Anda di halaman 1dari 57

Pengelasan GTAW

Gas Tungsten Arc Welding (GTAW) atau sering


juga disebut Tungsten Inert Gas (TIG) merupakan
salah satu dari bentuk las busur listrik (Arc Welding)
yang menggunakan inert gas sebagai pelindung
dengan tungsten atau wolfram sebagai elektrode.

Karakteristik Pengelasan GTAW/TIG


Pengerjaan secara manual maupun otomatis.
Tidak memerlukan fluks atau sambungan kawat sebagai

pelindung.
Elektroda pada GTAW termasuk elektroda non-consumable.
Hasil las berkualitas tinggi pada semua las.
Digunakan pada stainless steel dan logam ringan lainnya seperti
alumunium, magnesium dan lain-lain.
Gas Inert yang biasa digunakan adalah wolfram.
Elektroda tungsten bukan sebagai filler metal, sehingga perlu
filler metal dari luar untuk mengisi gas sambungan.
Tenaga yang dibutuhkan berupa tenaga listrik AC/DC.
Menggunakan arus searah/bolak balik.

Prinsip Pengelasan GTAW/TIG


Panas dari busur terjadi diantara elektrode tungsten dan logam induk
akan meleburkan logam pengisi ke logam induk di mana busurnya
dilindungi oleh gas mulia (Ar atau He) Las listrik TIG (Tungsten Inert
Gas = Tungsten Gas Mulia) menggunakan elektroda wolfram yang
bukan merupakan bahan tambah. Busur listrik yang terjadi antara
ujung elektroda wolfram dan bahan dasar merupakan sumber panas,
untuk pengelasan. Titik cair elektroda wolfram sedemikian tingginya
sampai 3410 C, sehingga tidak ikut mencair pada saat terjadi busur
listrik. Tangkai listrik dilengkapi dengan nosel keramik untuk
penyembur gas pelindung yang melindungi daerah las dari luar pada
saat pengelasan. Sebagian bahan tambah dipakai elektroda tanpa
selaput yang digerakkan dan didekatkan ke busur yang terjadi antara
elektroda wolfram dengan bahan dasar. Sebagi gas pelindung dipakai
gas inert seperti argon, helium atau campuran dari kedua gas tersebut
yang pemakainnya tergantung dari jenis logam yang akan dilas.
Tangkai las TIG biasanya didinginkan dengan air yang bersirkulasi.

Peralatan yang dibutuhkan

1.

2.
3.

4.
5.

Mesin las AC/DC merupakan mesin las pembangkit arus AC/DC yang digunakan di
dalam pengelasan las gas tungsten. Pemilihan arus AC atau DC biasanya tergantung
pada jenis logam yang akan dilas.
Tabung gas lindung adalah tabung tempat penyimpanan gas lindung seperti argon
dan helium yang digunakan di dalam mengelas gas tungsten.
Regulator gas lindung adalah adalah pengatur tekanan gas yang akan digunakan di
dalam pengelasan gas tungsten. Pada regulator ini biasanya ditunjukkan tekanan
kerja dan tekanan gas di dalam tabung.
Flowmeter untuk gas dipakai untuk menunjukkan besarnya aliran gas lindung yang
dipakai di dalam pengelasan gas tungsten.
Selang gas dan perlengkapan pengikatnya berfungsi sebagai penghubung gas dari
tabung menuju pembakar las. Sedangkan perangkat pengikat berfungsi mengikat
selang dari tabung menuju mesin las dan dari mesin las menuju pembakar las.

Lanjutan peralatan yang dibutuhkan


6. Kabel elektroda dan selang berfungsi menghantarkan arus dari mesin

7.

8.

9.

10.

las menuju stang las, begitu juga aliran gas dari mesin las menuju
stang las. Kabel masa berfungsi untuk penghantar arus ke benda kerja.
Stang las (welding torch) berfungsi untuk menyatukan sistem las yang
berupa penyalaan busur dan perlindungan gas lindung selama
dilakukan proses pengelasan
Elektroda tungste berfungsi sebagai pembangkit busur nyala selama
dilakukan pengelasan. Elektroda ini tidak berfungsi sebagai bahan
tambah
Kawat las berfungsi sebagai bahan tambah. Tambahkan kawat las jika
bahan dasar yang dipanasi dengan busur tungsten sudah mendekati
cair.
Assesories pilihan dapat berupa sistem pendinginan air untuk
pekerjaan pengelasan berat, rheostat kaki, dan pengatur waktu busur.

