Anda di halaman 1dari 57

PLENO

PEMICU 3

KELOMPOK 2
Jamalludin I11108071
Rohayatun I11111008
Najla I11112001
Herick Alvenus Willim I11112022
Ridha Rahmatania I11112027
Fawaid Akbar I11112029
Andyani Pratiwi I11112031
Yosep Adrianu Loren I11112050
Friedrich Kurniawan M. I11112051
Elsa Restiana I11112057
Novia Rosita MaringgaI11112074

PEMICU
Saat liburan semester lalu, Siti berkunjung ke
rumah nenenknya yang berumur 65 tahun.
Sesampai di gerbang pagar rumah nenek, tampak
oleh Siti nenek sedang memandang ke pagar,
namun sepertinya nenek tidak mengenalinya.
Nenek mengeluhkan bahwa sejak 1 tahun ini
pengelihatannya semakin kabur.

Keesokan harinya Siti mengajak neneknya mengunjungi


dokter puskesmas terdekat. Pada anamnesis ditemukan
bahwa nenek Siti menderita diabetes mellitus sejak 20 tahun
yang lalu dengan kadar gula darah sering tidak terkendali.
Pada pemeriksaan, dokter menemukan tajam pengelihatan
mata kanan 2/60, mata kiri 6/30. Tekanan bola mata kanan
18 mmHg, mata kiri 15 mmHg. Tidak tampak kelainan pada
palpebra, konjungtiva, kornea kedua mata nenek, bilik mata
depan dalam, lensa mata kanan keruh total, shadow test
negative dan pada pemeriksaan funduskopi mata kanan
refleks fundus negatif, funduskopi sulit dinilai. Pada mata
kiri tampak lensa jernih, pemeriksaan funduskopi
menunjukkan retina tampak ada mikroaneurisma,
perdarahan dot dan blot, eksudat.

Di ruang tunggu Siti bertemu dengan Rudi


20 tahun, tetangga nenek yang juga berobat
karena matanya merah, dan selalu keluar
sekret kotor. Meskipun tampaknya
mengerikan, Rudi tidak mengeluh
gangguan pengelihatan pada kedua
matanya. Siti tidak berani mendekat dan
bersalaman dengan Rudi, karena takut
tertular.

KLASIFIKASI DAN DEFINIS


Mikroaneurisma

adalah penonjolan dinding


kapiler yang bentuknya seperti balon atau
gelembung.

KATA KUNCI
Nenek 65 th
Diabetes Mellitus (DM)
Pengelihatan kabur
Lensa mata kanan keruh total
Shadow test (-)
Refleks fundus (-)
Mikroaneurisma
Perdarahan retina
Eksudat
Rudi 20 th
Mata merah
Sekret
Takut tertular

RUMUSAN MASALAH
Nenek

65 tahun mengeluh pengelihatan yang


semakin kabur sejak 1 tahun dan memiliki riwayat
diabetes mellitus sedangkan Rudi 20 tahun
mengeluh mata merah, mengeluarkan sekret
mukopurulen dan tidak mengalami gangguan
pengelihatan.

ANALISIS MASALAH

HIPOTESIS
Nener

65 tahun diduga mengalami retinodiabetik


dan mengalami katarak pada mata kanan
sedangkan Rudi 20 tahun diduga mengalami
konjungtivitis bakteri.

PERTANYAAN DISKUSI
1. Jelaskan mengenai konjungtivitis?
Definisi
Etiologi
Epidemiologi
Patofisiologi
Klasifikasi
Manifestasi Klinis
Diagnosis
Pemeriksaan penunjang
Tatalaksana
Komplikasi
Edukasi
2. Jelaskan mengenai retinopatidiabetik?
Definisi
Etiologi
Epidemiologi
Patofisiologi

3. Apa yang menyebabkan mikroaneurisma pada mata kiri nenek?


4. Apa yang menyebabkan shadow test negative pada mata kanan?
5. Apa hubungan diabetes mellitus dengan retinopatidiabetik?
6. Bagaimana mekanisme penularan infeksi pada konjungtivitis bacterial, jamur dan
virus?
7. Apa hubungan retinopatidiabetik dengan katarak?
Bagaimana jalur alternatif metabolisme glukosa dapat menyebabkan
retinopatidiabetik?
8. Flora normal pada mata?
9. Apa yang menyebabkan mata merah visus normal?
10. Apa yang menyebabkan mata tenang visus menurun perlahan pada mata?
11. Gambaran mikroaneurisma, perdarahan blot dan dot serta eksudat pada
pemeriksaan funduskopi
12. Bagaimana cara membedakan infeksi oleh jamur, bakteri atau virus?
13. Bagaimana interpretasi pemeriksaan mata pada kasus?
14. Apa yang dapat dilakukan dokter umum sesuai kompetensinya pada kasus?
15. Edukasi kesehatan mata?

