawinan
putus karena A meninggal, harta A telah dibagi
pada ahli waris, pada 2 tahun berikutnya P
menikah dengan B dengan perkawinan campur
boedel punya anak Y
p membawa harta 24.000.000,B membawa harta 24.000.000,P meninggal dunia dengan harta yang ada
sejumlah 72.000.000,- hutang pada Z rp 7 jt dan
bea pemakaman 2 jt berapa bagian masingmasing AW ?

PEWARISAN GOL II

Pasal 854 apabila seseorang meninggal


dengan tidak meninggalkan keturunan
maupun suami atau istri sedangkan bapak
dan ibunya masih hidup maka masing-masing
mereka mendapat 1/3 dari warisan, jika
simeninggal hanya meninggalkan satu orang
saudara mendapat sepertiga selebihnya, jika
meninggalkan lebih dari satu saudara maka
bapak ibunya masing-masing mendapat
dan 2/4 selebihnya untuk saudarasaudaranya

PASAL 855

apabila seseorang meninggal dengan tidak


meninggalkan keturunan maupun suami atau
istri sedangkan bapak atau ibunya telah
meninggal lebih dahu, jika simeninggal hanya
meninggalkan satu orang saudara mendapat
sepertiga selebihnya, jika meninggalkan
lebih dahulu maka yang hidup terlama
mendapat dari warisan jika hanya
meninggalkan satu saudara mendapat 1/3
jika 2 saudara yang ditinggalkan dan jika
lebih dari dua saudara dan selebihnya untuk
saudara-saudaranya

PASAL 856-857

Dalam hal mana golongan ke 2 ayah dan ibu


sudah tidak ada maa akan dibedakan atas :
Saudara

kandung
Saudara tiri
Saudara tiri tidak berhak atas warisan karena tidak
adanya hubungan darah
Apabila seorang meninggal dunia dngn tidak
meninggalkan keturunan maupun suami /istri,
sedangkan bapak maupun ibunya telah meninggal
lebih dahulu, maka seluruh warisan merupakan hak
sekalian saudara dari si meinggal

PASAL 857 KUH PER

Bagian atas saudara laki-laki dan perempuan


mendapat bagian yang sama jika berasal dari
perkawinanyang sama, jika berasal dari
perkawinan yang berbeda maka harus dibagi
dahulu dalam dua bagian bagian garis ibu dan
bagian garis bapak (kloping semu) saudara yang
penuh mendapat bagian yang penuh sedangkan
saudara yang sebagian mendapat yang sebagian
dari garis mana mereka berada dan jika hanya
ada saudara yang setengah saja maka mereka
mendapat bagian yang penuh dengan
mengesampingkan segala keluarga sedarah lain
dari garis lain

AYAH DAN IBU

Bagiannya X = 1/3
Y = 1/3
A = 1/3

CONTOH SOAL
Seorang laki2 P menikah dengan A dari
perkawinannya lahirlah K,L,M,N dan M
meninggal dunia dengan harta yang ada
sejumlah 100.000.000,Siapa saja ahli warisnya ?
berapa bagian masing-masing AW ?

CONTOH SOAL II
Seorang laki2 P menikah pertama kali dengan
A dari perkawinannya lahirlah K,L,M
perkawinan putus karena A meninggal, pada
2 tahun berikutnya P menikah dengan B
dengan perkawinan campur boedel punya
anak N,O,Q perkawinan juga putus karena B
meninggal tak lama kemudian P meninggal
O meninggal dunia setelah P dengan harta yang
ada sejumlah 100.000.000,Siapa saja ahli warisnya ?
berapa bagian masing-masing AW ?

CONTOH SOAL III


Seorang laki2 P menikah pertama kali dengan A
dari perkawinannya lahirlah K,L,M perkawinan
putus karena A meninggal, pada 2 tahun
berikutnya P menikah dengan B dengan
perkawinan campur boedel punya anak N,O,Q
perkawinan juga putus karena B meninggal, 3
tahun setelah itu P menikah dengan C punya
anak S, R, tak lama kemudian P meninggal
O meninggal dunia setelah P dengan harta yang
ada sejumlah 100.000.000,Siapa saja ahli warisnya ?
berapa bagian masing-masing AW ?

