Anda di halaman 1dari 27

REFERAT

TUMOR PARU
Pembimbing:
dr. Agus Suharto Sp.P
Disusun Oleh:
Rossa Indah Rahmawati (2013 2040 1011 091)

SMF ILMU PENYAKIT PARU


RSU HAJI SURABAYA
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH MALANG
2014

PENDAHULUAN
Tumor adalah hasil
perkembang biakan sel tubuh
yang tidak terkontrol. Terbagi
jadi dua,jinak dan ganas,.

Tumor ganas (maligna) secara


kolektif disebut kanker.

Kanker paru adalah kanker


yang berasal dan terjadi pada
satu atau kedua paru.
Umumnya bermula di satu
paru kemudian melakukan
penyebaran ke kelenjar linfa
serta jaringan paru lain.

95 % tumor ganas ini


termasuk karsinoma
bronkogenik. Kebanyakan
tumor ganas primer dari
saluran nafas bawah bersifat
epiteliel dan berasal dari
mukosa percabangan bronkus

DEFINISI

Kanker paru adalah kanker yang berasal dan


terjadi pada satu atau kedua paru. Umumnya
bermula di satu paru kemudian melakukan
penyebaran ke kelenjar linfa sert jaringan paru
lain misalnya plera bahkan paru sebelahnya.

ETIOLOGI

Belum
diketahui

Merokok

Genetika

Lesi
prekursor

Paparan
Lingkungan

KLASIFIKASI TUMOR PARU


Lebih dari 95%
kanker paru primer karsinoid bronkus, tumor kelenjar bronkus,
keganasan mesenkim, limfoma, dan beberapa
berasal dari epitel
lesi jinak.
bronkus (karsinoma
bronkogenik
Kanker paru
sekunder adalah
kanker yang
bermetastasis ke
paru, sedangkan
primernya berasal
dari luar paru.

Insiden tumor yang banyak bermetastasis ke


paru-paru adalah, Chorio Carcinoma
(80%),Osteo sarcoma (75%), kanker ginjal
(70%), kanker tiroid (65%);, melanoma (60%),
kanker payudara (55%), kanker prostat (45%),
kanker nasofaring (20%), dan kanker lambung
(20%).

Small Cell
Lung Cancer
(SCLC)

Non-Small Cell
Lung Cancer
(NSCLC)

Gambaran histologinya yang


khas adalah dominasi sel-sel
kecil yang hampir semuanya
diisi oleh mucus dengan sebaran
kromatin yang sedikit sekali
tanpa nukleoli.

Adenokarsinoma Khas
dengan bentuk formasi
glandular dan kecenderungan
kea rah pembentukan
konfigurasi papilari.
perempuan, bukan perokok, dan
pasien berusia kurang dari 45
tahun

Sel-sel yang bermitosis banyak


sekali ditemukan begitu juga
gambaran nekrosis.

Karsinoma Sel Besar Ini


suatu subtipe yang gambaran
histologisnya dibuat secara
eksklusi. Dia termasuk NSCLC
tapi tak ada gambaran
diferensiasi, biasanya disertai
infiltrasi sel netrofil

Karsinoma Sel Skuamosa


khas proses keratinisasi dan
pembentukan bridge
intraselular. timbul di trakea,
bronkus paru tipe sentral,
karsinoma skuamosa, tipe
perifer lebih jarang

PATOGENESIS KANKER PARU

Terjadinya kanker paru didasari dari tampilnya gen supresor


tumor dalam genom (onkogen). Adanya inisiator mengubah gen
supresor tumor dengan cara menghilangkan (delesi) atau penyisipan
(insersi) sebagai susunan pasangan basanya, tampilnya gen erbB1
dan atau erb2 berperan dalam anti apoptosis (mekanisme sel untuk
mati secara alamiah, programmed cell death). Perubahan tampilan
ge ini menyebabkan sel sasaran, yaitu sel paru berubah menjadi sel
kanker dengan sifat pertumbuhan otonom.

GEJALA KLINIS

Intra pulmoner
Batuk
Batuk peresisten (>
2minggu tanpa
respon terhadap obat
batuk)
Batuk darah sesak

Intratorasik
ekstrapulmoner
Hilang nafsu makan
Suara parau
Nyeri pada
dada,bahu,punggung
Pembengkakan leher
dan wajah
Efusi pleura
Pneumothorak

Gejala metastasis
Pada otak, tulang,
hati, adrenal
Limfadenopati
servikal dan
supraklavikula

a. Manifestasi endokrin metabolik


- Produksi ADH --- Syndroma Cusing
- Hiperparatiroid dengan hiperkalsemia
- Produksi insulin --- hipoglikemia
- Produksi gonadotropin --- genikomastia
- Sindroma karsinoid.
- Hiponatremia.

