Anda di halaman 1dari 100

TEORI-TEORI PEMBANGUNAN

Eva Nuriyah Hidayat, S.Sos., M. Si.


enuriyah@yahoo.co.id
08179236707

PEMBANGUNAN
UPAYA SUATU MASYARAKAT UTK
MENINGKATKAN MUTU SEMUA SEGI KEHIDUPAN
SELURUH WARGANYA, DG MEMANFAATKAN
POTENSI2 SUMBER DAYA YG TERSEDIA, MELALUI
PERENCANAAN, PELAKSANAAN DAN EVALUASI
YG CERMAT DAN TERARAH, SERTA
DILAKSANAKAN SECARA BERKELANJUTAN

TIGA DIMENSI PEMBANGUNAN:


PERTUMBUHAN (GROWTH)
PERRBAIKAN (IMPROVEMENT) => DISTRIBUSI, PEMERATAAN
PERUBAHAN (CHANGE) => DIRENCANAKAN DAN DIARAHKAN
(PLANNED AND DIRECTED)
SETIAP DIMENSI PUNYA UKURAN
PERTUMBUHAN => GNI PPP PER CAPITA (GROSS NATIONAL
INCOME IN PURCHASING POWER PARITY DIBAGI DG JUMLAH
PENDUDUK PERTENGAHAN TAHUN), PERTUMB FASILITAS
SOSIAL
DISTRIBUSI => KURVA LORENZ, KOEFISIEN GINI
PERUBAHAN => STRUKTUR SOSIAL, INDIKATOR2 SOSIAL
CATATAN: ADA UKURAN YG KOMPREHENSIF => INDEX MUTU
HIDUP, INDEX PEMBANGUNAN MANUSIA

PERTUMBUHAN GNI PPP BEBERAPA NEGARA


2001 2005 (US$)
NEGARA/WILAYAH
ASIA (TANPA RRC)
SAUDI ARABIA
INDIA
MALAYSIA
SINGAPURA
INDONESIA
JEPANG
NEG BELANDA
JERMAN
USA
UGANDA
PERU

2001

2005

4.470
13.290
2.820
7.910
22.850
2.830
25.550
27.390
25.240
34.280
1.460
4.470

5.640
14.740
3.460
10.320
29.780
3.720
31.410
32.480
29.210
41.950
1.500
5.830

Sumber : 2003 and 2006 world population data sheets


(http://www.prb.org)

PTB
5 TAHUN
1.170
1.510
640
2.410
6.930
890
5.860
5.090
4.070
7.670
40
1.360

KURVA LORENZ
C
100

90

80
70

60

50

40

30

20

10
A

CARA MENGHITUNG KOEFISIEN GINI


UKURAN
PEMUK
(x1000)
(1)

JUMLAH
250 500
100 250
50 100
25 50
10 25
5 10
2.5 5
2.0 2.5
1.5 2.0
1.0 1.5
.5 1.0
.2 - .5
< .2

JML
(2)

598
1
3
2
7
26
32
76
21
43
47
95
152
93

JML PDD
PER KATEG
PEMUK
(3)

2,464,176
496,973
394,940
132,487
234,921
406,798
224,315
269,206
45,703
74,155
59,927
66,482
47,368
10,901

JML KUMULATIF
PEM
(4)

598
1
4
6
13
39
71
147
168
211
258
353
505
598

PDD
(5(

2,464,176
496,973
891,913
1,024,400
1,259,321
1,666,119
1,890,434
2,159,640
2,205,343
2,279,498
2,339,425
2,405,907
2,453,275
2,464,176

PERBAND KUMUL
PEMUK
(6)

(Yi )
.0017
.0067
.0100
.0217
.0652
.1187
.2468
.2809
.3528
.4314
.5903
.8445
1.000

Xi . Yi + !

Xi + 1. Yi

(8)

(9)

PDD
(7)

(Xi)
.2017
.3620
.4157
.5111
.6761
.7672
.8764
.8950
.9251
.9494
.9764
.9956
1.000

3.6579
.0014
.0036
.0090
.0333
.0803
.1886
.2462
.3158
.3991
.5604
.8246
.9956

2.8454
.0006
.0028
.0051
.0147
.0500
.1040
.2200
.2599
.3349
.4212
.5877
8445

PENJELASAN PENGHITUNGAN KOEFISIEN GINI


1. Kolom (1) (5) jelas
2. Kolom (6): Hasil bagi bilangan2 pd kolom (4), sbb.
1 dg 598,
4 dg 598,
6 dg 598,
dst
3. Kolom (7): Hasil bagi bilangan2 pd kolom (5), sbb:
496.973 dengan 2.464.176;
891.913 dengan 2.484.176;
1.824.400 dengan 2.464.176;
dst

PERHITUNGAN KOEFISIEN GINI (LANJUTAN)


4. Kolom (8): Kelipatan bilangan2 pd kolom (6) dan (7),
sbb: .2017 dg .0067 atau X1 dg Y2
.3620 dg .0100 atau X2 dg Y3
.4157 dg .0217 atau X3 dg Y4 dst
5. Kolom (9): Kelipatan bilangan2 pd kolom (6) dan (7),
sbb: .0017 dg .3620 atau Y1 dg X2
.0067 dg .4157 atau Y2 dg X3
.0100 dg .5111 atau Y3 dg X4 dst
6. Koefisien Gini diperoleh dari pengurangan jml kolom
(8) dg jml nilai kolom (9): 3.6579 - 2.8454 =
.8125 yg berarti pemerataan kurang baik

CARA MENGHITUNG INDEX MUTU HIDUP


TIGA KOMPONEN IMH:
ANGKA HARAPAN HIDUP (AHH)
ANGKA KEMATIAN BAYI (AKB)
ANGKA MELEK HURUF (AMH)
RUMUS IMH:

AHH + IAKB + AMH


---------------------------3

RUMUS IAKB:

(X Y)
----------------(X Z) : 100
X = AKB TERTINGGI DUNIA
Y = AKB NEGARA YBS
Z = AKB TERENDAH DUNIA

MISAL :
X = 229
Y = 75
Z=7

IAKB =

229 - 75
--------------------- = 69,37
(229 7) : 100

SELANJUTNYA, MISALKAN : AHH = 60


AMH = 75
60 + 69,37 + 75
MAKA IMH = --------------------- = 68,12
3

PENYUSUNAN LIFE TABLE


(DAFTAR KEMATIAN)
KOMPONEN2 LIFE TABLE:
1.
MULAI DG 100.000 KELAHIRAN HIDUP (l)
2.
PROBABILITAS KEMATIAN SATU TAHUN (q)
3.
PROPORSI YG DIHARAPKAN HIDUP SATU TAHUN (p)
4.
JUMLAH YANG MENINGGAL SATU TAHUN (d)
TABEL DASAR LIFE TABLE:
UMUR
(x)
0
1
2
3
4
5
dst

lx
100.000
97.761
97.584
97.467
97.379
97.315

dx
2.239
177
117
88
64
56

px
0,97761
0,99819
0,99880
0,99910
0,99934
0,99942

qx
0,02239
0,00181
0,00120
0,00090
0,00066
0,00068

(x)
0
1
2
3
4
5

PENAMBAHAN FUNGSI LX DAN TX :


NILAI LX ADALAH RATA-RATA NILAI lx YG BERDEKATAN,
KECUALI:
L0 = 0,3 l0 + 0,7 l1
L L = 0,4 l1 + 0,6 l2
NILAI Tx JUMLAH NILAI-NILAI Lx SECARA PROGRESIF DARI
BAWAH SAMPAI TX YG DIMAKSUD
STRUKTUR TABEL MENJADI SBB:
UMUR
(x)

lX

dX

pX

qX

LX

TX

eX

UMUR
(x)