Gas Pelindung pada TIG

Gas mulia yang digunakan antara lain:


Gas argon
Gas helium
Campuran argon dan helium
Campuran argon dan hydrogen

Penggunaan Gas Pelindung

Logam
Aluminium dan magnesium

Tipe las
Manual welding

Machine welding

Gas pelindung
Argon

Keuntungan
Lebih
mudah
menyalakan
busur,sifat
membersihkan,kwalitas las dan gas yang dipakai
lebih sedikit

Argon+helium

Kemungkinan pengelasan dengan kecepatan tinggi

Argon+helium

Kwalitas lebih baik,pemakaian gas lebih


sedikit,bila sibandingkan dengan helium 100%

Helium (DC polaritas lurus) Penembusan lebih dalam kecepatan las bisa lebih
tinggi dari pada dengan argon helium
Carbon steel

Spot weilding

Argon

Mudah menyalakan busur dan penggunaan gas


lebih sedikit dari pada helium

Carbon steel

Manual welding

Argon

Lebih mudah pengontrolan kawah las

Machine welding

Helium

Manual welding

Argon

Kecepatan las lebih sepat dari pada dengan gas


argon
Dapat dikontrol penembusan untuk plat tipis

Stailess steel

Argon+helium

HEAT INPUT paling tinggi dan kecepatan las lebih


tinggi untuk pengelasan plat yang lebih tebal

Machine

Argon+hidrogen(35%)

Mencegah under cutting

Machne welding

Helium

HEAT INPUT paling tinggi dan penembusan paling


dalam

Argon

Mudah mengontrol kawah las penembusan dan


head

Helium

HEAt INPUT paling tiggi untuk pengelasan logamlogam tebal

Argon

Penembusan tidak dalam pada logam dasar

Copper nickel dan Cu Ni alloys Manual welding

Aluminium

Manual dan mesin welding

Tabung argon dibuat 4 ukuran,yaitu:


78 cuft pada 2200 psi (2200 pada 1555 kg/cm 2)
150 cuft pada 220 psi (4250 pada 155 kg/cm 2)
275 cuft pada 2200 psi (7850 pada 155 kg/cm 2)
330 cuft pada 2640 psi (9300 pada 186 kg/cm 2)

Semua tabung ini biasanya berwarna coklat,kevuali


tabung 150 cuft (4250) berwarna coklat dengan
kerah/leher yang berwarna kuning.Jenis tabung yang
lain dapat berisi argon yang berentuk cairan,seperti
juga oksigen atau nitrogen.

Regulator
Mengalirkan gas dari tabung harus memakai alat
ukur yang dinamakan regulator.Alat ini berfungsi
untuk menurunkan tekanan tabung menjadi suatu
kerja.Antara regulator untuk las oksi asitilin
dilengkapi dengan pengukur tekanan dengan skala
pound/square inch(lbm/in2) dengan skala cuft/h(ft
3/jam).

Pembakar las TIG terdiri dari :


1) Penyedia arus
2) Pengembali air pendingin
3) Penyedia air pendingin
4) Penyedia gas argon
5) Lubang gas argon ke luar
6) Pencekam elektroda
7) Moncong keramik atau logam
8) Elektroda tungsten
9) Semburan gas pelindung.

Proses Pengelasan
Arus searah polaritas langsung digunakan untuk pengelasan baja, besi cor, paduan

tembaga dan baja tahan karat, sedangkan polaritas terbalik jarang digunakan.
Arus bolak-balik banyak digunakan untuk pengelasan aluminium, magnesium, besi
cor dan beberapa jenis logam lainnya.
Filler metal ditambahkan ke dalam daerah las dengan cara mengumpankan
sebatang kawat polos.
Inert gas disemburkan dari torch dan daerah-daerah disekitar elektroda tungsten.
Jenis lain proses GTAW adalah pulsed GTAW, yaitu dengan sumber listrik
sehingga menghasilkan arus pengelasan pulsasi. Hal ini menghasilkan penetrasi
dan kontrol kawah las yang lebih baik, terutama untuk mengelas root pass.
Pulsed GTAW bermanfaat untuk mengelas pipa pada posisi sulit seperti pada
stainless steel dan non ferrous material seperti paduan nikel.
GTAW menggunakan pengumpanan kawat otomatis disebut juga dengan cold wire
TIG. Jenis lain dari proses GTAW otomatis disebut hot wire TIG.