PEWARISAN GOL III

Sekalian keluarga sedarah dalam garis lurus


keatas baik dari garis ayah maupun garis ibu
Hak bagian golongan ke III diatur dalam pasal
853 KUH Per, secara otomatis terjadi kloping
sesungguhnya antara garis bapak dan garis
ibu
Pada golongan III (843) tidak terjadi
pergantian tempat ke atas atau penderajatan
yang jauh

AHLI WARIS GOLONGAN KE IV

Dikatakan sanak saudara dari garis lain, yang


berhubungan dengan garis lurus ke atas yang
masih hidup sehingga bisa dari garis ayah
maupun ibu
Dapat disimpulkan sanak saudara dari garis
lain yang dimaksud adalah paman dan bibi
serta sekalian keturunannya bagi yang
meninggal lebih dahulu
Dimungkinkan terjadi bersama-sama gol ke III

SOAL
Seorang laki2 P lahir dari pernikahan A dan B
yang telah meninggal, A punya ayah C (masih
hidup) dan ibu D (meninggal) sedangkan B
punya ayah E (hidup) dan ibu F (hidup)
kemudian P meninggal
P meninggal dengan harta yang ada sejumlah
100.000.000,Siapa saja ahli warisnya ?
berapa bagian masing-masing AW ?

SOAL II
Seorang laki2 P lahir dari pernikahan A dan B
yang telah meninggal, A punya saudara C
(masih hidup) dan D (meninggal), D punya
anak X dan Y sedangkan B punya saudara E
(hidup) dan F (hidup) kemudian P meninggal
P meninggal dengan harta yang ada sejumlah
100.000.000,Siapa saja ahli warisnya ?
berapa bagian masing-masing AW ?

ANAK LUAR KAWIN

Pasal 272 B : anak luar kawin yang dapat


diakui adalah anak yang lahir dari seorang
ibu, tetapi tidak dibenihkan oleh pria yang
berada pada ikatan perkawinan.
Pengertian anak luar kawin secara luas
meliputi anak zina, anak subang anak luar
kawin yang lain
Syarat agar anak luar kawin dapat mewaris
secara sah adalah bahwa anak luar kawin
tersebut harus diakui secara sah (diluar
kewajiban nafkah)

ANAK LUAR KAWIN

Anak zina adalah anak yang dilahirkan dari


hubungan antara laki-laki dan perempuan yang
bukan suami istri dimana salah satu atau
kedua-duanya sedang terikat perkawinan
dengan orang lain
Anak subang adalah anak yang dilahirkan dari
hubungan dua orang yang mempunyai
hubungan darah dekat sehingga diantara
mereka dilarang oleh UU untuk menikah
Mereka berdua tidak memiliki hak waris tetapi
memiliki hak menuntut pemberian nafkah
seperlunya kepada buedel (867(2))

ANAK LUAR KAWIN

Pasal 280, 282 (2), 285, 286 (kesimpulan)


anak luar kawin punya hubungan hukum
dengan ibunya setelah ibunya mengakui anak
tersebut
Hubungan hukum antara anak luar kawin
dengan ayah/ibu yang mengakuinya bersifat
terbatas, hubungan tersebut hanya ada
antara si anak dengan ayah ibu yang
mengakuinya saja
Kecuali jika gol ke I sampai ke IV tidak ada
maka dia mendahului hak negara.

BAGIAN ANAK LUAR KAWIN

Pada asasnya bagiannya adalah sama dengan


anak sah tetapi kesamaannya terbatas pada
hak saissine, hak hereditas petitio dan hak
menuntut pemecahan warisan, dalam
perhitungannya berbeda
Diatur dalam pasal 862 dan 863
Bagian ALK diakui :
Bersama

gol 1 mendapat 1/3 bagian anak sah


Bersama gol 2 dan 3 mendapat harta
peninggalan
Bersama gol 4 mendapat harta peninggalan

ANAK LUAR KAWIN

Pergantian tenpat bagi anak luar kawin hanya


berlaku bagi anak sahnya tidak berlaku jika
ia punya anak luar kawin
Anak luar kawin yang diakui dalam
perkawinan tidak berhak mewaris

SOAL

Seorang laki2 P menikah pertama kali dengan


A (Meninggal) dari perkawinannya lahirlah
K,Y, pada 2 tahun sebelum menikah P
mempunyai hubungan luar nikah dengan B
dengan punya anak X (diakui secara sah)
P meninggal dunia dengan harta yang ada
sejumlah 60.000.000,- berapa bagian masingmasing AW ?
AW = K, Y, X
Bagian = X ; 1/3 x 1/3 =1/9
K dan Y masing2 ; 9/9 1/9 = 8/9 x = 4/9