LIFE TABLE YG DISINGKAT (ABRIDGED)


CARA MENYINGKAT : MENGELOMPOKKAN USIA ATAS 5 ATAU 10
TAHUNAN (LIHAT TABEL) - KETERANGAN PD SLIDE BERIKUT
UM
(x)
0
10
20
30
40
50
60
70
80
90
100
110

lX
100.000
97.062
96.215
94.726
02.859
88.473
77.456
54.944
24.669
3.800
80
0

dX

10

2.938
847
1.489
1.867
4.386
11.017
22.512
30.275
20.869
3.720
80.
0

10

qX

0,02938
0,00873
0,01548
0,01971
0,04723
0,12452
0,29064
0,55102
0,84596
0,97895
1,00000
1,00000

10

pX

0,97062
0,99127
0,98452
0,98029
0,95277
0,87548
0,70936
0,44898
0,15404
0,02105
0,00000
0,00000

10

LX

985.310
966.385
954.705
937.925
906.660
829.645
662.000
398.605
142.345
19.400
400
0

10

TX

6.802.840
5.817.530
4.851.145
3.896.440
2.958.515
2.051.855
1.222.210
560.210
162.145
19.800
400
0

eX

68,03
59,94
50,42
41,13
31,86
23,19
15,79
10,20
6,57
5,21
5,00

UM
(x)
0
10
20
30
40
50
60
70
80
90
100
110

KETERANGAN SLIDE YG LALU


lx

=> Setiap nilai lx ke 10 pada life table yg lengkap

10

dx => Jumlah 10 nilai dx yg cocok pd life table yg lengkap

10

qx => Kemungkinan mati dlm 10 tahun

10

px => Kemungkinan hidup dlm 10 tahun

10

Lx => Rata-rata nilai 10lx yg berurutan dilipat dengan 10

10

Tx => Hasil penjumlahan nilai 10Lx yg berurutan mulai dari

ex

bawah
=> 10Tx : lx ybs

ALVIN Y SO DAN SUWARSONO


TIGA TEORI PEMBANGUNAN:
1.

TEORI MODERNISASI :
a. MODERNISASI KLASIK
b. MODERNISASI BARU

2.

TEORI DEPENDENSI (KETERGANTUNGAN)


a. DEPENDENSI KLASIK
b. DEPENDENSI BARU

3.

TEORI EKONOMI KAPITALIS DUNIA


a. ANALISIS LEVEL GLOBAL
b. ANALISIS LEVEL NASIONAL

I. TEORI MODERNISASI
MENURUT TEORI MODERNISASI:
SUMBER KETERBELAKANGAN SUATU BANGSA ADALAH
FAKTOR INTERNAL
MAKA UNTUK MENGATASINYA HRS MEMPERBAIKI FAKTOR
INTERNAL TSB
BAGAIMANA CARANYA ?
ADA PERBEDAAN PANDANGAN ANTARA TEORI MODERNISASI
KLASIK DAN MODERNISASI BARU

A. TEORI MODERNISASI KLASIK


LAHIR SESUDAH PD II, TERKAIT DG :
a.
LAHIRNYA NEGARA2 MERDEKA
b.
USA SBG KEKUATAN DUNIA
c.
PERLUASAN KOMUNISME DUNIA
AKAR TEORI MODERNISASI KLASIK
a.
TEORI EVOLUSI
b.
TEORI FUNGSIONALISME STRUKTURAL

PRINSIP2 TEORI EVOLUSI :

PERUBAHAN SOSIAL BERLANGSUNG SEARAH (PRIMITIF =>


MODERN)
PERUBAHAN TAK DAPAT DIHINDARI DIINGINKAN
PERUBAHAN SOSIAL LAMBAT DAN BERTAHAP

PRINSIP2 TEORI STRUKTURAL FUNGSIONAL:

MASYARAKAT MERUPAKAN SISTEM (SATU UNSUR


BERUBAH, UNSUR LAINNYA AKAN BERUBAH)
SETIAP UNSUR BERPERAN DALAM STABILISASI
SOSIAL

ATAS DASAR KEDUA TEORI ITU, MOD KLASIK


BERASUMSI BAHWA:

MODERNISASI MERUPAKAN PROSES BERTAHAP


MODERNISASI ADALAH HOMOGENISASI
MODERNISASI ADALAH WESTERNISASI
MODERNISASI MERUP PERUB PROGRESIF (TRADISIONAL =>
MODERN)
MODERNISASI PERLU WAKTU PANJANG
MODERNISASI MERUP PERUB SISTEMIK
MODERNISASI MERUP PROSES BERLANJUT (IMANEN)

METODE KERJA MOD KLASIK:


a. MEMPELAJARI DUNIA KE III
b. LEVEL ANALISIS : NEGARA
c. ABSTRAK DAN UMUM

HASIL2 KAJIAN MODERNISASI KLASIK:


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

DAVID C McCLELLAND
ALEX INKELES
MAX WEBER
ROBERT BELLAH
KLUCKHOHN
KOENTJARANINGRAT
LIPSET

1. HASIL KAJIAN DAVID C McCLELLAND


(nACH SBG FAKTOR MODERNISASI)
UTK MODERNISASI PERLU NEED FOR ACHIEVEMENT (nACH)
CIRI ORANG DG nACH TINGGI:
SUKA PEKERJAAN YG MENGANDUNG RESIKO
INOVATIF DAN BERSEMANGAT
PUNYA TANGGUNG JAWAB TINGGI
ORIENTASI KE WAKTU YAD DAN PUNYA RENCANA
CARA MENINGKATKAN nACH :
MELALUI BACAAN DAN CERITERA UTK ANAK2 YANG
MENDORONG TUMBUH DAN BERKEMBANGNYA nACH

2. HASIL KAJIAN ALEX INKELES


( STUDI DI CHILI, ARGENTINA, INDIA, ISRAEL,
BANGLADESH, NIGERIA)

CIRI2 MANUSIA MODERN:


a.
b.
c.
d.
e.
f.

TERBUKA UTK PENGALAMAN BARU


BEBAS DARI OTORITAS TRADISI
PERCAYA AKAN KEMAMPUAN IPTEK
ORIENTASI MOBILITAS
PUNYA AMBISI HIDUP YG TINGGI
AKTIF DLM URUSAN POLITIK

UPAYA MEMBENTUK MANUSIA MODERN:


a.
b.

PENDIDIKAN
HIDUP DI LINGKUNGAN INDUSTRI

3. HASIL KAJIAN MAX WEBER


( PENGARUH AGAMA THD PERKEMB EKONOMI)
THE PROTESTANT ETHIC AND THE SPIRIT OF CAPITALISM
ASUMSI: ORANG BAIK AKAN MASUK SURGA
CIRI2 ORANG BAIK MNRT CALVYNIST
KERJA KERAS
HIDUP HEMAT
RASIONAL DLM BERFIKIR
BERJIWA INVESTASI
DISIPLIN
MANDIRI
SIFAT2 TSB DINAMAI THE PROTESTANT ETHIC YG
BERDAMPAK PADA PEMBENTUKAN KAPITAL

4. HASIL KAJIAN ROBERT N BELLAH


(TOKUGAWA RELIGION DI JEPANG)
PENGKAJIAN MENGIKUTI TEORI MAX WEBER
JEPANG MAJU PESAT KRN AGAMA MENDORONG
PERKEMBANGAN
1)
ETIKA
a. TEKUN DAN SUNGGUH2 BEKERJA
b. HEMAT DALAM KONSUMSI
c. BOLEH CARI UNTUNG YG HALAL
2)
SUBORDINASI TOTAL UTK KEPENTINGAN KOLEKTIF
HAL2 TSB MENDORONG TANGGUNG JAWAB, KEJUJURAN,
ORIENTASI MUTU, MENJAGA NAMA BAIK, DLL YG PERLU
UTK KEHIDUPAN MODERN