Elektroda Tungsten
Elektroda tidak terumpan(nonconsumable electode) yang berfungsi sebagai pencipta

busur nyala saja yang digunakan untuk mencairkan kawat las yang ditambahkan dari
luar dan benda yang akan disambung menjadi satu kesatuan sambungan.
Biasa digunakan untuk pengelasan AC pada pengelasan aluminium maupun
magnesium.
Elektroda tungsten thorium digunakan untuk pengelasan DC.
Elektroda tungsten Zirconium digunakan untuk AC- HF Argon dan AC Balanced
Wave Argon.
Untuk diameter dari mulai ukuran 0,254 mm sampai dengan 6,35 mm. Untuk
panjang disediakan mulai dari 76,2 mm sampai dengan 609,6 mm.
Pengasahan elektroda tungsten dilakukan membujur dengan arah putaran gerinda.
Pengasahan dengan arah ini akan mempermudah aliran arus yang akan digunakan
di dalam pengelasan, sebaliknya jika penggerindaan dilakukan melintang dengan
arah putaran batu gerinda akan mengakibatkan terhambatnya jalannya arus yang
digunakan untuk mengelas.

Mesin Las TIG


Mesin las arus DC

Pengelasan arus searah (DC) dengan mesin arus searah


mempunyai dua pilihan.yaitu pengkutuban lurus dan
pengkutuban terbalik. Pada
pengkutuban(polaritas)lurus,kutub negatif dipasang pada
batang elektroda dan rangkaian seebaliknya disebut polaritas
balik.Dalam polaritas lurus elektron bergerak dari elektroda
dan menumbuk logam induk benda kerja dengan kecepatan
tinggi,sehingga terjadi penetrasi yang dalam.Pada elektroda
tidak terjadi tumbukan elektron hingga secara relatif suhu
elektroda tidak terlalu tinggi.

arus muatan kutub balik memiliki daya untuk menghilangkan


oksida.Oksida biasanya timbul pada pengelasan alumunium
atau magnesium.Sifat menghilangkan oksida ini,dikarenakan
ion-ion positip bergerak kearah benda kerja.Hingga sebagai
akibat tumbukan-tumbukan ion positif tersebut terjadi aksi
pembersih yang mengupas lapisan oksida yang mempunyai
temperatur cair yang tinggi.

Mesin las arus AC

Arus bolak-balik(Alternating current),secara teoritis merupakan


kombinasi antara arus searah polaritas lurus dan arus searah
polaritas terbalik.Perubahan kombinasi ini terjadi secara 50 kali
setiap detik.
Pada gambar terlihat pegelasan dengan arus AC yang
menghasilkan penembusan yang tidak dalam tapi juga tidak
dangkal(diantara DC kutub terbalik dan DC kutub lurus.
Memang secara teoritis arus AC merupakan kombinasi dua
pengkutuban pada arus DC.Akan tetapi kenyataannya besar
arus ini tidak sama,karena adanya lapisan-lapisan
oxida,kotoran-kotoran dan lain-lain,yang merupakan
penghalang arus.

Akibatnya terjadi ketidak seimbangan antara besar arus-arus


yang mengalir.Arus listrik mudah mengalir pada polaritas
lurus,sedangkan pada polaritas balik penghantar arus ini
sukar(bila benda kerja megandung oksida,yang merupakan
penghantar listrik yang tidak baik).
Akibatnya terjadi ketidak seimbangan gelombang arus,dan
bahkan bisa terjadi ketidak sempurnaan tergantung dari jenis
lapisan oksida maupun kotoran-kotoran pada permukaan
benda kerja.Untuk mengatasi ini,dipergunakan mesin arus
bolak-balik frekuensi tinggi(ACHF).Dengan frekuensi tinggi
ion-ion gas membantu memudahkan penghantaran arus listrik
pada pengelsan AC.

