Anda di halaman 1dari 46

TIM PUSAT PENGEMBANGAN KUALITAS JASMANI,

DEPDIKNAS

PENGERTIAN HIV
H = Human
I = Immuno
Deficiency
V = Virus

= manusia
= kekebalan tubuh
= kekurangan
= virus

HIV = Virus yang menyerang


sistem kekebalan tubuh manusia

Struktur organ HIV

PENGERTIAN AIDS
A
I
D
S

= Acguired
= Immune
= Deficiency
= Syndrome

AIDS

= diperoleh/didapat
= kekebalan tubuh
= kekurangan
= kumpulan gejala

= Sekumpulan tanda dan gejala


penyakit akibat hilangnya
/menurunnya system kekebalan
tubuh seseorang

HIV dan Tubuh Manusia


Untuk dapat berada didalam tubuh

manusia, HIV harus masuk langsung ke


aliran darah manusia
Diluar tubuh manusia HIV sangat cepat
mati
HIV mudah mati oleh air panas, sabun
dan bahan pencuci hama
HIV dapat bertahan hidup dalam darah
yang segar (belum mengering)

HIV dalam Tubuh Manusia


Jumlah cukup banyak untuk menularkan
Darah
Semen (cairan sperma)
Cairan vagina
Air susu Ibu (relatif karena pemberian asi
berlangsung cukup lama)
Jumlah sedikit sekali
Keringat
Air mata
Air ludah
Cairan otak

Melalui jarum suntik bergantian / bersama

melalui transfusi darah

HAL-HAL YANG TIDAK MENULARKAN


HIV/AIDS

Bersenggolan dengan pengidap HIV/AIDS


Berjabatan tangan dengan pengidap
Pengidap batuk dihadapan kita
Berenang bersama dalam kolam renang
Menggunakan WC yang sama dengan
pengidap
Melalui gigitan serangga
Makan menggunakan piring yang sama

Perilaku Berisiko Tinggi Untuk


Terinfeksi HIV
Wanita / laki-laki yang berganti-ganti pasangan dalam
melakukan hubungan seksual dan pasangannya

Wanita/laki-laki penjaja seksual komersial, serta


langganannya

Orang-orang yang melakukan hubungan seksual tidak


wajar, seperti melalui dubur (anal) dan mulut (oral)

Penyalahguna narkotikadengan suntikan, yang

mengunakan jarum suntik secara bergantian/ bersama

PERJALANAN INFEKSI HIV / AIDS


Sejak masuknya HIV kedalam tubuh seseorang telah menjadi pengidap HIV
dan ia sudah dapat menularkan HIV sepanjang hidupnya
Infeksi

Mulai Menular

1-3 bln

HIV (-)

Periode jendela

5-10 tahun

HIV (+)

AIDS

Gejala Infeksi HIV


Stadium 1
Beberapa hari/minggu sesudah terjadi
infeksi gejala seperti flu
Demam
Rasalemah/lesu
Sendi terasa nyeri
Batuk
Nyeri tenggorok

Kemudian hilang dengan sendirinya

Gejala
Stadium 2
Dapat berlangsung 5-10 tahun, pada
stadium ini pengidap tidak merasakan
gejala apa-apa, daya tahan perlahan
mulai menurun terus berlangsung
sepanjang tahun

Gejala
Stadium 3
Sudah mulai adanya penurunan sistem
kekebalan tubuh, selanjutnya timbul gejalagejala sebagai berikut:
Demam berkepanjangan
Berat badan turun (>10%dalam waktu 3 bulan)
Tubuh lemah, aktifitas terganggu
Pembengkakan kelenjar:leher, lipat paha, ketiak
Diare berkepanjangantanpa sebab yang jelas
Batuk dan sesak > 1 bulan, berkepanjangan
Kulit gatal-gatal+bercak merah kebiruan