5. HASIL KAJIAN CLYDE KLUCKHOHN


(ORIENTASI NILAI VALUE ORIENTATION)
MASALAH
DASAR

ORIENTASI NILAI BUDAYA

MASALAH HIDUP
(MH)

HIDUP ITU BURUK

HIDUP ITU BAIK

HIDUP BISA
DIPERBAIKI

MASALAH KERJA
(MK)

KERJA UNTUK
HIDUP

KERJA UNTUK
KEDUDUKAN

KERJA UNTUK
KERJA BERIKUT

MASALAH WAKTU
(MW)

ORIENTASI KE
MASA KINI

ORIENTASI KE
MASA LALU

ORIENTASI KE
MASA DEPAN

MASALAH HUKUM
ALAM (MA)

MENYERAH KEP
HUKUM ALAM

MENYESUAIKAN
KEP HK ALAM

MENGUASAI DAN
MEMANFAATKAN

MASALAH HUB
MANUSIA (MM)

ORIENTASI KEP
SESAMA

ORIENTASI KE
ATAS

ORIENTASI KEP
KEPENTINGAN

MENTAL
PETANI

MENTAL
PRIYAYI

MENTAL
PEMBANGUNAN

6. KOENTJARANINGRAT
(KEBUDAYAAN, MENTALITAS DAN PEMBANGUNAN)
MENTALITAS BGS IND YG MENGHAMBAT PEMBANGUNAN:
SUKA MENERABAS
KURANG DISIPLIN MURNI
SUKA MENGABAIKAN MUTU
KURANG PERCAYA DIRI
LEMAH DALAM TANGGUNG JAWAB

7. LIPSET (EKONOMI DAN DEMOKRASI POLITIK)


MASYARAKAT DG PEMERINTAHAN YG DEMOKRATIS SELALU
MEMILIKI DERAJAT PEMBANGUNAN EKONOMI YG TINGGI

KESIMPULAN DARI HASIL KAJIAN MODERNISASI


KLASIK
SUMBER UTAMA KETERBELAKANGAN NEGARA2 DUNIA
KETIGA ADALAH MENTALITAS

IMPLIKASI MODERNISASI KLASIK PD KEBIJAKAN


PEMBANGUNAN
a.
b.
c.
d.

BARAT SEBAGAI ACUAN (TERUTAMA MENTALITAS)


MENINGGALKAN TRADISI2
KOMUNISME DIPANDANG SBG ANCAMAN DUNIA KE III
BANTUAN ASING DILEGALISASIKAN

KRITIK THD MODERNISASI KLASIK:


a.
b.
c.
d.
e.
f.

TERLALU BERORIENTASI KE BARAT


TAK ADA ALTERNATIF LAIN
TERLALU OPTIMISTIS
PENOLAKAN TRADISI
TERLALU ABSTRAK DAN GENERALISASINYA TERL TGI
MENSAHKAN DOMINASI BARAT DI DUNIA KE III

B. TEORI MODERNISASI BARU


(JAWABAN THD KRITIK KPD MODERNISASI KLASIK)
PERBANDINGAN MOD KLASIK BARU
MOD KLASIK
PERSAMAAN
Perhatian
Tingkat Analisis
Variabel Pokok
Konsep Pokok
Implikasi Kebijakan
PERBEDAAN
Tradisi
Metode
Arah Pembangunan

MOD BARU

Negara Dunia III


Nasional
Faktor internal, nilai,
mental dan pranata sos.
Tradisional, modern
Modernisasi punya
manfaat positif

Sama
Sama
Sama

Penghalang
Umum dan abstrak
Model tunggal

Bisa positif
Studi kasus
Banyak model

Sama
Sama

HASIL KAJIAN MODERNISASI BARU


1.

HASIL KAJIAN WONG TTG FAMILIISME DI HONGKONG


MNRT HASIL STUDI MOD KLASIK => PRANATA FAMILI
MENGHAMBAT KEMAJUAN, KARENA ITU HRS DIBUANG
JAUH2
WONG MENEMUKAN BHW PRANATA KELUARGA DI
HONGKONG MEMBERI EFEK POSITIF THD PEMBANG
EKONOMI, KARENA:
a. MANAJEMEN PATERNALISTIK MENGUNTUNGKAN
b. NEPOTISME MEMBERI ANDIL KPD BADAN USAHA
c. PEMILIKAN USAHA OLEH KELUARGA MENDUKUNG
KEBERHASILAN

2. HASIL KAJIAN DOVE TTG BUDAYA LOKAL DAN


PEMBANGUNAN DI INDONESIA
MNRT HASIL STUDI MODERNISASI KLASIK, BUDAYA LOKAL /
TRADISI MENGHAMBAT MODERNISASI, KARENANYA HRS
DITINGGALKAN
MNRT DOVE DKK, TRADISI TIDAK SELALU MENGHAMBAT:
a. KEPERCAYAAN DAN OBAT- OBATAN TRADISIONAL
b. EKONOMI TRADISIONAL SPT MELADANG TERBUKTI
CUKUP UNGGUL
c. PERLINDUNGAN TRADISIONAL THD LINGKUNGAN HIDUP
d. TERBUKA THD PEMBAHARUAN

3. HASIL KAJIAN DAVIS TTG REVISI ATAS KAJIAN


AGAMA DI JEPANG DAN TEORI BARIKADE
DAVIS BERKEBERATAN DG TEORI MAX WEBER BHW
AGAMA MERUP SUMBER UTAMA NILAI EKONOMI.
MNRT DIA, PEMAHAMAN TTG KEBERHASILAN JEPANG
HRS DILENGKAPI DG LANDASAN MATERI
THD PERUBAHAN, AGAMA PUNYA SISI POSITIF DAN NEGATIF
(MENDUKUNG DAN MENAHAN)

AGAMA DI JEPANG TIDAK MENAHAN PERUBAHAN, KARENA:


a.
BUDHA TERBATAS PD ACARA2 RITUAL SEP KEMATIAN
b.
SHINTO TIDAK ANTI MODERNISASI: JIKA UPACARA DAN
KERJA BENTROK, UPACARA DITUNDA
c.
AGAMA MENDUKUNG KEMAJUAN
d.
TOLERANSI AGAMA TINGGI
e.
URBANISASI BERPENGARUH THD SEKULARISASI
f.
MUNCULNYA KEPERCAYAAN BARU
g.
RASIONALITAS CUKUP TINGGI

ATAS DASAR ITU DAVIS MENGEMBANGKAN TEORI BARIKADE


SEBAGAI BERIKUT:

TEORI BARIKADE
MASY TRADISIONAL
a. MASYARAKAT
a
b. BARIKADE : AGAMA,
NILAI GAIB, MORAL,
TRADISI
c. EKONOMI

b
c

PEMBANGUNAN DAN SEKULARISASI


a. MASYARAKAT
a
b. BARIKADE DITEMBUS
b
c. EKONOMI TUMBUHc
KONDISI SEKARANG
BARIKADE MUNCUL UTK MELINDUNGI EKON
a. EKONOMI
a
b. BARIKADE BARU (MORAL, AG, DLL
b
c. MASYARAKAT
c

b
a

CATATAN:
Teori modernisasi menekankan pd kondisi psikologis
suatu masyarakat yg berpengaruh pd
perkembangannya. Sementara itu teori kapital sosial
menekankan pd kondisi sosial yg punya fungsi
produktif untuk suatu kegiatan ekon yg meliputi:
kepercayaan, norma dan jaringan.

