Anda di halaman 1dari 65

dr.

Jacob Trisusilo
Salean
FK UNAIR - RSUD DR
SOETOMO

EMBRYOLOGY
Embryology Jacob. T. Salean,
MD

dr. Jacob Trisusilo Salean


FK UNAIR - RSUD DR SOETOMO
Embryology Jacob. T. Salean,
MD

Defenisi

Ilmu yang mempelajari tentang perkembangan embrio

Suatu perubahan pada embrio yang


dikenal dengan EMBRIOGENESIS

Embriogenesi
s

Proses pembentukan/perkembangan
embrio yang dimulai dari terjadinya
fertilisasi (pembuahan) yang
menghasilkan zigot,selanjutnya
berkembang membentuk individu baru
yang bervariasi dengan induknya.
Morfogenesis (pembentukan bentuk luar
embrio)

Organogenesis (pembentukan organ embrio)

ervinadewi28@yahoo.com

3/11/15

Embriologi
Oogenesis
Spermatogenesis
Organogenesis

Oogenesis
Proses pembentukan ael ovum
3 tahap oogenesis :
Proliferasi
Tumbuh
Pematangan

Oogenesis

Sel sel germinal primitif terdapat dalam embrio


perempuan pada akhir minggu ke III kehidupan
intra uterin.
Jumlah sel-sel germinal dalam ovarium janin
perempuan mencapai jumlah puncak sekitar 7
juta pada usia 5 bulan.
Terjadi degenerasi jumlah oosit 2 juta oosit primer
saat neonatus dan sebelum pubertas tersisa
300.000 400.000 menjelang pubertas anak

Di dalam ovarium
terdapat oogonium
(diploid).
Oogonium oosit
primer. (35 m
120 m).
Oosit primer
dilapisi dua atau
lebih lapisan sel
granulosa yang
dikenal sebagai
folikel primer.
Oosit
primer(meiosis I)
FSH oosit
sekunder (haploid)

Oosit sekunder dilapisi


lapisan sel folikel dikenal
sebagai folikel sekunder
membesar,
membentuk Folikel de
Graaf.
LH surge Folikel de
Graaf akan pecah dan
oosit sekunder akan
keluar, kemudian
memasuki tuba Fallopii
dan melanjutkan meiosis
II saat terjadi fertilisasi
8

SPERMATOGENESIS

SPERMATOGENESIS
Dibandingkan ovum, sel sperma sangatlah
kecil, hanya 4-5m (kepala)
Berkembang dari sel germinal
(spermatogonia), pematangan 70-80 hr, yang
terjadi setelah pubertas
Dihasilkan sel sertoli (tubulus seminiferus)
Dipengaruhi oleh hormon gonadotropin (FSH)
dan testosterone

Spermatogonia :
Struktur primitif , reproduksi dengan
mitosis, mendapat nutrisi dari sel sertoli
dan berkembang menjadi spermatosit
primer
Spermatosit
primer : diploid,
mengalami
meiosis I
spermatosit
sekunder.
Spermatosit
sekunder,
mengalami
meiosis II

12

A mature human
Spermatozoon

Gametogenesis

Mutiara Budi Azhar

13

Spermatozoa :
Kepala (head) :
nukleus, akrosom
Leher (neck) :
menghubungkan
kepala dengan badan
Badan (midpiece) :
berperan pada
motilitas
Ekor (tail) : mendorong
spermatozoa ke dalam
vas deferen dan
ductus ejakulatorius.
14

Pembentukan gamet

Gametogenesis

Spermatogenesis (pembentukan gamet jantan atau sel sperma)


Tahapan :
Spermatositogenesis
Spermatogonia
Mitosis

spermatosit primer (2n)


Miosis

spermatosit sekunder (n)

ervinadewi28@yahoo.com

3/11/15

15

miosis

berlangsung miosis II
spermatosit sekunder (n)

Spermatid (n)
spermiogenesis

Transformasi spermatid

spermatozoa

ervinadewi28@yahoo.com

3/11/15

16

Fertilisasi
Defenisi

Proses penyatuan atau peleburan inti sel telur (ovum)


dengan sel spermatozoa memnebtuk makhluk hidup
baru yang disebut dengan zigot.