Gejala
Stadium 4
Kekebalan sudah sangat menurun, pada
stadium ini pengidap sudah disebut AIDS
Gejalanya sebagai berikut:
Radang paru-paru : TBC, PCP
Radang saluran pencernaan:Toxo
Radang jamur di mulut, tenggorok
Kanker
Gangguan susunan syaraf

FENOMENA GUNUNG ES
Kasus yang muncul kepermukaan merupakan sebagian kecil dari
keadaan sebenarnya.
Menurut perkiraan WHO, bila yang terinfeksi 1 kasus HIV , maka
yang tersembunyi adalah 100-200 orang
Kasus tercatat

Kasus tersembunyi
(100-200 orang dari yang terdaftar/tercatat)

TES HIV
Tes Elisa (Enzyme Linked Immunosorbent Assay)
Wajib dilakukan terdarah transfusi, donor jaringan: sel
telur, sperma atau jaringan lainnya
Sebaiknya dilakukan pada :

Mempunyai perilaku berisiko tinggi


Pernah menjalani transfusi darah beberapa tahun yang lalu
Tidak sembuh dari gejala demamyang lama, batuk yang lama, diare
berkepanjangan serta ada riwayat berhubungan seks dengan
pengidap
Berat badan menurun tanpa sebab yang jelas serta ada riwayat
berhubungan seks dengan pengidap
Kuatir telah terpapar HIV

Dilaksanakan dengan sukarela


Hasil tes dirahasiakan

Tujuan tes HIV


Untuk screening pemeriksaan darah yang
digunakan untuk transfusi, transplantasi

Untuk surveillanse (survey dalam


kelompok tertentu)

Untuk diagnostik (menetap / menentukan


seseorang mengidap atau tidak)

Hasil tes HIV


Hasil tes positif (+) berarti
Seseorang mempunyai antibodi (zat anti) terhadap virus
HIV. Dengan demikian kemungkinan telah terinfeksi HIV.
Biasanya pemeriksaan tes diulang untuk memastikan
dengan sensitifitas yang lebih tinggi.
Tes elisa positif setelah 3 kali pemeriksaan dapat
dianggap HIV positif (+)

Hasil tes HIV


Hasil tes negatif (-) dapat berarti:
Orang tersebut tidak terinfeksi HIV
Orang tersebut terinfeksi HIV, tetapi tes tersebut
dilakukan pada periode jendela yaitu masa 1-3 bulan
sejak orang tersebut terinfeksi HIV. Tubuh masih belum
membentuk antibodi. Sebagian besar dalam 1 bulan
setelah infeksi virus seseorang HIV (+) telah dapat
deteksi.

PENCEGAHAN HIV / AIDS


Pencegahan untuk melindungi diri dari
HIV/AIDS:
Pencegahan melalui hubungan seksual
Pencegahan penularan melalui darah
Pencegahan penularan dari ibu kepada anak

Pencegahan melalui hubungan seksual

A
B
C

tidak melakukan hubungan seksual


(=Abstinence)
setia kepada pasangannya
(=Be Faithful)
mengunakan kondom secara benar
dan konsisten, bila salah satu
pasangan sudah terinfeksi HIV(=Condom)
Mempertebal iman dan takwa agar tidak
terjerumus kedalam hubungan seksual diluar
nikah

Pencegahan penularan melalui darah


Hindari transfusi dari darah yang sudah tercemar
(hal ini telah dilakukan mell screening tes,PMI)

Hindari memakai jarum suntik secara


bergantian/bersama (pada IDU)

