Anda di halaman 1dari 14

Laporan Kasus:

ODS Hipermetropi + Presbiopi


Pembimbing: dr. Yulia, Sp.M

Dibuat oleh:
Hasyati Dwi Kinasih

1410221013

SMF Ilmu Kesehatan Mata


FK UPN Veteran Jakarta
RSUD Prof. dr. Margono Soekarjo
Purwokerto
2015

Identitas Pasien
Nama
: Ny. R.
Jenis Kelamin: Perempuan
Usia
: 67 tahun
Alamat
: Kedung banteng, Purwokerto
Pekerjaan : Ibu rumah tangga

Anamnesis

Keluhan Utama:
Pandangan kedua mata terasa kabur

Riwayat Penyakit Sekarang:


Keluhan dirasakan 1 tahun yll. Keluhan pandangan
kabur timbul perlahan awalnya tidak mengganggu,
namun lama kelamaan mengganggu penglihatan
jarak dekat. Pasien lebih senang membaca agak
dijauhkan meskipun saat melihat jauh agak buram.
Pasien juga mengaku kegiatan harian membaca koran
terganggu sehingga harus agak dijauhkan dan
mengernyitkan mata agar lebih jelas saat membaca
Pasien juga mengeluh mata pedas, cepat
lelah/pegal, kadang berair, tidak nrocos, mata merah
(-), pandangan berkabut (-)

Pasien baru pertama kali berobat ke poli mata


Pasien belum pernah menggunakan kacamata

Riwayat Penyakit Dahulu:

Riw. alergi obat: disangkal


Riw. Penggunaan obat jangka panjang: disangkal
Riw. DM: disangkal
Riw. Hipertensi: disangkal
Riw. Trauma, penyakit mata, operasi yang
berhubungan dengan mata: disangkal

Riwayat Penyakit keluarga: disangkal

Pemeriksaan

Status Presen:
Keadaan umum / kesadaran: Baik / compos
mentis
Tanda vital:

TD
N
RR
S

:
:
:
:

130/80 mmHg
78 x/menit
20 x/menit
36,3C

Status Oftalmologik
No

Pemeriksaan

OD

OS

0,7F

0,8

tdl

tdl

1.

Visus Jauh

2.

Visus dgn Kacamata


Sendiri

3.

Visus Koreksi

4.

Bola Mata

5.

Silia

6.

Palpebra Superior

edem (-), hiperemis


(-)

edem (-), hiperemis


(-)

7.

Palpebra Inferior

edem (-), hiperemis


(-)

edem (-), hiperemis


(-)

8.

Konjungtiva
Palpebra

sekret (-), hiperemis


(-), folikel (-)

sekret (-), hiperemis


(-), folikel (-)

9.

Konjungtiva Bulbi

sekret (-), injeksi (-)

sekret (-), injeksi (-)

S+1,00=1,0
Add S+3,00 J.2

S+0,75= 1,0
Add S+3,00 J.2

Hirschberg test 0,
gerak (N)

Hirschberg test 0,
gerak (N)

Madarosis (-),
trikiasis (-)

Madarosis (-),
trikiasis (-)

No Pemeriksaan

OD

OS

10

Sklera

Ikterik (-), injeksi


episklera (-)

Ikterik (-), injeksi


episklera (-)

11

Kornea

Infiltrat (-), ulkus (-),


erosi (-), keratic
presipitat (-),
keratokonus (-)

Infiltrat (-), ulkus (-),


erosi (-), keratic
presipitat (-),
keratokonus (-)

12

Bilik Mata
Depan

Dalam (+), tindal efek


(-), Hifema (-), Hipopion
(-)

Dalam (+), tindal efek


(-), Hifema (-), Hipopion
(-)

13

Iris

Coklat terang, bentuk


reguler, sinekia (-)

Coklat terang, bentuk


reguler, sinekia (-)

14

Pupil

bulat isokor, sentral


ukuran 2mm, RC (+)

bulat isokor , disentral


ukuran 2mm, RC (+)

15

Lensa

Keruh (-), iris shadow (-)

Keruh (-), iris shadow (-)

16

Reflek Fundus

(+)

(+)

17

Korpus Viterus

Tdl

Tdl

18

Tekanan
Intraokuli

Normal palpas

Normal palpasi

19

Sistem Kanalis
Lakrimalis

Edema (-), hiperemis (-)

Edema (-), hiperemis (-)

Ringkasan
Ny. R/ 67 tahun/ ibu rumah tangga
Anamnesis:

KU: pandangan mata kabur, onset 1 tahun, lokasi:


mata kanan & kiri
RPS: melihat dekat terganggu, melihat jaug lebih
nyaman walau agak buram, membaca koran
terganggu, mata pedas(+), cepat lelah (+),
kadang berair (+)
RPD: disangkal
RPK: dikeluarga tidak ada keluhan serupa

Pemeriksaan:
Status presen:
KU/Kes: Baik/CM
Tanda vital:

TD: 130/80 mmHg


N: 78 x/menit
RR: 20 x/menit
S: 36,3 C

Status Oftalmologis:
Visus jauh: OD: 0,7F S+1,00= 1,0
OS: 0,8 S+0,75= 1,0
Visus dekat ODS: S+3,00 J.2.

Diagnosis Banding
ODS
ODS
ODS
ODS

hipermetropi
presbiopi
miopi
astigmatisme

Diagnosis Kerja

ODS hipermetropi dan Presbiopi

Terapi

Kacamata sesuai koreksi:


S
Jauh

Ax

+1,00

+0,75

Dekat +3,00

+3,00

Ax

PD
58/60

Prognosis
No
.

OD

OS

1.

Quo ad visam

Ad bonam

Ad bonam

2.

Quo ad
sanam

Dubia Ad bonam

Dubia Ad bonam

3.

Quo ad vitam

Ad bonam

Ad bonam

4.

Quo ad
cosmeticam

Ad bonam

Ad bonam

Usulan / saran

Edukasi:
Penyakit mata yang dialami pasien merupakan
gangguan refraksi dan akomodasi yang
dipengaruhi usia
Membaca efektif, jarak baca minimal 30 cm
Mengistirahatkan mata