Anda di halaman 1dari 82

PENYAKIT MENULAR

SEKSUAL (PMS)
ELIYA ANDRIYANI
20090310022
STASE ILMU KESEHATAN KULIT DAN
KELAMIN
RSUD SALATIGA

PENYAKIT MENULAR SEKSUAL


(PMS)
SPESIFIK

NONSPESIFIK

GONORRHEA

NON SPECIFIC URETHRITIS

SYPHILIS

TRICHOMONIASIS
VAGINALIS

ULCUS MOLLE
LYMPHA GRANULOMA
VENEREUM
GRANULOMA
INGUINALE

CANDISOSIS VAGINALIS
CONDYLOMA ACUMINATE
HERPES SIMPLEX
GENITALIS
MOLUSCUM
CONTAGIOSUM
AIDS

GONORRHEA
PENYEBAB: NEISSERIA GONORRHOEAE.
NEISSERIA GONORRHOEAE MERUPAKAN SUATU
KUMAN GRAM NEGATIVE, BERBENTUK BIJI KOPI,
LETAKNYA INTRA ATAU EKSTRA SELULER DAN
BERSIFAT TAHAN ASAM.
GONORRHEA YANG RESISTEN TERHADAP PENISILIN
DISEBUT PENICILLINASE PRODUSING NEISSERIA
GONORRHOEAE (P.P.N.G)
MASA INKUBASI PENYAKIT: 2-5 HARI (1-14 HARI)

GEJALA KLINIS
GEJALA PADA LAKILAKI:

GEJALA PADA
WANITA:

1. KELUHAN SAKIT
WAKTU KENCING

1. BIASANYA
ASIMPTOMATIK

2. ORIFISIUM URETRA
YANG OEDEM DAN
ERITEMATUS

2. ADA SERVISITIS
DENGAN GEJALA
KEPUTIHAN

3. SECRET URETRA
YANG PURULENT

3. KOMPLIKASI:
BARTOLINITIS DAN
PENYAKIT RADANG
PANGGUL

GONORRHEA EKSTRAGENITAL
LAKI-LAKI

WANITA

OROFARINGITIS:
1.
PROKTITIS GONORE
KARENA
HOMOSEKSUAL,
PECAHNYA PROSTATITIS
DAN COWPERITIS YANG 2.
PECAH KE REKTUM

GONOBLENORE:
TIMBUL PADA BAYI
YANG DILAHIRKAN
OLEH IBU YANG
MENDERITA GONORE
KOMPLIKASI SISTEMIK:
MENINGITIS,
ENDOCARDITIS
ARTHTRITIS,
TENOSYNOVITIS DAN
DERMATITIS

PX. LABORATORIUM
SEDIAAN LANGSUNG: SEDIAAN DIWARNAI
DENGAN GRAM UNTUK MELIHAT ADANYA
KUMAN DIPLOCOCCUS GRAM NEGATIVE
(+), BERBENTUK BIJI KOPI YANG TERLETAK
INTRA DAN EKSTRA SELULER.
PEMERIKSAAN URIN: LEUKOSIT PMN >10/LP,
SECRET URETRA: LEUKOSIT PMN <5/LP
PERCOBAAN DUA GELAS (TES THOMSON)
KULTUR
TES DEFINITIVE (DARI HASIL KULTUR YANG
POSITIF): TES OKSIDASI, TES FERMENTASI, TES

DIAGNOSIS
ANAMNESIS ADANYA COITUS SUSPECTUS,
FELLATIO ATAU CUNILINGUS
GEJALA KLINIS
PEMERIKSAAN LABORATORIUM YANG POSITIF

PENATALAKSAAN
GONORRHEA TANPA KOMPLIKASI (CERVIKS,
URETRA, RECTUM DAN FARING)
A. AMOXICILIN 3GRAM ORAL SINGLE DOSE
B. AMPICILIN 3,5GRAM ORAL SINGLE DOSE
C. THIAMPHENICOL 2,5-3,5MG ORAL SINGLE DOSE
D. KANAMYCIN INJEKSI 1 GRAM-2 GRAM

GONORRHEA DENGAN INFEKSI SISTEMIK


A. MENINGITIS DENGAN ENDOCARDITIS
CEFTRIAXONE 1-2GR IV SETIAP 12 JAM, UNTUK
MENIGNGITIS DILANJUTKAN 10-14 HARI DAN UNTUK
ENDOCARDITIS DITERUSKAN PALING SEDIKIT 4 MINGGU.
B. ARTRITIS, TENOSYNOVITIS DAN DERMATITIS
- CIPROFLOKSASIN 500MG IV SETIAP 12 JAM
- OFLOXACINE 400MG SETIAP 12 JAM
- CEFOTAXIME 1 GR IV SETIAP 8 JAM
- CEFTRIAXONE 1 GRAM IM/IV TIAP 24 JAM

GONORRHEA PADA BAYI DAN ANAK


A. SEPSIS, ARTRITIS, MENINGITIS ATAU ABSES KULIT KEPALA
PADA BAYI
CEFTRIAXONE 25-50 MG/KG/HARI IM/IV 1 KALI SEHARI
SELAMA 7 HARI.
CEFOTAXIME 25 MG/KG/IM/IV SETIAP 12 JAM SELAMA 7
HARI
BILA TERBUKTI MENINGITIS LAMA PENGOBATAN MENJADI 1014 HARI.
B. VULVOVAGINITIS, CERVICITIS, URETHRITIS, FARINGITIS
ATAU PROCTITIS PADA ANAK
CEFTRIAXONE 125MG IM SINGLE DOSE
UNTUK ANAK DENGAN BERAT BADAN >45KG OBAT DAN
DOSIS OBAT SAMA SEPERTI PADA ORANG DEWASA.