II. TEORI DEPENDENSI (KETERGANTUNGAN)


A.

TEORI DEPENDENSI KLASIK

SEJARAH KELAHIRAN:
a.
PENURUNAN KREDIBILITAS TEORI MODERNISASI
b.
KEGAGALAN ECLA / KEPBBAL (TH 1960 AN)
c.
BERKEMBANGNYA SOSIOLOGI KRITIS (CRITICAL
SOCIOLOGY)
CATATAN:
a. ECLA/KEPBBAL => REAKSI THD IDL (PEMBAG KERJA
INTERNASIONAL) YG GAGAL MEMERATAKAN KESEJ
b. SOSIOLOGI KRITIS => MAZHAB FRANKFURT (JERMAN)
DG TUJUAN MENDUKUNG EMANSIPASI GOL LEMAH

PEMUKA TEORI DEPENDENSI


1.

ANDRE GUNDER FRANK => PEMBANGUNAN DAN


KETERBELAKANGAN

MNRT ANDRE GUNDER FRANK :


a. SEBAB KETERBELAKANGAN => FAKTOR EKSTERNAL
b. MODEL ANALISIS => DUA KATEGORI NEGARA: SENTRAL
DAN PERIFERAL (METROPOLIS DAN SATELIT). SATELIT TGT
PD SENTRAL (INTERNASIONAL MAUPUN NASIONAL)
c. METROPOLIS NASIONAL DIBUAT UTK KEPENTINGAN
METROPOLIS INTERNASIONAL
d. HIPOTESIS PEMBANGUNAN DUNIA III:
1) PEMBANG SATELIT / KOTA KECIL DIBATASI STATUSNYA
2) PEMBANG SATELIT MAJU JIKA KETERG MINIMAL
3) PEMBANG BERMASALAH JIKA KETERG MENGUAT
4) DAERAH YG DAHULU BERHUB ERAT DG KAPITALIS
MERUP DAERAH PALING TERBELAKANG

2. DOS SANTOS => STRUKTUR KETERGANTUNGAN


MENURUT SANTOS, KETERG TERJADI JIKA NEGARA MAJU:
a.
OTONOM DLM PEMBANG, SEDANG DUNIA III REFLEKSI
NEG MAJU
b.
MEMBANGUN ATAS BEBAN DUNIA III
ADA TIGA BENTUK KETERGANTUNGAN:
a.
KETERG KOLONIAL: SENTRAL MEMONOPOLI PEMILIKAN
TANAH, PERTAMBANGAN, NAKER, DAN PERDAG EKSPOR
b.
KETERG INDUSTRI-KEUANGAN: NEG PERIFERAL EKSPOR
BAHAN MENTAH DAN HASIL PERTANIAN
c.
KETERG TEKNOLOGI-INDUSTRI: DUNIA III IMPOR
TEKNOLOGI NEGARA MAJU

KETERGANTUNGAN DIPERKUAT OLEH:


a.
KETERG MODAL DLM PEMBANG INDUSTRI UNTUK EKSPOR
PRODUK TRADISIONAL
b.
PENGUASAAN PASAR UNTUK PRODUK INDUSTRI OLEH
NEGARA LAIN
c.
TURUNNYA HARGA BAHAN MENTAH (MONOPOLI, SINTETIS,
DAUR ULANG)
d.
ARUS MODAL KE LUAR LEBIH BESAR DARI ARUS MASUK
AKIBAT LEBIH JAUH DARI KETERGANTUNGAN DUNIA III:
a.
KETIMPANGAN PEMBANGUNAN SEKTOR TRADISIONAL
MODERN
b.
TEKNOLOGI PADAT MODAL MEMPERBESAR KESENJANGAN
SOSIAL
c.
PERKEMBANGAN PASAR DOMESTIK LAMBAT KARENA DAYA
BELI RENDAH
d.
LABA LARI KE LUAR NEGERI. INTERAKSI DG LUAR NEGERI
MERUGIKAN

3. SAMIR AMIN => TEORI PERALIHAN KAPITALISME


PINGGIRAN
MENURUT SAMIR AMIN:
a.
PERALIHAN KAPITALISME PINGGIRAN YG GENCAR
BERAKIBAT KEMUNDURAN AGRARIA DAN INDUSTRI KECIL
b.
DUNIA III JADI PRODUSEN PELENGKAP NEGARA MAJU DG
UPAH RENDAH
c.
HIPERTROPI (PENINGKATAN NAKER) SEKTOR TERTIER
MENGGANGGU AKUMULASI MODAL
d.
KEMAJUAN DUNIA III DIHAMBAT PENGEMBALIAN MODAL
DAN BUNGA
e.
KOLONIALISME MEMPERKUAT KETERTINGGALAN DUNIA III
f.
DUNIA III TAK AKAN MAMPU BERDIKARI DLM PTB EKONOMI
g.
KETERBELAKANGAN DUNIA III TAK LEPAS DARI
KARAKTERISTIK SOS-BUS PD MASA PRAKAPITALIS

ASUMSI DASAR TEORI DEPENDENSI KLASIK


a.
b.
c.
d.
e.

KETERGANTUNGAN ITU UNIVERSAL


SUMBER KETERGANTUNGAN => FAKTOR LUAR
KETERGANTUNGAN MERUP MASALAH EKONOMI KARENA
ARUS SURPLUS PERGI KE NEGARA MAJU
SITUASI KETERGANTUNGAN MERUPAKAN BAGIAN DARI
POLARISASI REGIONAL DARI EKONOMI GLOBAL
KETERGANTUNGAN BERLAWANAN DENGAN
PEMBANGUNAN

IMPLIKASI PADA PEMBANGUNAN :


a.
HUBUNGAN SENTRAL PERIFERAL HRS DIPUTUSKAN
b.
PEMBANGUNAN HRS DIFOKUSKAN PD KEPENTINGAN
RAKYAT KECIL
c.
UTK MENGHILANGKAN DOMINASI KELOMPOK KUAT PERLU
REVOLUSI SOSIAL

HASIL KAJIAN DEPENDENSI KLASIK


1.

HASIL KAJIAN BARAN TTG KOLONIALISME DI


INDIA

MENURUT BARAN, KETERBELAKANGAN INDIA DAN


AKUMULASI KAPITAL INGGRIS BERLANGSUNG SBB:
a. PEMINDAHAN SURPLUS EKONOMI INDIA KE
INGGRIS
b. DEINDUSTRIALISASI INDIA
c. MEMBANJIRNYA PRODUK INDUSTRI INGGRIS KE
INDIA
d. PEMISKINAN MASAL PEDESAAN INDIA

2. HASIL KAJIAN LANDSBERG TTG TUMBUHNYA


IMPERIALISME DI ASIA TIMUR
DI KOREA, TAIWAN, HONGKONG DAN SINGAPURA DIBANGUN
IOE (INDUSTRI BERORIENTASI EKSPOR) MENGGANTIKAN ISI
(INDISTRI SUBSTITUSI IMPOR). INI BUKAN MODEL
INDUSTRIALISASI DUNIA III YG TEPAT KARENA MENCIPTAKAN
KETERGANTUNGAN

3. HASIL KAJIAN SRITUA ARIF DAN ADISASONO TTG


KETERG DAN KETERBELAKANGAN INDONESIA
MEREKA MENGKAJI PEMBANGUNAN DI INDONESIA MASA
ORBA DENGAN TOLOK UKUR:
a.
SIFAT PERTUMBUHAN EKONOMI
b.
PENYERAPAN NAKER
c.
POSISI INDUSTRIALISASI
d.
PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN
e.
PERSEDIAAN PANGAN
MEREKA MENYIMPULKAN BHW DI INDONESIA SEDANG
TJD PROSES KETERGANTUNGAN DA KETERBELAKANGAN

KRITIK THD TEORI DEPENDENSI KLASIK


a.
b.
c.
d.
e.
f.

