Anda di halaman 1dari 29

Latar Belakang Masalah

siswa Indonesia rata-rata hanya mampu mengingat fakta,


tetapi menggunakan pengetahuan yang telah dimiliki
untuk mengevalusi, menganalisis dan memecahkan
permasalahan kehidupan masih amat kurang

Siswa jarang melakukan kegiatan


praktikum karena waktu yang
terbatas

Metode pembelajaran yang


sering digunakan adalah
ceramah

FAKTA DI LAPANGAN(MIN-2)
Kelemahan guru yang belum dapat membuat sebuah bahan
ajar akan menjadikan guru tesebut tidak inovatif dan kurang
professional. Jika guru masih tetap menggunakan cara yang
konvensional yaitu dengan metode ceramah dan sesekali
memberikan tugas maka kurang meningkatkan Hasil belajar
siswa dalam keterampilan proses siswa. Kemampuan
berpikir tingkat tinggi (HOT/ high oder thingking) siswa
terutama dalam bepikir kritis yang merupakan bagian dari
hasil belajar siswa masih rendah. Dan karakter siswa dalam
kegiatan pembelajaran pun kurang dapat ditingkatkan.
Karena penggunaan metode ceramah dalam pembelajaran
mengakibatkan siswa pasif dalam proses pembelajaran,
mencontek tugas rekan yang lain, tidak focus dalam belajar
sehingga membuat ribut dalam kelas.

ALTERNATIF /SOLUSINYA
Salah satu alternatifnya untuk membuat bahan
ajar tematik ialah membuat perangkat
pembelajaran tematik dengan menggunakan
model pembelajaran. Menurut Joyce dan Weil
(2009:20) menyatakan bahwa model
pembelajaran adalah kerangka konseptual yang
melukiskan prosedur yang sistematis dalam
mengorganisasikan pengalaman belajar untuk
mencapai tujuan belajar tertentu. Beberapa
diantara model pembelajaran tersebut dapat
dimanfaatkan dalam melaksanakan pembelajaran
di Sekolah Dasar

Rumusan Masalah
Bagaimana menghasilkan bahan ajar tematik berbasis model
pembelajaran yang baik dan layak dari segi fisik, desain,
warna, materi, gambar serta tulisan sebagai inovasi
pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan hasil
belajar dan karakter siswa pada pembelajaran tematik pada
kelas IV di MIN 2 Pagar Dewa kota Bengkulu?

Seberapa besar bahan ajar tematik berbasis


model pembelajaran dapat meningkatkan hasil
belajar siswa dalam hal berpikir kritis pada
pembelajaran tematik pada kelas IV di MIN 2
Pagar Dewa Kota Bengkulu?

Seberapa besar bahan ajar tematik berbasis model


pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar
siswa dalam hal keterampilan proses pada
pembelajaran tematik pada kelas IV di MIN 2
Pagar Dewa Kota Bengkulu?

Seberapa besar bahan ajar tematik berbasis


model pembelajaran dapat meningkatkan
karakter siswa dalam hal karakter percaya
diri siswa pada pembelajaran tematik pada
kelas IV di MIN 2 Pagar Dewa Kota
Bengkulu ?

Tujuan Penelitian

Menghasilkan bahan ajar tematik berbasis model pembelajaran


yang baik dan layak untuk pembelajaran tematik pada kelas
IV dari segi fisik, desain, warna, materi, gambar serta tulisan
sebagai inovasi pembelajaran untuk meningkatkan hasil
belajar dan karakter siswa pada pembelajaran tematik pada
kelas IV di MIN 2 Pagar Dewa Kota Bengkulu

Mengetahui peningkatan hasil belajar siswa


dalam hal bepikir kiritis pada pembelajaran
tematik dengan menggunakan bahan ajar
tematik berbasis model pembelajaran pada
pada kelas IV di MIN 2 Pagar Dewa Kota
Bengkulu

Manfaat Penelitian
1

Produk pengembangan bahan ajar dapat


dipergunakan sebagai bahan pertimbangan dalam
pengadaan dan pengembangan sum-ber belajar yang
dapat memberikan refrensi bagi semua pihak yang
berkepentingan.
Bahan ajar tematik berbasis model pembelajaran
untuk kelas IV digunakan untuk membantu guru MI
Kotamdaa Bengkulu khususnya dan guru MI seIndonesia secara umum dalam melaksanakan
pembelajaran pembelajaran tematik di MI
Bahan ajar berbasis model pembelajaran dijadikan
sebagai referensi untuk melaksanakan pembelajaran
di Madrasah Ibtidaiyah (MI).