C. BAKTERIEMI ATAU ARTHRITIS PADA ANAK


CEFTRIAXONE 50MG/KG (MAKS. 1 GRAM UNTUK BB<45
KG DAN 2 GRAM UNTUK BB>45 KG) IM.IV 1 KALI SEHARI
SELAMA 7 HARI ATAU 10-14 HARI UNTUK BB>45 KG.

GONORRHEA PADA WANITA HAMIL


- CEFTRIAXONE 250ML IM SINGLE DOSE
- AMOKSISILIN 3 G+PROBENESID 1 GRAM

Syphilis
Stadium
Dini
Syphilis
Akuisita

Syphilis
Stadium
Lanjut
Syphilis
Syphilis
Stadium
Dini (SCD)
Syphilis
Kongenital

Syphilis
Stadium
Lanjut
Stigmata
Sifilitika

Syphilis
Stadium I
Syphilis
Stadium 2
Syphilis Laten
Dini
Syphilis Relaps
Stadium I & 2
Syphilis Laten
Lanjut
Syphilis
Stadium 3
Syphilis
Stadium 4
(Neurosifilis dan
Cardiovascular)

SYPHILIS
PENYEBAB: TRIPONEMA (SPIROCAETA) PALLIDUM
MASA INKUBASI:

Sifilis Akuisita (<2


tahun)
Stadium 1 (1-3 bulan)
Stadium 2 (3-6 bulan)
Stadium Laten Dini
(>6 bulan)

Sifilis Stadium
Lanjut (>2 tahun)
Stadium Laten lanjut
(2-3 tahun)
Stadium 3 (3-10
tahun)
Stadium 4 (>10
tahun)

GEJALA KLINIS
STADIUM I (SIFILIS PRIMER): TIMBUL ULKUS DURUM
TIDAK NYERI (INDOLEN)
SEKITAR ULKUS TERABA KERAS (INDOLEN)
DASAR ULKUS BERSIH DAN BERWARNA MERAH SEPERTI
LAK
SOLITER (BIASANYA HANYA 1-2 ULKUS)
PREDILEKSI PADA LAKI-LAKI: PADA PREPUTIUM, ULKUS
KORONARIUS, BATANG PENIS DAN SKROTUM. PADA
WANITA: DI LABIUM MAYORA DAN MINORA, KLITORIS
DAN BISA JUGA SERVIKS. PADA EKSTRA GENITAL: ANUS,
RECTUM, BIBIR, MULUT, LIDAH TONSIL, JARI DAN
PAYUDARA.

STADIUM II (SIFILIS SEKUNDER):


MOUSE ETEN ALOPESIA
LEOKODERMATROFI SIFILITIKA
PSORIASIS VORUM ERUPTIVUM SIFILITIKA
ROSEOLA SIFILITIKA
KORONA VENERIS (GEROMBOLAN PAPULAE YANG
TERDAPAT DI DAHI/MUKA) DAN KONDILOMA LATA
(BANYAK PAPULA YANG TEBAL BERWARNA PUTIH
KEABU-ABUAN, BASAH BERBENTUK BULAT/LONJONG,
TERDAPAT DI DAERAH LEMBAB SEPERTI: GENITAL,
PERINEUM, ABUS, AKSILA)

STADIUM LATEN: TIDAK ADA GEJALA KLINIS


TETAPI PEMERIKSAAN SEROLOGIS POSOTIF
(VDRL DAN TPHA POSITIF)

STADIUM III: SIFILIS GUMMOSA


TIMBULNYA GRANULOMA DIDALAM
JARINGAN( OTOT, TULANG, DLL) YANG PECAH
MEMBENTUK ULKUS YANG DALAM DENGAN
DASAR TERTTUP PUS. TEPI ULKUS MENINGGI
DAN KERAS DINDINGNYA CURAM (SEPERTI
DILUBANGI). JUGA DAPAT TERJADI PADA
LARING, PARU, GASTROINTESTINAL, HEPAR DAN
TESTIS.

PEMERIKSAAN LABORATORIUM
PEMERIKSAAN MIKROSKOP LAPANGAN GELAP (DARK
FIELD)
PENENTUAN ANTIBODY DALAM SERUM: TES YANG
MENENTUKAN ANTIBODY NONSPESIFIK
TES VDRL (VENEREAL DISEASE RESEARCH
LABORATORY): SIFILIS POSITIF BILA TITER VDRL 1:4
TES WASSERMAN
TES KAHN
TES RPR (RAPID PLASMA REAGIN)
TES AUTOMATED REGAIN
ANTIBODI TERHADAP KELOMPOK ANTIGEN YAITU TES
RPCF (REITER PROTEIN COMPLEMENT FIXATION)

TES UNTUK MENENTUKAN ANTIBODY SPESIFIK YAITU: TES


TPHA (TREPONEMA PALLIDUM HAEMAGGLUTINATION
ASSAY), TES TPI (TREPONEMA PALLIDUM
IMMOBILIZATION), TES FTA-ABS (FLUORESCENT
TREPONEMA ABSORBED), TES ELISA (ENZYME LINKED
IMMUNE SORBENT ASSAY)

