Anda di halaman 1dari 13

Perdarahan antepartum adalah Perdarahan

antepartum adalah perdarahan pada jalan


lahir setelah kehamilan 20 minggu.
Klasifikasi perdarahan antepartum yaitu :
1. Plasenta previa
2. Solusio plasenta
3.Vasa previa
4.Perdarahan antepartum yang tidak jelas
sumbernya (idiopatik)

VASA PREVIA
Definisi
Vasa previa (insersi velamentosa) adalah
keadaan dimana pembuluh darah janin berada
di dalam selaput ketuban dan melewati ostium
uteri internum untuk kemudian sampai ke
dalam insersinya di tali pusat, atau
tali pusat yang tidak berinsersi padajaringan
plasenta, tetapi pada selaput janin sehingga
pembuluh darah umblikus berjalan di antara
amnion dan korion menuju plasenta.

Prevalensi
Sekitar 1 dalam 2500 kelahiran, 10%
terjadi kehamilan kembar. Merupakan
komplikasi dalam obstetri yang
menyebabkan angka kematian
perinatal tinggi (52-66%)

Etiologi
Belum jelas. Namun diperkirakan
dapat terjadi pada kehamilan
ganda/gemelli, karena pada
kehamilan ganda sumber makanan
yang ada padaplasenta akan menjadi
rebutan oleh janin, sehingga dengan
adanyarebutan tersebut akan
mempengaruhi kepenanaman tali
pusat/ insersi

Faktor Resiko
- Plasenta letak rendah atau plasenta
previa
- Plasenta bilobata atau suksenturiata
- Insersi velamentosa
- Kehamilan pada fertilisasi in vitro
- Multiparitas
- Riwayat seksio sesarea

PATOFISIOLOGI
Pada insersio velamentosa tali pusat
yang dihubungkan dengan plasenta
terdapatpembuluh-pembuluh darah
yang berjalan dalam selaput janin.
Pembuluh darah janin,yang biasanya
dilindungi oleh Wharton jelly dalam tali
pusat, tidak terdapat dalam vasa previa.
Pembuluh darah secara kuat menempel pada
membrane khorionik di atasnya, yang pada saat
pecahnya dapat menyebabkan robeknya pembuluh
yg mendasarinya sehingga terjadi perdarahan

Ada tiga teori mengenai insersi velamentosa tali


usat dan vasa previa:
1. Awalnya, pembuluh darah tali pusat
berimplantasi pada desidua basalis,
tetapipertumbuhan dan perkembangan fetus
dan plasenta menjadi tidak adekuat.
2. Pada insersi velamentosa, bagian yang kaya
akan vaskularisasi mengalir ke desidua basalis,
tempat perkembangan plasenta selanjutnya,
menghasilkanpembuluh darah yang meluas ke
tepi plasenta.
3. Sempitnya luas dari intrauterine atau
terbatasnya gerakan janin mengakibatkan
morfologi fetus dan plasenta menjadi abnormal.
Insersi velamentosa tali pusat merupakan
prasyarat dari vasa previa

Tanda dan Gejala


Tanda dan gejalanya belum diketahui secara pasti,
perdarahan pada insersi velamentosa ini terlihat
jika telah terjadi vasa previa, yaitu perdarahan
segera setelah ketuban pecah dan karena
perdarahan ini berasal dari anak, dengan cepat
bunyijantung anak menjadi buruk. Bisa juga
menyebabkan bayi itu meninggal. Satu-satunya
cara mengetahui adanya insersi velamentosa ini
sebelum terjadinyaperdarahan adalah dengan cara
USG. Jadi sebaiknya pada ibu dengan
kehamilangemeli dianjurkan untuk dilakukan
pemeriksaan USG, karena untuk mengantisipasi
dengan segala kemungkinan penyulit yang ada,
salah satunya insersio velamentosa ini

Diagnosa
Kriteria diagnosis vasa previa dengan menggunakan USG
transvaginal adalah denganditemukan adanya daerah linear yang
sonolucentdi atas ostium uteri interna dengan tidak adanya
Wharton jelly.
Ketika menggunakan Doppler dapat dilihat aliran darah yang
melewati pembuluh darah, dan bentuk gelombang Doppler adalah
tipikal dengan tali bentuk gelombang tali pusat. Karena bentuk
normal yang melingkar dari tali pusat dapat disalahartikan sebagai
vasa previa, penting untuk memastikanpembuluh darah tidak
berpindah dengan adanya pergerakan dari ibu.
Visualisasi vasaprevia mungkin susah jika dengan USG transvagina
saja. Pembuluh darah janin dapatbergerak ke yang tidak diinginkan
dengan sudut insonasi 90 dengan transducer yang terfiksasi
secara relatif.
Jika visualisasi transvaginal dengan Doppler tidak mungkin, maka
rute transabdominal dapat menghasilkan sudut insonasi (insonasi:
terpaparnyajaringan terhadap gelombang ultrasound) yang lebih
diinginkan. Dengan kata lain hanya dengan kombinasi penggunaan
USG transabdominal dantransvaginal dapat diketahui tipe plasenta,
situasi plasenta, dan insersi dari talipusat

Tatalaksana
Bila diagnosa dapat ditegakkan
sebelum persalinan, maka tindakan
terpilih untukmenyelamatkan janin
adalah melalui bedah sesar. Seksio
sesarea elektif efektifdilakukan pada
usia kehamilan 35 minggu.