Zigot berkembang (membelah) membentuk morula, blastula, grastula


dan fetus
Fungsi Fertilisasi :

a. Fungsi reproduksi : fertilisasi memungkinkan pemindahan unsur


genetik dari para tetuanya
b. Fungsi perkembangan : fertilisasi menyebabkan rangsangan pada
sel telur untuk menyelesaikan proses pembelahan miosisnya dan
membentuk pronukleus betina. Pronukleus betina akan melebur
(synggami) dengan pronukleus jantan (berasal dari inti sel
spermatozoa) membentuk zigot.
ervinadewi28@yahoo.com

3/11/15

17

Proses fertilisasi
Terjadi saat oosit sekunder yang mengandung ovum dibuahi
oleh sperma dan terjadi di tuba falopii dengan kajadian sebagai
berikut :

1. Penetrasi sperma
Oosit mengeluarkan fertilizin untuk menarik sperma agar
mendekatinya. Sperma harus menembus lapisan-lapisan
yang mengelilingi oosit sekunder dengan cara mengeluarkan
enzim hialuronidase untuk melarutkan senyawa hialuronid
pada corona radiata,lalu mengeluarkan akrosin untuk
menghancurkan glikoprotein pada zona pelusida dan inti
fertilizin agar dapat melekat pada oosit sekunder.

ervinadewi28@yahoo.com

3/11/15

18

Proses fertilisasi
2. Proses di sel telur
sel-sel granulosit di bagian korteks oosit
sekunder mengeluarkan senyawa tertentu agar
zona pelusida tidak dapat di tembus oleh
sperma yang lainnya.Penetrasi sperma akan
merangsang sel telur untuk menyelesaikan
proses miosis II yang menghasilkan 3 badan
polar dari satu ovum (inti oosit sekunder)

ervinadewi28@yahoo.com

3/11/15

19

Proses fertilisasi
3. Setelah penetrasi

Setelah sperma memasuki


oosit , nukleus pada kepala
sperma membesar dan
ekornya berdegenerasi

ervinadewi28@yahoo.com

3/11/15

20

Proses fertilisasi
4. Penggabungan inti

terjadi penggabungan inti sperma


yang mengandung 23 kromosom
(haploid) dengan inti ovum yang
mengandung 23 kromosom
(haploid) sehingga menghasilkan
zigot.

ervinadewi28@yahoo.com

3/11/15

21

Transportasi dan Implantasi


30 jam setelah fertilisasi, ovum yang telah
dibuahi
mitosis Cleavage Process
2 daughter cells (blastomer) sel tutipoten
12 jam 2nd cleavage 3rd cleavage 4th
cleavage (16-32 sel) morula (mulberry)
Pada stadium morula, embryo berpindah dari
tuba ke cavum uteri
inner cell mass (embrioblast) fetus
outer cell layer (trophoblast)
extramembryonic membrane dan plasenta
22

Trophoblast berproliferasi dan berdeferensiasi


menjadi 2 lapisan :
Lamina interna cytotrophoblast merupakan
sel-sel mononuclear
Lamina externa syncitiotropoblast terdiri
dari sel-sel yang berinti lebih dari 1 dan tidak
tampak batas antar selnya.
Syncitiotrophoblast invasi epithel dan jaringan ikat
endometrium dibantu enzim blastokista tertanam
menghasilkan hormon hCG dan mengambil nutrisi
dari sekresi endometrium

Pembelahan (Cleavage)
Tipe : Holoblastik tidak
teratur
Hasil pembelahan : setumpuk sel yang
bergerombol (morula). Umumnya pada tahapan
ini sel berjumlah 16 -32 sel.

ervinadewi28@yahoo.com

3/11/15

26

Blastula

Sel-sel embrio bermigrasi ke bagian kutub & membentuk


sebuah rongga (Blastocoel)

Blastula terdiri dari 2 macam sel :


1. Inner cell mast (embrioblast) : berkembang menjadi
embrio
2. Outer cell mast (trofoblast) : berkembang menjadi
Funikulus umbilikus (tali pusat), fungsi :
* sebagai kait pada endometrium
* Mengeluarkan enzim proteolitik yang mencerna &
mencairkan sel-sel endometrium menjadi cairan &
nutrien bagi blastula
Tahap ini embrio sudah berada dalam korpus uteri untuk
implantasi/ Nidasi

ervinadewi28@yahoo.com

3/11/15

27

Grastula
Merupakan proses pembentukan 3 lempeng daun
kecambah ( ektoderm, mesoderm & endoderm)
Masing-masing lempeng kecambah ini menyusu diri dan
berdiferensiasi membentuk bagian tubuh dari embrio