ALAT PROPAGANDA KOMUNISME


TERLALU ABSTRAK
TERLALU MENEKANKAN PADA PENGARUH NEGATIF DARI
LUAR
NEGARA PERIFERAL DIANGGAP TIDAK PUNYA POTENSI
MEMBANGUN
DEPENDENSI DIPANDANG IDENTIK DENGAN
KETERBELAKANGAN
KEBIJAKAN RADIKAL TIDAK MENJAMIN KESEJAHTERAAN

B. TEORI DEPENDENSI BARU


DEPENDENSI BARU MENJAWAB KRITIK TERHADAP
DEPENDENSI KLASIK

EMPAT TOKOH TERKEMUKA:


1.
CARDOSO (BRASIL)
2.
GOLD (TAIWAN)
3.
KOO (KOREA)
4.
MOCHTAR MASOED (INDONESIA)

PERBANDINGAN DEPENDENSI KLASIK DAN BARU


KRITERIA
PERSAMAAN:
Fokus Perhatian
Tahapan Analisis
Konsep Pokok
----------------------------PERBEDAAN
Metoda

Faktor Pokok
Ciri Ketergantungan
Pembangunan dan
Ketergantungan

DEPENDENSI KLASIK

PEDENDENSI BARU

Dunia III
Nasional
Sentral Periferal
-----------------------------------------

Dunia III
Nasional
Sentral Periferal
----------------------------------------

Abstrak : Mencari pola umum

Historis struktural: Analisis


situasi ketergantungan
nyata
Eksternal dan internal

Eksternal : Kolonialisme dan


ketimpangan nilai tukar
Ekonomi
Ketergantungan bertolak
belakang dengan
pembangunan

Ekonomi dan Sospol


Koeksistensi : Pembang
dalam ketergantungan

1. POKOK-POKOK PIKIRAN CARDOSO


a.
b.
c.
d.

ANALISIS HISTORIS STRUKTURAL TTG


KETERGANTUNGAN MASYARAKAT TERTENTU
FAKTOR EKSTERNAL BUKAN SATU-SATUNYA PENYEBAB
KETERGANTUNGAN; ADA JUGA FAKTOR INTERNAL
KETERGANTUNGAN BUKAN HANYA EKONOMI, TETAPI
JUGA SOSIAL POLIITIK
KOMBINASI KETERGANTUNGAN DAN PEMBANGUNAN
MERUPAKAN STRATEGI PEMBANGUNAN;
KETERGANTUNGAN MERUPAKAN KEPENTINGAN
BERSAMA

2. HASIL STUDI GOLD DI TAIWAN


TAIWAN MENGALAMI TIGA FASE PEMBANGUNAN:
a.
FASE KETERG KLASIK (SEBELUM 1950) SAAT EKONOMI
DIKUASAI CINA => JEPANG => CINA
b.
PEMBANG DLM KETERGANTUNGAN (1950 1970) SAAT
BANTUAN USA UNTUK MEMBENDUNG KOMUNISME RRC
c.
KETERG DINAMIS (MULAI 1978): RENCANA PEMBANGUNAN
ENAM TAHUNAN DENGAN FOKUS INDUSTRI BERAT
SEHINGGA AKHIRNYA LEPAS DARI KETERG

3. HASIL STUDI KOO DI KOREA


KOREA MENGALAMI DUA FASE PEMBANGUNAN
a.
1910 -1948 MASA PENJAJAHAN JEPANG; EKONOMI
BERORIENTASI KPD KEPENTINGAN JEPANG (TAPI SUDAH
MULAI BERKEMBANG IKLIM INVESTASI
b.
SETELAH PERANG DUNIA II, MEMANFAATKAN BANTUAN
USA UTK MEMBENDUNG KOMUNISME:
1) 1950 AN => PENGEMBANGAN ISI
2) 1960 AN => PENGEMBANGAN IOE
3) 1970 AN => INDUSTRI TERPADU DAN LANDREFORM
SEKARANG MERUPAKAN SALAH SATU NEGARA ASIA
TERMAJU

4. MOCHTAR

MASOED TTG NEG BIROKRATIK

OTORITER
MOCHTAR MASOED MENGGUNAKAN KONSEP NBO
O DONNEL DAN MENGIKUTI BUAH PIKIRAN CARDOSO
NBO LAHIR SBG REAKSI ELIT MILITER DAN BIROKRAT THD
KRISIS EKONOMI DAN POLITIK DG MENDAHULUKAN
PEMECAHAN MASALAH POLITIK
MENURUT O DONNEL, KARAKTERISTIK NBO DI AMERIKA
SELATAN (1960 AN):
a.
POSISI PUNCAK DI TANGAN ORANG BERHASIL (MILITER,
PENGUSAHA, PEJABAT)
b.
PEMBATASAN PARTISIPASI POLITIK
c.
PENUNDAAN EKONOMI KERAKYATAN
d.
DEPOLITISASI DAN DEMOBILISASI MASSA (KURANG
PERHATIAN THD KEPENTINGAN MASYARAKAT)

DINAMIKA NBO
a.
AGAR INVESTOR ASING MASUK, GANGGUAN KEAMANAN
HRS DIHILANGKAN
b.
SETELAH MODAL MASUK, BARU DIBUKA PINTU INVESTASI
DOMESTIK
c.
NBO BISA HANCUR ATAU DIUBAH JADI LEBIH
NASIONALISTIS DAN ADA JARAK DG MODAL
INTERNASIONAL

MASOED MEMPERSOALKAN NBO DI INDONESIA DG


MENGAJUKAN DUA PERTANYAAN:
a.
MENGAPA PD AWAL ORBA LAHIR KEMBALI POLITIK
OTORITER ?
b.
BAGAIMANA KARAKTERISTIK NBO DI INDONESIA ?

UTK PERTANYAAN PERTAMA IA KEMUKAKAN TIGA FAKTOR:


a.
WARISAN KRISIS EKON 1960-AN DAN PENGARUH ORLA
MASIH ADA
b.
PERLU CEPAT RESTRUKTURISASI EKONOMI
c.
EKONOMI HRS BERORIENTASI EKSPOR
UTK PERTANYAAN KEDUA IA KEMUKAKAN BHW HAMPIR
SELURUH KARAKTERISTIK NBO TPD PD PEMERINTAHAN ORBA:
a.
DOMINASI MILITER
b.
MODAL DOMESTIK SWASTA YG BESAR PUNYA HUBUNGAN
KHUSUS DG MODAL ASING
c.
KEBIJAKAN BERADA PD TANGAN BIROKRAT/TEKNOKRAT
d.
DEMOBILISASI MASSA
e.
TINDAKAN REPRESIF BAGI PENENTANG
f.
LUASNYA WEWENANG PRESIDEN

III. TEORI SISTEM DUNIA (WORLD SYSTEM

THEORY) ATAU TATA EKONOMI KAPITALIS


DUNIA (TEKD)
LAHIR TAHUN 1970 AN
PELOPOR : IMMANUEL WALLERSTEIN
LATAR BELAKANG:
TEORI YG ADA TIDAK MENJELASKAN DG MEMUASKAN TTG:
a.
MUNCULNYA LIMA MACAN ASIA (SINGAPURA, JEPANG,
KOREA, HONGKONG, TAIWAN)
b.
TERJADINYA KRISIS DI NEGARA-NEGARA SOSIAL
c.
TERJADINYA KRISIS DI USA

LANDASAN TEORI
a.
b.

