Anda di halaman 1dari 95

GAMBARAN RADIOGRAF

INFEKSI PERIAPIKAL

Lesi Radioopak
Definisi : gambaran radioopak/putih
pada daerah periapikal gigi.
Lesi terbentuk akibat inflamasi pada
pulpa atau hal lain.
Lesi radioopak dapat berupa:
condensing osteitis, hypercementosis
dan sclerotic bone.

Condensing Osteitis
Disebut juga focal sclerosing osteomyelitis.
Definisi : gambaran radioopak yang terlihat
di bawah apeks gigi yang sudah nonvital
dan biasanya memiliki lesi karies yang besar
atau tumpatan yang luas.
Penyebab : inflamasi pada pulpa yang
bersifat kronis.
Mekanisme : pulpa terinflamasi
merangsang respon tulang (periapikal)
tulang periapikal mengalami proliferasi
gambaran radioopak.

Condensing osteitis bervariasi dilihat


dari bentuk dan ketebalan dengan
lesi yang tidak terlihat menempel
pada akar gigi.

Gambaran Radiografi Condensing Osteitis

Gambaran Radiografi Condensing Osteitis

Gambaran Radiografi Condensing Osteitis

Hipersementosis
Definisi : deposisi cementum yang
berlebih pada akar gigi.
Penyebabnya tidak diketahui.
Terjadi pada kondisi :
gigi yang supraerupsi setelah kehilangan gigi
lawannya,
gigi yang pernah mengalami fraktur,
infeksi seperti sclerosing osteitis,
pasien dengan Paget disease,
dan hiperpituitari (gigantisme dan
akromegali).

Gejala klinis : tidak ada, sehingga pemeriksaan


radiografi berperan penting dalam menegakkan
diagnosis.
Perawatan : tidak memerlukan perawatan kecuali
disertai lesi inflamasi periapikal, namun dapat
menyulitkan proses ekstraksi gigi (bentuk akar).
Diagnosis Banding : dense bone island atau
cemento-osseous dysplasia (memiliki struktur
radiopak yang terlihat di sekitar akar gigi)
Perbedaan : Hipersementosis memiliki gambaran
khas membran periodontal normal meliputi
seluruh akar.

Gambaran Radiografis
Terjadi penebalan sementum pd
sepanjang/beberapa bagian permukaan
akar gigi.
Batas terluar halus, akumulasi
sementum berbentuk
irregular/bulbous (terlihat jelas pd
daerah apikal)
Lamina dura dan membran periodontal
normal dan tdk terputus.
Hasil pemeriksaan gigi vital.

Gambaran Radiografis Hipersementosis


(Pharoah & White, 2009)

Gambaran Radiografis Hipersementosis yang


Berhubungan dengan Paget Disease (Whaites,
2003)

Sclerotic Bone
dikenal dengan osteoclerosis atau
idiopathic periapical osteoclerosis .
Definisi : gambaran radiopak pada gigi
vital yang tidak ada karies.
Penyebab : tidak diketahui secara pasti,
namun tidak ada kaitannya dengan
respon inflamasi.
Lesi : tidak menempel ke gigi dan
bervariasi dalam bentuk dan
ketebalannya.

Gambaran Radiografi
Lesi radiopaque di periapikal atau meluas ke
lateral akar dengan ukuran bervariasi serta
batas lesi dengan tulang sekitar sulit
dibedakan,
kontinuitas lamina dura sulit dideteksi (lesi
menyatu dengan tulang).
Batas masing-masing lesi tersebut terlihat
lembut, irregular dan difus.
Batas lesi ini merupakan kelanjutan dari tulang
gigi tetangga dan tanpa radiolusen.
bersifat asimptomatik dan biasanya ditemukan
selama pemeriksaan radiografi rutin.