SOAL II

Seorang laki2 P menikah pertama kali dengan A


(Meninggal) pada 2 tahun sebelum menikah P
mempunyai hubungan luar nikah dengan B dengan
punya anak J (diakui secara sah) , P punya
saudara C (masih hidup) dan D (meninggal), D
punya anak X dan Y kemudian P meninggal
P meninggal dunia dengan harta yang ada
sejumlah 100.000.000,- berapa bagian masingmasing AW ?
AW = J, C, D (X dan Y)
bagian = J ; dapat , C dapat 1/4, dan X, Y
masing-masing 1/8

SOAL III

Seorang laki2 P menikah pertama kali dengan A (Meninggal)


punya anak G, H pada 2 tahun sebelum menikah P
mempunyai hubungan luar nikah dengan B dengan punya
anak J (diakui secara sah pada saat pernikahan dengan A) ,
P menikah kembali dengan C (meninggal) punya anak R
dan T kemudian P meninggal
P meninggal dunia dengan harta yang ada sejumlah
100.000.000,- berapa bagian masing-masing AW ?
AW = G, H, J, R dan T

= 1/15

Bagian J seharusnya 1/3

Bagian G, H = x 2 =
Bagian R,T = 2 x x(1 1/15) = x 14/15 = 14/30 = 7/15
Maka bagian J = 1 (1/2 + 7/15) = 1 (15/30 + 14/30) =
1/30

1/5

ANAK ANGKAT

Anak yang diangkat akan dianggap anak sah


yang lahir dari perkawinan
Ps 14 KUH Per karena berlangsungnya
pengangkatan, terputuslah segala hubungan
perdata yang berpangkal pada keturunan
karena kelahiran antara yang diangkat
dengan kedua orang tuanya dan sekalian
saudara sedarah.

MEWARIS BERDASARKAN
TESTAMENT

Pasal 875 : suatu akta yang memuat apa yang


dikehendaki terhadap harta setelah ia
meninggal dunia dan dapat dicabut kembali
(pernyataan sepihak)
Unsur-unsur testament
Akta
Pernyataan

sepihak
Apa yang terjadi pada hartanya setelah
meninggal
Dapat dicabut kembali

MEWARIS........

Syarat membuat testament


Dewasa

18 th keatas (cakap)
Akal sehat
Tidak dalam pengampuan
Tidak ada unsur paksaan, kekhilafan, kekeliruan
Isinya harus jelas
Pencabutan testament
secara tegas, jika dibuat wasiat baru yang isinya
mencabut surat wasiat
Secara diam-diam jika dibuat testament baru
yang isinya bertentangan dengan yang lama.

SIFAT WASIAT

Sepihak artinya hanya dapat dilakukan oleh


satu orang saja tidak boleh 2 orang atau
lebih. (930)
Dapat di cabut atau ditarik kembali kecuali
wasiat yang berkenaan dengan pengakuan
anak luar kawin
Sangat pribadi segala hal berkenaan dengan
testament baik pembuatannya atau
penyimpanannya tidak dapat dikuasakan.
tertulis

DASAR PEWARISANNYA

Pewaris harus telah meninggal dunia


Hak & kewajiban yang beralih haruslah
bersumber dari hukum harta kekayaan
Ahli waris testament harus memenuhi syarat:
Harus

masih ada ada saat pewaris meninggal

dunia
Mempunyai hak atas harta peninggalan pewaris
berdasarkan pemberian melalui testament.
Bukan orang yang menolak warisan atau tidak
cakap menerima keuntungan dari itu.

TESTAMENT

Berdasar bentuknya :
Wasiat

olografis : wasiat yang dibuat dan ditulis


sendiri oleh testateur dalam penyimpanannya
pada not harus dihadiri 2 saksi dan akta van
depot (penyimpanan)
Wasiat umum : wasiat yang dibuat testateur di
hadapan notaris
Wasiat rahasia : wasiat yang dibuat sendiri oleh
testateur kemudian diserahkan kepada notaris
dalam keadaan tertutup/segel (akta
pengalamatan/ super scriptie dan 4 saksi)

BERDASAR ISINYA :