Pemilihan Arus untuk Las TIG

Arus AC
Frekuensi tinggi

Aus DC
Polaritas langsung

Polaritas balik

Bahan
Magnesium sampai #3mm
Magnesium sampai #5mm

Magnesium casting

Aluminium sampai #2mm

Aluminium #2mm

Aluminium casting

Stainless steel

Bross alloys

Silicon copper

Silver

Hastelloy alloys

Silver clading

Hard facing

Cast iron

Low carbon steel #0,4-0,75mm

Low carbon steel #0,75-3mm

High carbon steel #0,4-0,75mm

High carbon steel 0,75mm

Ukuran dan Bahan Elektroda


Pada umumnya untuk las TIG menggunakan tiga
macam elektroda tungsten yaitu tungsten
murni,tungsten paduan thorium dan tungsten paduan
zirconium. Macam-macam dari elektroda tungsten ini
telah tersedia dalam ukuran diameter 0,010, 0,020,
0,040 ,1/16 ,3/32 ,3/16 ,1/4.Juga dikeluarkan
oleh pabrik dengan ukuran panjang yang berbeda
yaitu dari 3 ,6 ,7 ,8 dan kadang-kadang sampai
ukuran 24. Elektroda ini dibuat dengan permukaan
yang bersih,senyawa kimia yang bersih dan
diameternyapun tepat.

Tungsten murni:

Tungsten murni biasanya digunakan pada pengelasan arus AC.Mempunyai titik


leleh 3400oC dan lebih cocok untuk mengelas aluminium,aluminium paduan
dimana ujung dari elektroda dibentuk radius.
Tungsten paduan thorium:
Elektroda ini umumnya digunakan pada mesin las DC,digunakan untuk mengelas
steinless steel,logm biasa,tembaga,titanium dll. Ujung elektroda dibuat runcing
dan mempunyai titik leleh 4000oC.
Tungsten paduan zirconium:
Elektroda jenis ini diutamakan untuk pengelasan dengan arus AC.Elektoda ini
mempunyai daya tahan tinggi terhadap persenyawaan dan sangat sesuai apabila
digunakan pada saat mengelas benda kerja yang permukaannya mengilat seperti
aluminium dan magnesium. Elektroda ini juga dapat digunakan untuk pengelasan
dengan arus DC. Titik leleh elektroda adalah 3800 oC.
Pengaturan besarnya arus pengelasan,tergantung dari macam elektroda yang
dipakai dan tipe sambungan yang diinginkan.Selain tipe arus yang digunakan(AC
atau DC),juga tergantung mempengaruhi besarnya arus pengelasan.Untuk
pengelasan carbon steel atau satainless steel ujung elektroda berbentuk lancip.
Elektroda tungsten untuk mengelas aluminium bagian ujungnya dibentuk radius.

Besar arus untuk pengelasan denganelektroda wolfram(tungsten)


murni

Diameter elektroda
tungsten(inchi)

Besar arus dipakai untuk arus AC


(untuk pengelasan base metal dengan
frekwensi tinggi) (Ampere)

0,020
0,040

0-7

1/16

10-40

3/32

30-70

1/8

70-100

5/32

100-150

3/10

150-225

200-300
275-400

Catatan:
1=25,4mm

Besar arus untuk pengelasan dengan elektroda tungsten+zirocium

Diameter elektroda
Tungsten+zirconium. (inchi)

Arus las yang dipakai AC dengan


frekwensi tinggi. (Ampere)

0,020
0,040
1/16
3/32
1/8
5/32
3/16

0-7
0-30
20-115
100-185
150-225
190-300
200-340
300-445

Besar arus untuk pengelasan dengan elektroda


tungsten+thorium

Diameter elektroda
Tungsten+thorium (inchi)
0,020
0,040
1/16
3/32
1/8
5/32
3/16

Arus las yang dipakai


DCSP. (Ampere)
0-25
12-100
20-190
35-325
50-475
60-600
-

Ujung elektroda mempunyai beberapa macam bentuk seperti:


