Anda di halaman 1dari 15

IODIMETRI

Malikhatun Nimah, S.Si., M.Si.

IODIMETRI
Merupakan metode titrasi secara
langsung yang mengacu pada titrasi
dengan larutan iodin standar
Prinsip: reaksi redoks I3- + 2e
3I Iodin digunakan sebagai agen
pengoksidasi
Iodin merupakan agen pengoksidasi
yang lebih lemah dibandingkan kalium
permanganat, senyawa serium (IV) dan
kalium dikromat.

ANALIT DAN REAKSI

LARUTAN IODIN
Iodin mudah menguap (konsentrasi
berkurang sedikit)
Cara mengatasinya dengan melarutkan
pada larutan kaliun iodida (penguapan
berkurang)
Semakin pekat larutan yang mengandung
ion iodida, kelarutan iodin semakin besar
Kelarutan iodin yang semakin besar
karena adanya pembentukan ion triiodida
I2 + I I3

PROSEDUR PEMBUATAN
IODIN 0,1 N

STANDARISASI LARUTAN
IODIN
Menimbang iodin murni
Menambahkan dengan larutan KI
terkonsentrasi (yang ditimbang
sebelum dan sesudah penambahan
iodin)
Atau dengan standarisasi
menggunakan standar primer (As2O3,
Na2S2O3)

PROSEDUR STANDARISASI
LARUTAN IODIN DENGAN
As2O3

PRINSIP PERHITUNGAN

PROSEDUR STANDARISASI
LARUTAN IODIN DENGAN
Na2S2O3

INDIKATOR
Indikator yang digunakan kanji
Prinsip: dengan adanya iodida, kanji
yang bereaksi dengan iodin akan
membentuk warna biru kuat (terlihat
jelas meskipun konsentrasi iodin sangat
rendah)
Kepekaan warna biru berkurang dengan
naiknya temperatur larutan

KELEMAHAN &
KEUNGGULAN KANJI
Kelemahan: tidak dapat digunakan dalam
medium yang asam karena kanji akan
terhidrolisis, tidak dapat larut dalam air
dingin, ketidakstabilan suspensinya dalam
air, dan dengan iodin akan membentuk
kompleks yang tidak larut air (kanji tidak
boleh ditambahkan terlalu dini pada
titrasi, seharusnya kanji ditambahkan
pada saat tepat sebelum titik akhir
titrasi).
Keunggulan: harganya murah.

CONTOH (Penentuan Kadar


Timah)

IODOMETRI
Malikhatun NImah, S.Si., M.Si

Prinsip Umum
Iod bebas dapat menangkap elektron
dari zat pereduksi, sehingga iod
sebagai oksidator
I- siap memberikan elektron dengan
adanya zat penangkap elektron,
sehingga I- bertindak sebagai
pereduksi
I2(padat) + 2e
2I-

PERBEDAAN
iodimetri

iodometri

Titrasi langsung, menggunakan iodin (12)

Titrasi tidak langsung, menggunakan iodide (I-),


selanjutnya iodine yang dihasilkan dititrasi dengan
tiosulfat

Iodine merupakan oksidator, sehingga analit yang


dianalisis adalah reduktor seperti logam As, Sn, Sb,
hidrazin

Iodida merupakan reduktor, maka analit yang dapat


dianalisis haruslah oksidator seperti MnO4-, Cr2O72-

Contoh: N2H4 + 2I2

Contoh: Cr2O72- + ICr3 + I2 (iodide ditambahkan


berlebih)
I2 sisa + S2O32I- + S4O6

N2 + 4I- + 4H+

Anda mungkin juga menyukai