Gambaran Radiografi Sclerotic Bone

Lesi Radiolusen Infeksi


Periapikal

ABSES PERIAPIKAL

Definisi
Abses periapikal respon tubuh
akibat adanya infeksi pada pulpa gigi
Isi : cairan inflamasi yang bercampur
dengan sisa sel radang dan bakteri
dapat bersifat akut maupun kronis

Abses periapikal akut

radiografi

interpretasi
Aspek

Interpretasi

Mahkota

Radiolusen mencapai pulpa

Akar

Jumlah satu,dalam batas normal

Membran periodontal

Melebar

Lamina dura

Menghilang di 1/3 apikal gigi

Furkasi

Puncak tulang alveolar

Dalam batas normal

Periapikal

Mulai terdapat lesi radiolusen difus berbatas


tidak jelas dan tidak tegas diameter kurang
lebih 1,5 cm

Abses Periapikal Kronis

radiografi

interpretasi
Aspek
Mahkota

Interpretasi
Radioopak
mencapai
pulpa
Akar
Jumlah satu,tampak ada
bahan seperti bahan
pengisi
saluran
akar
hingga foramen apikal
Membran periodontal Melebar
Lamina dura
Terputus-putus
sepanjang akar gigi
Furkasi
Puncak
tulang Menurun 3 mm di
alveolar
bawah
CEJ
secara
horizontal
Periapikal
lesi
radiolusen
difus

Periapikal Granuloma

Definisi
lesi yang berbentuk bulat dengan
perkembangan yang lambat
berada dekat dengan apex dari akar
gigi
biasanya merupakan komplikasi dari
pulpitis
terdiri dari massa jaringan inflamasi
kronik yang berproliferasi diantara
kapsul fibrous

Patogenesis
Pertama, pulpa tidak dapat
mengkompensasi reaksi inflamasi
secara adekuat.
Inflamasi akan menyebabkan dilatasi
pembuluh darah dan meningkatnya
volume jaringan.

Kedua, pulpa hanya disuplai oleh satu


pembuluh darah yang masuk melalui
saluran sempit (foramen apikal).
Edema konstriksi pembuluh darah
jaringan pulpa tidak adekuat dalam
mekanisme pertahanan aliran darah
terputus nekrosis.
Ruangan pulpa dan jaringan pulpa yang
nekrotik akan memudahkan kolonisasi
bakteri.

Ketiga, karena gigi berada pada


rahang, maka bakteri akan menyebar
melalui foramen apikal menuju
jaringan periapikal.

Gambaran Radiografi
Gambaran
radiolusen
dengan batas
jelas dan tidak
tegas, membran
periodontal dan
lamina dura
menghilang.

Kista radikular

Kista radikular/periapikal
lesi yang timbul
diakibatkan respon
tubuh lebih lanjut
dari infeksi pada
pulpa gigi
granuloma periapikal
merespon epitel
malassez di
sekitarnya untuk
mengelilingi lesi
kista periapikal.

Ciri dan gambaran


radiografi
Umur : Biasanya
dewasa, 20-50 tahun
Frekuensi
: kista
pada rahang
terbanyak (70%)
Lokasi : apeks gigi
non-vital
Ukuran : diameter
1.5-3 cm
Bentuk : Bulat,
Unilocular

Batas
- Halus
- Berbatas jelas (well defined)
- Well corticated (batas berupa
korteks radioopak tebal)
Struktur Internal / radiolusensi
- radiolusen murni
Lamina Dura
- menghilang pada daerah lesi
Mebran Periodontal
- menghilang pada daerah lesi
Efek
- gigi yang berdekatan terkadang
teresorbsi, ekspansi bukal

Kista Radikular Residual


Kista radikular
residual adalah
kista radikular
yang tersisa
setelah gigi
penyebab
diekstraksi.

Ciri-ciri dan gambaran


radiografis
Umur
- dewasa, lebih dari 20
tahun
Lokasi
- apikal gigi pada rahang
Ukuran
- bervariasi, biasanya
berdiameter 2-3 cm
Bentuk
- Bulat, Unilocular
Batas
- Halus
- Berbatas jelas (well
defined)
- Biasanya well corticated
(batas berupa korteks
radioopak tebal)

Struktur Internal /
radiolusensi :
radiolusen murni
Lamina Dura :
menghilang pada
daerah lesi
Mebran Periodontal /
Periodontal ligament
space: menghilang
pada daerah lesi
Efek
: gigi yang
berdekatan terkadang
teresorbsi, ekspansi
bukal

TERIMA KASIH

Gambaran Radiograf
Infeksi Rahang

Kelompok D2:
Ooi Zee Wui
160110113025
Scecy Malika D.
160110110102
Rifa Rifatul M. 160110110104
Shahirah
160110113026
Ummi Arifach 160110110105
Georgiana Marsya
160110110107
Sia Jo Ann
160110113027
Kharisma Galuh S.
160110110108

Nadia Cantika H.
160110110110
Yuliafanny I.
160110110111
Pranindita A. Y. 160110110112
Adams Desto Edison
160110110114
Putu Ayu Pradnya S.
160110110115
Fathin Vania R. 160110110116
Winny Listyani 160110110117

Osteomyelitis

Definisi Osteomyelitis
Proses inflamasi disertai dengan destruksi
tulang dan disebabkan oleh infeksi
mikroorganisme. Infeksi ini dapat hanya
sebatas satu regio atau dapat meliputi
beberapa regio termasuk sumsum tulang,
korteks, periosteum, dan jaringan lunak
sekitarnya.

