Anda di halaman 1dari 27

TOPIKAL FLUORIDA

DAN CPP-ACP
Risyandi Anwar drg.,M.S.,Sp.KGA

Tindakan preventif antara lain


dilakukan dengan
I. Aplikasi Fluorida
Sistemik : Fluoridasi air minum, F dlm nutrisi, F dlm
tablet, F dlm tablet hisap, F dlm bentuk garam
Lokal
: kumur dengan larutan yang mengandung F,
pasta gigi, perman karet, Topikal Aplikasi dengan
NaF, SnF2, APF, dan Varnish Fluorida dengan Sodium
Fluorida, Silane Fluorida
II.

CPP-ACP (casein phosphopeptide amorphous


calcium phosphat)

Topikal Fluorida
Topikal Fluorida adalah suatu tindakan pembubuhan atau
pengulasan larutan fluorida pada permukaan gigi yang sudah
erupsi.
Aplikasi topikal fluorida : menambah kekuatan email dan
dentin, menambah daya tahan terhadap asam, remineralisasi,
mengurangi sifat kariogenik plak
Bahan yang dipakai adalah NaF 2%, SnF2 8-10%, APF 1,23%
Indikasi : pada gigi yang telah erupsi (3-!3th), tidak
dianjurkan pada anak yang belum bisa meludah, bebas karies,
kebersihan mulut baik.
Kontra indikasi : alergi F, OH buruk, karies tinggi

Mekanisme kerja Fluorida secara


topikal
Reaksi topikal fluor adalah meningkatkan
remineralisasi dan mencegah demineralisasi
Remineralisasi
adalah
suatu
proses
pengeluaran
mineral
dan
garam
yang
berlebihan
Demineralisasi
adalah
suatu
proses
pengembalian unsur-unsur mineral
Ion kimia yang paling diharapkan berikatan
dengan hidroksi apatit adalah ion fluor, karena
ion fluor memiliki efek pencegahan karies
secara topikal pada gigi

Penambahan ion F maka hidroksiapatit akan berubah


menjadi fluorapatit yang lebih tahan asam
Ca10(PO4)6(OH)2 + F Ca10(PO4)6(OH)F
Reaksi kimia dengan F tinggi (mis dg NaF)
Ca10(PO4)6(OH)2 + 20 NaF 10 CaF2 + 6Na3PO4 + 2NaOH
CaF2 yang mengendap pada permukaan gigi hanya 10%,
yang lainnya berdifusi keluar melalui saliva dan plak.
Ca10(PO4)6(OH) 2 + CaF2 Ca10(PO4)6F2 + Ca(OH)2

Pada proses karies mula-mula terjadi


perubahan pada jaringan gigi dimana terjadi
perubahan histologis pada email yang dimulai
dengan penurunan pH plak akibat pembentukan
asam hasil metabolisme karbohidrat
Reaksi kimia antara email dan asam
Ca10(PO4)6(OH)2 + 14H 10Ca6H2PO4

Proses demineralisasi dan remineralisasi


terjadi setiap hari, pola makan berpengaruh
terhadap proses tersebut.
Proses remineralisasi yang terjadi apabila
konsumsi gula dikurangi dan adanya substitusi
ion F reaksi kimianya sbb
10Ca + 6PO4 +2F Ca10(PO4)6F2

NaF (Neutral Sodium Fluoride)


Keunggulan NaF :
- merupakan bahan kimia yang stabil
- rasa dapat diterima (enak)
- tidak mengiritasi gusi
- tidak menyebabkan pewarnaan gigi
NaF dapat mengurangi karies pada gigi tetap
30%
Aplikasi pada gigi sulung menunjukkan tendensi
pengurangan insidensi kerusakan gigi

Tehnik I menurut Knutson


Profilaksis
Isolasi gigi dan keringkan
Ulasi dengan NaF 2%, lalu biarkan 3 menit
Tidak makan dan minum selama 30 menit
Cara diatas diulangi 4 minggu berturut-turut

Tehnik II menurut Bibby


Profilaksis
Isolasi gigi dan keringkan
Ulasi gigi dengan NaF 0,1%, biarkan 7-8 menit
Cara dilakukan 3x dalam 1 tahun

Tehnik III dilakukan di FKG


Profilaksis
Isolasi gigi dan keringkan
Gigi pada salah satu sisi sebelah kanan RA &
RB diulasi dengan NaF 2%, biarkan 4 menit
1 minggu kemudian gigi pada sisi yang lain yaitu
sebelah kiri RA & RB diulasi dengan NaF 2%,
biarkan 4 menit
1 minggu kemudian seluruh gigi diulasi dengan
NaF 2%, biarkan selama 4 menit

SnF2 (Stannous Fluoride)