Wasiat pengangkatan waris (Erfstelling) yaitu


pemberian wasiat untuk seluruh atau
sebagian dari pada harta pewaris ( , 1/3,
1/5 dst) dapat meliputi aktiva dan pasiva
Perbedaannya

dng ahli waris ab intestat adalah


tidak dikenal pergantian tempat dan tidak dapat
menikmati inbreng

Hibah wasiat (legaat) yaitu pemberian wasiat


atas sebagian dari pada harta peninggalan itu
berupa suatu barang tertentu

LARANGAN DALAM MEMBUAT


TESTAMENT

Larangan yang bersifat umum


Memuat

fidel commis yaitu pewarisan secara lompat


tangan (ada suatu ketetapan yang mempunyai akibat
hukum yang beruntun atas barang yang sama terhadap
beberapa orang secara berurutan) kecuali pada garis
keturunan lurus kebawah dan yang diberikan adalah
bagian bebas
Larangan memindah tangankan

Larangan yang bersifat khusus


Suami/istri

yang menikah tanpa ijin (termasuk untuk anak)


Istri/suami pada perkawinan ke 2 (tdk lbh dari bagian
terkecil anak / max )
Hibah wasiat yang jumlahnya melebihi hak pewaris dalam
harta
Wali pengawas dan curator (hingga dianggap cakap)

LARANGAN YANG BERSIFAT KHUSUS

Para guru pengawas yang tinggal satu rumah


Notaris dan saksi-saksi
Anak luar kawin (jika melebihi hak sebagai
ab intestat)
Mewariskan bagian Legitime portie

LEGITIME PORTIE (BAGIAN MUTLAK)

Legitime portie adalah suatu bagian dari


harta peninggalan yang harus diberikan
kepada ahli waris dalam garis lurus menurt
UU, terhadap bagian mana si yang meninggal
tidak boleh menetapkan sesuatu baik selaku
pemberian antara yang masih hidup maupun
selaku wasiat. (913)
Yang berhak atas LP
Garis

lurus ke atas
Garis lurus kebawah
Sehingga suami atau istri tidak berhak

BESARNYA LP (914)

Bila hanya 1 anak = bagian dari yang


seharusnya menurut UU = x 1
Bila 2 anak = masing-masing 2/3 dari yang
harusnya menrt UU = 2/3 x = 2/6 (1/3)
Bila 3 atau lebih anak = masing-masing 3/4
dari yang harusnya menrt UU
Cnth 3 anak = x 1/3 = 3/12 (1/4)
Cnth 6 anak = x 1/6 = 3/24 (1/8)
Dapat terjadi pergantian tempat
Bagian bebas yng dpt di wasiatkan
bila ada 2 anak + istri = 2/3 x 1/3 = 2/9

LP ORANG TUA KEATAS (915)

Bagian AW pada garis lurus ke atas adalah


dari apa yang ditentukan UU
Bila ada 2 orang tua = x =
Bila ada 1 orang tua = x 1 =
Bila ada 2 orang tua + 1 saudara = x 1/3 =
1/6
Bila ada 2 orang tua + 2 saudara = x = 1/8
Bila ada 1orang tua + 2 saudara = x 1/3 = 1/6
Bila ada 1 orang tua + 5 saudara = x 1/4 =
1/8

LP ANAK LUAR KAWIN (916)

Bagian LP anak luar kawin akan selalu


bagian yang seharusnya ia terima.
Bila bersama 2 saudara
Dihitung

dl bagian yang seharusnya


= 1/3 x 1/3 = 1/9 maka LP = x 1/9 = 1/18
Bagian anak sah = x 8/9 = 8/18 (4/9)
LP anak sah = 2/3 x 4/9 = 8/27
Maka bagian bebasnya = 19/54

CARA MENGHITUNG LP (921)

Menghitung semua hibah yang pernah


diberikan termasuk pada legitimaris
Jumlah tersebut ditambahkan pada aktiva
yang ada
Dikurangkan hutang-hutang pewaris
Dari jumlah itulah dihitung besarnya LP
masing-masing legitimaris
Jumlah Lp diatas harus dikurangkan hibah
yang pernah diterima dari pewaris bahkan
wasiat

INKORTING (PEMOTONGAN
HIBAH)

