Anda di halaman 1dari 21

Bahan Abrasif

OLEH :
Drg. Tara Mayangsari, Sp.KGA

Abrasi adalah suatu proses


untuk pelepasan suatu bahan
yang dikenakan pada
permukaan suatu bahan oleh
bahan yang lain dengan
penggosokan, pencungkilan,
pemahatan, pengasahan atau
dengan cara mekanis lainnya
secara berulang-ulang oleh
suatu gesekan (Anusavice,

Bahan Abrasi adalah bahan


yang menyebabkan abrasi,
bahan yang digunakan untuk
mengikis, mengasah, dan
menggosok suatu permukaan

Manfaat Bahan Abrasif


adalah untuk membentuk
suatu permukaan gigi, bahan
restorasi, dan gigi tiruan guna
tercapainya kesehatan gigi
dan mulut yang baik,
penembalian fungsi kunyah
yang baik, dan tercapainya
estetika yang baik.

Pemolesan yang baik


Restorasi dengan kontur yang baik

mencegah akumulasi sisa makanan


dan bakteri patogen

meningkatkan kesehatan gigi dan


mulut

Permukaan yang lebih mulus :


lebih mudah dijaga kebersihannya (benang gigi
dan sikat gigi akan mendapat jalan masuk yang
lebih baik, ke semua permukaan dan daerah tepi)
Pada beberapa bahan gigi tertentu, aktivitas
karat dan korosi dapat dikurangi cukup besar jika
seluruh restorasi dipoles dengan baik.
Fungsi rongga mulut akan meningkat, karena
makanan akan meluncur lebih bebas, pada
permukaan oklusal dan embrasur selama
mastikasi.
Daerah kontak restorasi yang halus akan
mengurangi tingkat keausan pada gigi tetangga
maupun antagonisnya

Kegunaan Bahan Abrasif


1.Pasta propilaksis
difungsikan untuk tujuan profilaksis
di rongga mulut membuang stein,
debris, pellikel, materia alba,
memberikan permukaan yang halus,
dan menghasilkan estetik yang baik
di rongga mulut, contoh : pumis,
zirkonium silika, dan silikat lainnya.

2. Dentifrices
berfungsi untuk mencegah terjadinya kelainan
dalam rongga mulut, seperti karies gigi dan
penyakit periodontal, dengan cara
mengendalikan jumlah mikroorganisme dalam
plak dan saliva, dengan cara berkumur
dengan obat kumur dan penggunaan pasta
gigi
Komposisi dentifrices meliputi bahan
abrasif, deterjen, minyak perasa, bahan
pemanis, dan fluorida. Bahan abrasif yang
biasa dipakai sebagai dentifrices antara lain
silika, kalium karbonat, dan kalsium phosphat
anhidrous.

3. Bahan Pembersih Gigi Tiruan


Syarat bahan pembersih gigi tiruan
yang digunakan untuk polis ulang
adalah tidak beracun, ridak merubah
warna, mampu menghilangkan
kotoran yang terdeosit pada gigi
tiruan, tidak berbahaya, stabil dalam
penyimpanan, bakterisida, dan
fungisida

Keausan abrasif
Keausan adalah proses penghilangan
bahan yang dapat terjadi apabila
permukaan saling bergesekan satu
sama lain.
Keausan erosif
Keausan erosif disebabkan oleh
partikel keras yang menekan
permukaan substrat, baik yang
dibawa melalui aliran udara atau
aliran air

Kekerasan Abrasif
a. Diamond 10 Quartz 7
b. Silikon Carbide 9-10 Tin Oxide 6-7
c. Emery 9-10 Porcelain 6-7
d. Tungsten Carbide 9-10 Garnet 6,5-7
e. Aluminum Oxide 9 Tripoli 6-7
f. Zirconium Silicate 7,5-7 Pumice 6
g. Cuttle 7

Macam-Macam Bahan Abrasif


Abrasif alamiah
1. batu Arkansas
batu endapan silika yang berwarna abuabu muda dan semi transluler yang
ditambang di Arkansas. Mengandung
quartz mikrokristal dan mempunyai corak
yang padat, keras, serta seragam.
Potongan kecil dari mineral ini dicekatkan
pada batang logam dan dituang ke
berbagai bentuk untuk mengasah email
gigi dan logam campur.

2. Kapur
Salah satu bentuk mineral dari kalsit.
Kapur adalah abrasif putih yang
terdiri atas kalsium karbonat. Kapur
digunakan sebagai pasta abrasif
ringan, untuk memoles email gigi,
lembaran emas, amalgam, dan
bahan plastik

3. korundum,
Bentuk mineral dari oksida aluminium yang
biasanya berwarna putih. Sifat fisiknya lebih rendah
dari pada oksida alfa-aluminium, yang sudah
banyak menggantikan korundum dalam aplikasi di
Kedokteran Gigi. Korundum digunakan terutama
untuk mengasah logam campur dan tersedia dalam
bentuk abrasif bonding dengan bermacam
bentuk.Paling umum digunakan pada instrumen
yang disebut white stone.

3. Intan
mineral tidak berwarna, transparan yang terdiri
atas karbon. Intan adalah senyawa yang paling
keras. Intan disebut sebagai bahan abrasif yang
super abrasive karena kemampuannya untuk
mengasah substansi apapun. Abrasif intan dipasok
dalam berbagai bentuk, termasuk instrumen
abrasif yang berputar, ampelas abrasif yang
mempunyai backing logam lentur, dan pasta poles
intan. Digunakan pada bahan keramik dan resin
komposit.

Dan masih banyak lainnya seperti


ampelas, akik, pumice, quartz, pasir,
tripoli, dan zirkonium silikat

Abrasif buatan pabrik


adalah bahan disintesa yang
umumnya lebih disukai
karena mempunyai sifat fisik
yang lebih dapat ditebak.
Silikan karbid, oksida
aluminium, rouge, dan oksida
timah adalah contoh dari
abrasif buatan pabrik

Finishing dan Polishing


Finishing adalah tahapan dalam
suatu pekerjaan restorasi, yang
merupakan
tahapan
penyelesaian, guna membentuk
suatu kontur permukaan restorasi
sesuai dengan yang dikehendaki,
dalam hal ini adalah sesuai
dengan bentuk anatomi dan
fungsi dari restorasi yang dibuat.

Polishing adalah suatu


tahapan akhir dari
restorasi yang bertujuan
untuk membuat suatu
permukaan restorasi
menjadi halus dan
mengkilap.

Terimakasih
Semoga bermanfaat