Tanda Klinis Osteomyelitis


1.
2.

Mandibula terlihat sangat menyimpang dari maksila


Pada kasus yang akut disertai dengan gejala yang parah,
kronis dengan gejala yang samar atau tanpa gejala tetapi
disertai dengan eksaserbasi
3.
Sakit dan bengkak
4.
Lymphadenopathy regional, demam, malaise
5.
Mobilitas gigi, perkusi positif
6.
Fistel
7.
Paresthesia pada bibir bawah (nervus mentalis)
8.
Trismus jika otot mastikatori dilakukan infiltrasi
9.
Mandibula membesar, asimetri rahang
10.Biasanya karena infeksi odontogenik. Gejalanya idiopatik,
kronis, nonsuppurative dapat terjadi pada orang dewasa, anakanak, dan remaja.

1.
2.

Gambaran Radiografi
Pada tahap Osteomyelitis
awal terdapat gambaran samar pada trabekula

tulang

Osteolytic areas (moth eaten), terlihat pada sela-sela tulang


normal

3.

Sequestrum, fragment tulang nekrosis

4.

Involucrum; sequestrum disekitar viable bone

5.

Terbentuknya tulang periosteal, terlihat onion skin

6.

Gabungan dari daerah ill-defined osteolytic dan ill-defined


osteosclerotic

7.

Area radioopak

8.

T1-weighted MRI : reduced signal from bone marrow

9.

T2-weighted and STIR MRI : high signal from bone marrow

10. T1-weighted post-Gd MRI : peningkatan kontras dari bone marrow


dan jaringan lunak di sekitarnya
11. T1-weighted,T2-weighted,and STIR MRI : low signal from sequestra

Gambar. Osteomyelitis pada


mandibula; 58 tahun;
dengan rasa sakit dan
pembengkakan pada
perimandibular. A.
Panoramik memperlihatkan
kerusakan tulang yang difus
dan suspek sequestrum
caudad untuk gigi premolar.
B. Axial CT image
memperlihatkan destruksi
dari foramen mentale
sampai daerah molar dan
defek pada tulang kortikal
lingual tetapi tidak terdapat
squestrum

Gambar. Osteomyelitis
mandibula; wanita 46 tahun,
sakit pada regio molar yang
telah diektraksi, pembengkakan
di perimandibular. A. Panoramik
memperlihatkan gambaran
difus yang menunjukkan
adanya destruksi tulang
(panah). B. Axial CT image
memperlihatkan gambaran
difus yang menunjukkan
adanya destruksi tulang pada
tulang kortikal bukal (panah)
dan sequestrum (kepala
panah).

Gambar. Osteomyelitis
mandibula; wanita 68
tahun dengan keluhan
sakit, selulitis
mandibula, bengkak
difus di daerah leher.
Axial CT image
memperlihatkan
gambaran motheaten dan
penyebaran infeksi
bilateral (panah)

Gambar. Osteomyelitis mandibula; wanita 25 tahun dengan molar yang telah


diekstraksi akibat terapi endodontik yang gagal, penyebaran infeksi mandibula
tetap terjadi meskipun telah dilakukan terapi antibiotik, sedikit sakit. A. Panoramik
memperlihatkan destruksi di regio molar dengan tulang sclerotic yang terlihat
difus (panah). B. Panoramik yang dilakukan 1 tahun kemudian memperlihatkan
perbaikan dari tulang alveolar, tetapi progres destruksi tulang di area caudad
(panah) yang terlihat seperti honey-bobble memerlukan diagnosis tumor.

