Anda di halaman 1dari 20

LAPORAN KASUS

APPENDISITIS AKUT
OLEH :
DECTRIA PUSPITHO
PEMBIMBING:
DR. I NYOMAN DWIJA PUTRA, SP. B
DR. MADE AGUS SUANJAYA, SP.B FICS

TINJAUAN PUSTAKA
Hasil

survey tahun 2008 Angka


kejadian appendiksitis di
Indonesia hingga saat ini masih
tinggi. Di Indonesia, 7% dari
jumlah penduduk di Indonesia
atau sekitar 179.000 orang
(Depkes, RI 2008) hasil survey
Jawa Tengah tahun 2009, jumlah
kasus appendiksitis dilaporkan
sebanyak 5.980 dan 177
diantaranya menyababkan

Jumlah

penderita appendiksitis
tertinggi ada di Kota Semarang,
yakni 970 orang.(Dinkes Jateng,2009
Hasil survey data di Rumah sakit
Roemani Semarang khususnya
diruang umar yang dilakukan pada
bulan januari sampai bulan april
2012 terdapat 5 pasien apendisitis,
dari kelima pasien tersebut dilakukan
oprasi apendiks.

Apendisitis

adalah peradangan atau


infeksi pada apendiks vermiformis dan
merupakan penyebab abdomen akut
yang paling sering.
mengenai semua umur baik laki-laki
maupun perempuan, tetapi lebih
sering laki-laki usia
10 - 30 tahun.

Apendisitis

dibagi 2 :
appendisitis akut radang pada
umbai cacing, disertai atau tidak
rangsang peritonium lokal.
gejala klinis : nyeri samar-samar dan
tumpul yang merupakan nyeri viseral
didaerah epigastrium disekitar
umbilikus sampai titik mc burney,
mual dan kadang muntah.

Appendisitis

kronis :
riwayat nyeri perut kanan
bawah lebih dari 2 minggu.

ANATOMI

Faktor Predisposisi
Sumbatan

lumen apendiks,
hiperplasia jaringan limfe, fekalit,
tumor apendiks dan cacing askaris
sumbatan. Penyebab lain adalah
erosi mukosa apendiks karena
parasit seperti E.histolytica.
kebiasaan makan makanan rendah
serat dan konstipasi terhadap
timbulnya apendisitis

Penanganan
.
Antibiotik

dan cairan IV diberikan serta


pasien diminta untuk membatasi
aktivitas.
Analgetik.
Apendiktomi apendisitis telah untuk
menurunkan resiko perforasi.
LaparoskopiPada kasus meragukan dan
menentukan akan dilakukan operasi atau
tidak.
Rawat luka post op appendiktomi.

Laporan Kasus
IDENTITAS PASIEN
Nama : Nn. E
Umur : 21 tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Alamat : Teluk waru
Status : Mahasiswa
Pekerjaan : Swasta
No.rekam medic : 100604

Anamnesis
ANAMNESIS
Keluhan

utama : Nyeri perut kanan bawah


Riwayat penyakit sekarang :
Pasien rujukan RSUD Patut Patuh Patju dengan
Appendisitis akut. Nyeri perut sebelah kanan bawah sejak
3 hari yang lalu SMRS. Nyeri perut dirasakan menetap
terus menerus terutama pada perut bagian kanan bawah.
Os selain itu mengatakan sempat demam SMRS disertai
mual dan muntah 4-5x terutama ketika pasien sehabis
makan. Muntah berisi makanan dan cairan 1/3 gelas
kaca, muntah bercampur darah disangkal. Selain itu os
juga mengatakan nafas terasa berat bersamaan dengan
keluhan nyeri perut pasien. Os juga mengeluhkan sejak
timbul sakit, os tidak pernah BAB, bila BAB os harus
dibantu dengan obat pencahar agar mudah BAB. BAK (+)
lancer

Riwayat

penyakit dahulu :
HT (-), DM (-), Keluhan serupa (-)

Riwayat

penyakit keluarga :
Kakak os juga menderita hal yang sama dan telah
dioperasi dengan diagnose appendicitis.

Riwayat

pengobatan :
Saat timbul keluhan,os dibawa ke dokter umum dan
diberikan obat, keluhan membaik tetapi timbul kembali
setelah obat habis.

Riwayat

operasi :
Pasien tidak pernah melakukan operasi sebelumnya.

Riwayat

alergi :
Pasien tidak memiliki alergi obat-obatan dan makanan

PEMERIKSAAN

FISIK (tgl 3 Maret

2014)
Status pasien
Keadaan umum : sedang
Kesadaran/GCS: Composmentis
Pemeriksaan Tanda Vital
TD : 120/70 mmHg
Nadi : 82 x/menit
Respirasi : 20 x/menit
Suhu : 38C

Status Generalis
Kepala: bentuk bulat simetris, jejas
(-)
Mata : skelera, ikterik -/- , anemia -/- ,
reflex cahaya +/+
Telinga : dalam batas normal
Hidung : deviasi septum (-) ,
perdarahan (-)
Mulut : dalam batas normal
Leher : kaku kuduk (-),
pembesaran
KGB (-) ,
pembesaran otot
sternocleido mastoideus (-).

Thorax :
Bentuk dan ukuran dada simetris dan normal
Tipe pernafasan thoracoabdominal dengan
frekuensi 20 x/menit
Teraba massa (-), jejas (-), edema (-)
Sonor diseluruh lapang paru
Nyeri ketok (-)
Auskultasi :
Pulmo : vesikuler (+/+) , diseluruh lapang
paru, ronkhi (-/-) , wheezing (-/-)
Cor : S1 S2 tunggal regular, mur-mur (-), galop
(-)

Abdomen :
Bentuk distensi (-) , scar (-)
Bising usus (+) normal
Nyeri tekan (+), titik mc burney
Hepar lien ginjal : SDE/SDE/SDG
Nyeri ketok (+)

Ekstremitas Atas :
- akral hangat +/+
- edema -/- sianosis pada jari -/-.
Ekstremitas Bawah :
Akral hangat +/+
Edema -/Defomitas -/-

Pemeriksaan

lain :

Psoas sign (+)


Obturator sign (+)
Mc burney sign (+)
Ronsing sign (+)
Blumberg sign (+)

Alvarado / mantrels scoring


Anorexia : 1
Nausea dan vomiting : 1
Tendemess in the right lower quadran : 2
Rebound pain : 1
Elevation of temperature : 1
Leukocytosis (WBC) 10.000 (mc) : 2
Shift of WBC count to the left : 0
Migration of pain to the right : 1
Lower quadran
Appendisitis
9

PEMERIKSAAN PENUNJANG /
LABORATORIUM
WBC
: 17,8
RBC
: 4,78
HgB
: 13,9
PLT
: 268
GDS
: 131

ASSESMENT : Suspect Appendisitis


Akut
PLANNING :
Pro Appendictomy
IUFD RL 28 tpm
Ceftriaxone 2 gr/ sebelum OK
Ketorolac 3 x 1 ampul
Metronidazole 3 x 1 flash