Lempeng kecambah

Bagian yang dibentuk

Ektoderm

Lapisan kulit & saraf

Mesoderm

Lapisan otot & pembuluh darah

Endoderm

Organ vital tubuh ( saluran cerna )

ervinadewi28@yahoo.com

3/11/15

28

ervinadewi28@yahoo.com

3/11/15

29

Tubulasi
Pertumbuhan yang mengiring pembentukan grastula atau
disebut juga dengan pembumbungan

Daerah bakal pembentukan alat dari ke tiga


lapis benih embrional, menyusun diri sehingga
berupa bumbung, berongga

ervinadewi28@yahoo.com

3/11/15

30

Neurulasi
Perkembangan sistem saraf fetus
Proses neurulasi :
Notokord menginduksi sel epitel ektoderm membentuk
lempeng saraf
Ke dua tepi lempeng saraf terjadi penebalan
membentuk
lipatan saraf
Bagian tengah lempeng saraf melekuk membentuk alur
saraf
Lipatan saraf pada alur saraf bergerak ke tengah
membentuk buluh saraf
ervinadewi28@yahoo.com

3/11/15

31

ORGANOGENESIS

ORGANOGENESIS
Bumbung epidermis :
Lapisan epidermis kulit, dengan derivatnya yang
bertekstur (susunan kimia) tanduk: sisik, bulu, kuku,
tanduk, cula, taji.
Kelenjar-kelenjar kulit: kelenjar minyak bulu, kelenjar
peluh, kelenjar ludah, kelenjar lender, kelenjar air mata.
Lensa mata, alat telinga dalam, indra bau dan indra
peraba.
Stomodeum menumbuhkan mulut, dengan derivatnya
seperti lapisan email gigi, kelenjar ludah dan indra
pengecap.
Proctodeum menumbuhkan dubur bersama kelenjarnya
yang menghasilkan bau tajam.
Lapisan enamel gigi.

ORGANOGENESIS
Bumbung endoderm :
Lapisan epitel seluruh saluran pencernaan mulai
faring sampai rectum
Kelenjar-kelenjar pencernaan misalnya hepar,
pancreas, serta kelenjar lender yang mengandung
enzim dlam esophagus, gaster dan intestium.
Lapisan epitel paru atau insang.
Kloaka yang menjadi muara ketiga saluran:
pembuangan (ureter), makanan (rectum), dan
kelamin (ductus genitalis).
Lapisan epitel vagina, uretra, vesika urinaria dan
kelenjar-kelenjarnya.

ORGANOGENESIS
Bumbung neural (saraf)
Otak dan sumsum tulang belakang.
Saraf tepi otak dan punggung.
Bagian persyarafan indra, seperti mata, hidung
dan kulit.
Chromatophore kulit dan alat-alat tubuh yang
berpigment

ORGANOGENESIS
Bumbung mesoderm
Otot:lurik, polos dan jantung.
Mesenkim yang dapat berdifferensiasi menjadi berbagai macam
sel dan jaringan Gonad, saluran serta kelenjar-kelenjarnya.
Ginjal dan ureter.
Lapisan otot dan jaringan pengikat (tunica muscularis, tunica
adventitia, tunica musclarismucosa dan serosa) berbagai saluran
dalam tubh, seperti pencernaan, kelamin, trakea, bronchi, dan
pembuluh darah.
Lapisan rongga tubuh dan selaput-selaput berbagai alat: plera,
pericardium, peritoneum dan mesenterium.
Jaringan ikat dalam alat-alat seperti hati, pancreas, kelenjar buntu.
Lapisan dentin, cementum dan periodontum gigi, bersama
pulpanya.