Ujung elektroda yang tanpa dibentuk
Ujung elektroda yang dimiringkan(dibevel)
Ujung elektroda yang diruncingkan
Ujung elektroda yang berbentuk radius(bola)

Brander las (torch)

Fungsi
Untuk mengalirkan listrik pada

elektroda,menghembuskan gas pelindung dan


mengalirkan saluran air pendingin.
Penggunaanya harus ringan dan mudah
memakainya.Perlengkapan ini juga diberi suatu
penutup atau cap dengan macam-macam
ukuran,supaya dapat dengan mudah mengubah atau
menukar dan mengatur yang disesuaikan dengan
panjag elektroda tungsten yang dipergunakan untuk
pengelasan.

Konstruksi
Saluran pendingin

Pada brander las bagian kepala terdapat alat-alat


perlengkapan seperti saluaran air pendingin,penjepit
elektroda dan aliran kebel listrik las.Bila air
pendingin bekerja tidak tetap,maka brander akan
terbakar disebabkan oleh panas yang tinggi.Semua
peralatan ini dibuat oleh pabrik sedemikian rupa
untuk keawetan peralatan kerja.

Saluran gas

Saluran gas dari selang regulator menuju ketangkai


brander las dan diteruskan ke brander las bagian
kepala.Saluran gas ini terus ke daerah sekitar mur
penjepit,kemudian sekeliling nozzle.Dari nozzle
gas disemburkan untuk melindungi daerah
pengelasan.Ukuran dari nozzle ini disesuaikan
dengan ukuran elektroda besar arus listrik yang
sesuai dengan material yang akan dilas,juga besar
kecilnya tekanan gas.

Aliran listrik

Arus listrik mengalir melalui kabel ke pemegang


kolet,dari kolet mengalir ke elektroda,kemudian
kebenda kerja dan kembali kesumber tenaga.Pada
engelasan pada arus DC,jika arus mengalir dari
elektroda yang mempunyai kutub negatif,ini
disebut pengelasan dengan elektroda lurus.Jika
elektroda mempunyai kutub positif disebut
pengelasan kutub polaritas balik.

Pengendali(kontrol)

Pada mesin las TIG,biasanya dilengkapi dengan


panel-panel kontrol yang berupa selenoid(katup
selenoid)katup ini berguna untuk menjalankan dan
menutup aliran air pendingin maupun gas
pelindung.

Prosedur Pelaksanaan
Langkah-langkah persiapan
Periksa semua sambungan,untuk memastikan bahwa semuanya
terpasang benar dan kuat
Periksa diameter elektroda dan ukuran nozzle gas yang akan digunakan
Atur jarak elektroda sebagai berikut:
1/8 inch sampai 3/36 inch dari ujung nozzle gas,jika mengelas
sambungan tumpul.
1/4 inch sampai 1/8 inch untuk sambungan lainnya.
Periksa sambungan elektroda,apakah sudah tercekam dengan kuat
pada kolletnya.
Atur dan siapkan mesin dengan kuat arus yang tepat
Jika menggunakan brander dengan pendingin air,maka buka saluran
air
Buka saluran gas dan atur pada kecepatan aliran yang tepat.

Menyalakan busur
a.Mesin las arus bolak-balik(AC)
Untuk menyalakan busur pada mesin las
AC,elektrodanya tidak perlu disentuhkan pada benda
kerja.Setelah mesin las dihidupkan,peganglah brander
las dengan posisi mendatar dengan jarak kurang lebih
2 inch di atas benda kerja.Kemudian ayunkan brander
hingga jarak 1/8 inch dari benda kerja.Dengan ini
tegangan listrikakan melompati jarak antara brander
dengan kerja dan menimbulkn busur listrik.Pada
waktu penggeraka brander ke bawah,gerakan harus
dilakukan dengan cepat.Ini dilakukan supaya didapat
jumlah gas yang cukup untuk melindungi daerah
pengelasan.

b.Mesin las arus searah(DC)


Cara menyalakan busur dengan mesin las
DC,peganglah brander las dengan posisi
mendatar,kemudian sentuhkan elektroda pada
benda kerja hingga timbul busur listrik.Tarik
elektroda berjarak kurang lebih 1/8 inch dari
benda kerja.