SEGALA SESUATU MEMPUNYAI LATAR BELAKANG


SEJARAH
PERLU INTEGRASI ILMU-ILMU SOSIAL

MNRT WALLERSTEIN: KEBIJAKAN PEMBANGUNAN


PD LEVEL NASIONAL TIDAK TEPAT, KARENA:
a. PEMBANGUNAN DILAKSANAKAN MELALUI
KETERGANTUNGAN PD PIHAK LAIN
b. KEBERHASILAN SUATU NEGARA
MEMPENGARUHI NEGARA LAIN
JADI PEMBANG HRS DILAKSANAKAN PD LEVEL
GLOBAL

KONSEP WALLERSTEIN :
ADA TIGA KATEGORI NEGARA (TRIKUTUB):
a. NEG SENTRAL
b. NEG SEMI PERIFERAL
c. NEG PERIFERAL
NEG SEMI PERIFERAL ADALAH NEGARA PERIFERAL
YG MAJU
CIRI-CIRI NEG SEMI PERIFERAL:
a. PUNYA DAYA BELI KUAT
b. MENGAWASI PASAR DALAM NEGERI

NEG PERIFERAL BISA MENJADI SEMI PERIFERAL


MELALUI INDUSTRIALISASI:
a.
b.
c.

MENANGKAP DAN MEMANFAATKAN PELUANG


PROMOSI, MENARIK INVESTOR
UPAYA BERDIKARI

NEGARA SEMI PERIFERAL BISA MENJADI NEG


SENTRAL MELALUI PERLUASAN PASAR:
a.
b.
c.
d.

PERLUASAN WILAYAH POLITIK


MENAIKKAN HARGA IMPOR
MENAIKKAN DAYA BELI MASYARAKAT
MANIPULASI SELERA KONSUMEN

PERBANDINGAN TEORI
DEPENDENSI DGN TEORI SISTEM DUNIA
ELEMEN
PERBANDINGAN
UNIT ANALISIS
METODA
STRUKTUR TEORI
ARAH PEMBANG
ARENA PENGKAJIAN
KEBIJAKAN

TEORI
DEPENDENSI
Negara nasional
Historis struktural: Masa
jaya dan surut neg nasional
Dwi kutub : Sentral dan
Pinggiran
Deterministik, membangun
dlm ketergantungan
Negara Pinggiran
Negara pinggiran tetap dlm
ketergantungan

TEORI
SISTEM DUNIA
Sistem dunia
Dinamika sejarah, analisis
jangka pjg dlm ruang luas
Tri kutub: Sentral, Semi
Pinggiran, dan Pinggiran
Mobilitas naik turun
Neg Pinggiran, Semi
Pinggiran, Sentral dan
Sistim ekonomi dunia
Neg Pinggiran dpt lepas.
Wibawa sentral menurun

HASIL2 STUDI TEORI SISTEM DUNIA LEVEL


GLOBAL
1. WALLERSTEIN TTG FASE PENURUNAN SISTEM EKONOMI
KAPITALIS DUNIA
ASUMSI:
PEMBANGUNAN ATAU KETERBELAKANGAN SUATU WIL
GEOGRAFIS TIDAK LEPAS DARI IRAMA, SIKLUS, DAN
KECENDERUNGAN PERPUTARAN EKONOMI DUNIA
ATAS ASUMSI ITU IA MENGANALISIS PERBEDAAN
PERKEMBANGAN EKONOMI EROPA BRT DAN TIMUR
TAHUN 1100 1750. ADA TIGA KATEGORI NEGARA2
EROPAH: SENTRAL (BELANDA, INGGRIS, PRANCIS),
SEMI PERIFERAL (SWEDIA, POLANDIA, PORTUGAL),
PERIFERAL (EROPA TIMUR) DAN WILAYAH LUAR
(AFRIKA BRT DAN INDIA)

2.

BERGESEN DAN SCHOENBERG TTG GELOMBANG


PANJANG KOLONIALISME
LIMA FASE PERKEMBANGAN KOLONIALISME DUNIA
a.
1500 1815 => SENTRAL INSTABIL; KOLONIALISME
SPANYOL DI AMERIKA
b.
1815 1870 => SENTRAL STABIL: NEGARA2 SENTRAL
BERSATU; DOMINASI SENTRAL MENURUN; DEKOLONISASI
AMERIKA
c.
1870 1945 => SENTRAL INSTABIL; MUNCUL ADIKUASA
BARU (USA, JERMAN); KOLONIALISME DI ASIA - AFRIKA
d.
1945 1970 => SENTRAL INSTABIL; SENTRAL DIKUASAI
ADIKUASA TUNGGAL (USA)
e.
1970 SKR => SENTRAL INSTABIL: TANTANGAN JEPANG,
JERMAN DAN USSR THD USA; PERKEMB PERDAGANGAN
BEBAS; PENGUATAN KENDALI SENTRAL THD PERIFERAL

KEUNGGULAN TEKD SKALA GLOBAL


a.
a.

MEMBIMBING PENELITI UTK MENGKAJI DINAMIKA


GLOBAL
METODE: ANALISIS HISTORIS JANGKA PANJANG DI
WILAYAH LUAS

KRITIK THD TEKD SKALA GLOBAL


a.
b.
c.

REIFIKASI (MEWUJUDKAN SISTEM DUNIA YG


MERUPAKAN KONSEP)
PERHATIAN TERFOKUS PADA PERISTIWA GLOBAL, YG
LOKAL TERABAIKAN
ANALISIS TERFOKUS PD STRATIFIKASI INTERNASIONAL,
KONDISI INTERNAL KURANG MENDAPAT PERHATIAN

TATA EKONOMI KAPITALIS DUNIA LEVEL NASIONAL


(JAWABAN ATAS KRITIK THD TEKD LEVEL GLOBAL)
HASIL STUDI ALVIN Y SO TTG KEBERHASILAN PEMBANG
EKONOMI HONGKONG
PD ABAD 19 HONGKONG MERUPAKAN KAMPUNG NELAYAN,
KINI MENJADI SALAH SATU MACAN ASIA, PUSAT KEUANGAN
DUNIA NOMOR 3, MEMILIKI NILAI EKSPOR MELEBIHI INDIA
PERTANYAAN PENELITIAN YG DIAJUKAN:
a.
APA YG MENJADI LATAR BELAKANG KEBERHASILAN
HONGKONG ?
b.
APA KONTRIBUSI STUDI INI THD PERKEMBANGAN TEORI
PEMBANGUNAN ?

TENTANG PERTANYAAN PERTAMA:


TIGA FASE PERKEMBANGAN EKONOMI HONGKONG
a.
TAHUN 1950 AN TJD REVOLUSI INDUSTRI OLEH
INVESTOR INGGRIS DAN PENGUNGSI RRC, SERTA
BANTUAN BARAT DLM MEMBENDUNG KOMUNISME
b.
TAHUN 1960-AN TJD DIVERSIFIKASI EKONOMI DLM
MENJAWAB TIGA TANTANGAN: PROTEKSIONISME,
PERSAINGAN DAN KENAIKAN UPAH (INDUSTRI TAHAP
MENENGAH : GARMEN, ELEKTRONIK, PARIWISATA, DLL,
DG MENERAPKAN TEKNOLOGI BARU)
c.
AKHIR TAHUN 1970AN TERBENTUK PUSAT KEUANGAN
DUNIA UNTUK KEPENTINGAN ASIA

TENTANG PERTANYAAN KEDUA:


MNRT ALVIN SO, MODEL INI BISA DIGUNAKAN DLM
MENGKAJI PERKEMB NEGARA LAIN

IV. TEORI GEOGRAFI DLM PEMBANGUNAN


Teori Geografi menggambarkan rentangan posisi
Lingkungan Geo dan Manusia dlm pembangunan sbb
A