Gambar. Osteomyelitis mandibula; wanita 25 tahun dengan molar yang telah


diekstraksi akibat terapi endodontik yang gagal, penyebaran infeksi mandibula
tetap terjadi meskipun telah dilakukan terapi antibiotik, sedikit sakit. C. Axial CT
image memperlihatkan destruksi tulang yang parah dengan defek kortikal, tetapi
tidak ada keterlibatan periosteal. D. Axial CT image memperlihatkan multiocular
appearance pada lower mandibular border dan sclerosis (panah). E. Axial T1weighted pre-Gd MRI memperlihatkan penurunan sinyak di bone marrow (panah). F.
Axial T1-weighted post-Gd MRI memperlihatkan contrast enhancement (panah)

Gambar. Osteomyelitis mandibula; wanita 25 tahun dengan molar


yang telah diekstraksi akibat terapi endodontik yang gagal,
penyebaran infeksi mandibula tetap terjadi meskipun telah
dilakukan terapi antibiotik, sedikit sakit. G. Coronal STIR MRI
memperlihatkan intensitas sinyal pada bone marrow (panah).
Surgical decortication untuk osteomyelitis dan bukan tumor.

Gambar. Osteomyelitis denagn penyebaran


mencapai otot masseter; Pria 55 tahun dengan
pembengkakan di parotis dan daerah pipi
setelah ektraksi gigi beberapa bulan yang lalu;
tidak sakit. D. Axial T2-weighted MRI shows
focus of increased signal surrounded by low
signal rim in masseter muscle, consistent with
encapsulated abscess (panah). E. Axial T1weighted pre-Gd MRI shows intermediate signal
(panah). F. Axial T1-weighted post-Gd MRI
shows contrast enhanement (panah)

Gambar. Osteomyelitis mandibula;


wanita 72 tahun dengan keluhan,
sedikit sakit dan adanya
pembengkakan 3 tahun setelah
ekstraksi, dan sekarang terjadi
parestesi nervus mentalis. A.
Panoramik memperlihatkan gambaran
difus sclerotic (panah) dan small focus
pada destruksi tulang (kepala panah).
B. Axial CT image memperlihatkan
gambaran difus, penyebaran sclerotic
pada mandibula kanan melewati garis
median. C. Coronal CT image melalui
foramen mentale memperlihatkan
destruksi tulang yang parah (panah),
hal ini menyebabkan parestesia. D.
Axial CT 7 tahun kedepan masih
memperlihatkan sclerotic
osteomyelitis, disertai exacerbation
dan sequestration (kepala panah)

Osteomyelitis dengan
Periostitis

Osteomyelitis dengan
Periostitis
Periostitis ossificans
Periostitis proliferatif

Osteomyelitis dengan
Periostitis
Definisi osteomyelitis yang
didominasi oleh pembentukan tulang
baru periosteal.

Tanda Klinis
Terutama terjadi pada anak-anak dan
dewasa muda
Terdapat pembengakakan pada
unilateral rahang, asimetris
Dapat juga bilateral
Gejala biasanya tidak jelas
Sebagian besar pada mandibula

Gambaran Radiologi
Adanya ekspansi kortikal dengan
pembentukan tulang periosteal pada
aspek bukal, lingual, dan inferior
Adanya karakteristik tampilan onion
skin
Biasanya terdapat destruksi tulang

Osteomyelitis
dengan Periostitis
Gambar. Osteomyelitis dengan
periostitis,
pada
mandibula
seorang anak perempuan berusia
7 tahun dengan pembengkakan
yang
berubah-ubah
pada
perimandibula,
tidak
nyeri,
kemungkinan dikarenakan trauma
pada mandibula satu bulan yang
lalu. A. Gambaran panoramic
menunjukkan
tidak
ada
abnormalitas kecuali ada sedikit
reaksi periosteal. B. Gambaran
panoramic dua bulan setelah
trauma menunjukkan lebih jelas
reaksi periosteal. C. Gambaran CT
aksial
menunjukkan
reaksi
periosteal pada bukal yang berat.
D.
Gambaran
CT
koronal
menunjukkan mandibula sklerotik
dengan penebalan hampir dua
kali
normal
dengan
kanal
manibula radiolusen.