Ketika menggunakan alat yang ditusukkan dalam


tubuh supaya disuci hamakan dahulu misal :
tatoo, alat cukur yang terkontaminasi

Pencegahan penularan dari ibu kepada anak


(bagi ibu ODHA)
Pertimbangkan kembali bila ingin hamil

Bila telah hamil pertimbangkan untuk


melahirkan melalui jalan lahir
mis : operasi caesar

Bila bayi telah lahir pertimbangkan kembali


untuk menyusui

Kesimpulan dalam pencegahan


ABSTINENCE

BE FAITHFUL

Using
no

EQUIPMENT

CONDOM

DRUGS

sterile

DAMPAK HIV AIDS


DAMPAK SOSIAL
DAMPAK terhadap PEMBANGUNAN
DAMPAK terhadap DEMOGRAFI
DAMPAK terhadap SEKTOR KES/FISIK
DAMPAK terhadap PSIKOLOGIS
DAMPAK terhadap PENDIDIKAN
DAMPAK terhadap ASPEK POLKAM
DAMPAK terhadap ASPEK EKONOMI

Situasi HIV/AIDS di Indonesia


Kasus AIDS pertama dilaporkan tahun 1987
Jumlah yang sebenarnya tidak diketahui
Kasus yang dilaporkan sd Desember 2004 :
- HIV = 3368
- AIDS = 2682
Estimasi ODHA tahun 2002 90.000 -- 130.000

60

Trend prevalensi HIV meningkat tajam pada IDUs


di Jakarta dan Bogor, tahun 1996 - 2002

Persen HIV positif

50

48
45

RSKO, Jakarta

40

41

Yayasan Kita, Bogor

30

30

20
16
14

16

10

1996

1997

(Sumber Data: P2M & PL)

1998

1999

2000

2001

2002

AIDS DI IND 10 TH TERAKHIR


PER 31 DES 04(Depkes)

KUMULATIF KASUS AIDS PER GOLONGAN


UMUR S/D AKHIR 2004 (DEPKES)
1600
1418
1400

1200
1000

800

686

600

400
235
200

119
17

14

<1

'1 - 4

56

85

47

0
'5 - 14

15 - 19

20 - 29

30 - 39

40 - 49

50 - 59

> 60

Tdk Diket

Kumulatif Kasus AIDS di Indonesia


Berdasarkan Cara Penularan
s/d 31 Desember 2003 (depkes0

Jalur penularan HIV semakin kompleks


Pengunaan napza pada berbagai kelompok rawan lain
(Depkes)
60

Pernah pakai napza jenis apapun

50

49.1

Pernah suntik napza


40
Persen

34.2

31.7

30
23.1

21.5

20.3

20

10

9.4
6.3
0.6

1.2

2.0

2.4

3.0

0.7

2.5

4.4
0.5

0
WPS Pelanggan
Pelanggan Waria
WPS (dari
WPS (dari
laporan ABK) laporan WPS
sendiri)

Pria PS

Lelaki sukaPelajar SMU


Pelajar SMU Anak
seks lelaki lelaki
perempuan Jalanan
(2000)

10 PROP. DGN KASUS AIDS


TERBANYAK S/D 31 DES 2004
TOTAL = 2.682 KASUS AIDS

PROGRAM PENANGGULANGAN
HIV/AIDS DI INDONESIA
2003 2007

Tujuan Umum :
Mencegah atau mengurangi penyebaran
HIV/AIDS serta mengurangi penderitaan
dan dampak sosial ekonomi dari penyakit

Tujuan khusus
Pencegahan HIV/AIDS melalui pendidikan
bertujuan:
1. Meningkatkan pengetahuan dan
pengembangan kemampuan penyampaian
informasi mengenai HIV/AIDS dan bahayanya.
2. Menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran
pentingnya perilaku hidup sehat dan
bertanggung jawab.
3. Meningkatkan dan membentuk perilaku hidup
sehat dan bertanggung jawab

target sasaran
a. KIE remaja dan pemuda

b. Setiap orang mampu melindungi


dirinya dari penularan IMS &
HIV/AIDS

Sasaran pencegahan HIV/AIDS


melalui pendidikan
1. Siswa pada jenjang pendidikan dasar dan
menengah serta mahasiswa pada jenjang
pendidikan tinggi.
2. Warga belajar pada jalur pendidikan luar sekolah.
3. Tenaga kependidikan yg mencakup pengelola
satuan pendidikan, guru, dosen, pembimbing,
pelatih, pamong belajar, penilik, pengawas, peneliti
dan pengembang di bidang pendidikan, laboran,
teknisi sumber belajar, pustakawan, dan
4. Penyelenggara dan tenaga administrasi satuan
pendidikan.