Dasar Teori
1)
2)

Belajar dan Pembelajaran


Keefektifan Pembelajaran
3)
Kurikulum 2013
4)
Pembelajaran Tematik
5)
Model Pembelajaran
6)
Model Pembelajaran Heuristik Vee
7)
Bahan Ajar Pembelajaran
8)
Perkembangan Peserta Didik SD/MI
9)
Berpikir Kritis sebagai Hasil Belajar Siswa
10)
Keterampilan Proses sebagai Hasil Belajar Siswa
11)
Karakter Percaya Diri Siswa

Kerangka Konseptual Penelitian


KEADAAN
AWAL
1. Kemampuan
berpikir Kritis siswa
SD/MI masih rendah.
2. Kemampuan
keterampilan proses
siswa SD/MI masih
rendah.
3. Karakter siswa
terutama karakter
percaya diri siswa
SD/Mi rendah.
4. Pembelajaran
tematik masih penuh
ceramah dan latihan
soal
5. Pengelolaan kelas
masih bersumber
pada guru dan siswa
pasif.

PERLAKUAN

Kelas eksperimen
; Proses
pembelajaran
menggunakan
bahan ajar
berbasis tematik
model
pembelajarn
Heuristik
vee ;
Kelas kontrol
Proses
pembelajaran
menggunakan
buku kurikulum
2013

HASIL

1.Kemampuan
berpikir Kritis
siswa meningkat.
2. Kemampuan
keterampilan
proses siswa
SD/MI meningkat.
3. Karakter siswa
terutama
karakter percaya
diri siswa SD/MI
meningkat.

Pertanyaan Penelitian

Apakah bahan ajar tematik berbentuk Lembar


Kerja Siswa (LKS) berbasis model
pembelajaran heuristic vee layak digunakan
untuk pembelajaran tematik MI kelas IV
berdasarkan uji coba yang telah dilakukan?
Apakah bahan ajar tematik berbentuk Lembar
Kerja Siswa (LKS) berbasis model pembelajaran
heuristic vee dapat meningkatkan hasil belajar
dalam hal berpikir kritis siswa berdasarkan
hasil analisis yang dilakukan?

Apakah bahan ajar tematik berbentuk


Lembar Kerja Siswa (LKS) berbasis model
pembelajaran heuristic vee dapat
meningkatkan hasil belajar dalam hal
keterampilan proses siswa berdasarkan
hasil analisis yang dilakukan?

Apakah bahan ajar tematik berbentuk


Lembar Kerja Siswa (LKS) berbasis model
pembelajaran heuristic vee dapat
meningkatkan karakter percaya diri siswa
berdasarkan hasil analisis yang dilakukan?

Model Pengembangan
1
2

Research and information collecting

Develop preliminary form of product

4
5

Preliminary field testing

6
7

Main product revision


Main field testing

8
9
10

Planning

Operational product revision

Operational field testing

Final product revision

Dissemination and implementation

Alur Pengembangan Bahan Ajar


Studi
literatur
Uji coba
terbatas

Evaluasi
dan revisi
produk
kedua

Observasi
sekolah dan
wawancara
Evaluasi
dan revisi
produk
pertama

Perencanaan
rancangan
produk bahan

\
Rancangan
produk
bahan ajar:
Silabus

Penyusunan
produk bahan
Validasi ahli
dan guru

Uji
lapangan
Pre-Test dan PostTest Control Group
Design

RPP
LKS
THBS
TKPS
TKS

Evaluasi dan
penyempurnaan
produk bahan

Produk bahan
ajar tematik

Hasil Penelitian
Hasil validasi dari Para Ahli

Aspek yang
Penilaian
dinilai
Ahli I Ahli II Ahli III

Kesimpulan
Ratarata

Kriteria
Sangat
baik
Sangat
baik

Penilaian
RPP

102

98

100

100

Penilaian
LKS

52

48

50

50

Penilaian
soal essay
berpikir
kritis

46

49

46

47

Baik

44

48

46

46

Baik

Penilaian
lembar
observasi
keterampila

Hasil Penelitian
Hasil validasi dari Para Guru
Aspek yang dinilai

Penilaian RPP
Penilaian LKS
Penilaian soal essay
berpikir kritis
Penilaian lembar
observasi
keterampilan proses
Penilaian angket
karakter percaya diri
siswa