Mematikan busur listrik


Untuk menghentikan busur listrik pada mesin AC
maupun DC,cukup dengan cara menarik mundur brander
menjauhi benda kerja,gerakan ini harus dilakuka dengan
cepat untuk menghindarkan rusakya permukaan benda
kerja.Beberapa mesin las,dilengkapi dengan pedal untuk
menurunkan tegangan secara bertahap.
Dengan ini pengisian lubang yang timbul pada akhir
pengelasan akan lebih mudah,jika pengelasan dilakukan
dengan menggunakanpendingin air,usahakan agar nozzle
gas tidak menyentuh benda kerja.Karena gas yang panas
dapat menyebabkan busur listrik dari elektroda tidak
menuju ke benda kerja tapi ke nozzle gas,hal ini akan
menyebabkan nozzle rusak.Selain itu pastikan bahwa air
mengalir dengan kecepatan aliran yang tepat.

Cara-Cara Pengelasan

Pengelasan sambungan tumpul


Untuk mengelas sambungan tumpul caranya adalah sebagai berikut:
Pegang brander dengan posisi 75o dengan benda kerja.
Panaskan titik awal pengelasan,dengn cara menggerakkan brander dengan gerakan

membentuk
lingkaran kecil,hingga terbentuk kawah las(puddle).
Setelah titik awal pengelasan mencair(terbentuk kawah las),gerakan brander pelanpelan sepanjang bagian yang akan disambung.Disini brander bergerak lurus,jadi
tidak perlu dengan gerakan melingkar
Jika diperlukan bahan tambahan,peganglah batang tambahan dengan posiisi 15 o dari
benda kerja.
Setelah terbentuk kawah las,gerakan brander hingga busur listrik berada di pinggir
kawah las.
Tambahkan bahan tambah(bahan pengisi),dengan cara menyentuhkan ujung batang
bahan tambah pada sisi kawah las.Tarik mundur batang bahan tambah dan gerakkan
busur listrik(brander) ke pinggir kawah las yang baru.Lakukanlah gerakan di atas
berulang-ulang sehingga seluruh bagian tersambung.

Pengelasan sambungan tumpang dan sambungan T


Untuk pengelasan tanpa bahan,caranya adalah

sebagai berikut:
Bentuklah kawah las pada ujung benda kerja
Dekatkan ujung elektroda hingga berjarak lebih
kurang 1/16 inchi.Kemudian lakukan gerakan
melingkar hingga bagian ujung tadi enar-benar
tersambungan.
Gerakan pengelasan berikutnyadilakukan tanppa
gerakan melingkar.

Pada pengelasan sambungan tumpang,kawah las

akan berbentuk V,pusat dari V disebut notch.Jarak


antara notch,menunjukkan kecepatan gerakan
brander pada saat pengelasan.Jangan
menggerakkan brander terlalu cepat,agar notch
yang didapat benar-benar mengisi bagian yang
disambung.Untuk pengelasan dilakukan dengan
menggunakan bahan tambah,batang bahan tambah
di bawah.
Untuk mendapatkan hasil pengelasan yang baik
dan seragam,banyaknya bahan tambah yang
diberikan dan waktu pemberian bahan tambah
tersebut harus tepat.

Pengelasan sambungan sudut


Pengelasan sambungan ini tudak memerlukan
bahn tambah.Mulailah pengelasan dengan
membentuk kawah las di ujung benda
kerja,kemudian gerakan brander lurus sepanjang
bagian yang akan disambung.Jika logam yang
mencair cenderung untuk lepas dari benda kerja,ini
menunjukkan gerakan brander terlalu lambat.Jika
hasil pengelasan kasar dan tidak rata,ini
menunjukkan gerakan brander terlalu cepat.

Pengelasan tegak(vertikal)
Untuk pengalan tegak pada material tipis gerakn
brander biasanya turun(dari atas ke bawah),ini
dilakukan agar didapat hasil pengelasan yang
baik,tanpa membakar seluruh benda kerja.Jika
digunakan bahan tambah,batang bahan tambah
ditambahkan dari bawah.Pada pengelasn material
yang tebal,gerakan pengelasan(gerakan brander)
dilakukan dari bawah keatas.