Osteomyelitis
dengan Periostitis
Gambar. Osteomyelitis dengan
periostitis mandibula, pada
sorang anak perempuan berusia
12 tahun dengan riwayat 3
minggu pembengkakan gingival
yang dimulai kurang dari 1
minggu setelah pemasangan
braket ortodonti. A. Gambaran
panoramic menunjukkan
destruksi difus pada area
premolar. B. Gambaran CT aksial
menunjukkan destruksi tulang
dan reaksi periosteal pada area
premolar. C. Gambaran CT aksial
menunjukkan reaksi periosteal
pada gigi. D. CT aksial, jaringan
lunak, menunjukkan
pembengakakan yang konsisten
difus pada jaringan lunak
dengan inflamasi infiltrasi.

Osteomyelitis
dengan Periostitis
Gambar. Osteomyelitis
dengan periostitis, pada
seorang anak laki-laki
dengan pembengkakan
mandibula kanan dan
nyeri dalam beberapa
bulan. A. Gambaran
panoramic menunjukkan
reaksi periosteal. B.
Gambaran CT aksial
menunjukkan destruksi
tulang bukal pada benih
gigi molar kedua. C.
Gambaran CT aksial
menunjukkan perluasan
tuang periosteal, bukal
dan lingual.

Osteomyelitis
dengan Periostitis
Gambar. Osteomyelitis
dengan periostitis,
mandibula; pada anak
perempuan berusia 10
tahun dengan
pembengkakan wajah dan
keterbatasan dalam
membuka mulut. A.
Gambaran CT koronal
menunjukkan reaksi
periosteal pada bukal dan
lingual. B. Gambaran CT
koronal menunjukkan
reaksi periosteal
semilunar incisures. C.
Gambaran CT koronal
menunjukkan reaksi
perluasan pada prosesus
koronoid.

Osteomyelitis
dengan Periostitis

Gambar. Osteomyelitis dengan periostitis, mandibula;


pada anak perempuan berusia 11 tahun dengan nyeri dan
terbatas dalam membuka mulut selama 6 bulan,
disebabkan karena arthtitis juvenil. A. Gambaran CT
koronal menunjukkan perluasan tulang periosteal bilateral
pada ramus. B. Gambaran CT aksial menunjukkan
karakteristik onion skin pada tulang periosteal.

Osteomyelitis
dengan Periostitis
Gambar. Osteomyletis dengan
periostitis, mandibula; pada
seoorang anak perempuan
berusia 16 tahun dengan
riwayat infeksi, dengan
perkembangan wajah asimetri
setelah perawatan endodontic
yang tidak berhasil pada molar
pertama dan kedua yang
akhirnya diekstraksi.A.
Gambaran CT aksial
menunjukkan tulang mandibula
sklerotik dan menebal. B.
Gambaran CT aksial, 1 tahun
follow-up, menunjukkan area
destruksi tulang yang lebih
kecil. C. Gambaran CT aksial, 2
tahun follow-up, menunjukkan
area destruksi tulang yang lebih
besar. D. Koronal, STIR MRI, 2
tahun follow-up, menunjukkan
konsistensi sinyal yang tinggi
dengan inflamasi aktif.

Osteomyelitis
dengan Periostitis
Gambar. Osteomyelitis dengan
periostitism mandibula; pada
wanita berusia 25 tahun
dengan riwayat 4 tahun infeksi;
setelah periode 3 tahun karena
pengobatan antibiotic dan
hiperbarik oksigenik, nyeri
dipipi kanan. A. Gambaran
coronal CT menunjukkan
sklerotik, penebalan ramus. B.
Gambaran coronal CT, 3 tahun
follow-up, menunjukkan are
destruksi tulang. C. Koronal
STIR-MRI menunjukkan
pengurangan sinyal pada
susum tulang. D. Aksial T1weighted pre Gd-MRI
menunjukkan peningkatan
kontras secara konsisten
dengan aktivitas inflamasi.
Intervensi bedah menunjukkan
aktivitas inflamasi (jaringan
granulasi).

OSTEOSCLEROSIS

Dikenal sebagai daerah tulang yang


tebal, enostoses atau idiopathic
osteosclerosis
Dapat ditemukan pada semua tulang
endochondral termasuk rahang
Mirip dengan sclerosing osteitis tetapi
tidak berkaitan dengan inflamasi
Secara histologis terlihat seperti
sebuah daerah tulang cortical normal
dalam medullary cavity.

Osteosclerosis
Definisi
Pertumbuhan lokal
dari tulang compact
yang berkembang
didalam tulang
cancellous.
Clinical Features
Asimtomatik

Sumber :
Cawson. R. A & Odell. E. W
(2008)

Radiographic Features
Lokasi
Lebih umum pada mandibular
Terjadi paling sering di area premolar-molar
Tidak berhubungan dengan ada atau
tidaknya gigi.