PEMBAHASAN

KONJUNGTIVITIS
Definisi

Konjungtivitis adalah proses inflamasi akibat


infeksi atau non-infeksi pada konjungtiva yang
ditandai dengan dilatasi vaskular, infiltrasi seluler,
dan eksudasi.


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Klasifikasi
Konjungtivitis bakteri
Konjungtivitis virus
Konjungtivitis jamur
Konjungtivitis alergi
Konjungtivitis parasit
Konjungtivitis kimia atau iritatif
Konjungtivitis lain disebabkan penyakit sistemik dan
autoimun seperti penyakit tiroid, gout dan karsinoid.

Dibedakan berdasarkan waktu


1. Konjungtivitis akut
2. Konjungtivitis Kronis

Etiologi
Secara garis besar, penyebab konjungtivitis adalah
endogen (non-infeksius) atau eksogen (infeksius).
1. endogen (non infeksius)
Bakterial
Klamidia
Viral
Riketsia
Parasitik

2. eksogen (infeksius).
Alergi
Autoimun
Toksik (kimia atau iritan)
Penyakit sistemik seperti sindrom Steven-Johnson
Iritasi persisten akibat produksi air mata yang kurang.

Epidemiologi

Konjungtivitis adalah penyakit mata paling


sering di dunia yang dapat terjadi pada berbagai usia.

Patofisiologi

Bakteri
Jaringan pada permukaan mata dikolonisasi oleh
flora normal seperti streptococci, staphylococci dan
jenis Corynebacterium. Perubahan pada mekanisme
pertahanan tubuh ataupun pada jumlah koloni flora
normal tersebut dapat menyebabkan infeksi klinis.
1.

2. Virus

Mekanisme terjadinya konjungtivitis virus


ini berbeda-beda pada setiap jenis
konjungtivitis
ataupun
mikroorganisme
penyebabnya

Manifestasi

klinis
Gejala konjungtivitis adalah mata merah dengan
produksi sekret yang berlebih sehingga mata terasa
lengket pada pagi hari setelah bangun tidur. Selain
itu, pasien dapat mengalami sensasi benda asing,
terbakar, atau gatal, serta fotofobia.

Manifestasi

klinis
Gejala yang dirasakan oleh pasien dapat
bervariasi. Oleh karena itu, penting untuk mengenali
tanda dari konjungtivitis berupa hiperemia, epifora,
eksudasi, pseudoptosis, hipertrofi papiler, kemosis,
folikel, pseudomembran, konjungtiva
lignose,
flikten, limfadenopati preaurikular

Tanda konjungtivitis

diagnosis dan pemeriksaan penunjang:


Diagnosis pada konjungtivitis virus bervariasi
tergantung etiologinya, karena itu diagnosisnya
difokuskan pada gejala-gejala yang membedakan
tipe-tipe menurut penyebabnya
Penegakan diagnosis:
a. Anamnesis
b. Media kultur

Tatalaksana

Konjungtivitis bakteri
Penatalaksanaan Terapi spesifik konjungtivitis
bakteri
tergantung
pada
temuan
agen
mikrobiologiknya. Terapi dapat dimulai dengan
antimikroba topikal spektrum luas.
1.

2. Konjungtivitis virus
Konjungtivitis virus terjadi pada anak di atas 1 tahun atau pada
orang dewasa umumnya sembuh sendiri dan mungkin tidak diperlukan
terapi, namun antivirus topikal atau sistemik harus diberikan untuk
mencegah terkenanya kornea.
3. Konjungtivitis alergik
Penyakit ini dapat diterapi dengan tetesan vasokonstriktorantihistamin topikal dan kompres dingin untuk mengatasi gatal-gatal
dan steroid topikal jangka pendek untuk meredakan gejala lainnya

Komplikasi

Komplikasi bergantung pada perjalanan dan


lokasi penyakit. Jika konjungtivitis berlangsung
kronik atau mengenai media refraksi, maka dapat
meinggalkan jaringan parut yang akan mengganggu
pandangan.

RETINOPATI DIABETIK
Definisi

Retinopati diabetik adalah kelainan retina yang


ditemukan pada penderita diabetes melitus.

Etiologi

Meskipun penyebab retinopati diabetik sampai


saat ini belum diketahui secara pasti, namun keadaan
hiperglikemik lama dianggap sebagai faktor resiko
utama.Lamanya
terpapar
hiperglikemik
menyebabkan perubahan fisiologi dan biokimia yang
akhinya menyebabkan perubahan kerusakan endotel
pembuluh darah.