Sistem kardiovaskular
Primitive heart shape : mg ke-4
Denyut jantung bisa terdeteksi pada hari ke32 intrauterine : USG
Sel angiogenik pada mesoderm perikardial
heart tubes D/S bergabung menjadi satu
ruangan :
Sisi kranial : bulbus cordis, aorta
Sisi kaudal : menerima darah dari vitelline,
umbilical, cardinal veins sinus venosus
keduanya terfiksasi di perikardium S
shape

Sistem kardiovaskular
Atrium ke lateral aurikula D/S
Endocardial cushion membagi atrium
dengan ventrikel --- tapi meninggalkan 2
orificium (atrioventricular canals)
Pertumbuhan 2 septa yang overlap
atrium D/S -- tapi ada foramen ovale
mengalirkan darah dari atrium kanan ke kiri
menutup saat lahir

Darah yang mengandung oksigen berasal


dari plasenta v.umbilikalis cabang kiri
v.porta memotong kapiler liver duktus
venosus (menutup setelah lahir menjadi
lig.venosus) v.cava interior atrium
kanan foramen ovale atrium kiri
ventrikel kiri aorta seluruh tubuh janin
v.cava superior atrium kanan
ventrikel kanan a.pulmonalis duktus
arteriosus aorta a.umbilikalis
plasenta reoksigenasi
Saat lahir, duktus venosus, foramen ovale,
duktus arteriosus menutup

SIRKULASI FETUS

PERUBAHAN SETELAH LAHIR

Sistem Pencernaan
- Usus terbagi menjadi 3 seksi, dgn suplai
darah yg berbeda2 :
- Foregut berkembang menjadi esofagus
lambung, yg terbentuk menyerupai
kantong pd mgg ke 5 intrauterine, di bawah
lambung, dari aspek ventral foregut liver
berkembang. Struktur foregut mendapat
suplai dari a.coeliaca

Midgut mulai dari duodenum, di bag


ventral dan dorsal pankreas berkembang,
kemudian turun ke bawah membentuk
colon, dan mendapat suplai darah dari
a.mesenterika superior. Bagian usus ini
bertumbuh jauh lebih cepat dari vertebra
sehingga membentuk lingkaran yang
terfiksasi, menjadi colon ascenden dan
transversum.

Hindgut membentuk colon descenden


dan rektum, dan mendapat suplai dari
a.mesenterika inferior, meskipun kanalis
anus disuplai oleh a.rektum media dan
a.rektum inferior. Lien, terbentuk dari epitel
coelomic, mendapat suplai darah dari
a.coeliaca.

Sistem Respirasi
Tunasparuterbentukpadausia4minggu.
Dibentukdarisuatudivertikulumpadadindin
gventralususdepan,yangmeluaskearahka
udal
(divertikulumrespiratorium=tunasparu).
Mula
mulatunasparumempunyaihubunganterbuk
adenganususdepan,selanjutnyaterpisahme
njadi
bagiandorsalyaituesofagusdanbagianventr
alyaitu trakeadantunasparu

Saatpemisahandenganususdepan,tunas
paru
membentuktrakeadantunasbronkialis
Padaawalmingguke5masing
masingtunas
membesarmembentukbronkusutamakiri
dan kanan.
Bronkusutamakirimembentukduacabang
sekunderdankananmembentuktiga
cabangsekunderkiridualobusdankanan
tiga lobus.

Tunasparu berkembang terus menembus


ke dalam rongga selom (kanalis
perikardioperitonealis).
Akhirnya kanalis perikardioperitonealis
terpisah dengan rongga peritoneumdan
perikardium masingmasing oleh lipatan
pleuroperitoneal dan lipatan
pleuroperikardial Tersisa rongga
pleuraprimitif berkembang menjadi
pleuravisceralis (mesoderm)dan
pleuraparietalis (mesodermsomatik).

SISTEM REPRODUKSI

Bermula dari hasil fertilisasi sel telur +


spermatozoa zygote

Membelah (mitosis) stadium morula


blastula gastrula terbentuk 3 lapisan
tubuh : ektoderm mesoderm endoderm
dilanjutkan : organogenesis

Berawal dari tonjolan mesoderm yang


disebut Genetal Ridge (bumbung genetalis)
yang merupakan calon gonad (alat
reproduksi primer) yaitu testis (jantan) &
ovarium (betina)

Tergantung dari muatan kromosom sex


spermatozoa yang membuahi
Pada manusia umur kehamilan 4 minggu
(1 bln)
Telah terbentuk Genetal Ridge (calon
gonad) yang bersifat indiferent
Peristiwa penting yang terjadi migrasi sel
lembaga (germ cell) dari yolksac (kantong
kuning telur) ke genetal ridge, yang
nantinya akan menjadi sel gamet (oosit
pada betina, spermatozoa pada jantan)

Minggu ke 6-7 kehamilan :


