Anda di halaman 1dari 34

HYPERTENSIVE RETINOPATHY

Pembimbing:
Dr. H. Dahriizal Sp. M
Disusun oleh:
Esepto Murzani

PENDAHULUAN

Retinopati hipertensi adalah kelainan atau perubahan vaskularisasi retina pada


penderita hipertensi

Kelainan ini banyak ditemukan pada usia lebih dari 40 tahun. Prevalensi yang
lebih tinggi juga ditemukan pada orang berkulit hitam dibandingkan orang kulit
putih

Terjadinya retinopati hipertensi adalah karena peningkatan tekanan darah yang


akan mengakibatkan pembuluh darah retina mengalami beberapa perubahan
patofisiologis sebagai respon terhadap peningkatan tekanan darah tersebut

Penatalaksanaan retinopati hipertensi bertujuan untuk membatasi kerusakan


dan menghindari komplikasi pada retina

ANATOMI MATA

ANATOMI MATA
Bola mata berbentuk bulat dengan panjang maksimal 24 mm, terbungkus
oleh 3 lapisan jaringan:
Sklera: jaringan ikat pembentuk bola mata, Terdapat kornea utk
mempermudah sinar masuk ke dalam mata.
Uvea/jaringan vascular: terdiri atas
Iris: terdapat pupil yg mempunyai otot yg mengatur sinar masuk ke
dalam bola mata yaitu otot dilator, otot sfingter iris, otot siliar
Retina: terletk paling dalam dan terdapat 2 macam sel yaitu sel
batang (cahaya redup), sel kerucut (warna), retina mempunya 10
lapisan yaitu:

Lapisan-lapisan retina :
1.

Membrana limitan interna, merupakan membran hialin antara retina dan badan kaca.

2.

Lapisan serabut saraf,yang mengandung akson akson sel ganglion yang berjalan menuju ke
Nervus Optikus. Di dalam lapisan lapisan ini terletak sebagian besar pembuluh darah retina.

3.

Lapisan sel ganglion, yang merupakan lapis badan sel dari pada Nervus Optikus.

4.

Lapisan pleksiform dalam, yang mengandung sambungan sambungan sel ganglion dalam
sel amakrin dan sel bipolar.

5.

Lapisan inti dalam, merupakan badan sel bipolar, amakrin dan sel horizontal. Lapisan ini
mendapat metabolisme dari arteri retina sentral.

6.

Lapisan pleksiform luar, yang mengandung sambungan sambungan sel bipolar dan sel
horizontal dengan fotoreseptor.

7.

Lapisan inti luar, yang merupakan susunan lapis nukleus, sel kerucut dan batang. Ketiga lapis
di atas avaskuler dan mendapat metabolisme dari kapiler koroid.

8.

Membrana limitan eksterna, yang merupakan membram ilusi.

9.

Lapisan fotoreseptor, merupakan lapis terluar retina terdiri atas sel batang yang mempunyai
bentuk ramping dan sel kerucut.

10.

Epitelium pigmen retina.

ANATOMI RETINA

Vaskularisasi
Dari 2 sumber
Khoriokapilaris berada tepat di luar membrana bruch, memperdarahi sepertiga
bagian luar retina
Arteri retina sentralis memperdarahi dua pertiga bagian sebelah dalam

FISIOLOGI RETINA

Terdapat 2 macam sel: sel batang ( melihat cahaya redup), sel kerucut
( warna)
Sel-sel kerucut terkumpul scr padat di bag. Tengah retina (fovea), fovea
terletak dalam makula yg paling sensitif terhadap cahaya
Cahaya mengenai sel2 sensitif cahaya berubah menjadi listrik dan di
sampaikan ke korteks visual melalui N. Opticus
Korteks visual akan merubah listrik tsb menjadi sebuah gambar.

RETINOPATI HIPERTENSI

DEFINISI

Kelainan atau perubahan vaskularisasi retina pada penderita hipertensi.

Hipertensi arteri sistemik merupakan tekanan diastolik > 90 mmhg dan tekanan sistolik >
140 mmhg.

Jika kelainan dari hipertensi tersebut menimbulkan komplikasi pada retina maka terjadi
retinopati hipertensi

KLASIFIKASI

Klasifikasi Keith-Wagener-Barker (1939)

Stadium
Stadium I

Karakteristik
Penyempitan ringan, sklerosis dan hipertensi ringan,
asimptomatis.