Setelah 2 tahun pemakaian SnF2 8-10%
pengurangan karies 59%
Pasien
dianjurkan
memakai
pasta
yang
mengandung SnF2
Tehnik aplikasi SnF2:
- Profilaksis dengan pasta yang mengandung SnF2
- Isolasi gigi dan keringkan
- Ulasi dengan SnF2 8%, biarkan basah selama 4
menit
- Pasien tidak makan dan minum selama 30 menit

APF (Acidulated Phosphat


Fluoride)
Setelah pemakaian APF pengurangan karies
50%
Tehnik aplikasi APF:
- Profilaksis gigi
- Isolasi gigi dan keringkan
- Ulasi dengan APF dan dipertahankan tetap
basah selama 4 menit
- Cara ini dilakukan 1-2kali dalam setahun

Varnish Fluoride
Varnish Fluoride adalah suatu tindakan
pengulasan lapisan pelindung pada permukaan
gigi seorang anak untuk mencegah kavitas
Indikasi pada gigi yang hipersensitif, gigi yang
baru erupsi, gigi dengan white spot
Bahan yang digunakan Sodium Fluoride
(Duraphat), Silane Fluoride (Fluor protector)
dengan kandungan F 2,3-5,0mg

Tehnik Varnish Fluorida


Profilaksis
Bersihkan dengan kasa steril
Isolasi gigi dan keringkan
Ulasi dengan varnish fluorida
Pasien diinstruksikan tidak melakukan sikat gigi
pada hari itu
Tindakan menyikat gigi dilakukan keesokan harinya
Varnish fluorida sebaiknya dilakukan 2x dalam
setahun

CPP-ACP (Casein PhosphopeptideAmorphous Calcium Phosphat)


Susu mempunyai unsur-unsur yang bersifat
kariogenik spt kasein, kalsium, fosfat dan lipid
Kasein mempunyai sifat kariogenik terbaik, dengan
kandungan 80% dari jumlah protein susu
CPP adalah serangkaian peptida turunan kasein,
yang mampu mengikat dan menstabilkan kalsium dan
fosfat dalam larutan
ACP adalah suatu kompleks kalsium fosfat dalam
bentuk amorf
Kasein yang difosforilasi akan membentuk senyawa
kompleks CPP yang berikatan dengan ACP
membentuk CPP-ACP

CPP-ACP sebagai antikariogenik


Sifat CPP yang tidak mudah larut, struktur bentuk
kristal pada pH netral, dapat mempertahankan kalsium
dan fosfat yang dapat masuk ke bawah permukaan
email gigi
Konsentrasi ion kalsium dan fosfat yang tinggi dalam
plak
dapat
mengurangi
demineralisasi
dan
meningkatkan remineralisasi
CPP-ACP 18,8mg dalam permen karet bebas gula
meningkatkan remineralisasi lesi di bawah permukaan
email
CPP-ACP 1% dengan 500ppm Fluorida menunjukkan
efek sinergis sebagai bahan antikariogenik
CPP-ACP 2% dalam obat kumur selama 5 hari
pemakaian meningkatkan kalsium dan fosfat dalam plak
gigipH

Guna CPP-ACP dalam Kedokteran


Gigi
Menghambat demineralisasi
Meremineralisasi di bawah permukaan email
Meningkatkan efektifitas F
Menghambat pembentukan plak
Menghilangkan reaksi sensitifitas gigi (mis:
setelah bleaching)
Rehidrasi email
Mengurangi fluorosis
Mampu menyembuhkan white spot
Mengurangi sensitifitas permukaan gigi yang
terbuka

Mekanisme kerja CPP-ACP


Proses penghambatan demineralisasi email
Demineralisasi ditandai dengan lepasnya ion kalsium dan
fosfat dari email, dengan aplikasi CPP-ACP ion kalsium
dan fosfat terdapat dalam plak gigi, mencegah
penurunan pH plak
Proses peningkatan remineralisasi email
Kalsium dan fosfat yg berada dalam lesi berdisosiasi shg
aktifitas Ca dan fosfat meningkat, CPP-ACP memberi
konsentrasi tinggi ion kalsium dan fosfat shg dapat
berdifusi ke bawah permukaan email. Dan CPP
mempertahankan aktifitas ion Ca dan fosfat dgn
cadangan ion ACP pada permukaan gigi. Pd keadaan
bertahan ini ion Ca dan fosfat berdifusi ke arah lesi

Penghambatan plak gigi


Ikatan CPP menghambat
S.sobrinus

perlekatan

S.mutans

dan

Meningkatkan efektifitas kerja F


Efek sinergis antara CPP-ACP dengan F menjadi ACFP
dapat menghambat karies, dan mengurangi fluorosis

Cara aplikasi CPP-ACP


Keringkan permukaan gigi
Oleskan pasta pada permukaan gigi dengan
microbrush dan interproximalbrush
Lalu diamkan selama 1-2 menit
Tidak makan dan minum selama 30 menit