Pengelasan mendatar
Nyalakan busur listrik pada jarak kurang inchi
dari ujung bagian yang harus dilas,kemudian
brander digerakkan keujung benda
kerjam.Masukkan btang bahan pengisi pada bagian
atas dari kawahlas yang terbentuk.Pada waktu bahan
tambah berada didalam kawah las,gerakkan brander
pelan-pelan supaya bahan tambah mencir dan
mengisi sambungan dengan baik.

Pengelasan atas kepala(over head)


Pada pengelasan ini,kuat arus pengelasan harus
dikurangi antara 5 sampai 10% dari kuat arus pada
pengelasan normal.Sedangkan posisi brander maupun
batang tambah seperti pada pengelasan biasa.Pada
pengelasan ini,sebaiknya rigi-rigi las yang kecil.karena
rigi-rigi las yang kecil tidak berpengaruh oleh gravitasi
pada waktu mencair.Cara memasukkan bahan tambah
pada pengelasan ini,sama dengan cara pada
pengelasan lainnya.Gerakan brander sedilit maju
mundur,akan mempercepat pengisian bahan tambah
pada sambungan.

Cacat las pada proses las TIG


1.Tungsten inclusions
Penyebabnya satu atau lebih dari yang diwah ini:

Tungsten menyentuh cairan las


Tungsten tersentuh bahan las
Gas argon kurang murni

Mengatasi atau mencegahnya:

Jarak ujung tungsten dengan permukaan secukupnya


Hati-hati sewaktu memberi bahan tambah
Pastikan gas benar-benar murni(welding grade)

2. Oxide inclusions
Disebabkan:

Kawat las kotor


Benda kerja kotor
Sesudah las pertama untuk las berikutnya tidak disikat atau
digerinda

Mengatasinya:

Kawat las dibersihkan dengan thiner,bensin atau dilap


Benda kerja dibersihkan dengan gerinda
Sesudah las pertama(untuk multi gas) haarus digerinda atau
disikat

3.Porosity/rembesan
Disebabkan:

Gas tidak cukup(diameter nozzle kecil)


Gas besar tapi ada hembusan angin
Arus listrik terlalu besar
Benda kerj kotor
Kawat las berkarat
Kecepatan las terlalu cepat sehingga ada gas yang terjepit

Mengatasinya:

Gas dan diameter nozzle setepat mungkin


Berikan screen agar tidak terhembus angin
Arus listrik pengelasan kurangi
Benda kerja dan kawat las dibersihkan terlebih dahulu
Kecepatan las yang sedang
Diameter dalam nozzle 6-6xdiameter tungsten

4.Wormhole porosity
Penyebab:

Unsur belerang menyusup ada cairan las dan terjeit sehiingga


menjadi seperti lubang cacing
Benda kerja kotor

Pencegahan

Lakukan pengelasan awal


Bersihkan benda kerja

5. Undercutting
Penyebab:

Arus listrik terlalu besar


Busur terlalu tinggi
Laju pengelasn tinggi
Bahan tambah tidak cukup
Sudut torch kurang tepat

Pencegahan:

Arus secukupnya
Tinggi busur sedekat mungkin pada permukan benda kerja
Kurangi laju pengelasan
Penambahan kawat las setepat dan secukupnya
Sudut torch setepat mugkin

6. Incomplete fusion(peleburan yang kurang baik)


Penyebab:

Laju pengelasan terlalu cepat


Ampere rendah

Pencegahan:

Laju pengelasan setepat mungkin


Ampere secukupnya

7.Overlaping
Penyebab:

Keceatan las terlalu lambat


Ampere terlalu rendah
Pemberian bahan tamah terlalu berlebihan
Sudut torch tidak tepat

Pencegahan:

Laju pengelasan setepat mungkin


Naikkan ampere
Pemberian bahan tambah secukupnya
Sudut torch setepat mungkin

Keuntungan TIG
bisa digunakan untuk membuat root pass bermutu tinggi dari

arah satu sisi pada berbagai jenis bahan


Dengan teknik pengelasan yang tepat, semua pengotor yang
berasal dari atmosfir dapat dihilangkan
digunakan secara luas pada pengelasan pipa, dengan batasan
arus mulai dari 5 hingga 300 amp, menghasilkan
kemampuan lebih besar untuk mengatasi masalah pada
posisi sambungan yang berubah-ubah seperti celah akar.
Kecepatan gerak yang lebih rendah dibandingkan dengan
SMAW akan memudahkan pengamatan sehingga lebih
mudah dalam mengendalikan logam las selama pengisian
dan penyatuan.