Lingk Geo

Manusia dan Teknologi


A => Determinisme Geografi
B => Probabilisme Geografi
C => Dominasi Manusia dan Teknologi
(Teori Human Kapital / Kapital Sosial)

A. DETERMINISME GEOGRAFI
Dasar pemikiran:
Perilaku sosbud ditentukan lingkungan geografi
Implikasi pd pembangunan:
Pembang berfokus pd menyiapkan sarana fisik;
mns diabaikan karena mampu menyesuaikan diri
Masalah yg muncul:
Penyesuaian diri lambat sehingga banyak hasil
pembang fisik yg kurang bermanfaat
Rekomendasi:
Manusia hrs disiapkan

B. POSIBILISME GEOGRAFI
Dasar Pemikiran: Lingk Geo sbg SDA, pemanfaatannya
tgt pd manusia
Masalah : Penget ttg SDA dan kemampuan tekn terbatas
Implikasi: Pembang berarti pengemb SDM, pelestarian /
pengembangan SDA dan pemanfaatannya
Rekomendasi: Utamakan pengemb mutu SDM utk
melestarikan, mengembangkan dan memanfaatkan
SDA sec optimal

C. DOMINASI MNS DAN TEKN (HUMAN KAPITAL)


Dasar pemikiran:
SDM dan teknologi merup faktor utama kemajuan
(Human capital : psychological, cultural, social capital)
Semua aspek dan karakteristik kemanusiaan potensial
utk berpengaruh thd keberhasilan pembangunan
(tind
sos, norma, jaringan sos, kepercayaan, sistim
politik, pemerintahan, dll.)
Implikasi dlm pembangunan:
Mengutamakan penguatan kapital mns / kapital sosial
Memanfaatkan potensi kapital mns / kapital sosial utk
pemecahan masalah sosial
Penerapan iptek maju utk percepatan pembangunan
Rekomendasi : Pembangunan mengutamakan bang SDM

Rekomendasi Teori Geografi dlm pembanguan:


Pembang hrs memperhatikan keseimbangan
lingkungan geografis yg dinamis, meliputi
pengemb kapital mns / sosial dlm upaya
pelestarian, pengembangan dan pemanfaatan
SDA, utk optimalisasi kesej hidup mns masa
kini dan masa depan

V. PEMBANGUNAN DAN TEORI PERUB SOSIAL


1.

Pembangunan => perub yg diarahkan dan


direncanakan (planned and directed change)

2.

Kecepatan perubahan berbeda antar masy


tetapi semua cenderung meningkat dg cepat

3. Dua teori perub sos yg menonjol:


a. Teori keseimbangan / equilibrium (T Parsons dan
R K Merton)
b. Teori guncangan / disequilibrium (W F Ogburn
dan E M Rogers)

4. Teori keseimbangan
a. Talcott Parsons:
* Kehidupan merup sistem besar yg tda subsitem2
yg saling berpengaruh; jika sebuah subsistem
berubah yg lain akan berubah.
* O k i perub berlangsung seimbang (teori
keseimbangan, equilibrium)
* Keberatan: Sering timbul masalah baru
mengganti yg berhasil diatasi (Kerja hanya
disevaluasi dari pencapaian tujuan)

b. Robert King Merton (Analisis dampak)


* Menjawab kritik thd Parsons. Kerja hrs
dievaluasi dr dampak yg ditimbulkan.
* Dampak ada yg: fungsional (sesuai dg tujuan),
dan disfungsional (tidak diperhitungkan,
menimbulkan masalah baru)
* Masalah baru bisa lebih besar dari yg diatasi
* Dampak disfungsional bisa berupa:
- Dampak fisikal
. Gangguan SDA (exhaustive dan renewable)
. Pencemaran tanah, udara, air, suara
. Kerusakan ekosistem (tata air, tanah, hayati)
- Dampak sosial:
. Kesenjangan dan gejolak sosial
. Konflik dll

* Masalah :
- Mns cenderung boros thd SDA exhaustive
- Malas memperbaharui yg renewable
* Implikasi pd pembangnan:
- Pembang berwawasan lingkungan dan masy
- Antisipasi dampak
- Menjadikan dampak sbg umpan balik (feedback):
. morfostatis (pertahankan cara yg lama krn
berdampak fungsional)
. morfogenesis (ubah cara yg lalu krn
berdampak disfungsional

5. Teori Guncangan (disequilibrium)


( William Fielding Ogburn dan Everett M Rogers)
Dasar pemikiran:
Bud materi lebih cepat diterima d p bud non
materi: cultural lag, ketimpangan budaya
(WF Ogburn)
Penerimaan masy atas bud non materi tidak sama
(WF Ogburn)
Penerimaan indiv atas hal baru tidak sama :
terdistribusi seperti kurva normal (EM Rogers)
Catatan: Ogburn tidak menerangkan bhw respon
masy atas bud materi tidak sama

KURVA NORMAL (E M ROGERS)

KETERANGAN
A = 2,5 % inovators
B = 13,5 % Early adopters
C = 34,0 % Early majority
D = 34,0 % Late majority
E = 16,0 % Laggards

Masalah : Pembang selalu disertai guncangan sosbud


karena ada ketimpangan bud (cultural lag)
Rekomendasi :
Pembang berorientasi ke depan
Antisipasi dampak

VI. TEORI DIFUSI INOVASI (REMBESAN BUD)


Dasar pemikiran :
Pembangunan adalah penerapan IPTEK, baik
penemuan masy ybs atau adopsi dari masy lain
Inovasi:
a. Penemuan baru (unsur bud baru atau kombinasi
baru dari unsur2 yg ada)
b. Perubahan besar dlm waktu yg cukup singkat

EMPAT TAHAPAN INOVASI


a.
b.
c.
d.

Discovery (penemuan baru)


Invention (pengakuan, penerimaan, penerapan)
Pengembangan dan penyempurnaan
Difusi (intra dan antar masyarakat)

PRODUK INOVASI:
Ide, pengorganisasian, alat, teknologi, unsur baru
atau kombinasi baru dari unsur2 yg telah ada
Catatan: Hal baru bagi suatu masy belum tentu baru
pula bagi masy lain

UTK LANCARNYA DIFUSI:


a. Hal baru hrs yg mudah diterima
b. Masyarakat siap menerima
HAL2 BARU YG MUDAH DITERIMA:
a. Menguntungkan
b. Tidak melawan nilai yg berlaku
c. Mudah dilaksanakan
d. Dapat dicoba
e. Mudah dikomunikasikan
Kesiapan masy menerima pembaharuan
tersebar seperti kurva normal

STRATEGI DIFUSI INOVASI:


1.

LIONBERGER:
a. Unfreezing
b. Change
c. Refreezing

2.

SCHEIN dan BENNIS:


a. Menyadarkan
b. Menarik perhatian
c. Menilai
d. Mencobakan
e. Memantapkan

3. TALCOTT PARSONS (Teori pembudayaan)


a. Institusionalisasi (pd level budaya)
b. Sosialisasi
(pd level masyarakat)
c. Internalisasi
(pd level individu)
d. Pengawasan
(pd level perilaku)
4. CHRISTENSON dan ROBINSON)
a. Model self help
b. Model technical assisstance
c. Model konflik

5. ZALTMAN dan DUNCAN:


Minimun external
pressure
EDUCATIVE

Maximum external
pressure
PERSUASIVE
FACILITATIVE

POWER

6. ACTION RESEARCH (KAJI TINDAK)


SIFAT-SIFAT ACTION RESEARCH
Tujuan : Meningkatkan mutu kemamp khalayak,
bukan mencari informasi keilmuan,
experimen atau uji hipotesis
Kolaboratif
Siklikal dan berulang
a. Masalah
b. Rencana
c. Tindakan
d. Refleksi

VII. HAMBATAN THD PERUBAHAN


1.