PENGOBATAN
STADIUM DINI:
ORAL: TETRASIKLIN 4X500MG/HARI WAKTU 15 HARI ATAU
ERITROMISIN 4X500MG/HARI SELAMA 15 HARI.
INJEKSI: BPG (BENZIDIN PENISILIN G) 2,4 JUTA /MINGGU
SEKALI SUNTIK, PPG 600.00 UNIT /HARI SELAMA 10 HARI
STADIUM LANJUT:
ORAL: TETRASIKLIN 4X500 MG/HARI WAKTU 30 HARI ATAU
ERITROMISIN 4X500MG/HARI SELAMA 30 HARI
INJEKSI: BPG (BENZIDIN PENISILIN G) 2,4 JUTA /MINGGU
SEKALI SUNTIK, PPG 600.00 UNIT /HARI SELAMA 20 HARI

ULCUS MOLLE
ULKUS MOLLE ADALAH PENYAKIT INFEKSI
GENITAL AKUT, SETEMPAT, DAPAT INOKULASI
SENDIRI (AUTO-INOCULABLE), DISEBABKAN
OLEH HAEMOPHILUS DUCREYI.
GEJALA KLINIS KHAS BERUPA ULKUS PADA
TEMPAT MASUK DAN SERINGKALI DISERTAI
SUPURASI KELENJAR GETAH BENING REGIONAL.

GAMBARAN KLINIS
MASA INKUBASI 1-5 HARI
LESI MULA-MULA BERBENTUK MACULA ATAU PAPULA YANG SEGERA
BERUBAH MENJADI PUSTULE YANG KEMUDIAN PECAH MEMBENTUK
ULKUS YANG KHAS.
MULTIPLE
LUNAK
NYERI TEKAN
DASARNYA KOTOR DAN MUDAH BERDARAH
TEPI ULKUS MENGGAUNG
KULIT SEKITAR ULKUS BERWARNA MERAH
LOKASI ULKUS PADA PRIA TERLETAK DI DAERAH PREPUTIUM, GLANS
PENIS, BATANG PENIS, FRENULUM DAN ANUS
LOKASI ULKUS PADA WANITA TERLETAK PADA VULVA, KLITORIS,
SERVIKS DAN ANUS.

MACAM-MACAM ULKUS MOLLE


1. ULKUS MOLLE FOLIKULARIS (FOLLICULARIS CHANCROID):
TIMBUL PADA FOLIKEL RAMBUT, TERDIRI ATAS ULKUS KECIL
MULTIPLE. LESI DAPAT TERJADI DI VULVA ATAU PADA DAERAH
GENITALIA YANG BERAMBUT. LESI TERLETAK SANGAT
SUPERFISIAL.
ULKUS MOLLE POPULAR ( ULCUS MOLLE ELEVATUM): TERDIRI
ATAS PAPULA YANG BERULSERASI DAN GRANULOMATOSA, DAPAT
MNEYRUPAI DONOVANOSIS ATAU KONDILOMA LATA SIFILIS
STADIUM II

PEMERIKSAAN LABOLATORIUM
1. PEMERIKSAAN LANGSUNG BAHAN ULKUS YANG
DIAMBIL DENGAN MENGOREK TEPI ULKUS YANG DIBERI
PEWARNAAN GRAM. PADA SEDIAAN YANG POSITIF
DITEMUKAN KELOMPOK BASIL YANG TERSUSUN SPERTI
BARISAN IKAN.
2. KULTUR PADA MEDIA AGAR COKLAT, AGAR MULLER
HINTON ATAU MEDIA YANG MENGANDUNG SERUM
DENGAN VANCOMYSIN. POSITIF BILA KUMAN TUMBUH
DALAM WAKTU 2-4 HARI ( DAPAT SAMPAI 7 HARI)

3. TES SEROLOGI ITO-REESTIERNA, CARANYA 0,1 ML ANTIGEN


DISUNTUKAN INTRADERMAL PADA KULIT LENGAN BAWAH.
POSITIF BILA SETELAH 24 JAM ATAU LEBIH TIMBUL INDURASI
YANG BERDIAMETER 5 MM. HASIL POSITIF SETELAH INFEKSI
BERLANGSUNG 2 MINGGU AKAN TERUS POSITIF SEUMUR HIDUP
4. TES ELISA DENGAN MENGGUNAKAN WHOLE LYSED H. DUCREYI
5. TES LAIN YANG DAPAT DIGUNAKAN ADALAH TES FIKSASI
KOMPLEMEN, PRESIPITIN DAN AGGLUTININ.

DIAGNOSIS BANDING
SIFILIS STADIUM I
ULKUS MIKSTUM
HERPES GENITALIS

PENYULIT
ADENITIS INGUINAL
FIMOSIS ATAU PARAFIMOSIS
FISTEL URETRA
FISTEL REKTOVAGINA

PENATALAKSANAAN
PENGOBATAN SISTEMIK
SIPROFLOKSASIN 2X500MG SELAMA 7 HARI
ERITROMISIN 4X500MG SELAMA 7 HARI
AZITHROMYCIN 1 GRAM ORAL SINGLE DOSE
SEFTRIAKSON 250MG DOSIS TUNGGAL, INJEKSI IM
AMOKSISILIN+ASAM KLAVUNAT 3 X 125 MG SELAMA 7
HARI
STREPTOMISIN 1 GRAM SEHARI SELAMA 10 HARI
KOTRIMOKSAZOL 2X2 TABLET SELAMA 7 HARI

PENGOBATAN LOCAL
KOMPRES DENGAN LARUTAN NORMAL SALIN 2X SEHARI
SELAMA 15 MENIT.
ASPIRASI ABSES TRANSKUTANEUS DIANJURKAN UNTUK
BUBO YANG BERUKURAN 5 CM ATAU LEBIH DENGAN
FLUKTUASI DITENGAHNYA.