Tata cara pencegahan HIV/AIDS

1. Pencegahan HIV/AIDS bagi siswa pada jenjang

pendidikan dasar dilaksanakan melalui kegiatan


kurikuler dan ekstra kurikuler.

2. Pencegahan HIV/AIDS bagi siswa pada SLTA,


selain dilaksanakan melalui kegiatan kurikuler dan
ekstra kurikuler, juga melalui pendidikan sebaya,
dan pelayanan bimbingan dan konseling.

Tata cara pencegahan


3. Pencegahan HIV/AIDS kegiatan kurikuler pada SD,

SLTP dan SLTA dilaksanakan dgn mengintegrasikan


pengetahuan HIV/AIDS ke dalam mata pelajaran yg
relevan dan/atau menjadikanya sebagai bahan kajian
dalam kurikulum muatan lokal.

4. Pencegahan HIV/AIDS melalui kegiatan ekstra kurikuler

pada SD dan SLTP dilaksanakan oleh Tim Pelaksana


Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), organisasi siswa
intra sekolah (OSIS), Komite Sekolah atau wadah lain
yg ada di sekolah, dan dpt bekerja sama dengan
Puskesmas bagi siswa pada SLTA, selain dilaksanakan

melalui kegiatan kurikuler dan ekstra kurikuler, juga melalui


pendidikan sebaya, dan pelayanan bimbingan dan konseling.

Tata cara pencegahan

5. Pencegahan HIV/AIDS melalui kegiatan ekstra

kurikuler pada siswa SLTA, selain dilakukan melalui


UKS, OSIS, dan Komite Sekolah dilaksanakan juga
melalui kegiatan pramuka, palang merah remaja
(PMR), dan pecinta alam.
6. Pencegahan HIV/AIDS bagi mahasiswa di
lingkungan perguruan tinggi dilaksanakan melalui
pendekatan pendidikan sebaya, orientasi studi
pengenalan kampus (OSPEK) dan unit kegiatan
mahasiswa yg relevan.

Tata cara pencegahan


7. Pada perguruan tinggi yg memiliki
fakultas/jurusan/program studi yg berkaitan dgn ilmu
kesehatan, pencegahan
HIV/AIDS dilaksanakan
melalui kegiatan kurikuler.
7. Pencegahan HIV/AIDS bagi warga belajar pada program
Paket A dan Paket B, kursus-kursus dan satuan
pendidikan luar sekolah lainnya dilaksanakan melalui
kegiatan proses belajar mengajar dan pendekatan
pendidikan sebaya.
7. Pencegahan HIV/AIDS bagi tenaga kependidikan,
penyelenggara dan tenaga administrasi satuan
pendidikan dilaksanakan melalui pelatihan, penataran,
dan sejenisnya.

Kebijakan
Memutuskan
mata rantainasional:
penularan
Kerja sama lintas sektoral
Prioritas pencegahan melalui KIE
Hak memperoleh informasi bagi semua orang
ODHA dilindungi kerahasiaannya
Persamaan Gender
Hak memperoleh pelayanan pengobatan
perawatan dan dukungan tanpa diskriminasi bagi
ODHA
Peningkatan pelayanan kesehatan
Diagnosis secara sukarela
Screening terhadap darah dan produknya

Strategi :
Perencanaan lintas
sektor
Perkuat fungsi KPA
dan KPAD.
Azas desentralisasi
(Pemerintah pusat
menetapkan
kebijakan nasional).