Anda di halaman 1dari 23

TONSILITIS AKUT

Oleh :
dm. Rifa
dm Evin
Pembimbing :
dr. Selvianti, Sp. THT-KL

Pendahuluan
Latar belakang
Tonsil atau adalah massa yang terdiri
dari jaringan limfoid dan ditunjang oleh
jaringan ikat dengan kripta didalamnya
Tonsilitis sendiri adalah inflamasi pada
tonsil palatina disebabkan oleh infeki
virus atau bakteri. infeksi masuk melalui
hidung atau mulut, tonsil berfungsi
sebagai penyaring menyelimuti
organisme yangberbahaya dengan selsel darah putih.

Data epidemiologi penyakit THT


di 7 provinsi Indonesia,
prevalensi tonsilitis akut 36
kasus/1000 anak sebesar 3,8%
tertinggi kedua setelah
nasofaringitis akut (4,6%).

Tujuan Umum
Sebagai syarat untuk melewati rotasi Dokter Muda
pada bagian THT
Tujuan khusus
Mampu melaksanakan pengkajian secara menyeluruh
pada pasien tonsilitis akut
Mampu menganalisa dan menentukan masalah pada
pasien tonsilitis akut
Mampu melakukan intervensi dan implementasi untuk
mengatasi masalah yang timbul pada pasien tonsilitis
akut
Mampu mengevaluasi terapi yang telah diberikan
pada pasien dengan tonsilitis akut

BAB 2
Tinjauan Pustaka
Anatomi
Cincin Waldeyer terdiri atas susunan kelenjar
limfa yang terdapat di dalam rongga mulut yaitu
: tonsil faringeal, tonsil palatina, tonsil lingual
(tonsil pangkal lidah), tonsil Tuba Eustachius.

Fisiologi
Tonsil bertindak seperti filter untuk
memperangkap bakteri dan virus
yang masuk ke tubuh melalui mulut
dan sinus.
Tonsil juga menstimulasi sistem
imun untuk memproduksi antibodi
untuk melawan infeksi.
Aktivitas imunologi terbesar tonsil
ditemukan pada usia 3 10 tahun.

Tonsilitis akut
Definisi
Radang akut pada bagian tonsil yang
disebabkan oleh bakteri atau virus
Etiologi
Bakteri golongan streptokokus
(streptokus streptokokus hemolycitus,
viridians dan pyogeneses),
Virus influenza, serta herpes.

Patogenesis
Antigen droplet, makanan,
aerogen kuman masuk ke tonsil
melalui kripte patogen menembus
lapisan epitel sel sel fagositik
mononuklear gagal mengeliminasi
antigen menyebar melalui sistem
limpa infeksi tonsil
membengkak dan meradang fokal
infeksi tonsil

Klasifikasi
Tonsilitis Akut
Tonsiltis viral
Tonsilitis bakterial
Tonsilitis Membranosa
Tonsilitis difteri
Tonsilitis septik
Tonsilitis yang disebabkan karena Streptokokus
hemolitikus yang terdapat dalam susu sapi.
Angina Plaut Vincent (stomatitis ulsero membranosa)
Tonsilitis yang disebabkan karena bakteri
spirochaeta atau triponema yang didapatkanpada
penderita dengan higiene mulut yang kurang dan
defisiensi vitamin C.

Tonsilis Kronik
Tonsilitis kronik timbul karena rangsangan yang
menahun dari rokok, beberapa jenis makanan,
higiene mulut yang buruk, pengaruh cuaca,
kelelahan fisik, dan pengobatan tonsilitis akut
yang tidak adekuat.

Tonsilitis folikular
Permukaannya diliputi eksudat diliputi bercak
putih yang mengisi kripta tonsil yang disebut
detritus. Detritus ini terdapat leukosit, epitel
yang terlepas akibat peradangan dan sisa-sisa
makanan yang tersangkut.