Pasal 924 inkorting pada hibah/hibah wasiat


hanya diperkenankan untuk memenuhi LP saja
seandainya sisa warisan setelah wasiat tidak
cukup untuk memenuhi LP
Apabila yang diterima telah melebihi LP maka
tuntutan LP tidak ada gunanya
Hibah telah diberikan sebelum pewaris
meninggal sedangkan hibah wasiat diberikan
setelah pewaris meninggal
Maka kalau ada hibah yang dilakukan
pemotongan sebenarnya sedang terhadap hibah
wasiat pemotongan semu

CONTOH 1 (924)

Warisan berjumlah Rp 24.000.000,P punya saudara B, C, D dan ayah A


Memberi legat pada D Rp 6.000.000,Maka 24 juta 6 juta = 18 juta
A, B, C, dan D menerima x 18 juta = 4,5 jt
Lp A = x x 24 juta = 3 juta

CONTOH 2 (924)

Warisan berjumlah Rp 24.000.000,P punya saudara B, C, D dan ayah A


Memberi legat pada D Rp 21.000.000,Maka 24 juta 21 juta = 3 juta
A, B, C, dan D menerima x 3 juta = 750 rb
Lp A = x x 24 juta = 3 juta
Maka LP A kurang 2,25 jt
Karena hanya ada 1 LP maka seluruh hp
diberikan pada A

CONTOH 3 (926)

Pada kasus yang sama tapi A, B, C dan D


diangkat sebagai ahli waris (erfsteling) u/
bagian dan legaat pada D sebesar 16 jt
Warisan = 24 jt legat 16 jt = 8 jt
Hak A, B, C, dan D berdasar testament = x
8 jt = 2 jt
LP A = x x 24 jt = 3 jt maka LP A kurang
1 jt
A berhak memotong pada legaat D dan
erstelling B, C dan D dengan perbadingan
yang 16:2:2:2

Legaat D dipotong 16/22 x 1 jt = 727.273,Erfsteling B dipotong 2/22 x 1 jt = 90.909,Erfsteling C dipotong 2/22 x 1 jt = 90.909,Erfsteling D dipotong 2/22 x 1 jt = 90.909,Maka D menerima legat 16 jt 727.273 =
15.272.727
B, C dan D masing-masing menerima
erfstelling 2 jt 90.909 = 1.909.091,Maka total diterma D 15.272.727 + 1.909.091
= 17.181.818,A menerima 2 jt + 1 Jt = 3 jt sesuai dengan
LP nya

INBRENG

Memperhitungkan kembali hibah-hibah yang


diberikan pewaris kepada ahli warisnya,
kedalam warisan agar pembagian warisan
menjadi lebih merata
Pasal 1086 kewajiban inbreng selalu ada
pada ahli waris pada garis lurus kebawah,
kecuali ada pembebasan dr pewaris dab bagi
ahli waris lain ada jika pewaris menentukan
begitu.

CONTOH (1086)

Pewaris meninggalkan anak A, B, dan C


dengan HP 12 jt selama hidupnya pewaris
pernah memberi hibah A senilai 3 jt
Maka bagian A, B, C masing-masing = 1/3 x
12 jt = 4 jt
Sehingga A menerima total 7 jt (4 jt + 3 jt)
A harus inbreng ke HP maka HP = 12 jt + 3 Jt
= 15 jt
Maka bagian A, B, C masing-masing = 15 jt x
1/3 = 5 jt
Sehingga A tinggal menerima 2 jt

PERBEDAAN INBRENG DAN


INKORTING

Kewajiban inbreng tidak tergantung pada


tuntutan ahli waris atau tuntutan LP (sehingga
karena pecahan Lp sudah termasuk inbreng ada
dan tidaknya inbreng tergantung pada adanya
tuntutan LP)
Kewajiban inbreng bukan berarti memotong
yang telah diterima tapi mengurangi apa yang
harus diterima diperhitungkan dengan yang
telah diterima
Inkorting tertuju pada siapa saja penerima
hibah/hibah wasiat sedang inbreng hanya pada
ahli waris saja.

CONTOH

Pewaris meninggalkan anak A, B, C dan D


dengan HP 30 jt selama hidupnya pewaris
pernah memberi hibah A senilai 14 jt
Kalau A memasukkan inbreng seluruhnya
maka bagian A, B, C dan D adalah = x 44 jt
= 11 jt maka ternyata A telah menerima lebih
banyak yaitu 14 jt maka penyelesaiannya
Dihitung bagian B, C, D dulu pada HP = 1/3 x
30 jt = 10 jt
Hak A harus sama dengan B, C, dan D maka A
inbreng 10 jt untuk dirinya