Penilaian

Kesimpulan

Guru I

Guru II

Guru
III

Guru
IV

Ratarata

109

107

107

107

108

53

51

51

51

52

Kriteria
Sangat baik
Sangat baik
Sangat baik

62

70

70

70

66
Sangat baik

58

62

62

62

60
Sangat baik

57

59

59

59

58

Hasil Penelitian
Hasil Penelitian Pada Kelas Eksperimen

Nilai

Respon
Pembelaja
ran

Berpikir
Kritis
Siswa

Karakter
Percaya
Diri Siswa

93

Keteram
pilan
proses
Siswa
57

Maksim
al
Minima
l
Jumlah
Siswa
Rerata

53
35

59

28

30

40

40

40

40

42,3

78

48,4

48,7

50

Respon Pembelajaran

Berpikir Kritis Siswa

Ketrampilan Proses

Karakter Percaya Diri Siswa

57

50

48.7

40

40

30
28

Maksimal
0

Minimal

Jumlah Siswa

Kelas Eksperimen

Rerata

48.4

Hasil Penelitian
Hasil Penelitian Pada Kelas Kontrol
Nilai

Respon
Pembelaj
aran

Berpiki
r Kritis
Siswa
85

Ketera
mpilan
proses
Siswa
50

Karakter
Percaya
Diri
Siswa
50

Maksi
mal
Minim
al
Jumlah
Siswa
Rerata

43
29

58

30

30

40

40

40

40

37,8

73

44,38

43,8

Respon Pembelajaran
50

Berpikir Kritis Siswa

Ketrampilan Proses

Karakter Percaya Diri Siswa

50

43.8
40

30

Maksimal
0

Minimal

40

30

Jumlah Siswa

Kelas Kontrol

Rerata

44.38

Hasil Penelitian

Uji Normalitas

Uji Homogenitas
Uji Regresi

Kelas Eksperimen :
Signifikansi 0,167
0,167 > 0,05
Maknanya Normal
Kelas Kontrol :
Signifikansi 0,110
0,110 > 0,05
Maknanya Normal
Signifikansi 0,144
0,144 > 0,05
Maknanya Homogen
Variabel
Variabel
Variabel

berpikir kritis siswa


keterampilan proses siswa
karakter percaya diri siswa

Uji regresi pada kelas Eksperimen

Berpikir
kritis

Keterampilan
proses

Uji signifikansi simultan :


Fh (21,087)
0,003 < 0,05 maka Ho ditolak
Sumbangan variabel independen
>Ft( 4,10)
terhadap variabel dependen :
R Square 0,784
Hasil uji Coefficients :
Constant : 22,732
Respon siswa : 0,947
Maka Y= 22,732 + 0,947 X1
Uji signifikansi simultan :
Fh (28,017)
0,001 < 0,05 maka Ho ditolak
Sumbangan variabel independen
>Ft( 4,10)
terhadap variabel dependen :
R Square 0,823
Hasil uji Coefficients :
Constant : 28,838
Respon siswa : 0,887
Maka Y= 28,838 + 0,887 X1

Uji regresi pada kelas Eksperimen

Karakter
percaya diri
siswa

Uji signifikansi simultan :


0,006 < 0,05 makaFh(40,522>Ft(4,1
Ho ditolak
0)
Sumbangan variabel
independen terhadap variabel
dependen :
R Square 0,796
Hasil uji Coefficients :
Constant : 34,159
Respon siswa : 0,758
Maka Y= 34,159 + 0,758 X1

Uji regresi pada kelas kontrol


Berpikir kritis

Keterampilan
proses

Uji signifikansi simultan :