Stadium II

Dalam periode 8 tahun : 4 % meninggal


Penyempitan definitif, konstriksi fokal, sklerosis, dan nicking
arteriovenous

Stadium III

Dalam periode 8 tahun : 20 % meninggal


Retinopati (cotton-wool spot, arteriosclerosis, hemoragik)
Dalam periode 8 tahun : 80 % meninggal

Stadium IV

Edema neuroretinal termasuk papiledema


Dalam periode 8 tahun : 98 % meninggal

Klasifikasi Scheie (1953)

Stadium

Karakteristik

Stadium I

Penciutan setempat pada pembuluh darah kecil

Stadium II

Penciutan pembuluh darah arteri menyeluruh, dengan kadang-kadang


penciutan setempat sampai seperti benang, pembuluh darah arteri tegang,
embentuk cabang keras

Stadium III

Lanjutan stadium II, dengan eksudasi cotton, dengan perdarahan yang


terjadi akibat diastol di atas 120 mmHg, kadang-kadang terdapat keluhan
berkurangnya penglihatan

Stadium IV

Seperti stadium III dengan edema papil dengan eksudat star figure, disertai
keluhan penglihatan menurun dengan tekanan diastol kira-kira 150 mmHg

Modifikasi klasifikasi Scheie


Stadium

Karakteristik

Stadium 0 Tidak ada perubahan


Stadium I Penyempitan arteriolar
yang hampir tidak
terdeteksi
Stadium II Penyempitan yang jelas
dengan kelainan fokal
Stadium III Stadium II + perdarahan
retina dan/atau eksudat
Stadium IV Stadium III + papiledema

Klasifikasi Retinopati Hipertensi tergantung dari berat ringannya


tanda tanda yang terlihat pada retina
Retinopati
Mild

Moderate

Deskripsi

Asosiasi sistemik

Satu atau lebih dari tanda berikut : Penyempitan

Asosiasi ringan dengan penyakit

arteioler menyeluruh atau fokal, AV nicking,

stroke, penyakit jantung koroner dan

dinding arterioler lebih padat (silver-wire)

mortalitas kardiovaskuler

Retinopati mild dengan satu atau lebih tanda

Asosiasi berat dengan penyakit stroke,

berikut : Perdarahan retina (blot, dot atau flame-

gagal jantung, disfungsi renal dan

shape), mikroaneurisma, cotton-wool, hard

mortalitas kardiovaskuler

exudates
Accelerated

Tanda-tanda retinopati moderate dengan edema

Asosiasi berat dengan mortalitas dan

papil dan dapat disertai dengan kebutaan

gagal ginjal

Klasifikasi Retinopati Hipertensi di Bagian Ilmu Penyakit


Mata RSCM
Tipe

Funduskopi

Tipe 1 :

Arteri menyempit dan pucat, arteri meregang dan

Fundus hipertensi dengan atau tanpa retinopati, tidak


ada sklerose, dan terdapat pada orang muda.
Tipe 2 :

eksudat ada atau tidak ada.

Pembuluh darah mengalami penyempitan, pelebaran,

Fundus hipertensi dengan atau tanpa retinopati


sklerose senile, pada orang tua.
Tipe 3 :
Fundus

percabangan tajam, perdarahan ada atau tidak ada,

dan sheating setempat. Perdarahan retina, tidak ada


edema papil
Penyempitan arteri, kelokan bertambah fenomena

dengan

retinopati

hipertensi

arteriosklerosis, terdapat pada orang muda.


Tipe 4 :
Hipertensi progresif

dan

crossing, perdarahan multiple, cotton wall patches,


macula star figure.
Edema papil, cotton wall patches, hard exudates, soft
exudates, star figure yang nyata.