Kelemahan TIG
laju pengisian lebih rendah dibandingkan dengan proses

las lain umpamanya SMAW


butuh kontrol kelurusan sambungan yang lebih ketat,
untuk menghasilkan pengelasan bermutu tinggi pada
pengelasan dari arah satu sisi
butuh kebersihan sambungan yang lebih baik untuk
menghilangkan minyak, grease, karat, dan kotorankotoran lain agar terhindar dari porosity dan cacat-cacat
las lain.
Pengelasan dengan consumable insert membutuhkan
kontrol kelurusan sambungan yang teliti

Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada proses pengelasan


APD yang digunakan pada saat melakukan pengelasan :
Alat pelindung mata
1.
Safety glass
2.
Goggle
3.
Face shield
4.
Welding helmet
5.
Absorptive lenses
. Respirator
. Pelindung pendengaran
1.
Earplugs
2.
Earmuff
. Alat pelindung kaki
. Sarung tangan

Bahaya yang ditimbulkan oleh sinar dan cahaya

Sinar ultraviolet: bila sinar ini terserap oleh lensa dan kornea
mata melebihi jumlah tertentu maka pada mata akan terasa
seakan ada benda asing didalamnya.
2. Cahaya tampak: semua cahaya tampak yang masuk ke mata
akan diteruskan oleh lensa dan kornea ke retina mata. Bila
cahaya ini terlalu kuat maka mata akan segera menjadi lelah dan
kalau terlalu lama mungkin akan menjadi sakit. Rasa lelah dan
sakit ini bersifat sementara.
3. Sinar inframerah: pengaruh sinar inframerah sama dengan
pengaruh panas, yaitu menyebabkan pembengkakan pada
kelopak mata, terjadinya penyakit cornea, presbiopia yang
terlalu dini dan terjadinya kerabunan.
1.

Bahaya yang ditimbulkan oleh gas & fumes

Gas dan fumes yang keluar mengandung zat kimia serta


partikel yang berbahaya bagi pekerja dan lingkungan.
.

Contoh fumes :
Arsenic dampak langsung gatal-gatal dan diare, dampak tidak
langsung kanker paru-paru atau kulit.
Nickel : dampak langsung gatal dan sesak, dampak tidak
langsung kanker pernafasan.
Contoh gas :
Acetylene dampak langsung dalam dosis tinggi dapat
menyebabkan mati rasa.
Oxide of nitrogen dampak langsung sesak nafas, dampak tidak
langsung bronchitis kronik.

Bahaya radiasi: menyebabkan kerusakan mata dan luka bakar.


Bahaya arus listrik: dapat menyebabkan luka bakar, cidera serius apabila

jatuh akibat terkejut. Dan juga dapat meyebabkan seseorang meninggal.


Bahaya ledakan: seperti halnya mengelas tangki, sebelum dilakukan
pengelasan tangki harus bersih dari minyak, gas yang mudah terbakar dan
cat yang dapat terbakar. Apabila dalam hal ini pembersihannya kurang
sempurna, makan akan terjadi ledakan yang membahayakan. Unuk
mencegah hal ini, sebelum dilakukan pengelasan harus diadakan
pemeriksaan terlebih dahulu untuk memastikan bahwa tidak akan terjadi
ledakan. Karena itu pemeriksaan tidak boleh hanya berdasarkan perkiraan
saja tetapi dengan alat pendeteksi untuk gas yang mudah terbakar.
Bahaya kebakaran: dapat terjadi dikarenakan kabel yang menjadi panas
yang disebabkan oleh hubungan yang kurang baik, kabel yang tidak sesuai
atau adanya kebocoran isolasi yang rusak.