LYMPHA GRANULOMA
VENEREUM (LGV)
PENYEBAB: CHLAMYDIA TRACHOMATIS
SINONIM: LIMFOPATIA VENERIUM, PENYAKIT
NICOLAS FAVRE
MASA INKUBASI 1-4 MINGGU
GEJALA PRODROMAL (MALESE, NYERI KEPALA,
ATRALGIA, ANOREKSIA, NAUSEA DAN DEMAM)

GAMBARAN KLINIS
Afek Primer
Bentuk Dini
Sindrom
Inguinal
Lympha
granuloma
venereum (LGV)

Sindrom
Genital

Bentuk Lanjut

Sindrom
Uretral

Sindrom
Anorektal

GAMBARAN KLINIS
BENTUK DINI
A. AFEK PRIMER
BENTUK TAK KHAS DAN TAK NYERI, BERUPA EROSI, PAPUL
MILIAR, VESIKEL, PUSTULE, DAN ULKUS.
SOLITER DAN CEPAT HILANG
PREDILEKSI PADA PRIA TERUTAMA DI GENITALIA EKSTERNA
(SULKUS KORONARIUS). PADA WANITA: VAGINA BAGIAN
DALAM DAN SERVIKS.

B. SINDROM INGUINAL
TERJADI PADA KELENJAR GETAH BENING INGUNAL MEDIAL.
LEBIH SERING PADA LAKI-LAKI DARI PADA WANITA
TERLIHAT 2 ATAU 3 KELOMPOK KELENJAR YANG
BERDEKATAN DAN MEMANJANG SEPERTI SOSIS DI BAGIAN
PROKSIMAL DAN DISTAL LIGAMENTUM POUPARTI DAN
DIPISAHKAN OLEH LEKUK (SULKUS) YANG DISEBUT
STIGMA OF GROOVE.
TERDAPAT LIMFADENITIS DAN PERIADENITIS

BENTUK LANJUT
A. SINDROM GENITAL
.KELANJUTAN DARI SINDROM INGUNAL YANG TAK
DIOBATI
.TERJADI FIBROSIS PADA KELENJAR INGUINAL MEDIAL
DAN TERJADI EDEMA DAN ELEPHANTIASIS.
.PADA PRIA: ELEPHANTIASIS TERDAPAT DI PENIS DAN
SKROTUM. PADA WANITA: DI LABIA DAN KLITORIS YANG
DISEBUT ESTIOMEN. JIKA MELUAS TERBENTUK
ELEPHANTIASIS GENITO-ANOREKTALIS DAN DISEBUT
SINDROM JERSILD

B. SINDROM URETRAL
TERBENTUK INFILTRATE DI URETRA POSTERIOR SELANJUTNYA
MENJADI ABSES DAN FISTEL.
TERJADI STRIKTUR ORIFISIUM URETRA EKSTERNUM YANG BERUBAH
BENTUK SEPERTI MULUT IKAN DISEBUT FISH MOUTH URETHRA DAN
PENIS MELENGKUNG SEPERTI PEDANG TURKI.
C. SINDROM ANOREKTAL
TERJADI PENJALARAN KE KELENJAR PERIRECTAL (KELENJAR GEROTA)
LIMFADENITIS DAN PERIADENITIS MENJADI ABSES YANG PECAH
MENYEBABKAN KELUARNYA DARAH DAN PUS PADA WAKTU
DEFEKASI, TERBENTUK FISTEL.
FISTEL-FISTEL BERLOKASI DI PERIANAL DAN PERIRECTAL MENJADI
ULKUS DAN SIKATRIK.

PEMERIKSAAN PENUNJANG
GAMBARAN DARAH TEPI: LEUKOSIT NORMAL,
SEDANGKAN LED MENINGKAT. HIPERPROTEINEMIA
BERUPA PENINGGIAN GLOBULIN, SEDANGKAN ALBUMIN
NORMAL ATAU MENURUN. IGA MENINGGI
TES FREI:
TES IKATAN KOMPLEMEN

DIAGNOSIS BANDING
SKROFULODERMA
LIMFADENITIS PIOGENIK
LIMFADENITIS KARENA ULKUS MOLE
LIMFOMA MALIGNUM
HERNIA INGUINALIS

PENGOBATAN
KOTRIMOKSAZOL (SULFAMETOKSAZOL 400MG
+TRIMETHOPRIM 80 MG) 2X2 TAB/HARI SELAMA 1-2
MINGGU
SULFAMETOKSAZOL 3X1 GRAM/HARI
TETRASIKLIN 3X500MG/HARI SELAMA 1-2 MINGGU
DOKSISIKLIN 2X100MG/HARI SELAMA 1-2 MINGGU

