Anda di halaman 1dari 17

Aktivitas

turun
Nutrisi turun
stres

Antigen/
alergen

abnorm
al

alerg
i
A.I

S.I
Mic.org
Virus
Bact
Parasit
Obat
organis

Vak.
imu
nisa
si

I.M.PROTEK
SI

R.
I
R.I.H

R.I.
S
subnorm
al

Fisis
Kemis
Radiasi
termis

Vir hiv
Cytostatica
Radioterapi
Obat.imm.s

IM.Def

alergi VON PIRQUET (1906)


-Aktifitas berubah
Reaktifias berubah
Energi berubah
Atau : reaksi abnormal oleh adanya suatu
rangsangan

COCA dan COKE (1923)


Atopi : reaksi alergi yang dipengaruhi oleh
faktor keturunan (herediter)
Sensitisasi : membuat seseorang menjadi
reaktif terhadap zat asing
Hipersensitifitas : reaksi alergi

Antigen :
Zat asing yang dapat merangsang pembentukan
antibody

Syarat antigen

Umumnya protein asing


Berat molekulnya besar
Bentuknya tetap
Mampu menginduksi pembentukan
AB
Dapat dihancurkan oleh sel-sel tubuh
Penting jumlah optimaluntuk dapat
merangsang pembentukan AB cukup
tinggi

HAPTEN

Zat kimia
BM rendah/ kecil
Bila bergabung
dengan protein
badan>>>>>>antig
en

Reaksi alergi menurut


Gell & Coombs ada 4
type

Type I : reaksi cepat, reaksi anafilaksis, reaksi reagin


dependent, immedite hypersensitivity R
Type II : reaksi sito-toksik
Type III: reaksi antigen-antibody kompleks
Type IV : cell Mediated Immun Reaction

R Type I

Dasarnya :
-IgE melekat pada dinding sel mast
-antigen terikat oleh Fab dari IgE
-terjadi degranulasi sel mast
-pengeluaran vasoaktif amin
Timbul gejala klinik : vasodilatasi,
permeabilitas, perdarahan, exudasi, oedema,
obstruksi bronkhus, kontraksi otot polos

Contoh reaksi type I


-asma bronkial ekstrinsik
Rinitis alergika
Hay fever ( demam rumput)angioneuritik
Oedema
Alergi obat
Alergi makanan
Gigitan serangga
Anafilaksis sistemik
Dermatitis atopik
eksim

R Type II

Dasar :
Yang berperan IgG,IgM
Antigen pada dinding sel, dapat berupa Hapten
Antibody spesifik terikat antigen
Kadang-kadang mengikat komplemen
Sel lisis
Cara antigen masuk badan:
Kontak langsung dengan permukaan kulit
Jalan nafas( A. Inhalan)
Traktus Digestifus
parenteral

Macam alergen

Inhalan : debu rumah, tungau, jamur,


tepung sari, rumput, serpih kulit
Ingestan : susu, telur,ikan, kacangkacangan( makanan)
Injectan : obat-obatan Penisilin,
Streptomisisn (Parenteral)
Lain-lain : virus/ produk bakteri

Contactan : obat-obatan , zat-zat kimia

Contoh
reaksi type II

Alergi obat/zat kimia lain


Anemia hemolitik
Purpura
Trombositopenia,pansitopenia karena alergi obat
Beberapa penyakit auto imun
S.L.E
Thyroiditis Chronis
Acut Post Streptococcus G.Nephritis

Reaksi type
III

Ag-ab complex

Complement
activation

Platelet
aggregation

microth
rombi

Vasoact
ive
amine
release

Attract
Polym
orphs
Release proteolytic
enzymes and
polycationic proteins
from granules

Histam
ine
release

Contoh khas reaksi


type III
Arthus
phenomenon
Serum sickness
Penyakit autoimun

Contoh dalam klinik


Rheumatoid Arthritis
Serum Sickness Syndrome
Alergi Obat
Peri Arteritis Nodosa
Sub Acut/ Chronic G.N
Extrinsik Alergik Alveolitis

Reaksi type IV

Reaksi terjadi antra Ag Spesifik dengan


limfosit sensitif
Pelepasan Lymphokins
Menimbulkan sitotoksik langsun tanpa
melibatkan Ig dan complement
Ikatan antara Ag oleh T Limfosit
Pelepasan Mediator dengan aktifitas Biologis
yang luas (MAF)
Akibatnya memperbesar imun respons
seluler
Akumulasi sel macrofag & Lekocyt ke tempat
reaksi
Nekrose jaringan, ulserasi loka;

Contoh :
Sensitivitas reaksi terhadap TBC
Reaksi terhadap transplantasi
Tumor Imunitas
Contact Dematitis

SHOCK ORGAN
(ORGAN SASARAN )

Digunakan oleh DOERR(1922)


Organ atau jaringan tempat tinggalnya reaksi
alergi
Penyakit organ sasaran
asma

Jalan nafas

urtika

kulit

rinitis

hidung

migrain

s.s.p

diare

Tract digest

conjunctivitis
neuromialgia

Mucosa mata
Sistem neuro musk

Macam-macam tes :
Tes kulit
Tes provolasi Bronkial
Tes latihan (Exercise)

Lab penting
Jumlah Eosinofil
Kadar IgE dalam serum

Pemeriksaan lain
X foto : thorax
Sinus paranasalis

Karakteristik lain
Herediter (menurun)
Dapat dideteksi faktor pencetus
Intensitas lergen dipengaruhi
oleh faktor non alergen
Menunjukkan sifat hiperreaktif