Tonsilitis Lakunaris
Bila bercak yang berdekatan bersatu dan
mengisi lacuna (lekuk-lekuk)

Diagnosis
Anamnesis
Nyeri tenggorokan
Nyeri menelan, sulit menelan
Demam
Anoreksia
Pembengkakan pada kelenjar limfa
di leher
Otalgia

Pemeriksaan fisik
Pembesaran tonsil
Tonsil berwarna kemerahan
Terdapat detritus pada bagian pinggir
tonsil.
Faring juga dapat terlihat hiperemis
Mulut pasien bisa berbau akibat
terjadinya proses inflamasi pada bagian
tonsil.

Derajat Tonsilitis
TO
T1

: tonsil masuk di dalam fossa atau sudah diangkat

T2
T3

: 25-50% volume tonsil dibandingkan dengan volume orofaring

T4

: > 75% volume tonsil dibandingkan dengan volume orofaring

: <25% volume tonsil dibandingkan dengan volume orofaring


: 50-75% volume tonsil dibandingkan dengan volume orofaring

Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan penunjang yang dapat
dilakukan untuk memperkuat diagnosa
tonsilitis akut adalah pemeriksaan
laboratorium meliputi :
Leukosit : terjadi peningkatan
Hemoglobin : terjadi penurunan
Usap tonsil untuk pemeriksaan kultur
bakteri dan tes sensitifitas obat.

Penatalaksanaan
Penatalaksanaan medikamentosa
Antibiotik (pada tonsillitis karena Streptococcus):
Phenoximethyl penicillin 4 x 500 mg/hari, 5-10 hari
(anak-anak: 7,5-12,5 mg/kgBB/dosis, 4 x sehari)
Bila alergi terhadap penicillin, dapat diganti dengan
golongan makrolid (eritromisin, spiramisin,
azitromisin). Eritromisin 4 x 500 mg/hari, 5-10 hari
(anak-anak: 12,5 mg/kgBB/dosis, 4 x sehari)
Analgesik/antipiretik: paracetamol 3-4 x 500 mg, 35 hari
Obat kumur (Gargarisma Kan)

Nonmedikamentosa
Indikasi tonsilektomi menurut American Academy
of Otolaryngology Head and Neck Surgery Clinical
Indicators Compendium tahun 1995 menetapkan
Serangan tonsillitis lebih dari 3 kali pertahun walaupun
telah mendapatkan terapi yang adekuat.
Tonsil hipertrofi yang menimbulkan maloklusi gigi dan
menyebabkan gangguan pertumbuhan orofacial.
Sumbatan jalan nafas yang berupa hipertrofi tonsil
dengan sumbatan jalan nafas, sleep apneu, gangguan
menelan, gangguan berbicara, dan cor pulmonale.
Rhinitis dan sinusitis yang kronis, peritonsilitis, abses
peritonsil yang tidak hilang dengan pengobatan.
Nafas bau yang tidak berhasil dengan pengobatan.
Tonsillitis berulang yang disebabkan oleh bakteri grub A
streptokokus beta hemolitikus.
Hipertrofi tonsil yang dicurigai adanya keganasan.
Otitis media efusi atau otitis media supuratif.

Kontraindikasi
Diskrasia darah kecuali di bawah
pengawasan ahli hematologi
Usia di bawah 2 tahun bila tim anestesi
dan ahli bedah fasilitasnya tidak
mempunyai pengalaman khusus
terhadap bayi
Infeksi saluran nafas atas yang
berulang
Perdarahan atau penderita dengan
penyakit sistemik yang tidak terkontrol.
Celah pada palatum

Komplikasi
Abses pertonsil
Otitis media akut
Infeksi dapat menyebar ke telinga tengah
melalui tuba auditorius (eustochi)

Mastoiditis akut
Ruptur spontan gendang telinga lebih jauh
menyebarkan infeksi ke dalam sel-sel mastoid

Laringitis
Sinusitis
Rhinitis

Preventif
Menjaga hygine dan
menghindari paparan

Prognosis
Bonam

Terima kasih