Epidemiologi
Retinopati diabetik merupakan penyebab kebutaan paling
sering ditemukan pada usia dewasa antara 20 sampai 74 tahun.
Pasien diabetes memiliki resiko 25 kali lebih mudah mengalami
kebutaan dibanding nondiabetes. Pada waktu diagnosis diabetes
tipe I ditegakkan, retinopati diabetik hanya ditemukan pada
<5% pasien. Setelah 10 tahun, prevalensi meningkat menjadi
40-50% dan sesudah 20 tahun lebih dari 90% pasien sudah
menderita rerinopati diabetik.

Di Amerika Utara, 3,6% pasien diabetes tipe 1 dan


1,6% pasien diabetes tipe 2 mengalami kebutaan
total. Di Inggris dan Wales, sekitar 1000 pasien
diabetes tercatat mengalami kebutaan sebagian atau
total setiap tahun

Patofisiologi

Hiperglikemia kronik mengawali perubahan


patologis pada retinopati DM dan terjadi melalui
beberapa jalur.
1. hiperglikemia memicu terbentuknya reactive
oxygen intermediates (ROIs) dan advanced glycation
endproducts (AGEs)

2. hiperglikemia kronik mengaktivasi jalur poliol


yang meningkatkan glikosilasi dan ekspresi aldose
reduktase sehingga terjadi akumulasi sorbitol.
3. hiperglikemia mengaktivasi transduksi sinyal
intraseluler protein kinase C (PKC).

Klasifikasi

Berdasarkan prognosis dan pengobatan


1. Retinopati diabetic non proliferasi
2. Retinopati diabetic proliferasi

Berdasarkan standar Early Treatment Diabetic


Retinopathy Study (ETDRS)

Manifestasi klinis
Gejala klinis retinopati diabetik proliferatif dibedakan menjadi dua
yaitu gejala subjektif dan gejala obyektif.
1. Gejala Subjektif yang dapat dirasakan
Kesulitan membaca
Penglihatan kabur disebabkan karena edema makula
Penglihatan ganda
Penglihatan tiba-tiba menurun pada satu mata
Melihat lingkaran-lingkaran cahaya jika telah terjadi perdarahan
vitreus
Melihat bintik gelap & cahaya kelap-kelip

2. Gejala objektif pada retina yang dapat dilihat yaitu:


Mikroaneurisma
Perubahan
pembuluh darah berupa dilatasi
pembuluh darah
Hard exudate
Soft exudate
Edema retina
Neovaskularisasi

Perbedaan antara NPDR dan PDR


NPDR

PDR

Mikroaneurisma (+)

Mikroaneurisma (+)

Perdarahan intraretina (+)

Perdarahan intraretina (+)

Hard eksudat (+)

Hard eksudat (+)

Oedem retina(+)

Oedem retina (+)

Cotton Wool Spots(+)

Cotton Wool Spots(+)

IRMA (+)

IRMA(+)

Neovaskularisasi (-)

Neovaskularisasi (+)

Perdarahan Vitreous (-)

Perdarahan Vitreous (+)

Pelepasan retina secara traksi (-)

Pelepasan retina secara traksi (+)

Diagnosis dan pemeriksaan penunjang


Anamnesis
Untuk deteksi awal edema makular pada retinopati
diabetik non proliperatif dapat digunakan
stereoscopic biomicroscopic menggunakan lensa +
dioptri
disamping itu angiografi fluorescens juga sangat
bermanfaat
dalam
mendeteksi
kelainan
mikrovaskularisasi pada retinopati diabetik

Tatalaksana
Prinsip utama penatalaksanaan dari retinopati diabetik adalah
pencegahan. Hal ini dapat dicapai dengan memperhatikan halhal yang dapat mempengaruhi perkembangan retinopati
diabetik nonproliferatif menjadi proliferatif.
1.
Pemeriksaan rutin pada ahli mata
2.
Kontrol glukosa darah dan hipertensi
3.
Fotooagulasi
4.
Vitrektomi
5.
Injeksi anti VEGF

Komplikasi
1.
2.
3.
4.

Rubeosis irisdis progresif


Glaukoma neovaskular
Perdarahan vitreus rekuren
Ablasio retina

Penyebab
Mikroaneurisma

Mikroaneurisma merupkan kelainan diabetes melitus dini


pada mata. Hal ini terbentuk akibat hilangnya fungsi perisit.
Dalam keadaan normal, perbandingan jumlah sel perisit dan
sel endotel retina adalah 1:1 sedangkan pada kapiler perifer
yang lain perbandingan tersebut mencapai 20:1. Sel perisit
berfungsi mempertahankan struktur kapiler, mengatur
kontraktilitas, membantu mempertahankan fungsi barrier dan
transportasi kapiler serta mengendalikan proliferasi endotel.