Fh(24,341>Ft(4,1
0,006 < 0,05 maka Ho ditolak
0)
Sumbangan variabel independen
terhadap variabel dependen :
R Square 0,712
Hasil uji Coefficients :
Constant : 16,745
Respon siswa : 0,621
Maka Y= 16,745 + 0,621 X1
Uji signifikansi simultan :
Fh(18,312
0,008 < 0,05 maka Ho ditolak
1>Ft(4,10)
Sumbangan variabel independen
terhadap variabel dependen :
R Square 0,725
Hasil uji Coefficients :
Fh(18,312
Constant : 18,131
1>Ft(4,10)
Respon siswa : 0,568
Maka Y= 18,131 + 0,568 X1

Uji regresi pada kelas kontrol

Karakter percaya
diri

Uji signifikansi simultan :


0,01 < 0,05 maka Fh(13,567)>Ft(4,
Ho ditolak
Sumbangan variabel
10)
independen terhadap variabel
dependen :
R Square 0,704
Hasil uji Coefficients :
Constant : 14,159
Respon siswa : 0,527
Maka Y= 14,159 + 0,527 X1

Kesimpulan

Berdasarkan hasil validasi dari dosen ahli, guru kelas


IV dan melalui uji coba, diperoleh bahan ajar tematik
berbentuk LKS berbasis model pembelajaran
heuristic vee tema peduli terhadap makhluk hidup
dan sub tema ayo cinta mempunyai kualitas baik dan
layak digunakan untuk pembelajaran tematik MI kelas
IV.
Terdapat perbedaan keefektifan antara pembelajaran
yang menggunakan bahan ajar tematik berbentuk
LKS Berbasis Model Pembelajaran Heuristic Vee dan
dengan bahan ajar tematik Buku Kurikulum 2013
dalam hal berpikir kritis siswa dengan nilai R2 sebesar
0,072 atau 7,2%.
Terdapat perbedaan keefektifan antara pembelajaran
yang menggunakan bahan ajar tematik berbentuk
LKS Berbasis Model Pembelajaran Heuristic Vee dan
dengan bahan ajar tematik Buku Kurikulum 2013
dalam hal keterampilan proses siswa dengan nilai R2

Kesimpulan
4

Terdapat perbedaan keefektifan antara


pembelajaran yang menggunakan bahan ajar
tematik berbentuk LKS Berbasis Model
Pembelajaran Heuristic Vee dan dengan bahan
ajar tematik Buku Kurikulum 2013 dalam hal
karakter percaya diri siswa dengan nilai R2
sebesar 0,090 atau 9%.
Tedapat pengaruh pembelajaran yang
menggunakan bahan ajar tematik berbentuk LKS
Berbasis Model Pem-belajaran Heuristic Vee
dengan berpikir kritis siswa ditunjukkan oleh
nilai Coefficients sebesar 0,947 dan dengan
keterampilan proses siswa ditunjukkan oleh nilai
Coefficients sebesar 0,568 serta dengan
karakter percaya diri siswa ditunjukkan oleh nilai
Coefficients sebesar 0,758

Kesimpulan
6

Terdapat pengaruh pembelajaran yang


menggunakan bahan ajar tematik
berbentuk buku kurikulum 2013 dengan
berpikir kritis siswa ditunjukkan oleh nilai
Coefficients sebesar 0,621 dan dengan
keterampilan proses siswa ditunjukkan
oleh nilai Coefficients sebesar 0,319 serta
dengan karakter percaya diri siswa
ditunjukkan oleh nilai Coefficients sebesar
0,527.

karakter ketekunan siswa


karakter menghargai
karakter kejujuran siswa
karakter kemandirian siswa
berpikir kritis siswa
kreativitas siswa
penerapan konsep siswa
emotional quetient siswa
Pengembangan bahan ajar tematik berbasis model pembelajaran Heuristik Vee
dalam upaya meningkatkan karakter percaya diri siswa Madrasah Ibtidaiyah.
keterampilan proses dasar siswa
Keterampilan proses integratif siswa
sikap ilmiah siswa
karakter peduli lingkungan siswa
karakter disiplin siswa
evaluasi konsep siswa
karakter kesantunan siswa