b. Manifetasi jaringan ikat dan tulang


= Hipertrophic Pulmonary Osteo
Arthropathy (HPOA)
-Nyeri Hebat :
- Pergelangan - Lutut
- Extremitas Inf ~ Edema
- Jari Tabuh
- Ginekomastia
- Ro: pemb. periostal baru

c. Manifestasi Neuromuskuler.
= Sindroma neuropatia karsinomatosa
terdiri dari : Miopatia, Neuropatiaperifer,
degenerasi serebeler subakut,
ensefalomiopatia dan Miopati nekrotik
d. Manifestasi vaskuler dan hematologik
Anemia, purpura dan tromboplebitis

RADIOLOGI
A.Foto Thoraks Pa /Lateral
- Coin Lesion ` Tampak > 5
- Hillus Kasar / Melebar
- Atelektasis
- Bayangan Pneumonia Distal stenosis
- Efusi Pleura Hemorhagis
- Diafragma Letak Tinggi
B. TOMOGRAFI
C. BRONKOGRAFI PEMBUNTUAN BR
D. ANGIOGRAFI SIRKULASI DARAH
DIDAERAH TUMOR
E. CT. SCAN

PEMERIKSAAN LAIN

sitologi

Bronkoskopi

Biopsi

Mediastinokopi

Tes Faal
Paru

DIAGNOSIS

GEJALA Klinik
Pemeriksaan:

Sputum Sitologi
Toraks Foto PA/Lat
Brnokoskopi
Tomografi
Bronkografi
C.T. Scan
Biopsi

TERAPI
Tentukan :
1.Derajat Kanker : TNM
2. Penampilan orang sakit (performance)
3. Histologi :
SCLC

NSCLC

TNM SYSTEM
T: tumor primer
To: tak ada tumor
T1: < 3 cm
T2: > 3 cm
atau ukuran berapapun + atelektasis/
pneumonitis obstruktif
T3: tu. ukuran berapapun yang membesar
langsung ke struktur sekitar spt dinding
dada, diafragma, mediastinum
T4: pleural effusi dg cytologi (+)

TNM SYSTEM
N: kelenjar getah bening regional
No: tak ada tanda-tanda keterlibatan kelenjar
regional
N1: kelenjar peribronkial dan atau hilus
ipsilateral
N2: kelenjar getah bening mediastinum
N3: kelenjar supraklavikular

TNM SYSTEM
M: metastaase jauh
Mo: tak ada bukti metastase jauh
M1: terdapat bukti metastase jauh

STADIUM KLINIS
1. Untuk non small cell Ca: TNM
Carsinoma

insitu: ToNoMo tetapi sitologi


sputum (+) sel ganas
Stad I: T1NoMo, T1N1Mo, T2NoMo
Stad II: T2N1Mo, pl eff (-)
Stad III: T3 atau N2, pl eff (+)
Stad IV: T4 atau N3 atau M1

2. Untuk small cell Ca:


Lokalized
extended

PERFORMANCE SCALE
KARNOFSKY

WHO

90-100

70-80

KETERANGAN
Aktifitas Normal,

aktif, dpt mengurus


diri sendiri
Cukup Aktif, Kadang

50-60

Perlu bantuan

Kurang Aktif, Perlu


30-40

10-20

bantuan, atau
perawatan

Tidak Dapat

Meninggalkan
Tempat Tidur

PENGOBATAN KANKER PARU

Pembedahan
Radioterapi
Kemoterapi

PEMBEDAHAN
1 Cara yang terbaik
2 Kuratif : Tumor terlokalisir / dini , derajat I dan II

3 Paliatif : Tumor telah lanjut


4 Konta indikasi pembedahan :
**
**
**
**

Metastasis sudah terjadi


Faal paru jelek
Penyakit berat / Jantung
Jenis Oat cell carsinoma

RADIOTERAPI
Pilihan

ke II sesudah pembedahan
Efektif pada jenis anaplastik
Kurang efektif pada jenis epidermoid dan adeno karsinoma
Tujuan paliatif adalah membantu keadaan seperti :
Obstruksi vena cava superior
Metastasis ke tulang / Nyeri
Massa besar
Pasca bedah

KEMOTERAPI

Bila tumor sudah luas , telah


terdapat metastasis atau tumor
in operabel
Hasil belum memuaskan
Tujuan :
Melepaskan penderitaan
Meningkatkan kualitas hidup

KETENTUAN KEMOTERAPI
Konfirmasi diagnosis histologis
Tampilan > 70
Hb > 10 g%
Trombosit > 100.000 / m2
Leukosit (PMN) > 1.500
Faal ginjal CCT > 70 mg/menit
Faal hati baik

EFEK SAMPING RADIASI


DEPRESI SUTUL
IRITASI KULIT
ESOFAGITIS
RAD. PNEUMONIE/FIBROSIS
AKTIVITAS INFEKSI (TB, JAMUR)