PATOFISIOLOGI
Tekanan darah tinggi persisten penebalan intima pembuluh darah, hiperplasia
dinding tunika media dan degenerasi hialin penyempitan arteriolar
Gangguan pada persilangan arteri-vena yang dikenal sebagai arteriovenous crossing,
dapat menyebabkan membeloknya venula pada persilangan (fenomena Gun)
Dinding arteriola bertambah tebal, sehingga warna kuning dari dinding yang tebal
bercampur dengan warna kolom darah, memberikan warna seperti tembaga, dikenal
sebagai cooper wiring
Jika bertambah tebal lagi dapat mengalami kalsifikasi dan terlihat sebagai garis putih, jika
menutupi kolom darah, arteriola terlihat seperti kawat perak (silver wire arteri)

PATOFISIOLOGI
Pembentukan eksudat kerusakan pada sawar darah
retina, nekrosis otot polos, dan sel-sel endotel, eksudasi
darah dan lipid, dan iskemik retina
Gambaran pada retina mikroaneurisma, hemoragik, hard
exudate, dan infark pada lapisan serat saraf yang dikenal
sebagai cotton wool spot

GEJALA KLINIK
Kronis
Gejala penyakit awal sering tidak dirasakan
Mengeluhkan sakit kepala dan nyeri pada mata
Penurunan penglihatan atau penglihatan kabur hanya terjadi
pada stadium III atau stadium IV

DIAGNOSIS
Anamnesis (riwayat hipertensi),
penglihatan yang menurun
buram dan seperti berbayang apabila melihat sesuatu

Pemeriksaan fisik (tekanan darah),


didapatkan tekanan diastol > 90 mmHg dan tekanan sistol > 140 mmHg

Pemeriksaan oftalmologi (funduskopi),


Pemeriksaan penunjang dengan angiografi fluorosens

Pemeriksaan oftalmologi (funduskopi),

Pemeriksaan penunjang dengan angiografi fluorosens

KOMPLIKASI
Oklusi Arteri Retina Sentralis (CRAO),
Oklusi Arteri Retina Cabang (BRAO),
Oklusi Vena Retina Cabang (BRVO)

DIAGNOSIS BANDING
Retinopati Diabetik
Katarak
Glaukoma
Kelainan refraksi

PENATALAKSANAAN
Membatasi kerusakan yang sudah terjadi serta menghindari
terjadinya komplikasi
Tekanan darah harus diturunkan dibawah 140/90 mmHg

Perubahan pola dan gaya hidup


Kontrol berat badan dan diturunkan jika sudah melewati standar berat badan seharusnya
Konsumsi makanan dengan kadar lemak jenuh harus dikurangi sementara intake lemak tak
jenuh dapat menurunkan tekanan darah.
Konsumsi alkohol dan garam perlu dibatasi dan olahraga yang teratur.

Jika sudah terjadi eksudat di makula, KWB stadium III, dan sudah terjadi
komplikasi maka fotokoagulasi laser dapat dipertimbangkan.
mengurangi konsumsi oksigen di bagian luar retina dan menyebabkan oksigen lebih mudah
berdifusi dari koroid ke bagian dalam retina, sehingga meningkatkan tekanan oksigen dan
mengurangi hipoksia

PROGNOSIS
Tergantung kepada kontrol tekanan darah
Keith wagener barker menentukan 5 year survival rate
berdasarkan tidak diberikan terapi medikamentosa yaitu
antara lain
Grade I : 4%,
Grade II : 20%,
Grade III : 80% ,
Grade IV : 98%.

KESIMPULAN

Retinopati hipertensi adalah kelainan atau perubahan vaskularisasi retina pada penderita
hipertensi

Jika kelainan dari hipertensi tersebut menimbulkan komplikasi pada retina maka
terjadilah retinopati hipertensi

Pada tahap awal, pembuluh darah retina mengalami vasokonstriksi secara generalisata.
Kemudian terjadi perubahan refleks pada pembuluh darah retina (copper wire),
perubahan pada arteriovenous nicking, cotton wool spot, perdarahan retina. Edema
diskus optikus dapat terlihat pada tahap akhir, dan merupakan indikasi telah terjadi
peningkatan tekanan darah yang sangat berat

Prognosis tergantung kepada kontrol tekanan darah

Terapi dengan mengobati faktor primer dengan obat hipertensi yang salah satunya
adalah golongan ACE inhibitor (kaptopril) sangat penting jika ditemukan perubahan pada
fundus akibat retinopati arterial. Fotokoagulasi laser juga dapat dipertimbangkan sebagai
penatalaksanaan yang terbukti memperbaiki oksigenasi bagian dalam retina.