Periphery
Batas osteosclerosis biasanya dapat terlihat
dengan baik tetapi terkadang menyatu
dengan trabekula dari tulang disekitarnya.
Tidak terlihat adanya tepi radiolusen
ataupun kapsul

Internal Structure
Aspek internal dari osteosclerosis biasanya
gambaran radiopaque yang merata tanpa
adanya pola karakteristik,
Tetapi kadang tergantung dari bentuk dan
ketebalannya, mungkin terdapat beberapa
daerah yang terlihat lebih radiolusen.

Efek terhadap struktur disekitarnya


Pada beberapa kasus, osteosclerosis terletak
pada bagian periapikal dari akar gigi dan
berhubungan dengan resorpsi eksternal akar.
Gigi yang biasanya terlibat adalah M1
mandibula.
Pada semua keadaan, gigi masih vital dan
resorpsi akar terlihat self-limiting.

Sumber : White, S.C., dan Pharoah,


M.J. (2009)
A. Osteosclerosis yang terletak pada apical gigi P1
B. Osteosclerosis yang lebih tebal diantara
premolar 1 dan 2

Sumber : White, S.C., dan Pharoah,


M.J. (2009)

C. Osteosclerosis yang menyebabkan resorpsi eksternal akar.


D. Osteosclerosis yang tebal pada corpus mandibula.

Differential Diagnosis
Osteosclerosis

Periapical Cemental
Dysplasia

Sumber : White, S.C., dan Pharoah, M.J. 2009. Oral Radiology Principles
and Interpretation Sixth Edition. Toronto: Mosby Elsevier.

Differential Diagnosis
Osteosclerosis

Hypercementosis

Sumber : White, S.C., dan Pharoah, M.J. 2009. Oral Radiology Principles and
Interpretation Sixth Edition. Toronto: Mosby Elsevier.

Osteoradionekrosis

Definisi
Merupakan efek jangka panjang dan
paling serius dari radioterapi.
Kondisi ini digambarkan saat terjadi
gagalnya proses penyembuhan
dalam kurun waktu minimal 3 - 6
bulan pada 1 cm lebih dari area
tulang yang teradiasi.

Etiologi
Presentasi awal dikaitkan dengan
pemberian terapi radio dosis tinggi
(<70 gray).
saat fungsi degradatif melebihi produksi
tulang baru.

Presentasi akhir trauma kecil seperti


cedera yang terkait dengan gigi, ulser,
atau pencabutan gigi yang bisa
mengganggu kemampuan reparasi
tulang yang cedera akibat radiasi.

Gambaran Klinis
Lebih sering mengenai mandibula
Spektrum luas
akut maupun kronis, supuratif maupun nonsupuratif, dan disertai rasa sakit maupun tidak.

Jaringan lunak juga dapat terkena.


folikel-folikel rambut yang hilang, perubahan
tekstur permukaan, dan perubahan warna
dapat pula terlihat mukosa intraoral kering
disertai sputum berbuih.

Trismus, fistula, dan fraktur patologis dapat


ditemukan pada kasus yang lebih berat.

Gambaran Radiografi
Tampilannya tidak selalu hanya
merupakan daerah radiolusen pada
foto, tetapi dapat juga merupakan
daerah kecil radiolusen yang
tersebar di seluruh tulang radiopak.

Sebuah pemeriksaan detail daerah


radiolusen dapat menunjukkan
sequestrum di pusat.
sequestrum muncul lebih radiopak dari
tulang sekitarnya.

Pendeteksian mungkin memerlukan


pencahayaan daerah radiolusen film
dengan sumber cahaya yang kuat.

CT unggul untuk mengungkapkan


struktur internal dan sequestra.

Gambar Osteoradionekrosis mandibula


pada pasien berusia 79 tahun
Gambar CT Axial menunjukkan kerusakan parah pada mandibula sebelah kiri.
Gambar 3D CT menunjukkan destruksi parah pada tulang kortikal bukal
Gambar spesimen bedah
(Sumber: Maxillofacial Imaging)

Gambar Resorpsi Tulang Kortikal pada


Osteoradionekrosis
(Sumber: Oral Radiology Principles and Interpretation 6 th
edition)

Gambar Osteoradionekrosis pada


Maksila

(Sumber: Oral Radiology Principles and Interpretation 6 th


edition)

Pengobatan
Pendekatan bedah (Contohnya
dekortikasi dengan sekuestrektomi)
dan terapi oksigen hiperbarik (HBO)
dengan antibiotik.
telah digunakan dengan keberhasilan
yang terbatas karena sulit sembuh
setelah operasi.