GRANULOMA INGUINALE
PENYEBAB: CALYMATOBACTERIUM
GRANULOMATIS/DONOVANIA GRANULOMATIS.
SINONIM: ULCERATING GRANULOMA OF PUDENDA,
SCLEROSING GRANULOMA, GRANULOMATOSIS, GRANULO
VENEREUM, GRANULOMA DONOVANI, DONOVANOSIS.
MASA INKUBASI: 1-12 MINGGU

GEJALA KLINIS
PREDILEKSI: DIMULAI PADA DAERAH GENITALIA EKSTERNA,
PAHA, LIPAT PAHA ATAU PERINEUM. PADA WANITA: LABIA
MINORA, MONS VENERIS DAN FOURHETTE. PADA PRIA: PENIS
DAN SKROTUM.
LESI BENTUK PAPUL ATAU VESIKEL YANG TIDAK NYERI,
KEMUDIAN PERLAHAN-LAHAN MENJADI ULKUS GRANULOMATOSA
(PSEUDOBUBO) BERBENTUK BULAT, MENIMBUL SEPERTI
BELUDRU DAN MUDAH BERDARAH.
ULKUS TERASA NYERI RINGAN, CAIRAN LESI BERSIFAT
SEROSANGUINOSA.

TIPE GAMBARAN KLINIS


TIPE NODULAR
NODUL BERWARNA MERAH, LUNAK DAN AKHIRNYA TIMBUL
ULKUS DENGAN GRANULASI.
TIPE ULSERO VEGETATIVE
ULKUS-ULKUS BESAR, MAKIN MELEBAR, BERASAL DARI TIPE
NODULAR.
TIPE HIPERTROFIK
TIMBUL REAKSI PROLIFRATIF DAN MEMBENTUK MASSA
VEGETATIVE YANG BESAR
TIPE SIKATRISIAL
TIMBUL SIKATRIK PADA TEMPAT JARINGAN GRANULASI,
TERLIHAT PULAU-PULAU JARINGAN GRANULASI DIANTARA
SIKATRIK.

PEMERIKSAAN PENUNJANG
HAPUSAN JARINGAN (TISSUE SMEARS)
BIAKAN
BIOPSI
TES SERUM
TES KULIT

DIAGNOSIS BANDING
SIFILIS DINI
KONDILOMA LATA
LIMFOGRANULOMA VENEREUM
ULKUS MOLLE
TUBERKULOSIS KULIT
AMUBIASIS KULIT
KARSINOMA SEL SKUAMOSA

PENGOBATAN
SISTEMIK
a. AMPISILIN 4X50MG/HARI SELAMA 2 MINGGU-1 BULAN.
b. STREPTOMISIN IM 1 GRAM/HARI SELAMA 20 HARI ATAU
2X1 GRAM/HARI SELAMA 10 HARI ATAU 4X1GRAM/HARI
SELAMA 5 HARI .
c. TETRASIKLIN 4X500MG/HARI SELAMA 10-20 HARI.
d. KLORAMFENIKOL IM 4 GRAM SEKALI SUNTIK, TIAP 2-3
HARI 1X, DAN DOSIS TOTAL 12-16 GRAM.
e. ERITROMISIN 4X500 MG/HARI SELAMA 2-3 MINGGU
f.

GENTAMISIN IM 3X1 MG/KGBB/HARI SELAMA 14 HARI

g. LINKOMISIN 4X500MG SELAMA 14 HARI


h. KOTRIMOKSAZOL 2X2 TAB/HARI SELAMA 2 MINGGU
ATAU LEBIH

NON SPECIFIC URETHRITIS


DEFINISI: PENYAKIT KELAMIN AKIBAT HUBUNGAN SEKSUAL
YANG DITANDAI DENGAN ADANYA PERADANGAN PADA
URETRA, TETAPI TIDAK DITEMUKAN ADANYA KUMAN
PATOGEN SEBAGAI PENYEBABNYA.
PENYEBAB:
1. CHLAMYDIA TRACHOMATIS
2. UREAPLASMA UREALYTICUM DAN MYCOPLASMA
HOMINIS
3. GARDNERELLA VAGINALIS
4. ALERGI
5. BAKTERI STAPHYLOCOCCUS

GEJALA KLINIS
MASA TUNAS: 7-14 HARI
GEJALA:
PRIA: DYSURIA RINGAN, PERASAAN TIDAK ENAK DI URETRA,
SERING KENCING, DAN KELUARNYA DUH TUBUH
SEROPURULEN. SECRET URETRA YANG KELUAR SIFATNYA
ENCER, PAGI HARI KELIHATAN LEBIH JELAS.
WANITA: LEBIH SERING TERJADI PADA SERVIKS UTERI
DISBANDING DI VAGINA, KELENJAR BARTHOLINI, ATAU
URETRA. GEJALA ASIMPTOMATIK, SEBAGIAN KECIL DENGAN
KELUHAN KELUARNYA DUH TUBUH VAGINA, DYSURIA RINGAN,
SERING KENCING, NYERI DI DAERAH PELVIS DAN DISPARENIA.