Penyebab shadow test


negatif
Tes bayangan iris (shadow test) dilakukan untuk
mengetahui derajat kekeruhan lensa. Dasar dari
pemeriksaan ini adalah makin sedikit lensa keruh pada
bagian posterior, maka makin besar bayangan iris pada
lensa yang keruh tersebut, sedangkan makin tebal
kekeruhan lensa, maka makin kecil bayangan iris pada
lensa yang keruh.

Hubungan DM dengan
retinopati diabetik
Mekanisme

1.
2.

yang tepat dengan yang menyebabkan


retinopati diabetes masih belum jelas, tetapi
beberapa teori telah dirumuskan untuk
menjelaskannya antara lain:
Trombosit dan viskositas darah.
Aldosa reduktase dan faktor vasoproliferative.

Mekanisme penularan
konjungtivitis
Konjungtivitis

bakterial biasanya mulai pada satu


mata kemudian mengenai mata yang sebelah
melalui tangan dan dapat menyebar ke orang lain.
Penyakit ini biasanya terjadi pada orang yang
terlalu sering kontak dengan penderita, sinusitis
dan keadaan imunodefisiensi.

Konjungtivitis Virus Penyakit ini sering terjadi pada orang


yang sering kontak dengan penderita dan dapat menular
melalu di droplet pernafasan, kontak dengan benda-benda
yang menyebarkan virus (fomites) dan berada di kolam
renang yang terkontaminasi.
Konjungtivitis Jamur Penyakit ini ditandai dengan adanya
bercak putih dan dapat timbul pada pasien diabetes dan
pasien dengan keadaan sistem imun yang terganggu.

Hubungan retinopati diabetik


dengan katarak

Katarak adalah setiap keadaan kekeruhan pada lensa yang


dapat terjadi akibat hidrasi (penambahan cairan) lensa, atau
akibat denaturasi protein lensa. Pada diabetes melitus terjadi
akumulasi sorbitol pada lensa yang akan meningkatkan
tekanan osmotik dan menyebabkan cairan bertambah dalam
lensa. Sedangkan denaturasi protein terjadi karena stres
oksidatif oleh ROS yang mengoksidasi protein lensa
(kristalin).

Flora normal mata


Staphylococcus

epidermidis and Lactobacillus spp


merupakan bakteri yang paling banyak.
Propionibacterium acnes, Staphylococcus aureus
<30%, Haemophilus influenzae: 0,4 to 25%,
Moraxella catarrhalis, Enterobacteriace ,
streptococci (S.pyogenes, S.pneumoniae, alphahemolytic and gamma-hemolytic forms) .

Penyebab mata merah


visus normal
Prinsipnya : mengenai struktur yang bervaskuler
(konjungtiva atau sklera) yang tidak
menghalangi media refraksi.
Contoh

:
antara
lain
konjungtivitis
murni, trakoma, mata kering, xeroftalmia,
pterigium, pinguekula, episkleritis, skleritis

Penyebab mata tenang


visus menurun perlahan
mata

tenang dan visus menurun ini dikarenakan


tidak adanya gangguan pada bagian vaskular mata
dan pembuluh darah yang dapat menyebabkan
mata menjadi merah dan tidak adanya gangguan
pada mata yang sangat sensitif terhadap ketajaman
penglihatan.

Gambaran mikroaneurisma,
perdarahan blot dan dot serta eksudat
pada pemeriksaan funduskopi
1. Mikroaneurisma yaitu penonjolan dinding kapiler
terutama daerah vena dengan bentuk berupa bintik
merah kecil.

2. Perdarahan retina dapat berupa titik, garis, maupun bercak


yang biasanya terletak dekat mikroaneurismata. Kelainan ini
dapat digunakan sebagai prognosis penyakit

3. Dilatasi pembuluh darah vena dengan lumen


ireguler dan berkelok-kelok.
4. Eksudasi baik hard exudate maupun soft exudate.
Hard exudate merupakan infiltrasi lipid ke dalam
retina. Gambarannya ireguler, kekuning-kuningan.

Hard exudate

5. Neovaskularisasi yang terjadi akibat proliferasi sel


endotel akan tumbuh berkelok-kelok dengan bentuk
ireguler.
6. Edema retina dengan tanda hilangnya gambaran
retina terutama daerah makula sehingga sangat
mengganggu tajan penglihatan pasien.

TERIMA KASIH