ABSES
Pus pada tulang atau jaringan
lunak.

Tanda Klinis

Bengkak dan sakit


Kemerahan dan terasa hangat
Trismus
Demam dan malaise
Sukar untuk menelan
Masalah pernafasan

Ciri Khas Radiografis


Kerusakan tulang jika infeksi di tulang.
Tampak bulat atau struktur jaringan lunak
lobulated dengan meningkatkan pelek perifer
dan hipodens (nekrotik) pusat.
T2- weighted MRI dan STIR: high-signal pusat
dikelilingi low-signal perifer
T1-weigheted pre-Gd MRI: intermediate signal
T1-weighted post-Gd MRI: tidak ada
peningkatan kontras kecuali perifer
Phlegmon atau celulitis akan meningkat
secara difus dan kemudian secara
keseluruhan

Abses Submandibular
22 bulan, laki-laki dan
pernah ada massa di
leher kiri, radang
tenggorokan dan demam.
Gambaran axial CT,
jaringan lunak
menunjukkan bagian
anterior dan lateral ke
kelenjar submandibular
kiri terdapat hipodense
nodular, struktur bulatan
di hyperintense rim.

Gambaran axial
CT, jaringan
lunak
menunjukkan
abses dikelilingi
infiltrasi fat
planes yang difus
dan penyebaran
di servikal
limfadenopati.

Abses Parapharyngeal
24 tahun, wanita
dengan
pembengkakan
pharyngeal
setelah ekstrasi
molar ketiga yang
terinfeksi.
Panoramic
menujukkan soket
gigi dan molar
pertama di maxilla
yang terinfeksi

Gambaran axial
CT, jaringan
lunak
menunjukkan
abses dari
soket gigi
merebak secara
parapharyngeal
.

Gambaran
axial CT,
jaringan lunak
menunjukkan
abses
menyempitkan
ruang udara.

Abses di Pipi
31 tahun, wanita
dengan infeksi
dental, sakit and
bengkak di palatal
dan pipi. Pernah ada
multiple abses
dental.
Gambaran coronal
CT jaringan lunak
menujukkan
pembengkakan di
palatal. Terdapat
koleksi gas yang
kecil dekat dengan
alveolar proses dan
abses di dalam pipi.

Gambaran
coronal CT
jaringan
lunak
menujukkan
pipi normal
setelah 4
tahun.

Referensi

Cawson. R. A & Odell. E. W. 2008.Cawsons Essentials of Oral Pathology and


Oral Medicine. 8th ed. Philadelphia: Churchill Livingstone Elsevier.
Ingle, J.I., Bakland L.K. 2002. Endodontics 5th ed. Hamilton (ON): BC Decker.
Knipe, Henry, dan Weerakkody, Yuranga. 2013. Osteoradionecrosis,
http://radiopaedia.org/articles/osteoradionecrosis, (diakses 15 Januari 2015)
Larheim, T.A. and P.-L. Westesson. 2006. Maxillofacial Imaging. New York.
Springer
Larheim, Tore, dan Westesson, Per-Lennart. 2008. Maxillofacial Imaging.
Inggris: Springer
Pharoah, Michael, dan White, Stuart. 2009. Oral Radiology Principles and
Interpretation. Toronto: Mosby Elsevire.
Rayat, Sukh, dkk. 2014. Osteoradionecrosis of the mandible: Etiology,
prevention, diagnosis, and treatment, http://www.bioline.org.br/pdf?
pl07033, (diakses 15 Januari 2015)
White, S.C., dan Pharoah, M.J. 2009. Oral Radiology Principles and
Interpretation Sixth Edition. Toronto: Mosby Elsevier.

Pertanyaan :
Robert : T1 atau T2 mri ?
Perbedaan kontras dari gambaran MRI
T1 untuk jaringan lemak yang banyak
bergambar putih pada MRI
T2 untuk jaringan yang mengandung air,
biasanya pada jaringan patologi