LABORATORIUM
DAPAT DILAKUKAN PENGECATAN GRAM PADA APUSAN
SEKRET URETRA/SEKRET SERVIKS UTERI BILA
DITEMUKAN 5 LEUKOSIT PMN/LP MINIMAL 3 LP ATAU
DENGAN SPESIMEN URIN DITEMUKAN 10-15 LEUKOSIT
PMN/LP DAN DIPLOCOCCUS GRAM NEGATIVE (-)
DIRECT FLUORESCENT ANTIBODY (DFA)
ENZYME IMMUNOASSAY/ENZYME LINKED IMMUNOSORBENT
ASSAY (EIA/ELISA)

PENATALAKSANAAN
TETRASIKLIN HCL: 4X500MG/HARI SELAMA 10-14 HARI
ERITROMICIN: 4X500MG/HARI SELAMA 10-14 HARI
(UNTUK PENDERITA YANG TIDAK TAHAN TETRASIKLIN,
WANITA HAMIL DAN ANAK <12 TAHUN)
KOTRIMOKZASOL FORTE 2X1TAB/HARI SELAMA 1014HARI
DOKSISIKLIN 100MG TAB 2X1TAB/HARI SELAMA 10-14
HARI

TRICHOMONIASIS VAGINALIS
PENYEBAB: TRICHOMONAS VAGINALIS
SINONIM: LEUCORRHEA
GEJALA:
SERING ASIMPTOMATIK
SECRET VAGINA YANG BANYAK DAN BERBAU
SEKRET BERWARNA KEHIJAUAN DAN BERBUSA
SEKRET SERING MENIMBULKAN RASA GATAL DAN PERIH
PADA VULVA SERTA KULIT DISEKITARNYA.
TAMPAK GAMBARAN STRAWBERRY CERVIX

PEMERIKSAAN LABORATORIUM
PH SECRET VAGINA>5
TES SNIFF DAPAT POSITIF
MIKROSKOPIS: SEDIAAN BASAH: TAMPAK TRIKOMONAS
DENGAN PERGERAKAN YANG KHAS DAN PENINGKATAN
JUMLAH LEUKOSIT
DAPAT DITEMUKAN CLUE CELLS.

PENATALAKSANAAN
METRONIDAZOL 500MG: 2 GRAM SINGLE DOSE

CANDISOSIS VAGINALIS
PENYEBAB: HILANGNYA LAKTOBASILUS PENGHASIL
HYDROGEN PEROKSIDA SEBAGAI FLORA NORMAL
VAGINA, SEHINGGA MENIMBULKAN PERTUMBUHAN
BAKTERI ANAEROB YANG BERLEBIHAN
GEJALA:
SEKRET SEDIKIT
TIDAK BERBAU
WARNA PUTIH SEPERTI SUSU PECAH

LABORATORIUM
SEKRET VAGINA BERBAU AMIS JIKA DITETESKAN KOH
(TES SNIFF POSITIF)
PH SEKRET >4,5 (4,7-5,7)
MIKROSKOPIK: JUMLAH CLUE CELLS MENINGKAT 20%
DARI JUMLAH SEL EPITEL, LEUKOSIT NORMAL<30/LP

PENATALAKSANAAN
METRONIDAZOL 2X500MG PERORAL SELAMA 7 HARI
ATAU 2 GRAM PERORAL DOSIS TUNGGAL
ALTERNATIF: METRONIDAZOL GEL 0,75%-1 APLIKATOR
(5GRAM) INTRAVAGINAL 2X SEHARI SELAMA 5 HARI
KLINDAMISIN KRIM 2%-1 APLIKATOR (5GRAM)
INTRAVIAGINAL SEBELUM TIDUR SELAMA 7 HARI
KLINDAMISIN 2X300MG PERORAL SELAMA 7 HARI

CONDYLOMA ACUMINATE
VIRUS PENYEBABNYA : VIRUS PAPILLOMA HUMANUS(VPH)
DENGAN KELAINAN BERUPA FIBROEPITELIOMA PADA
KULIT DAN MUKOSA.
SINONIM: PENYAKIT JENGGER AYAM, KUTIL KELAMIN,
GENITAL WARTS.
MASA INKUBASI: ANTARA 3 MINGGU-8 BULAN (RATA-RATA
3 BULAN)

GEJALA KLINIS
PREDILEKSI: TERDAPAT DI DAERAH LIPATAN YANG LEMBAB,
MISALNYA DI DAERAH GENITALIA EKSTERNA.
PADA PRIA: DI PERINEUM DAN SEKITAR ANUS, SULKUS KORONARIUS,
GLANS PENIS, MUARA URETRA EKSTERNA, KORPUS DAN PANGKAL
PENIS.
PADA WANITA: DI DAERAH VULVA DAN SEKITARNYA, INTROITUS
VAGINA, KADANG-KADANG PADA PORTIO UTERI.
KELAINAN KULIT BERUPA VEGETASI YANG BERTANGKAI DAN
BERWARNA KEMERAHAN KALAU MASIH BARU, JIKA TELAH LAMA
AGAK KEHITAMAN. PERMUKAANNYA BERJONJOT (PAPILOMATOSA).
JIKA TIMBUL INFEKSI SEKUNDER WARNA KEMERAHAN AKAN
BERUBAH MENJADI KEABU-ABUAN DAN BERBAU TIDAK ENAK.
VEGETASI YANG BESAR DISEBUT SEBAGAI GIANT CONDYLOMA
(BUSCKE).