- Genetal ridge terbagi menjadi 2 bagian :
a. medulla merupakan calon testis,
terdapat
sex cord yang nntinya akan berkembang
menjadi saluran di dalam testis
b. cortex merupakan calon ovarium, tidak
memiliki saluran karena tidak
mengandung sex cord
Jika spermatozoa Y yang membuahi
medulla yang terinduksi untuk berkembang
Spermatozoa X membuahi kortex yang
berkembang

ALAT REPRODUKSI SEKUNDER

Tumbuh dua saluran :


a. Ductus wolf : calon alat reproduksi
sekunder
jantan
b. Ductus muller : calon alat reproduksi
sekunder betina
Ujung akhir dari saluran berkembang menjadi
sinus urogenetalis membentuk tonjolan
keluar yang di sebut tuberositusgenetalis
menjadi calon organa genetalia externa

Seks Diferensiasi
Proses Terbentuknya Jenis kelamin
Indifferent Genetal Ridge
XY H-Y Antigen
XX

Testis

Sel Leydig Sel Sertoli

Androgen Mullerian Inhibitory


Ovary

Faktor (MIF)

Wolfian
Mullarian
Stimulation
Stimulation

Mullerian Duct

jantan Inhibition
Betina

Peristiwa Yang Terjadi Pasca Fertilisasi


Oleh Spermatozoa
1.

Yang membuahi spermatozoa Y :


Karena ada H-Y Antigen pada kepala
spermatozoa, akan berakibat :
a. Genetal Ridge berkembang menjadi
testis
b. Sekresi : Mullerian Inhibitory faktor
c. Sekresi : Androgen
d. Ductus Wolf yang berkembang
e. Terjadi individu jantan

2. Yang membuahi spermatozoa X :


Tidak ada H-Y Antigen, akan berakibat :
a. Genetal Ridge menjadi ovarium
b. Ductus Muller yang berkembang
c. Terjadi Individu betina

Ductus Wolf berkembang menjadi :


- Epidedimis
- Vasa Defferensia / Ductus Ejaculatorius
- Kel. Vesicula Seminalis
- Kel. Prostata

Sinus urogenetalis / tuberositus genetalis


menjadi :
- Urethra
- Kel. Bulbourethralis
- Penis
- Scrotum
- Preputium

Sisa sisa Ductus Wolf pada adalah


Ductus Gartner terletak pada ventral
vagina

Ductus Muller : berkembang menjadi


- Tuba Falopii
- Uterus
- Servic Uteri
- Vagina Proximal
- Kel. Vestibulae

Sinus urogenetalis / tuberositus genetalis


menjadi : - Vagina distal
- Clitoris
- Labium mayor / minor
- Vulva
- Kel. Bartolini

Sisa Ductus Muller pada adalah


utriculus prostatious / uterus masculinus
terletak pada appendix testis

Akibat variasi persenyawaan Ductus


Muller terjadi berbagai bentuk uterus

SELAPUT HYMEN

Batas antara saluran dari vagina proximal


dengan saluran dari vagina distal

Buntu : Hymen Imperforate

Terjadi hematocalpos : penumpukan darah


di vagina menekan rahim

Lubang lubang pada hymen :


- Bulan sabit
- Banyak kecil kecil seperti shower
- Bulan ditengah

Ketebalan elastisitas berbeda

IMPLANTASI DAN
PERKEMBANGAN PLASENTA

IMPLANTASI DAN PERKEMBANGAN


PLASENTA

Embryology Jacob. T. Salean,


MD

Cairan amnion
Volume + 50 cc pd 12 mgg, dan + 800900cc pd kehamilan aterm.
Dibentuk oleh sel primitif di sekitar
vesikel amnion, difusi cairan melintasi
membran amnion, dan sejak trimester ke
2 juga didapatkan kontribusi dari urine
dan sekresi paru janin.
Saat bayi mulai bisa menelan, cairan
ketuban ditelan, dicerna, dan diekskresi
lagi.

63

Cairan amnion
Jumlah cairan ketuban yang menurun
ditemukan pada agenesis renal dan
obstruksi saluran urinarius.
Jumlah cairan ketuban berlebih
ditemukan pada janin dengan kelainan
gerakan menelan, dan pada kasus spina
bifida, kehamilan multifetal, kehamilan
dengan diabetes, dan hemangioma
plasenta.

64

TERIMA
KASIH
Embryology Jacob. T. Salean,
MD