Hambatan itu normal dan sehat tapi bisa


juga merugikan
2. MACAM-MACAM HAMBATAN
a. Kultural
b. Sosial
c. Psikologis
d. Organisasional
A. HAMBATAN KULTURAL:
1) Nilai dan kepercayaan
2) Etnosentrisme
3) Penyelamatan muka
4) Hal baru bertentangan dg budaya

B. HAMBATAN SOSIAL
1) Solidaritas kelompok
2) Penolakan thd orang luar
3) Konformitas thd norma
4) Konflik (sikap thd pembaharuan)
e) Wawasan kelompok
C. HAMBATAN PSIKOLOGIS:
1) Wawasan
2) Keengganan berubah (homeostasis)
3) Konformitas dan komitmen yg kuat
4) Faktor-faktor pribadi

D. HAMBATAN ORGANISASIONAL
1) Kewibawaan terancam
2) Struktur organisasi
3) Perilaku pimpinan
4) Tidak ada iklim perubahan
5) Keterbatasan kemampuan teknis

VIII. BEBERAPA ISYU TTG PEMBANGUNAN


PEDESAAN
KARAKTERISTIK PEDESAAN DI INDONESIA:
1. Sekitar 58 % pdd Ind tinggal di pedesaan
2. Jml desa/kelurahan di Ind sekitar 70.000 buah
(1990 => 68.735)
3. Pedesaan merup sumber utama:
a. Bahan makanan (tumbuhan dan hewan)
b. SDA (exhaustive dan renewable)
c. Tenaga kerja (human dan nonhuman)
4. Relatif terbelakang
5. Kurang memiliki fasilitas sosek
6. Heterogenitas antar desa

7.
8.
9
10.
11.
12.
13.

Mayoritas kehid: agraris (70 % pdd pedesaan,


44% nasional)
Bidang agraris ditinggalkan kaum muda
(urbanisasi atau pindah lapangan kerja)
Bid agraris mayoritas subsisten
Tingkat pendapatan mayoritas rendah
Pengangguran terselubung
Ikatan sosial tradisional lebih kuat
Tahap perkembangan transisi

14.

Pembangunan sumber utama kehidupan:


Agraris
Kerajinan
Perdagangan
Pariwisata

15. Isyu dan masalah pembang bid agraris:

Pemilikan dan alih fungsi lahan

Pertanian subsisten vs komersial

Monokultur vs heterokultur (diversifikasi)

Dampak disfungsional teknologi modern

Agribisnis (agro industri, mixfarming)

16. Masalah pemilikan dan alih fungsi lahan:


a. Pemilikan : hanya sekitar 26 % memiliki 1 ha
lebih
Tidak memiliki => 55,5 %
< 0,25 ha
=> 9,9 %
0,25 0,49 ha => 9,2 %
0,50 0,99 ha => 9,3 %
1,00 1,99 ha => 9,1 %
2,00 dan lebih => 7,0 %
b. Alih fungsi lahan pertanian jadi lahan industri
pemukiman dan fasilitas sos lain

atau

atau

17. Masalah subsistensi:

Mental dan ikatan tradisi

Keterbatasan penguasaan iptek dan saranaprasarana pertanian (dampak negatif green


revolution)

Teknologi panen (inefisiensi)

Teknologi pasca panen (kerusakan produksi)


Catatan
Modernisasi teknologi petanian :

Cenderung ke arah tekn padat modal

Berdampak sos negatif yg tidak terantisipasi

18. Masalah pengembangan agribisnis:


Mengubah tradisi subsistensi
Penguasaan iptek agribisnis
Pemilikan modal dan peralatan
Teknologi panen dan pasca panen
(termasuk pengepakan)
Pemasaran
Pengolahan bahan buangan

19. Macam-macam kegiatan agribisnis:


Niaga hasil pertanian
Bisnis tanaman hobi/hias dan benih
Mixfarming
Industri hasil pertanian
Bisnis saprotan

20. Pembang bidang kerajinan (manufaktur)


Potensi pengembangan keunikan lokal
Perlu kreativitas menciptakan kebut baru
Potensi pasar luas (nasional global)
Saingan industri modern
Reproduksi masal benda-benda seni
Masalah: xenosentrisme, modal dan alat,
penguasaan teknologi dan pemasaran

21. Pembangunan bidang perniagaan


Merupakan kelanjutan pembagian kerja
(pertemuan produksi dan konsumsi)
Penerapan prinsip pertukaran (langsung
tak langsung)
Potensi keuntungan dari dua arah (menghadapi
produsen dan konsumen)
Perlu jiwa niaga dan wawasan lokasi konsumen
dan produsen
Masalah modal, sarana-prasarana dan lokasi
strategis
Pengembangan model integrasi longitudinal
(pengemb produksi sampai distribusi/pasar)

22. Pembangunan pariwisata:


Potensial krn banyak obyek alami dan budaya
yg unik
Perlu kreativitas dlm pengemb kekhasan lokal
(what to do, to see, to buy)
Terbuka untuk pengemb sektor informal
Masalah: fasilitas, dampak sos, pengelolaan/
pengorganisasian

IX. BEBERAPA ISYU TTG PEMB KOTA


1. Th 2006, 42 % pdd Ind tinggal di perkotaan
(pemukiman > 10.000)
2. Metropolitan : Konsentrasi pdd dg kota penting
sbg inti, plus daerah sekitar yg merup kesatuan
sosek
(Jakarta; 13.330.000 => metrop ke 15 dunia,
setelah : Tokyo-Yokohama, New York, Seoul- Inchon,
Mexico City, Sao Paulo, Mumbai, Osaka-Kobe-Kyoto,
Los Angeles, Manila, Cairo, Calcutta, Delhi,
Shanghai, Buenos Aires)

3. Beberap karakteristik sosiologis kota di Ind


Pdd banyak dg kepadatan tinggi
Heterogenitas etnis dan matapencaharian
(mayoritas nonagraris)
Mayoritas pdd pendatang
Ikatan sosial tradisional lemah
Tingkat perkembangan transisi (campuran
unsur2 kehid tradisional modern)
Fasilitas sosial lebih baik d p pedesaan)
Fungsi sbg pusat; pemerintahan / politik,
ekonomi/ perdagangan, pendidikan, hiburan/
wisata, kehid modern (modernisasi)

4. Isyu dan permasalahan pembang di perkotaan


Fisik: Kota sbg pusat modernisasi dg dampak
sosbud yg berat (fungsi lahan dan perub serta
penyimpangan2, daerah kumuh, transportasi,
listrik, drainase, air bersih, fasilitas sos,
sampah,dll)
Sosbud: urbanisasi dg segala dampaknya
(pertumb penduduk, perumahan, gelandangan,
lap kerja, kriminal, prostitusi, resistensi kultural,
kekerasan sosial, konflik, disiplin, dll)

5. Penanganan dan antisipasi


Pembangunan fasilitas2 dan penanganan
masalah2 sektoral
Pembangunan terpadu antar sektor
Pembangunan terpadu kota desa
(penyeimbangan)
Pembangunan transportasi kota - desa

X. PEMBANGUNAN TERPADU (INTEGRATED)


Terpadu antar wilayah geografi (mis: desa kota)
Terpadu antar sektor kehidupan (mis: industripertanian; SDM lapangan kerja)
Terpadu antar komponen suatu sektor kehidupan
(mis: alat, SDM/diklat, permodalan, pasar,
organisasi/kelembagaan, dll) => horisontal,
longitudinal, atau vertikal
Terpadu antar strategi / teori

Anda mungkin juga menyukai