DIAGNOSIS BANDING
VERUKA VULGARIS: VEGETASI YANG TIDAK
BERTANGKAI, KERING DAN BERWARNA ABU-ABU ATAU
SAMA DENGAN WARNA KULIT.
KONDILOMA LATUM: SIFILIS STADIUM II, KLINIS BERUPA
PLAKAT YANG EROSIVE, DITEMUKAN BANYAK
SPIROCHAETA PALLIDUM.
KARSINOMA SEL SKUAMOSA: VEGETASI YANG SEPERTI
KEMBANG KOL, MUDAH BERDARAH, DAN BERBAU.

PENGOBATAN
1. KEMOTERAPI :
a) TINGTUR POFILIN 25%. KULIT DISEKITARNYA DILINDUNGI
DENGAN VASELIN ATAU PASTA AGAR TIDAK TERJADI
IRITASI, SETELAH 4-6 JAM DICUCI. DAPAT DIULANGI
SETELAH 3 HARI. DAPAT TERJADI SUPRESI SUMSUM
TULANG YANG DISERTAI TROMBOSITOPENIA DAN SUPRESI
SUMSUM TULANG. SEBAIKNYA TIDAK DIBERIKAN PADA
WANITA HAMIL.
b) ASAM TRIKLORASETAT 25-50%: DIOLESKAN SETIAP
MINGGU. PEMBERIANNYA HARUS HATI-HATI KARENA AKAN
MENIMBULKAN ULKUS YANG DALAM. DAPAT DIBERIKAN
PADA WANITA HAMIL.
c) 5-FLUOROURASIL 1-5% DALAM KRIM, DIPAKAI TERUTAMA
PADA LESI DI MEATUS URETRA SETIAP HARI SAMPAI LESI
HILANG. SEBAIKNYA PENDERITA TIDAK MIKSI.
d) PODOFILOTOKSIN 0,5%

2. TINDAKAN BEDAH
BEDAH LISTRIK (ELEKTROKAUTERISASI)
BEDAH SCALPEL
BEDAH BEKU (N2, N2O CAIR)
3. LASER KARBONDIOKSIDA
4. INTERFERON: DAPAT DIBERIKAN DALAM BENTUK
SUNTIKAN (I.M ATAU INTRALESI) DAN TOPICAL (KRIM).
INTERFERON ALFA DIBERIKAN DENGAN DOSIS 4-6 MU IM
3XSEMINGGU SELAMA 6 MINGGU ATAU DENGAN DOSIS 15 MU IM SELAMA 6 MINGGU
5. IMUNOTERAPI : PADA PENDERITA DENGAN LESI YANG
LUAS DAN RESISTEN TERHADAP PENGOBATAN DAPAT
DIBERIKAN PENGOBATAN BERSAMA DENGAN
IMUNOSTIMULATOR.

HERPES SIMPLEX GENITALIS


PENYEBAB: VIRUS HERPES SIMPLEKS TIPE II
HERPES SIMPLEKS DITANDAI DENGAN TIMBULNYA
VESIKULA YANG BERKELOMPOK DI ATAS DASAR ERITEM,
BERULANG, MENGENAI PERMUKAAN MUKOKUTANEUS.
MASA INKUBASI 3-7 HARI

GEJALA KLINIS
LESI PRIMER
1.ASIMPTOMATIK
2.GEJALA PRODROMAL BERUPA RASA
PANAS (TERBAKAR) DAN GATAL
3.TIMBUL LESI BERUPA VESIKULA
YANG MUDAH PECAH/EROSI/ ULKUS
DANGKAL BERGEROMBOL DI ATAS
DASAR ERITEM DAN DISERTAI RASA
NYERI
4.SETELAH TIMBUL LESI DAPAT
TERJADI DEMAM, MALAISE DAN
NYERI OTOT
5.KELENJAR LIMFE REGIONAL
MEMBESAR DAN NYERI OTOT
6.KELENJAR LIMFE REGIONAL
MEMBESAR DAN NYERI PADA
PERABAAN

LESI REKUREN
1.GEJALA LEBIH RINGAN, LESI
BERSIFAT LOCAL,
UNILATERAL, BERUPA LESI
VESIKULOULSERATIF DAN
DAPAT MENGHILANG DALAM
WAKTU 5 HARI
2.PERMULAAN LESI
DIDAHULUI OLEH RASA
GATAL, PANAS DAN NYERI
3.RIWAYAT PERNAH
BERULANG
4.TERDAPAT FACTOR
PENCETUS

DIAGNOSIS
1. TZANK TEST
2. PEMERIKSAAN MIKROSKOP ELECTRON
3. KULTUR JARINGAN
4. PEMERIKSAAN ANTIBODY POLIKLONAL DENGAN CARA
IMUNOFLUORESENSI, IMUNOPEROKSIDASE DAN ELISA

DIAGNOSIS BANDING
INFEKSI STREPTOCOCCUS
APTHOSIS
PEMFIGUS VULGARIS
SIFILIS
CHANCROID
LYMPHOGRANULOMA VENEREUM

PENATALAKSANAAN
1. LESI PRIMER
SIMPTOMATIS: ANALGESIC, KOMPRES
ANTIVIRUS:
- ASIKLOVIR 5X200MG/HARI SELAMA 7-10 HARI
- KOMPLIKASI BERAT ASIKLOVIR IV 3X5MG/KGBB/HARI
SELAMA 7-10 HARI
- VALASIKLOVIR 2X500MG/HARI SELAMA 7-10 HARI
- FAMSIKLOVIR 3X250MG/HARI SELAMA 7-10 HARI

LESI REKUREN
LESI RINGAN: SIMPTOMATIK, KRIM ASIKLOVIR
LESI BERAT:
- ASIKLOVIR 5X200MG/HARI SELAMA 5 HARI
- ASIKLOVIR 3X400MG/HARI SELAMA 5 HARI
- ASIKLOVIR 2X800MG/HARI SELAMA 5 HARI
- FAMSIKLOVIR 2X125MG/HARI SELAMA 5 HARI
- VALASIKLOVIR 2X500MG/HARI SELAMA 5 HARI
REKUREN >8 KALI/ TAHUN DIBERIKAN TERAPI SUPRESIF
SELAMA 6 BULAN
-ASIKLOVIR 3-4 X 200MG/HARI
- VALASIKLOVIR 1X500MG/HARI

MOLUSCUM CONTAGIOSUM
PENYEBAB: VIRUS POKS
MANIFESTASI KLINIS:
MASA INKUBASI SATU SAMPAI BEBERAPA MINGGU.
KELAINAN KULIT: BERUPA PAPUL MILIAR, KADANG
LENTICULAR DAN BERWARNA PUTIH SEPERTI LILIN,
BERBENTUK KUBAH YANG TENGAHNYA TERDAPAT
LEKUKAN (DELLE). JIKA DIPIJAT, KELUAR MASSA
BERWARNA PUTIH SEPERTI NASI (BADAN MOLUSKUM)
DIAGNOSIS: HISTOPATOLOGI DI DAERAH EPIDERMIS
DAPAT DITEMUKAN BADAN MOLUSKUM YANG
MENGANDUNG PARTIKEL VIRUS.

TANDA DIAGNOSTIK
PAPUL BERWARNA
KEPUTIH-PUTIHAN AGAK
BERKILAT DI TENGAH ADA
DELLE. BILA DITUSUK
KELUAR BENDA PUTIH
SEPERTI NASI SETENGAH
MASAK.

PENATALAKSANAAN
PRINSIP PENGOBATAN ADALAH MENGELUARKAN MASSA
YANG MENGANDUNG BADAN MOLUSKUM, DAPAT DIPAKAI
ALAT SEPERTI EKSTRAKTOR KOMEDO, JARUM SUNTIK,
ATAU KURET. CARA LAIN DAPAT DIGUNAKAN
ELEKTROKAUTERISASI ATAU BEDAH BEKU DENGAN CO2,
N2 DAN SEBAGAINYA. PADA OANG DEWASA HARUS JUGA
DILAKUKAN TERAPI TERHADAP PASANGAN SEKSUALNYA.

AQUIRED IMMUNE DEFICIENCY


SYNDROME (AIDS)
AIDS ADALAH KUMPULAN GEJALA YANG TIMBUL AKIBAT
MENURUNNYA SYSTEM KEKEBALAN TUBUH YANG
DIPEROLEH, DISEBABKAN OLEH HUMAN
IMMUNODEFICIENCY VIRUS (HIV)
PENULARAN MELALUI SEKRESI CAIRAN TUBUH
PENDERITA DAPAT BERUPA KONTAK SEKSUAL, TRANSFUSI
DARAH, DAN SEBAGAINYA.

GEJALA KLINIS
1. GEJALA KONSTITUSI
DISEBUT SEBAGAI AIDS RELATED COMPLEX. GEJALA:
DEMAM TERUS-MENERUS >37C
BB TURUN 10% ATAU LEBIH
RADANG KELENJAR GETAH BENING YANG MELIPUTI 2 ATAU
LEBIH KELENJAR GETAH BENING DILUAR DAERAH INGUINAL
DIARE YANG TIDAK DAPAT DIJELASKAN SEBABNYA
BERKERINGAT BANYAK PADA MALAM HARI YANG TERUSMENERUS.
2. GEJALA NEUROLOGI
KELEMAHAN OTOT , KESULITAN BERBICARA, GANGGUAN
KESEIMBANGAN, DISORIENTASI, HALUSINASI, MUDAH LUPA,
PSIKOSIS DAN SAMPAI KOMA (GEJALA RADANG OTAK)

3. GEJALA INFEKSI
INFEKSI:
PNEUMOCYSTIC CARINII PNEUMONIA
TUBERKULOSIS
TOKSOPLASMOSIS
INFEKSI MUKOKUTAN
4. GEJALA TUMOR
TUMOR YANG MENYERTAI AIDS ADALAH SARCOMA KAPOSI
DAN LIMFOMA MALIGNA NON-HODGKIN

PEMERIKSAAN LBORATORIUM
PEMERIKSAAN DARAH LENGKAP: HEMOGLOBIN/HEMATOKRI,
TOTAL LYMPHOCYTE COUNT (TLC) ATAU RUMUS
TLC=JUMLAH DARAH PUTIH X % LIMFOSIT
JUMLAH SEL T CD4
X RAY DADA
PEMERIKSAAN BTA SPUTUM
PEMERIKSAAN ENZIM HATI SGOT DAN SGPT
PAP SMEAR PADA WANITA
TES LABORATORIUM LAIN UNTUK MENDETEKSI INFEKSI
OPORTUNISTIK

PENATALAKSANAAN
ANTIVIRAL DAN TERAPI SESUAI GEJALA YANG ADA DAN
SESUAI DENGAN PENYAKIT OPORTUNISTIK PASIEN AIDS.